Articles
50 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2014)"
:
50 Documents
clear
ANALISIS WACANA KRITIS PROGRAM MATA NAJWA “BALADA PERDA” DI METROTV
Christo Rico Lado
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (525.021 KB)
Pada 16 Januari 2013, Mata Najwa mengangkat tema Balada Perda di tengah pemberitaan mengenai perda yang kontroversial. Mata Najwa membahas empat aturan daerah yang mengundang pro dan kontra dalam masyarakat yaitu aturan larangan mengangkang bagi kaum perempuan di Lhokseumawe; aturan nama bayi dengan ciri kedaerahan di Surabaya; inisiatif bupati mengajak pejabat daerah ke penjara di Bualemo; dan aturan wajib mengaji dan mematikan televisi di Kampar. Dalam paradigma kritis, pengunaan bahasa dalam media bersifat sengaja dan memiliki tujuan tertentu. Melihat hal ini, peneliti tertarik melihat wacana yang dibangun dalam episode tersebut.Peneliti menggunakan teknik analisis wacana kritis model Teun van Dijk dan menemukan bahwa Mata Najwa membangun wacana bahwa perda melayani kepentingan pemerintah; perda mengintervensi privasi masyarakat; dan perda mendiskriminasi kelompok tertentu. Pembentukan wacana ini sekaligus menunjukkan pendefinisian dan penempatan posisi yang dilakukan Mata Najwa terhadap partisipan produksi wacana. Mata Najwa menempatkan Najwa Shihab sebagai pihak yang dominan sehingga realitasnya bisa diterima publik sebagai kebenaran.Dengan perpaduan analisis teks, kognisi sosial dan konteks, peneliti menemukan wacana yang dibangun Mata Najwa meneguhkan pandangan bahwa perda pasca otonomi daerah mengundang pro dan kontra dalam masyarakat. Peneliti juga menemukan bahwa tayangan Mata Najwa Balada Perda dipengaruhi oleh kepentingan ekonomi media Metro TV.
PENCITRAAN POLITIK ABURIZAL BAKRIE DALAM TEKS PIDATO MENDAKI SEMERU DAN TEKS PIDATO INDONESIA DALAM MIMPI SAYA
Sondang Cisilia Sidabutar
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.272 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Aburizal Bakrie mencitrakan dirinya sebagai calon presiden Indonesia tahun 2014 melalui teks pidato Mendaki Semeru dan teks pidato Indonesia Dalam Mimpi Saya. Fokus dari penelitian ini adalah pemaknaan pada wacana yang disampaikan Aburizal Bakrie dalam pidatonya yang membentuk pencitraan politik Aburizal Bakrie. Membangun pencitraan politik merupakan bagian dari aktivitas Political Public Relations dalam dunia politik. Penelitian ini menggunakan analisis Roger Fowler dan kawan-kawan yang menganalisis teks berdasarkan kata dan tata bahasa dalam teks. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Aburizal Bakrie berusaha membangun citranya sebagai seorang pemimpin yang visioner dan melalui pidatonya tersebut Aburizal Bakrie menghadirkan wacana-wacana pembangunan yang ada pada Orde Baru.
PENERIMAAN GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP UJIAN NASIONAL DALAM FILM SERDADU KUMBANG
Caroline J.S Juang
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.269 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan guru sekolah dasar terhadap Ujian Nasional dalam film Serdadu Kumbang. Film ini merupakan salah satu film tentang pendidikan yang mengangkat masalah Ujian Nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis penerimaan. Penelitian jenis deskriptif kualitatif ini memberikan gambaran bagaimana informan yang berprofesi sebagai guru menerima pesan mengenai Ujian Nasional yang ada dalam film Serdadu Kumbang.Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pemaknaan yang diberikan informan dipengaruhi oleh latar belakang pemahaman dan pengalaman mereka masing-masing. Informan pertama dan ketiga memiliki penerimaan opposisional, sedangkan informan kedua memiliki penerimaan negosiasi. Penerimaan kedua informan tersebut dilatarbelakangi oleh pengalaman mereka yang sama-sama pernah mengajar di daerah dan kini bertugas di kota. Sedangkan informan ketiga dilatarbelakangi oleh pengalamannya mengajar di daerah dengan lingkungan sosial dan keadaan ekonomi yang terbatas menyebabkan informan minim mengonsumsi media dan tidak berkembang, sehingga kondisi tersebut berpengaruh pada penerimaannya terhadap Ujian Nasional dalam film Serdadu Kumbang.
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PELATIH YANG MERANGKAP SEBAGAI ATLET DENGAN ATLET PANJAT TEBING YANG DILATIHNYA
Sherly Kurniasari Saputro
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (522.979 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan proses komunikasi interpersonal antara pelatih dengan atlet panjat tebing. Pelatih panjat tebing yang memiliki peran ganda yakni pelatih sekaligus atlet masih jarang ditemui, sehingga peneliti meneliti proses komunikasi yang terjadi dengan atlet asuhnya. Proses komunikasi interpersonal dengan enam elemen komunikasi dari Pederson, Miloch dan Laucella, menjadi acuan dalam penelitian ini.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode fenomenologi untuk menjabarkan proses yang terjadi. Dalam penelitian ini ditemukan bagaimana pelatih yang merangkap atlet dan atlet yang dilatihnya memaknai proses komunikasi interpersonal di antara mereka. Komunikasi interpersonal yang terjadi dimaknai pelatih sebagai forum untuk saling memotivasi dan berdiskusi bersama mengenai strategi penyelesaian jalur, dengan tujuan untuk mendapat kemenagan dalam PON 2012. Dalam proses ini mereka mengalami hambatan komunikasi fisik dan psikologis. Melalui komunikasi interpersonal tatap muka yang terjadi, pelatih dan atlet melangsungkan pembicaraan secara langsung di tempat latihan, pengiriman pesan tersebut disertai komunikasi secara non verbal.
KOMUNIKASI INTERPESONAL ANTARA TERAPIS DENGAN ANAK PENYANDANG ADHD
Stephannie Caroline
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (531.143 KB)
Penelitian ini ditujukan untuk mendiskripsikan proses komunikasi interpersonal antara terapis dengan anak penyandang ADHD di sekolah khusus AGCA Center. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Dalam penelitian mengenai komunikasi interpersonal yang telah dilakukan, peneliti menggunakan elemen-elemen komunikasi menurut DeVito : sumber-penerima, pesan, umpan balik, hambatan komunikasi, etika komunikasi, dan kompetensi komunikasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa anak penyandang ADHD lebih mudah menerima pesan verbal yang disertai dengan pesan nonverbal.
DOWNWARD COMMUNICATION DALAM IMPLEMENTASI MODEL KEPEMIMPINAN LMX(LEADER-MEMBER EXCHANGE) DI PALACIO WEDDING CHAPEL SURABAYA
Melysa Wiguna
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.242 KB)
Komunikasi merupakan salah satu faktor utama dalam mencapai kesuksesan sebuah organisasi. Downward communication yang dijalankan oleh pimpinan Palacio menunjukkan adanya ketidaksamaan pola komunikasi antara atasan dengan bawahan. Hal ini disebabkan oleh pemimpin Palacio membedakan karyawan mereka menjadi in-group dan out-group. Membedakan karyawan merupakan pengertian dari model kepemimpinan LMXL(Leader-Member Exchange). Downward communications dalam implementasi model kepemimpinan LMX (Leader-Member Exchange) menyebabkan rasa tidak nyaman dalam lingkungan kerja bagi karyawan out-groups. Kualitas komunikasi sangat berbeda, in-group memiliki kualitas komunikasi yang baik dan out-group memiliki kualitas komunikasi kurang baik.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan observasi dan wawancara yang mendalam. Aktor dalam penelitian ini adalah karyawan yang tergolong dalam in-groups dan out-groups. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Penelitian ini dilakukan sejak Juli 2013 hingga November 2013. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktor yang termasuk dalam in-groups memiliki hubungan serta kualitas komunikasi yang baik dengan atasannya. Sedangkan aktor yang termasuk dalam out-groups memiliki memiliki hubungan serta kualitas komunikasi yang kurang baik dengan atasannya.
ANALISIS ISI TREND REPORT DALAM MAJALAH ELLE INDONESIA
Emanuella P.A
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (673.135 KB)
Jurnalisme fashion yang terutama didefinisikan sebagai komunikasi informasi fashion dengan menggunakan berbagai cara baik melalui reportase tren terkait atau komentar subjektif. Untuk mengetahui perkembangan trend report dalam majalah fashion, menurut Turner dan Orange (2013, p.88) terdapat tujuh indikator yang masuk dalam trend report yaitu fabric, color, pattern, silhouette, parts of the body, past era, dan particular aesthetic. Untuk melihat apa saja trend report dalam majalah fashion peneliti menggunakan majalah Elle Indonesia yang merupakan salah satu majalah francishe yang masuk dalam top 5 fashion magazine di Indonesia. Metode yang digunakan untuk melihat trend report dalam majalah Elle Indonesia adalah analisis isi. Berdasarkan hasil koding yang telah disetujui menunjukkan bahwa indikator silhouette paling mendominasi dengan kategori sleeves.
PENERIMAAN PEMBACA PEREMPUAN TERHADAP PERAN GENDER DALAM RUBRIK LOVE AND LUST DI MAJALAH COSMOPOLITAN
Rosalia Rindy E.P.
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (449.294 KB)
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerimaan pembaca perempuan terhadap peran gender dalam rubrik Love and Lust di majalah Cosmopolitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reception analysis. Penelitian deskriptif kualitatif ini memberikan gambaran bagaimana penerimaan informan dari culture setting yang berbeda-beda terhadap peran gender dalam rubrik Love and Lust Cosmopolitan. Hingga akhirnya peneliti menemukan bahwa, tiga informan yang membawa field of experience dari pengalaman pribadinya dan pengalaman dari orang lain serta telah mempunyai penghasilan sendiri memberikan penerimaan yang dominant. Sedangkan satu informan yang masih membawa frame of reference dari keluarganya, ia masih mempertimbangkan batasan mengenai peran gender dalam rubrik love and lust. Maka, ia termasuk pembaca yang negotiated.
REPRESENTASI PENERAPAN KODE ETIK DALAM FILM “THE BANG BANG CLUB”
Edward Kasimiritus F. Hartanoeh
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (612.388 KB)
Penelitian ini ditujukan untuk mendiskripsikan bagaimana penerapan kode etik Society of Professional Journalist oleh wartawan digambarkan di dalam film “The Bang Bang Club”. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif. Peneliti menemukan bagaimana perjuangan ataupun usaha yang dilakukan wartawan untuk menerapkan kode etik Society of Professional Journalists dalam mencari fakta dan memberitakannya, meminimalkan bahaya dan bertindak independen tidaklah mudah. Peneliti menemukan adanya perdebatan batin dalam diri wartawan ketika dihadapkan atas pilihan menolong objek berita terlebih dahulu, atau memotret objek berita terlebih dahulu sehingga beresiko kehilangan momen tersebut. Wartawan membutuhkan kepekaan dan hati nurani sebagai sesama manusia untuk menemukan jawaban atas perdebatan batin itu.
KEPUASAN ANGGOTA DPD PARTAI GERINDRA DALAM PENGGUNAAN CMC SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI INTERNAL
Ni Putu Gita Purwanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal e-Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.909 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah kepuasan anggota Partai Gerindra dalam penggunaan CMC sebagai sarana komunikasi internal. Pada penelitian ini konsep kepuasan dapat dilihat menggunakan konsep Uses and Gratifications yang menekankan bukan apa yang dilakukan media terhadap khalayak, tetapi pada apa yang dilakukan khalayak terhadap media. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survey. untuk mendeskripsikan kepuasan anggota dalam menggunakan CMC pada Partai Gerindra. Pada penelitian ini mengukur Kepuasan menggunakan Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO). Dari hasil penelitian disimpulkan secara keseluruhan Anggota DPD Partai Gerindra Jatim tidak puas dalam penggunaan CMC sebagai sarana komunikasi internal. Dari keempat indikator, untuk indikator diversion, social interaction dan personal identity, tidak memuaskan pemakainya. Sedangkan pada indikator surveillance, telah memuaskan pemakainya.