cover
Contact Name
Ade Wahyudin
Contact Email
adewahyudin@mmtc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
adewahyudin@mmtc.ac.id
Editorial Address
Jl. Magelang Km. 6 Yogyakarta 55284
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pekommas
ISSN : 25021893     EISSN : 25021907     DOI : 10.56873
Core Subject : Science, Education,
Pekommas is a journal published by the BBPSDMP Kominfo Makassar with the aim of disseminating information on scientific developments in communication, informatics and mass media. The manuscript published in this journal is derived from research and scientific study conducted by researchers, academics and observers of communication, informatics and mass media. Rises with frequency of 2 times a year, namely in April, October.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2015): Agustus 2015" : 7 Documents clear
Meme di Media Sosial: Analisis Semiotik Meme Haji Lulung Christiany Juditha
Jurnal Pekommas Vol 18, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.156 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2015.1180204

Abstract

Penggunaan internet yang begitu masif di Indonesia diikuti dengan banyaknya penggunaan media sosial. Hal ini melahirkan fenomena baru dikalangan penggunanya yaitu kreativitas pembuatan meme. Meme dalam bentuk gambar atau video diartikan sebagai ide, prilaku atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain melalui media sosial menjadi wahana hiburan karena sifatnya lucu, mengandung parodi dan satire. Namun juga menimbulkan masalah dimana orang menganggap segala sesuatu dapat dijadikan candaan dalam bentuk meme dan tujuannya menyudutkan pihak-pihak tertentu, apalagi jika pihak tersebut membuat sebuah kekeliruan seperti kasus Haji Lulung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran unsur-unsur semiotik pada meme Haji Lulung yang beredar di media sosial. Metode penelitian ini adalah analisis semiotik dengan pendekatan semiotik Charles Peirce (tanda, obyek dan penafsir). Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan yang erat antara tanda, obyek dan penafsir. Tanda (gambar) meme yang dibangun netizen menanggapi perseteruan antara Lulung dan Ahok. Obyek (makna) umumnya berisi cibiran, sindiran dan ketidaksukaan netizen terhadap Lulung dan dikemas dalam bentuk satire (humor). Sementara penafsir atau sikap (pemikiran) kreator meme dan para netizen cenderung sama. Dimana netizen umumnya menerima dan setuju dengan isi meme ini dan saling mendukung satu sama lain dan melabeli Lulung sebagai sosok yang pantas tidak disuka.
Konstruksi Humas Dalam Tata Kelola Komunikasi Lembaga Pendidikan Tinggi di Era Keterbukaan Informasi Publik Rachmat Kriyantono
Jurnal Pekommas Vol 18, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.848 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2015.1180205

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tata kelola komunikasi lembaga pendidikan tinggi di era keterbukaan informasi publik, sebagai bagian fungsi pelayanan public. Peneliti mengeksplorasi konstruksi humas, melalui wawancara mendalam, dalam tata kelola komunikasi lembaga pendidikan tinggi terkait dengan prinsip-prinsip teori Excellence. Excellence theory in public relations adalah teori yang mendominasi kajian humas sehingga dinilai sebagai teori normatif, yaitu sebagai ukuran standar humas yang efektif. Era keterbukaan informasi makin menjadi tantangan bagi humas dalam penyediaan informasi karena publik makin menyadari haknya memperoleh informasi. Informasi ini dibutuhkan untuk menginterpretasi kebijakan publik dan upaya-upaya publik untuk memonitor lingkungannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum humas lembaga pendidikan tinggi telah melaksanakan tata kelola komunikasi dengan standar cukup baik, meskipun tidak semua prinsip excellence diadopsi sama. Perlu perubahan paradigma agar humas juga fokus pada publik internal, bukan hanya eksternal, menempatkan humas pada posisi yang lebih tinggi dalam struktur kelembagaan dengan kewenangan yang lebih baik serta perlu peran pimpinan dalam menyediakan sumber daya yang baik.
Jejaring dalam Difusi Inovasi Tungku Sehat Hemat Energi (TSHE) Kasus: Kulon Progo D.I. Yogyakarta Hartiningsih Hartiningsih
Jurnal Pekommas Vol 18, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.086 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2015.1180201

Abstract

Tungku Sehat Hemat Energi (TSHE) merupakan penyempurnaan dari tungku tradisional yang sudah dikenal dan biasa digunakan masyarakat khususnya di perdesaan. TSHE adalah teknologi baru yang mudah diadopsi oleh masyarakat. Tungku ini lebih banyak keunggulannya, antara lain tidak mengeluarkan asap, tidak boros kayu bakar karena masakan lebih cepat matang, tidak boros waktu, dan dapur lebih bersih. Dalam difusi inovasi TSHE, jejaring sangat dibutuhkan untuk pembagian peran dalam menginformasikan, mengkomunikasikan, dan menyebarluaskan kelebihan TSHE serta bahayanya menggunakan tungku tradisional. Jejaring ini untuk mengetahui seberapa besar peran jejaring dan para pelaku/aktor dalam difusi inovasi TSHE. Penelitian ini menggunakan metode Social Network Analysis (SNA), yaitu metode yang menggambarkan bagaimana hubungan dan interaksi berjalan antara aktor yang satu dengan aktor yang lainnya dalam suatu hubungan sosial. Hasil studi ini memperlihatkan pentingnya jejaring dalam difusi inovasi TSHE serta aktor-aktor yang berperan dalam pengembangan dan difusi inovasi TSHE; keberhasilan jejaring difusi inovasi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja tetapi harus saling berkaitan antara lembaga yang satu dengan lainnya walaupun tetap dibutuhkan satu lembaga yang menjadi sentral; dan yang paling penting adalah peran komunikasi terutama komunikasi interpersonal dalam mempercepat keberhasilan difusi inovasi TSHE dan juga dalam pencarian dana baik dari dalam maupun luar negeri.
Pola Komunikasi untuk Pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat dalam Menyukseskan Program Swasembada Pangan Syarif Budhirianto
Jurnal Pekommas Vol 18, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.297 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2015.1180206

Abstract

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan lembaga komunikasi nonformal di daerah mempunyai peran strategis di masyarakat, tetapi keberadaannya belum bisa mengakomodir program swasembada pangan seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Hal ini karena pola komunikasi terpadu antara masyarakat dengan unsur stakeholder di daerahnya belum terbangun secara sinergis, serta belum terbangunnya kesadaran masyarakat akan pentingnya program ini. Fokus kajian ini mengungkap bagaimana pola komunikasi yang tepat untuk pemberdayaan KIM dalam menyukseskan program swasembada pangan. Tujuannya adalah terbangunnya suatu pola komunikasi KIM yang lebih baik dalam menghadapi program tersebut. Penelitian menggunakan paradigma studi kasus dengan pendekatan kualitatif, kemudian disusun suatu penguatan pola atau model komunikasi yang tepat dalam menghadapi program tersebut. Subyek penelitian adalah masyarakat dan para stakeholder setempat yang dipandang memahami masalah penelitian ini. Lokasi adalah KIM Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Cilengkrang, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan pola pemberdayaan komunikasi KIM adalah dengan model komunikasi pendampingan yang lebih terarah dari para stakeholders dan mengembangkan komunikasi kelompok yang lebih demokratis kepada para anggotanya. Pola komunikasi linier (sinergi) secara top down dan bottom up antara KIM dengan para stakeholder yang kompeten perlu penguatan untuk memberikan pemahaman yang benar dalam berkomunikasi.
Sistem Informasi Administrasi Pelatihan dengan Manajemen Workflow Berbasis Web Azof Ghazali Sujono; Hanung Adi Nugroho; Sukiyo Sukiyo
Jurnal Pekommas Vol 18, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.28 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2015.1180202

Abstract

Proses administrasi pelatihan di Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Surakarta masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi mulai dari pendaftaran hingga hasil pelatihan. Banyaknya pihak yang terlibat dalam proses pelatihan menyebabkan kesulitan berkoordinasi satu sama lain sehingga banyak waktu terbuang serta menurunkan tingkat kepuasan pelayanan pada peserta pelatihan, selain itu permasalahan ini juga menimbulkan kesulitan dalam pencapaian jumlah target lulusan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem informasi administrasi pelatihan dengan manajemen workflow berbasis web mulai proses pendaftaran hingga akhir pelatihan secara terintegrasi. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan aplikasi ini menggunakan pengembangan metode WISDM (Workflow-aware Information System Development Methodology). Aplikasi dibangun dengan memodelkan proses pelatihan dan fungsi masing-masing pihak, selanjutnya diaplikasikan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi adminstrasi pelatihan dengan manajemen workflow berbasis web yang dapat digunakan sebagai referensi dalam memperbaiki proses pelaksanaan pelatihan mulai dari kepastian waktu dan mengintegrasikan tugas serta fungsi pihak-pihak terkait. Aplikasi ini digunakan oleh siswa, instruktur, pimpinan dan pengelola. Pengujian dilakukan dengan black box functionality testing dan validasi data dengan triangulasi sumber data. Aplikasi telah sesuai dengan fungsi dan tampilan yang diharapkan, sehingga dapat digunakan dalam skala sesungguhnya untuk mendukung proses administrasi pelatihan.
Penerimaan Makna dari Iklan Televisi dan Keputusan Pemilih Kandidat pada Pemilu Presiden 2014 Udi Rusadi
Jurnal Pekommas Vol 18, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.243 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2015.1180207

Abstract

Kajian media mengenai iklan politik umumnya memfokuskan pada pengaruh terhadap keputusan pemilih dan kajian mengenai pemaknaan kandidat dari iklan merupakan kajian yang terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola keterkaitan antar makna yang diterima dari iklan televisi dengan keputusan untuk memilih kandidat pada Pemilihan Presiden 2014. Teori yang digunakan ialah teori encoding dan decoding dan teori persuasi dengan pendekatan kognitif. Metode yang digunakan untuk tahap encoding ialah analisis semiotika Pierce dan untuk mengetahui tahapan decoding dan pilihan terhadap kandidat dilakukan dengan wawancara mendalam kepada informan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang memilih seorang kandidat memiliki posisi pembacaan dominan terhadap kandidat tersebut dan pembacaan oposisi atau negoisasi bagi kandidat pesaingnya. Pemaknaan yang diterima dari iklan ternyata diperkuat oleh kedekatan ideologis dan informasi lainnya dari sumber media massa dan media sosial.
Aplikasi Pemilihan Rute Alternatif Akibat Kemacetan Lalu Lintas di Kota Makassar Menggunakan Google API dan ASP.Net Nur Alam; Mukhlis Amin
Jurnal Pekommas Vol 18, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.512 KB) | DOI: 10.30818/jpkm.2015.1180203

Abstract

Persoalan kemacetan yang semakin parah di Kota Makassar saat ini perlu segera diatasi. Penelitian ini berusaha memberikan sebuah solusi aplikasi pemilihan rute alternatif untuk mengatasi kemacetan. Aplikasi ini dapat menampilkan lokasi kemacetan yang sedang terjadi beserta jalur alternatif yang memungkinkan untuk dilalui agar terhindar dari kemacetan tersebut. Rute alternatif diperoleh berdasarkan layanan yang telah disediakan oleh Google API. Sistem ini menggunakan beberapa bahasa pemrograman sesuai jenis aplikasinya. Penentuan titik kemacetan dilakukan melalui telepon seluler dengan aplikasi berbasis android menggunakan bahasa pemrograman eclipse. Sementara itu, aplikasi untuk mendesain rute alternatif menggunakan Active Server Pages (ASP.Net). ASP.Net dikompilasi dan berbasis .Net framework sehingga dapat membuat aplikasi dalam berbagai macam bahasa yang mendukung .Net. Pengujian hasil implementasi sistem dilakukan dengan menggunakan metode black box. Hasil pengujian pada setiap halaman utama menunjukkan bahwa keluaran yang dihasilkan melalui beberapa skenario pengujian sudah sesuai dengan yang diharapkan yang berarti halaman-halaman tersebut dapat berjalan dengan baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 7