cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
E-journal Widya Non-Eksakta
ISSN : -     EISSN : 23379480     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2014)" : 5 Documents clear
PEMBELAJARAN NILAI-NILAI PAHLAWAN KEMERDEKAAN SOEKARNO DALAM RANGKA MENGEMBALIKAN KARAKTER BANGSA INDONESIA Gunawan, Rudy
E-journal Widya Non-Eksakta Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : E-journal Widya Non-Eksakta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.967 KB)

Abstract

Abstrak: Karakter bangsa Indonesia merupakan nilai-nilai yang sesungguhnya sudah ada sejak dahulu, sebelum bangsa Indonesia merdeka serta seharusnya menjadi bagian yang utuh masyarakat Indonesia. Pendidikan karakter bangsa tersebut sangat penting dan perlu dikaji ulang serta diintegrasikan pada kurikulum di sekolah, agar dapat memperbaiki kondisi bangsa Indonesia yang sangat memprihatinkan pada saat ini. Tujuan penulisan makalah ini untuk membahas karakter bangsa yang sudah dibentuk oleh pahlawan kemerdekaan, dalam hal ini Soekarno agar dapat memberikan pengetahuan kepada peserta didik tentang karakter yang diharapkan terwujud melalui pendidikan karakter. Metode yang dipergunakan adalah kajian kepustakaan dan sumber dari internet dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Dapat disimpulkan bahwa: (1) Pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan karakter bangsa merupakan proses yang berkelanjutan dan dapat diberikan melalui pembelajaran sejarah. (2) Dalam mengembangkan kesadaran karakter bangsa, dapat juga dibentuk melalui pembelajaran sejarah (3) Karakter bangsa yang dibentuk oleh Soekarno selaku pahlawan kemerdekaan di antaranya adalah mandiri, jujur, saling menghormati, saling menghargai dan tidak egois. Diharapkan dengan mempelajari sejarah kepahlawanan kemerdekaan Indonesia maka peserta didik dapat menanamkan nilai-nilai yang didapat pada kehidupannya sehari-hari serta diterapkan dalam kehidupan di masyarakat. Kata kunci: karakter bangsa, pahlawan kemerdekaan, Soekarno Abstract: Actually the Indonesian character as values which has existed and been formed since it’s independence and it should be as an integral part of Indonesian society. The nation character education is very important and need to be reviewed and integrated into the schools’s curriculum in order to improve the messy condition of Indonesia at the moment. The objective of this writing is to discuss the nation character existence formed by the independence hero, Sukarno in this regard, in order to provide knowledge to students that the characters are expected to be realized through character education. The method used is library research and the internet sources with the descriptive analytical explorative approach.. It can be concluded that: (1) The values development which as the basic nation character is a sustainable process and can be approached by history learning. (2) The consciousness of the nation’s character can be also developed by the history learning (3) The values formed by the Indonesian hero Soekarno are among other: stable, honest, tolerance, mutual appreciation, and unegoistic. By learning the history of the Indonesian independent heroes, the students are expected can implement the values of the nation characters in their daily life and the society. Key words: national character, independence hero, Soekarno.
NILAI-NILAI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD 1945 Rachmah, Huriah
E-journal Widya Non-Eksakta Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : E-journal Widya Non-Eksakta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.117 KB)

Abstract

Abstrak:   Pembangunan karakter merupakan upaya perwujudan amanat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 dilatarbelakangi oleh realita permasalahan kebangsaan yang berkembang saat ini, seperti: disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila; keterbatasan perangkat kebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila; bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa; ancaman disintegrasi bangsa; dan melemahnya kemandirian bangsa.Tujuan penulisan makalah ini adalah membahas tentang nilai-nilai karakter bangsa yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Timbulnya pendidikan karakter bangsa pada tingkat satuan pendidikan disebabkan oleh kondisi bangsa ini yang semakin menunjukkan perilaku tidak terpuji dan tidak menghargai budaya bangsa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kajian pustaka dengan teknik analisis deskriptif. Hasil pembahasan memperlihatkan guru sebagai eksekutor dikelas mempunyai tanggung jawab untuk memberikan contoh bagaimana implementasi pendidikan karakter sehingga walau awalnya terpaksa, hingga menjadi dapat dan akhirnya terbiasa sehingga pada akhirnya karakter tersebut akan muncul dan dapat menjadi karakter bangsa yang sesungguhnya. Kata kunci: nilai, pendidikan, karakter, pancasila, UUD 1945 Abstract:     Character building is an effort to mandate the embodiment of Pancasila and 1945 Constitution against the backdrop of the reality of a growing national problem today, such as disorientation and yet there is appreciation of the values of Pancasila; limitations of integrated policy tools in realizing the values of Pancasila; shifting of ethical values in the life of the nation and state; waning awareness of national cultural values; threat of national disintegration, and the weakening of national independence.The purpose of this paper is to discuss the values of the nations character is based on Pancasila and 1945 Constitution. The emergence of the nations character education at the unit level of education due to the condition of this nation are increasingly showing improper behavior and do not respect national culture. The method used literatureresearch with descriptive analysis technique. The result are classroom teacher as an executor has the responsibility to provide examples of how the implementation of character education so that though at first unwillingly, and to be able to finally get used to that in the end the character will appear and can be a real character of the nation. Key words: value, education, character,pancasila, UUD 1945
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BIDANG PEMERINTAHAN, PENGEMBANGAN SUMBER DAYA APARAT, KEWENANGAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS PEMEKARAN KECAMATAN DI KOTA BAU BAU Madra, H. Laode Ahmad Mahufi
E-journal Widya Non-Eksakta Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : E-journal Widya Non-Eksakta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.701 KB)

Abstract

Abstraksi: PP No. 129 tahun 2000 menjelaskan bahwa bahwa pembentukan, pemekaran, penghapusan dan penggabungan daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh implementasi kebijakan: (1) bidang pemerintahan, (2) pengembangan sumber daya aparat, (3) kewenangan serta (4) partisipasi masyarakat terhadap efektivitas pemekaran kecamatan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bau-bau Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan studi kasus, jenis penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif (descriptive studies) dan analitik. Penarikan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dengan jumlah sample 480 orang. Analisis data dengan regresi linear sederhana dan berganda. Keseluruhan informasi dirujuk dari data pustaka dan wawancara secara mendalam dengan pejabat terkait dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Implementasi kebijakan bidang pemerintahan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas pemekaran kecamatan, (2). Sumber daya aparat memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas pemekaran kecamatan Bau-Bau, (3). Kewenangan memiliki pengaruh yang positif dn signifikan terhadap efektivitas pemekaran kecamatan Bau-bau, (4). Partisipasi masyarakat memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas pemekaran kecamatan di Kota Bau-Bau, (5) Implementasi kebijakan bidang pemerintahan, pengembangan sumber daya manusia, kewenangan dan partisipasi masyarakat secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pemekaran kecamatan. Kata kunci: kebijakan, pengembangan sumber daya aparat, partisipasi masyarakat, pemekaran kecamatan Abstract: PP No. 129 of 2000 outlined that the establishment, expansion, deletion and merging areas aimed at improving the welfare of the community. The purpose of the research was to analyze how big the influence of policy implementation (1) governance, (2) resource development apparatus, (3) and (4) the authority of community participation with respect to effectiveness of expansion districts. This research was conducted in Bau-bau Regency of Buton, Southeast Sulawesi province. This type of research is a case study, The withdrawal of samples using proportionate stratified random sampling with a total sample of 480 people. data analysis with multiple linear regression and simple. The data collected through library research and interviews with some community leaders. The results showed that (1). Implementation of the policy governance has a positive and significant influence on the effectiveness of the extraction districts, (2). Power source apparatus has a positive and significant influence on the effectiveness of the expansion sub Bau-Bau, (3). The authority has a positive influence and significantly to the effectiveness of the expansion subs Bau-bau, (4) Public participation has a positive and significant influence on the effectiveness of the expansion in the city of Bau-Bau, (5) the implementation of policies in areas of governance, human resource development; community participation and authority jointly have a significant and positive influence on the effectiveness of the extraction sub district. Key words: policy, resource development apparatus, community participation, the expansion sub
TEKNIK ROLE PLAY TERHADAP PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA JEPANG (KAIWA) Restoeningroem, Restoeningroem
E-journal Widya Non-Eksakta Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : E-journal Widya Non-Eksakta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.046 KB)

Abstract

Abstrak:       Pembelajaran merupakan proses untuk memberi peserta didik agar memiliki kemampuan atau keterampilan. Dalam pembelajaran bahasa Jepang, diperlukan teknik pembelajaran yang inovatif  dan kreatif agar peserta didik memiliki kompetensi berbicara dalam bahasa Jepang. Role play atau bermain peran merupakan salah satu teknik pembelajaran dengan strategi yang komunikatif. Tujuan penelitian  untuk  membahas  teknik role play  dalam proses pembelajaran berbicara bahasa Jepang (Kaiwa), (2) untuk mengetahui manfaat dan efektifitas penggunaan teknik role play dalam proses pembelajaran berbicara bahasa Jepang, Penelitian ini dilakukan di di Sekolah Menengah Cendrawasih dengan menggunakan metode eksperimental semu yang diterapkan pada satu kelas.  Secara Suggestopedia yaitu dengan menggunakan teknik role play atau bermain peran dengan strategi yang komunikatif.  Dapat disimpulkan bahwa: (1)  teknik role play tepat dan efektif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran berbicara bahasa Jepang sehari-hari sesuai dengan tujuan pembelajaran dan (2) dapat juga memberi motivasi belajar siswa menjadi lebih meningkat, khususnya  dengan melakukan kegiatan bermain peran sesuai tema yang ditentukan. Kata kunci: pembelajaran, teknik, bermain peran, kemampuan berbicara, bahasa jepang Abstract:  Learning is a process of giving learners in order to have the ability or skills. In learning Japan Language.  It requires an innovative learning techniques and creative so that learners have the competence to speak in the language of Japan. Role play is one of the techniques of learning with communicative strategies. The objectives of this research are: (1) to discuss the technique of role play in the process of learning how to speak the Japan language (Kaiwa), (2) to know that the engineering of role play that can give benefit in speaking the Japan languagelearning, (3) to determine the effectiveness of  role play techniques  in speaking the Japan language learning. This research was conducted at the secondary school of Paradise by using experimental methods applied on a pseudo class.  By using Suggestopedia, role play or play the role of a communicative strategy. It can be concluded that: (1) the proper role play techniques and effectively applied in the process of learning to speak the language of Japan on a daily basis in accordance with the purpose of learning and (2) It can also give students motivation to be more improved, in particular by carrying out appropriate roles activities play a specified theme. Key words : role play technique, learning, speaking, Japanese
ELLIPSIS IN SPOKEN AND WRITTEN INDONESIAN Mubasyir, A. Djawad
E-journal Widya Non-Eksakta Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : E-journal Widya Non-Eksakta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.498 KB)

Abstract

Abstrak:  Pelesapan dapat dianggap sebagai ciri yang dominan dalam bahasa Indonesia namun di mana dan kapan terjadinya dalam bahasa tersebut belum banyak diketahui. Penterjemahan secara literal dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris atau sebaliknya hampir dapat dipastikan tidak akan mencapai hasil yang diinginkan dilihat dari sudut perbedaan yang mencolok dari bentuk dan aplikasi unsur pelesapan antara kedua bahasa tersebut. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk: (1)  mengidentifikasi unsur unsur makna dalam pesan yang dilesapkan dengan cara menganalisis bentuk bentuk leksiko-gramatikal yang digunakan dalam mengungkapkan makna, (2) mengidentifikasi apakah pelesapan terjadi dalam frekuensi yang berbeda dalam teks lisan dan teks tulisan bahasa Indonesia, (3) melakukan analisis kontrastif antara pelesapan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia berdasarkan  teori Halliday  (1976) yang berkaitan dengan temuan penelitian tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan teknik analisis deskriptif. Dapat disimpulkan bahwa:  terdapat identifikasi enam jenis pelesapan dalam bahasa Indonesia. Dalam hal jenis dan prinsip yang digunakan, pelesapan dalam bahasa Indonesia memang memiliki sistem yang berbeda dari pelesapan yang ada dalam bahasa Inggris yang berdampak pada masalah penterjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.  Kata kunci: pelesapan, penterjemahan, penterjemah   Abstract:  Ellipsis may be claimed as a very dominant characteristic of Indonesian, but, ironically enough, very little is known about the exact nature of its occurrence in the language. It may be expected that translating a text from English to Indonesian and vice versa may almost impossibly be carried out literally because of the different ways ellipsis operates in both languages. The aims of the study are (1) to identify which elements of meaning(s) in a message or in any smaller unit of meaning  is/are left unsaid, by analysing the lexicon-grammatical forms being used to realise the meanings (2) to identify whether ellipsis occurs in different frequency in written and spontaneous spoken texts in Indonesian (3) to conduct a contrastive analysis between English ellipsis (according to Halliday and Hasan, 1976) and Indonesian ellipsis related to the findings of the present study. This study reports an overview of recent literature on ellipsis phenomena in natural language, knowledge of constrains on ellipsis construction in Indonesian. It can be concluded that the types and frequency of Indonesian ellipsis may be held true only as far as the data in the present study are concerned. The study has identified six types of ellipsis in Indonesian. In terms of types and the underlying principles of their operation, Indonesian ellipsis may be seen as a very different system from English ellipsis that may have a significant implication for translation from English to Indonesian and vice versa.  Key words: ellipsis, translation, translator

Page 1 of 1 | Total Record : 5