cover
Contact Name
rustan amarullah
Contact Email
rustanamarullah8@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
borneo.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. M. Ardans 2 No. 36 (Ring Road III). Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara
ISSN : 18580300     EISSN : 24076767     DOI : https://doi.org/10.24258/jba
Core Subject : Social,
Jurnal Borneo Administrator is a journal that dedicated to publishing and disseminating the results of research and development in public administration area. The scope of this journal covers experimental and analytical research in public administration areas. The topics include public policy, public management, bureaucracy, public service, civil servant, public service innovation, local autonomy, and related fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 1 (2019): April 2019" : 8 Documents clear
The Implementation of Public Communication Management Policy at Ministry of Energy and Mineral Resources Thoriq Ramadani
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.234 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.369

Abstract

Management of public communication plays significant role in a government. The implementation of well-made management of public communication can be a means to deliver government policies both as programs and achievements broadcasted to public. The purpose of this study was to determine the implementation of communication policy management at the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM). The method used was a case study at the ESDM with analysis implementation by using used Edwards III model. Based on the analysis, it was found that the implementation of the public communication management policy at the Ministry of Energy and Mineral Resources was already underway, such as the availability of a planned public communication strategy, and indicators of success in the mass media which were not only numerous but also positive and neutral quality, so that negative coverage could be minimized. Besides, the support of Officials and Implementers, Standard Operating Procedures (SOP), and creative content through hashtags related to the Energy and Mineral Resources sector could also increase the social media followers. Keywords: Policy, Implementation, Communication Management, Public Communications Abstrak Pengelolaan komunikasi publik merupakan hal penting dalam sebuah pemerintahan. Implementasi kebijakan tentang pengelolaan komunikasi publik yang telah dibuat, sebagaimana pengelolaan komunikasi publik menjadi sarana penyampaian kebijakan Pemerintah, baik itu program maupun capaian yang disampaikan kepada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pengelolaan komunikasi publik di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Metode yang digunakan adalah studi kasus pada Kementerian ESDM dengan analisis implementasi kebijakan pengelolaan komunikasi publik dengan model Edwards III. Berdasarkan hasil analisa ditemukan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan komunikasi publik di Kementerian ESDM sudah berjalan, seperti adanya strategi komunikasi publik yang terencana, indikator keberhasilan berupa pemberitaan di media massa yang tidak hanya banyak tapi juga kualitasnya yang positif dan netral, sehingga pemberitaan negatif dapat diminimalisir. Selain itu, dukungan Pejabat dan Pelaksana, Standard Operating Procedure (SOP), dan konten-konten kreatif melalui tanda pagar (tagar) yang terkait sektor ESDM dapat meningkatkan jumlah pengikut media sosial. Kata Kunci: Implementasi; Kebijakan; Pengelolaan Komunikasi; Komunikasi Publik
Determinan Kemiskinan Daerah Provinsi di Indonesia: Tinjauan Kebijakan Publik Radite Teguh Handalani
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.297 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.373

Abstract

This study aims to analyze poverty which is complex and multidimensional in terms of several aspects: physical and demographic, economic, social and behavioral aspect. However, the study of poverty problems often constrained by incompleteness and data integrity and it causes limitations on variables and aspects to be studied. Unlike some previous studies, the variables examined in this study not only underlie the study of poverty on the economic aspects and the concept of growth. However, this study was also included demographic aspects and physical mastery of resources, social aspects on education and human development index and aspect of behavior (lifestyle). This approach was applied to avoid hinder on poverty alleviation analysis due to data limitation with an adequate spectrum and dimensions so as to produce a representative model in finding determiner of poverty alleviation in Indonesia and its alternative policies. The method used in this study was carried out with a series of tests and multiple regression analysis using the ordinary least squares (OLS) method. Findings from study which used thirteen variables on related aspect of demographic, economic, social and behavioral aspects generated four variables that significantly influence the decline in the number of poor people in Indonesia. Keywords: Poverty Alleviation, Ordinary Least Squares (OLS), Determinant of Poverty, Multiple Regression Analysis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian tentang kemiskinan yang bersifat kompleks dan multidimensi ditinjau dari beberapa aspek kehidupan yaitu: aspek fisik dan demografi, ekonomi, sosial dan aspek budaya (perilaku). Namun, kajian masalah kemiskinan, seringkali terkendala oleh ketidaklengkapan dan integritas data sehingga menyebabkan keterbatasan pada variabel dan aspek yang hendak diteliti. Berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya variabel yang dikaji dalam penelitian ini tidak hanya melandasi kajian tentang kemiskinan hanya pada aspek ekonomi dan konsep pertumbuhan. Namun penelitian ini juga memasukan aspek demografi dan penguasan fisik sumber daya, aspek sosial berupa pendidikan dan indeks pembangunan manusia dan aspek perilaku (gaya hidup). Pendekatan ini dilakukan dengan tujuan agar keterbatasan data tidak menghalangi analisis tentang upaya pengentasan kemiskinan dengan spektrum dan dimensi yang memadai, sehingga dapat menghasilkan model yang representatif dalam menemukan variabel determinan dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia beserta alternatif kebijakannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan serangkaian pengujian dan analisis regresi berganda menggunakan metode ordinary least squares (OLS). Temuan dalam penelitian yang menggunakan 13 variabel yang terkait aspek demografi, ekonomi, sosial dan perilaku terdapat empat variabel berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Kata Kunci: Pengentasan Kemiskinan, Ordinary Least Squares (OLS), Determinant of Poverty, Regresi Berganda
Determinan Keberhasilan Proyek Perubahan Pada Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan R. H. Bambang B. Nugroho
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.067 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.375

Abstract

This research focused on success factors of transformation projects in Leadership Education and Training (Diklatpim) Level III and IV organized by an Education and Training Center. The Purpose of this research was to analyze the relationships between success factors and cumulative scores obtained by Diklatpim Level III and IV participants on their transformation projects. Therefore, prospective participants would able to get practical formulas to prioritize relatively limited resources in designing and implementing their projects. The quantitative data, in a form of predictor variable was collected from surveys via social media and electronic mail. Meanwhile, dependent variable was collected from implementation reports of Diklatpim Level III and IV. The data was then analyzed with multiple linier regression. The statistical testing met basic assumptions, validity, and reliability with a 90% confidence level. The success determinants of transformation project of Diklatpim Level III and IV, sequentially based on their priorities from the highest, were: (a) an effective project team; (b) comprehensive planning; (c) risk management; (d) availability of resources; and (e) support and approval Keywords: Success Determinant, Transformation Project, Leadership Education and Training Abstrak Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor penentu keberhasilan proyek-proyek perubahan (Proper) dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat III dan IV yang diselenggarakan oleh sebuah Pusat Pendidikan dan Pelatihan periode 2015 hingga 2017. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara faktor penentu keberhasilan proyek, dengan nilai kumulatif yang diperoleh para peserta Diklatpim Tingkat III dan IV untuk masing-masing propernya, sehingga peserta Diklat serupa pada angkatan mendatang dapat memperoleh rumusan praktis untuk memprioritaskan sumber daya yang relatif terbatas dalam merancang dan mengimplementasikan propernya. Data kuantitatif, berbentuk variabel prediktori dihimpun dengan survei melalui media sosial elektronik dan surat elektronik, sementara variabel terikat dihimpun dari laporan pelaksanaan Diklatpim Tingkat III dan IV, yang kemudian dianalisis menggunakan formula regresi linier berganda. Pengujian statistik memenuhi asumsi dasar, validitas, dan reliabilitas dengan tingkat kepercayaan 90%, bahwa secara berurutan berdasarkan tingkat prioritasnya dari yang tertinggi adalah: (a) tim proyek yang efektif; (b) perencanaan yang komprehensif; (c) manajemen resiko; (d) ketersediaan sumber daya; dan (e) dukungan dan persetujuan, merupakan faktor-faktor penentu keberhasilan proyek-proyek perubahan Diklatpim Tingkat III dan IV. Kata Kunci: Determinan Keberhasilan, Proyek Perubahan, Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim)
Pengembangan Model Smart Rural untuk Pembangunan Kawasan Perdesaan di Indonesia Rosita Novi Andari; Susy Ella
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.879 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.394

Abstract

Urbanization in Indonesia tends to increase every year. In 2014, data from United Nations showed that 53 percent of Indonesia’s population lived in urban areas, and by 2050, 71 percent of Indonesia’s population is projected to be urban. The main factor determining the high rate of urbanization in Indonesia is poverty in the rural areas. Therefore, the government uses rural development approach to reduce the number of rural people migrate to urban. Nevertheless, the government has stipulated a policy about rural area development in Law number 6/2014 concerning Village. However, this policy has given none applicable development model and improved village initiative. This study used a qualitative approach with a study of documentation for collecting data and interactive analysis model for data analysis. The results showed that smart rural development model can be developed in Indonesia through an ecosystem approach, which consist of five (5) dimensions and seven (7) phases with bottom-up planning process as the main approach and the collaborative governance model as the key executor. Keywords: Rural, Rural Development, Smart Rural, Participatory Abstrak Urbanisasi di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2014, data dari United Nations menunjukkan bahwa 53% populasi di Indonesia tinggal di daerah perkotaan, dan pada tahun 2050 diproyeksikan akan naik menjadi 71%. Faktor utama yang menentukan tingginya tingkat urbanisasi di Indonesia adalah kemiskinan di daerah perdesaan. Oleh karena itu, pemerintah menggunakan pendekatan pembangunan perdesaan untuk mengurangi jumlah penduduk perdesaan yang bermigrasi ke perkotaan. Namun demikian, sekalipun pemerintah sudah menetapkan kebijakan pembangunan kawasan perdesaan melalui UU No 6/2014 tentang Desa, tetapi sejauh ini kebijakan tersebut belum memberikan model pembangunan yang aplikatif dan mampu menumbuhkan inisiatif desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumentasi untuk pengumpulan data serta model analisis interaktif untuk analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bawah model smart rural dapat dikembangkan di Indonesia melalui pendekatan ekosistem yang terdiri dari lima (5) dimensi dan tujuh (7) tahapan dengan proses perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up planning process) sebagai pendekatan utama dan model tata kelola yang kolaboratif sebagai pelaksana kuncinya. Kata Kunci: Perdesaan, Pembangunan Perdesaan, Smart Rural, Partisipatif
Negosiasi Kepentingan Dalam Perumusan RPJMD DIY 2017-2022 Dalam Kerangka Advocacy Coalition Framework Anggalih B.M Kamim; Ichlasul Amal; M. Rusmul Khandiq
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.737 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.404

Abstract

An exploration of policy changes and learning and interest negotiation in formulating policy are useful for mapping the process of compromising between the authorities and citizens. The study aims to explore the relations of external actors and local governments as a reflection of the state in the formulation of 2017-2022 DIY development planning policies to ensure no policies that favor the interests of certain groups. This research was conducted in qualitative research methods. This research was framed by a case study method. The research was conducted in agencies/ companies/ academics/ donor institutions/ parliament and the community involved and affected in the process of formulating DIY development planning policies. Research showed that there were some disadvantages of ACF model. The first disadvantage related to the inability of the ACF to explain the position of one of the "plural-faced" parties. The next disadvantage was the fact that ACF could not explain in detail the exact reason behind the formation of a coalition. The last disadvantage was that the ACF could not explain the dispersal of movements in a coalition. Keywords: RPJMD DIY 2017-2022, Advocacy Coalition Framework, Policy Coalition Abstrak Penggalian policy change and learning serta negosiasi kepentingan dalam perumusan kebijakan berguna untuk memetakan proses kompromi penguasa dan warga. Studi untuk menggali dan mendalami relasi aktor eksternal dan pemerintah daerah sebagai cerminan negara dalam perumusan kebijakan perencanaan pembangunan DIY 2017-2022 menjadi penting untuk memastikan tidak adanya kebijakan yang berpihak pada kepentingan kalangan tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini dibingkai dengan metode studi kasus. Penelitian dilakukan di instansi/perusahaan/kalangan akademisi/lembaga donor/parlemen serta kalangan masyarakat yang terlibat dan terdampak dalam proses perumusan kebijakan perencanaan pembangunan DIY. Penelitian menunjukan bahwa dalam model ACF terdapat beberapa kekurangan. Kekurangan pertama berkaitan dengan ketidakmampuan ACF untuk menjelaskan posisi salah satu pihak yang “berwajah majemuk”. Kekurangan berikutnya adalah ACF tidak dapat menjelaskan dengan detail alasan terbentuknya sebuah koalisi secara pasti. Kekurangan terakhir yaitu ACF tidak dapat menjelaskan terpencarnya gerakan dalam suatu koalisi. Kata Kunci : RPJMD DIY 2017-2022, Advocacy Coalition Framework, Koalisi Kebijakan
Monitoring Artificial Waterways in Peat Forest Areas Using Geobia (Geographic Object-Based Image Analysis) Method: Case Study in Sebubus Forest, West Kalimantan Muriadi Arip; Yan Wanglin
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.355 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.420

Abstract

This paper presents a workflow capitalizing Google Earth’s High-resolution Imagery (GEHRI) to detect and monitor Artificial Waterway (AW) in a tropical peat forest. The workflow applies an Object-Based approach derived from concepts and techniques for indexing visual semantics in a ten-levels of visual structures. Three sequential stages are proposed as simplification of complex various object-based analysis. First stage, the ground characteristics of AW were summarized based on ground observations and local knowledge. Second stage, object-based semantics were predicted using the summarized characteristics and on-screen digitization was conducted. In the third stage, the data were transferred and analyzed using a GIS application. A case study was conducted in Sebubus Forest of West Kalimantan Province, Indonesia. Seven images of GEHRI were found for the study area. From the analysis, it was found that since 2009 until 2017, artificial waterways had entered deep into the peat forest area. There were 66 objects allegedly as artificial waterways reaching 166.5 km in length which from the pattern was thought to be a part of the farming of local people. This study concluded that improvement of conservation in peat forest management and detection model and monitoring by using simplified object basis approach. It is conducted to strengthen monitoring peatland in a participatory manner where high-skilled labor is not necessary. Keywords: Artificial Waterway, Tropical Peat, GEHRI, GEOBIA. Abstrak Penelitian ini menampilkan model pendeteksian dan monitoring perkembangan saluran air buatan di kawasan hutan gambut tropis dengan memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi dari Google Earth (GEHRI). Pendekatan yang digunakan adalah analisis citra berbasis objek yang diilhami dari konsep dan teknik pengindeksan Visual Semantic berdasarkan sepuluh tingkat visual struktur. Dalam penelitian ini, tiga tahap proses dirumuskan sebagai penyederhanaan berbagai proses analisis berbasis objek yang biasanya sangat rumit. Tahap pertama, ikhtisar karakter objek dilapangan dengan metode observasi dan survey lapangan. Tahap kedua, identifikasi semantik objek dan digitalisasi pada tingkat citra, dan tahap yang ketiga adalah analisis menggunakan aplikasi GIS. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang dilakukan di kawasan Hutan Gambut Sebubus di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dan ditemukan tujuh citra dari GEHRI yang digunakan sebagai kawasan studi. Dari hasil analisis didapati bahwa sejak 2009 sampai dengan 2017, saluran air buatan telah masuk jauh kedalam kawasan hutan gambut. Terdapat 66 objek yang diduga kuat sebagai saluran air buatan dengan panjang mencapai 166,5 km, yang dari polanya diduga bagian dari pertanian masyarakat lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa diperlukan perbaikan manajemen konservasi kawasan hutan gambut dan model deteksi dan monitoring dengan menggunakan pendekatan berbasis objek yang disederhanakan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat monitoring kawasan gambut secara partisipatif, dimana tenaga dengan keahlian tinggi tidak terlalu diperlukan. Kata Kunci: Saluran Air Buatan, Hutan Gambut, GEHRI, GEOBIA
Front Cover JBA Vol. 15 No. 1 2019 cover depan
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1900.69 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.494

Abstract

Preface JBA Vol. 15 No. 1 2019 kolom pengelola
Jurnal Borneo Administrator Vol 15 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4811.395 KB) | DOI: 10.24258/jba.v15i1.495

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 3 (2025): Desember 2025 Vol. 21 No. 2 (2025): Agustus 2025 Vol. 21 No. 1 (2025): April 2025 Vol. 20 No. 3 (2024): December 2024 Vol. 20 No. 2 (2024): August 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): April 2024 Vol 19 No 3 (2023): December 2023 Vol 19 No 2 (2023): August 2023 Vol 19 No 1 (2023): April 2023 Vol 18 No 3 (2022): December 2022 Vol 18 No 2 (2022): August, 2022 Vol 18 No 1 (2022): April 2022 Vol 17 No 3 (2021): December 2021 Vol 17 No 2 (2021): August, 2021 Vol 17 No 1 (2021): April 2021 Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020 Vol 16 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 16 No 1 (2020): April 2020 Vol 15 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 15 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 15 No 1 (2019): April 2019 Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 14 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 14 No 1 (2018): April 2018 Vol 13 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 13 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 13 No 1 (2017): April 2017 Vol 12 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 12 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 12 No 1 (2016): April 2016 Vol 11 No 3 (2015): Desember 2015 Vol 11 No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 11 No 1 (2015): April 2015 Vol 10 No 3 (2014): Desember 2014 Vol 10 No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 10 No 1 (2014): April 2014 Vol 9 No 3 (2013) Vol 9 No 2 (2013) Vol 9 No 1 (2013) Vol 8 No 3 (2012) Vol 8 No 2 (2012) Vol 8 No 1 (2012) Vol 7 No 3 (2011) Vol 7 No 2 (2011) Vol 7 No 1 (2011) Vol 6 No 3 (2010) Vol 6 No 2 (2010) Vol 6 No 1 (2010) Vol 5 No 3 (2009) Vol 5 No 2 (2009) Vol 5 No 1 (2009) Vol 4 No 3 (2008) Vol 4 No 2 (2008) Vol 4 No 1 (2008) Vol 3 No 3 (2007) Vol 3 No 2 (2007) Vol 3 No 1 (2007) Vol 2 No 3 (2006) Vol 2 No 2 (2006) Vol 2 No 1 (2006) Vol 1 No 3 (2005) Vol 1 No 2 (2005) Vol 1 No 1 (2005) More Issue