cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAWIYATAN
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 21 No 1 (2014)" : 12 Documents clear
Strategi Intervensi Konseling Untuk Mengatasi Kecemasan Siswa Rahayu, YM. Indarwati
PAWIYATAN Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan reaksi emosional yang ditimbulkan oleh penyebab yang tidak spesifik yang dapat menimbulkan perasaan khawatir, tidak nyaman dan merasa terancam. Timbulnya kecemasan biasanya didahului oleh faktor-faktor tertentu. Demikian pula kecemasan yang di alami oleh para siswa SMP di Kabupaten Magelang yang berakibat pada pesimistik setiap kegiatan yang dilakukan. Sebab-sebab kecemasan ini bisa berupa kurangnya kepercayaan diri, adanya putus asa, frustasi, tidak dapat bertindak secara efektif, dan bahkan hingga sampai pada kegagalan dalam berprestasi. Oleh sebab itu tindakan intervensi konseling model ini dirasa mampu mengurangi dan bahkan menghilangkan rasa kecemasan yang ada pada diri siswa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) membandingkan tingkat kecemasan siswa sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dan strategi konseling berupa Cognitif Restructing (CR) dan Systematic Desensitisasi (SD) dan (2) membandingkan keefektifan intervensi dan strategi konseling berupa Cognitif Restructing (CR) dan Systematic Desensitisasi (SD) yang dikombinasikan dengan tanpa dikombinasikan keduanya untuk menangani kecemasan siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperiman dengan menggunakan model pretest-postest control group yaitu untuk membandingkan antara kedua konseling tersebut. Sedangkan sampel penelitian dipilih secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan Strategi Intervensi Konseling (SIK), dan (2) SIK mampu mengatasi kecemasan pada siswa.Kata Kunci : Intervensi Konseling, Kecemasan
Penanaman Wawasan Kebangsaan Di Pondok Pesantren Melalui Pembelajaran Sejarah ti, Nuryan
PAWIYATAN Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan nasional pada hakekatnya bertujuan mencari nilai tambah agar kehidupan hari esok lebih baik dari pada kehidupan hari ini baik kehidupan jasmani maupun rohani. Dalam melaksanakan pembangunan nasional selalu mengalami tantangan yang semakin besar, kompleks dan mendesak sebagai akibat pertumbuhan penduduk dan kemajuan ilmu teknologi serta interaksi dengan bangsa-bangsa lain dalam konfigurasi kehidupan internasional. Untuk mengatasi tantangan tersebut, maka pendidikan dan pembelajaran agama sangat diperlukan. Keberhasilan pembangunan nasional harus ditunjang dengan pendidikan dan pembelajaran agama. Dengan begitu warga negara akan memperoleh pengetahuan moral dan budi pekerti yang akan membentuk bangsa Indonesia menjadi negara yang bermoral dan bertanggung jawab. Dengan modal jiwa yang bersih beriman kepada Tuhan YME, berbudi pekerti yang luhur pembangunan akan dapat berjalan lancar dan sukses. Di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta tujuan pendidikan Islam pesantren nampaknya belum sepenuhnya dilaksanakan. Hal ini dapat dilihat dari unsur keagamaan yang sangat menonjol. Santri harus mengikuti tata tertib pondok pesantren dengan jadwal kegiatan sehari-hari yang sangat padat dan aturan yang sangat ketat, sehingga boleh juga dikatakan kehidupan akhirat lebih dipentingkan daripada kehidupan dunia. Padahal di dalam ajaran agama Islam kehidupan akhirat dan kehidupan dunia haruslah seimbang. Metode penelitian adalah metode kualitatif diskriptif dalam bentuk studi kasus tunggal terpancang. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara mendalam, observasi langsung dan pencatatan dokumen serta arsip. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sedangkan analisis yang digunakan model analisis interaktif, yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengajaran sejarah pada MA di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta kurang baik, hal ini disebabkan oleh rendahnya kompetensi guru, profesionalisme guru dan media kurang dimanfaatkan secara optimal serta tidak sesuainya sistem evaluasi. Dalam pengajaran sejarah, kebanyakan masih bersifat konvensional, yaitu guru hanya menyampaikan fakta-fakta sejarah dan kurang berupaya menanamkan wawasan kebangsaan pada diri santri, oleh karena adanya beberapa hambatan yang ditemui yaitu terbatasnya waktu dan minat santri.Kata Kunci : wawasan kebangsaan di pondok pesantren, pendidikan sejarah

Page 2 of 2 | Total Record : 12