cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAWIYATAN
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 22, No 3 (2015)" : 13 Documents clear
Pengembangan Profesionalisme Dosen Dan Inovasi Pembelajaran Redjeki, Sri
PAWIYATAN Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bertugas menyiapkan generasi penerus bangsa memiliki tanggungjawab mencetak kader-kader profesional yang dapat melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Salah satu komponen penting dari Perguruan Tinggi adalah dosen, yang merupakan ujung tombak keberhasilan dari pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karenanya, dosen diharapkan senatiasa meningkatkan kualitas dirinya sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara profesional. Profesionalitas dosen sangat diperlukan, karena tugas-tugas yang diselesaikan secara profesional akan dapat meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi tersebut. Pengembangan profesionalisme dosen dapat dilaksanakan melalui kegiatan pelatiha-pelatihan, workshop, seminar dan pertemuan-pertemuan ilmiah lainnya. Dosen juga dituntut untuk inovatif, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk inovasi pembelajaran. Inovasi mutlak dilaksanakan terlebih memasuki era digital yang semakin maju. Implikasinya, inovasi pembelajaran menjadi sebuah jalan untuk menunjukkan profesionalitas dosen. Diharapkan dengan pembelajaran yang inovatif dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran, yang pada gilirannya dapat menciptakan out put yang berkualitas. Kata Kunci: Profesionalisme, inovasi pembelajaran.
Pengembangan Jamur Tiram Di Paguyuban Budidaya Jamur Di Desa Milir Kecamatan Gubuk Kabupaten Grobogan Ngubaidi Achmad, Fuad Abdillah
PAWIYATAN Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan komoditas jamur di pasar masih langka, kelangkaan jamur dikarenakan sedikitnya produsen budidaya jamur dan aktivitas produksi jamur belum optimal. Faktanya lapangan menunjukan belum dapat memenuhi permintaan jamur. Sumber ini didapat dari observasi dan kunjungan lapangan pada paguyuban budidaya jamur di desa Milir Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan. Permasalahan paguyuban budidaya jamur di desa Milir meliputi kebutuhan baglog jamur tiram masih kurang dan pemeliharaan jamur tidak optimal, Alat sterilisasi masih konvensional, pengontrolan Kondisi lingkungan jamur masih konvensional dengan penyiraman 3 x sehari oleh karyawan, berlimpahnya limbah baglog sebagai sarang pembiakan nyamuk dan ulat, Pengelolaan usaha masih sederhana dan manejemen keuangan masih manual, Standar operasional prosedur (SOP) belum dipakai dan safety diabaikan. Melalui Pengabdian Masyarakat Progam Iptek Bagi Masyarakat (IbM) dan menerapkan riset-riset yang pernah dilakukan dosen di IKIP Veteran Semarang yang ada hubunganya dengan solusi mengatasi permasalahan Kelompok budidaya jamur di kecamatan Gubuk. Metode pendekatan yang ditawarkan yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan alat sterilisasi penguapan secara massal, pembuatan sistem kontrol lingkungan pada kubung jamur, Penyuluhan perkembangan usaha dan cara mendapkatkan tambahan modal usaha. Hasilnya mesin sterilisasi baglog jamur dapat meningkatkan kapasitas sterilisasi baglog jamur, yang dulunya kapasitas 15-20 baglog sekarang 1000-1100 baglog. Meningkat sekitar 50-55 kali lipat dari penggunaan yang konvensional, alat penyiram otomatis untuk baglog jamur tiram dapat mengurangi tenaga pekerja, menurunkan ongkos produksi, dan hasil panen jamur tiram meningkat, Pembuatan briket dari limbah baglog dapat menghemat ongkos produksi dan mengurangi pembelian kayu bakar dan kompetensi manajemen usaha dan strategi pemasaran produk para peserta.Keywords : Budidaya, jamur, gubuk, sterilisasi, tiram.
Permainan Kreatif Untuk Perkembangan Fisik Motorik Anak (Kajian Integratif Berbasis APE) Huda, Nurul
PAWIYATAN Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsepsi dasar permainan kreatif adalah permainan tersebut edukatif, transformatif, sekaligus aman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini tentu saja secara langsung menemukan titik aksentuasinya dengan apa yan disebut sebagai Alat Peraga Edukatif (APE). Oleh karena itu, maka sebuah sebuah permainan kreatif mutlak dibutuhkan dalam pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini. Aktivitas-aktivitas pembelajaran seyogianya bisa diejawantahkan dalam permainan. Pada titik ini, orangtua dan pendidik atau guru memiliki kewajiban untuk memberikan permainan yang baik, aman, dan edukatif. Melalui permainan ini, anak akan bisa mendapatkan ransuman nilai dan pengetahuan, dan pada saat yang sama, tetap dalam wilayah keamanan yang terjaga. Begitu pula dengan alat peraga, sebab alat peraga tersebut bisa menjadi bagian dari permainan, atau permainan tersebut bisa dikemas dalam alat peraga yang sedang digunakan. Muara dari kombinasi menarik-unik adalah terciptanya dunia yang begitu menyenangkan bagi anak. Anak pun mampu mendapat berjibun kebaikan dan nilai-nilai positif, baik dari alat peraga yang digunakan maupun dari permainan yang sedang ditampilkan atau dilakukan. Apabila diarahkan ke dalam kajian permainan kreatif, maka hal ini pun akan menemukan titik konfirmasinya. Istilah permainan kreatif sebenarnya tidak mengacu pada tipe permainan, tetapi pada pendekatan pembelajaran yang digunakan. Pendekatan permainan kreatif digunakan sebgai dasar untuk meracang sebuah kurikulum yang disebut dengan model kurikulum permiana kreatif. Model ini awalnya dikembangkan di Universitas Tenesse, Knoxville pada tahun 1985. Secara teoretis model ini berbijak pada teori perkembangan Jean Piaget, model pembelajaran konstruktif dan praktik pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan (developmentally appropriate practise) anak usia dini yang dikeluarkan oleh NAEYC. Pendekatan permainan kreatif juga berhubungan erat dengan potensi kreatif yang dimiliki tiap anak. menurut Tegano (1991) seperti  yang dikutip oleh Catron dan Allen dalam bukanya, Early Curicullum a Creative Play, model potensi kreatif anak dapat dilihat dari 2 sisi yaitu karakteristik kognitif dan kepribadian. Berdasarkan beberapa analisis di atas, maka kajian ini menitikberatkan pada internalisasi permainan kreatif tersebut pada perkembangan fisik motoric anak, khususnya dalam hal pembelajaran yang dilaluinya, sekaligus berpijak pada analisis APE atau Alat Peraga Edukatif yang ada atau yang bisa dibuat oleh guru atau pendidik. Kata Kunci: permainan kreatif, kurikulum, perkembangan, fisik morotik anak.

Page 2 of 2 | Total Record : 13