cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BELIA
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
Meningkatkan Kreatifitas Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Balok Di RA Suryawiyyah Kustiani, Endang
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas biasanya diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru, baik yang benar-benar baru sama sekali, maupun merupakan modifikasi atau perubahan dengan menggabungkan hal-hal yang sudah ada. Jika konsep ini dikaitkan dengan kreativitas anak, anak yang bersangkutan mungkin menciptakan suatu karya yang benar-benar baru dan orisinil (asli ciptaan sendiri), atau dapat saja merupakan modifikasi dari berbagai cara belajar yang ada sehingga menghasilkan bentuk baru. Kreativitas secara umum dipengaruhi kemunculannya oleh adanya berbagai kemampuan yang dimiliki, sikap dan minat yang positif tinggi pada bidang pekerjaan yang ditekuni, serta kecakapan melaksanakan tugas-tugas. Dengan demikian, tumbuhnya kreativitas dikalangan anak-anak memungkinkan terwujudnya ide perubahan dan upaya peningkatan secara terus menerus, dan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan di mana sekolah berada. Disamping itu, tuntutan untuk meningkatkan kemampuan anak muncul dari dalam diri sendiri, tanpa menunggu ide ataupun perintah dari orang lain. Rumusan Masalah : (1)  Apakah bermain balok dapat meningkatkan kreatifitas anak di RA Suryawiyyah Desa Kirig Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus?. (2) Apakah meningkatkan kreatifitas anak dapat melalui kegiatan bermain balok di RA Suryawiyyah Desa Kirig Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus?. Tujuan Penelitian : (1) Untuk mengetahui peningkatan kreativitas anak melalui kegiatan bermain balok  RA Suryawiyyah Desa Kirig Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.  (2) Untuk mengetahui kegiatan bermain Balok di RA Suryawiyyah Desa Kirig Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Kesimpulan : (1) Permainan kartu sangat efektif dalam mengembangkan daya pikir anak. Hal ini ditunjukkan dengan prosentase keberhasilan siswa sebesar 85%. (2) Adanya peningkatan antara metode permainan balok terhadap peningkatan kreativitas anak. Hal ini data terlihat dengan adanya selisih ketuntasan belajar siswa setelah dilakukan PTK sebesar 51%. Kata Kunci : Kreatifitas, Bermain, Balok
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Awal Anak Usia Dini Melalui Media Cerita Bergambar Di RA Tarbiyatul Athfal Dewi, Heni Fitria
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia pada umumnya dan dalam kegiatan berkomunikasi pada khususnya. Demikian pula peran bahasa bagi anak. Membaca memberi sumbangan yang pesat dalam perkembangan anak menjadi dewasa. Perkembangan bahasa anak TK/RA masih jauh dari sempurna. Namun demikian, potensinya bisa dirangsang melalui membaca yang aktif dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Kemampuan bahasa anak dapat ditumbuhkan dengan berbagai macam cara, seperti, membacakan cerita atau berita, bermain tebak-tebakan kata, mendongeng dengan alat peraga, atau membuat pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab anak. Keterampilan membaca dan bercerita anak harus dikembangkan sejak dini, dimasa peka belajar, karena inti dari hubungan antara manusia adalah komunikasi. Kunci pokok pembelajaran dalam kelas terletak pada seorang guru. Namun, bukan berarti dalam proses pembelajaran hanya guru yang aktif. Proses pembelajaran menuntut keaktifan dari kedua subjek pembelajaran, yaitu guru dan peserta didik. Di dalam kelas guru memiliki peran yang penting dalam mengasah bahasa anak. Oleh karena itu, guru harus dapat menentukan metode yang tepat untuk meningkatkan minat baca anak. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode bercerita. Metode bercerita adalah cara penyampaian atau penyajian materi pembelajaran secara lisan dalam bentuk cerita dari guru kepada anak. Di TK/RA bercerita adalah salah satu metode untuk meningkatkan bahasa yang dapat mengembangkan beberapa aspek fisik maupun psikis anak TK/RA sesuai dengan tahap perkembangannya. Bercerita berfungsi membantu perkembangan bahasa dan berpikir anak serta dapat memotivasi anak untuk cinta membaca. Dengan menggunakan metode bercerita dapat melatih daya serap, daya tangkap, daya pikir anak, daya konsentrasi anak, daya imajinasi anak, dan membantu perkembangan bahasa anak dalam berkomunikasi. Bercerita dapat menggunakan alat peraga baik langsung maupun tidak langsung. Penggunaan alat peraga tak langsung seperti gambar, dapat membantu fantasi dan imajinasi anak karena ada media pendukung yang dapat dilihat secara langsung. Rumusan Masalah : (1) Untuk mengetahui Apakah penerapan metode bercerita dengan alat peraga gambar dapat meningkatkan kemampuan berbahasa awal pada anak kelas B di RA Tarbiyatu Athfal Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013?. (2) Untuk mengetahui Apakah kemampuan berbahasa awal anak usia dini di RA Tarbiyatul Athfal Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus perlu di tingkatkan. Kesimpulan : (1) Penerapan metode cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis yang didapatkan bahwa rata-rata kemampuan bahasa anak kelas B RA Tarbiyatul Athfal Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus pada pra siklus adalah 2,73, siklus I adalah 2,94, dan siklus II adalah 3,38. (2) Penggunaan alat peraga gambar juga dapat mengasah kecerdasan bahasa anak. (3) Penggunanan metode cerita bergambar pada anak kelas B RA Tarbiyatul Athfal Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus dapat menambah wawasan guru dalam memilih strategi dan metode yang tepat untuk diterapkan di kelas dan disesuaikan dengan tujuan dari setiap pembelajaran yang diadakan dan melatih keterampilan guru dalam mengelola kelas. Kata Kunci : Meningkatkan, Kemampuan, Bahasa, Media, Cerita, Bergambar
Peningkatan Pemahaman Konsep Dasar Sains Anak Usia Dini Dengan Pemanfaatan Media Telur Di TK Cendrawasih Kartikajaya Riswati, Aini
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pembangunan Nasional ditujukan untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia khususnya dalam upaya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga akan menjadi bangsa yang beradap dan dapat bersaing didunia internasional. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut perlu adanya pendidikan sejak dini saat masih kecil. Sebagai upaya mencapai tujuan tersebut anak didik mulai diberi pendidikan secara berencana dan sitematis agar pendidikan yang diberikan lebih bermakna dan berarti bagi anak didik. Namun demikian TK merupakan tempat yang menyenangkan kegiatanya berupa belajar sambil bermain atau bermain seraya belajar. Tapi dalam kegiatan belajar di TK Cendrawasih Kartikajaya masih belum maksimal karena masih ada anak didik yang kurang semangat dalam belajar, masih ada anak yang mengalami kesulitan dalam belajar, sarana bermain yang kurang lengkap, ada anak didik yang mudah bosan, sistem mengajar guru yang monoton dan guru yang kurang memanfaatkan  sumber yang ada. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti berupaya meningkatka pemahaman sains anak usia dini dengan pemanfaatan media telur  di TK Cendrawasih Kartikajaya Kecamatan Patebon Kabuaten Kendal. Rumusan penelitian : 1. Apakah dengan pemanfaatan media telur  dapat meningkatkan pemahaman sains pada siswa TK Cendrawasih Kartikajaya patebon Kendal, 2. Bagaimana hasil peningkatan pemahaman sains pada siswa TK Cendrawasih Kartikajaya Patebon Kendal dengan pemanfaatan media telur?Posentase kemampuan memahami sains setelah mengadakan penelitian pada siklus I 62%, pada siklus II 66%, dan pada siklus III 75 %. Jadi peningkatan dari siklus I sampai siklus III rata-rata 13% Kesimpulan dari penelitian  ini bahwa dengan pemanfatan media telur  dapat meningkatkan pemahaman sains pada siswa TK Cendrawasih Kartikajaya Patebon Kendal.Kata kunci : Peningkatan, Sains,  Pemanfaatan, Media
Pembelajaran Sistem Area Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Di TK Purwo Kencono Desa Purworejo Khurotun, Khurotun
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan (1) Bagaimana Pembelajaran Kegiatan Belajar mengajar di TK Purwo Kencono Desa Purworejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (2) Bagaimana Pembelajaran Sistem Area di Purwo Kencono Desa Purworejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (3) Adakah Perubahan tingkah laku kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa setelah pelakuan atau penerapan Sistem Area. Penelitian bertujuan (1) Untuk meningkatkan Pembelajaran kegiatan belajar mengajar di Purwo Kencono Desa Purworejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (2) Untuk mengetahui Pembelajaran Sistem Area di TK Purwo Kencono Desa Purworejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. (3) Untuk pengembangan dan perbaikan dalam penelitian dan untuk meningkatkan belajar dan untuk melakukan perubahan tingkah laku pada diri individu. Pendekatan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kwalitatif yang menggambarkan sikap afektif, kognitif, dan psikomotorik. Hasil tehnik pengumpulan data menggunakan metode pengamatan atau observasi, eksperimen, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menyimpulkan bahwa ada kendala yang dihadapai oleh guru Taman Kanak-kanak dalam mengelola kegiatan pembelajaran baik berasal dari diri sendiri dan berasal dari peserta didik. Kendala yang berasal dari guru antara lain dalam pembelajaran kurang memotivasi anak, kurangnya penggunaan alat peraga yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kendala yang berasal dari peserta didik antara lain masih kurangnya perhatian anak terhadap materi yang diajarkan oleh guru, siswa cenderung pasif, kurangnya minat belajar. Saran yang bisa disampaikan dari kesimpulan penelitian ini adalah meningkatkan kegiatan belajar mengajar siswa terhadap materi pembelajaran, sebaiknya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran harus mengembangkan kreativitas diri sendiri maupun siswanya termasuk dalam memilih media pembelajaran. Dengan demikian guru akan merasa percaya diri dan siap ketika berada didepan kelas, sehingga penanaman konsep akan lebih mudah dan akan menumbuhkan motivasi siswa. Kata Kunci : Pembelajaran, Sistem, Area, Minat, Belajar
Peningkatan Kemampuan Konsep Bilangan Anak Usia Dini Melalui Penerapan Metode Penugasan Latihan Di TK Pertiwi Endah, Dewi Nor
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memiliki peran yang besar dalam mencerdaskan bangsa, sebagai fasilitator, motivator, organisator dan pencipta suasana kondusif di sekolah. Banyak faktor yang menentukan mutu pendidikan diantaranya sarana prasarana, dana, siswa, guru serta peran masyarakat.ar dapat memenuhi tuntutan profesi guru perlu meningkatkan kualitas dengan cara melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti program S.1 PPAUD di IKIP Veteran semarang. Dalam melaksanakan tugas, penulis sebagai guru sering menemui berbagai problem, terutama guru TK/RA atau juga PAUD yang mengampu semua materi. Problem dari guru itu sendiri diantaranya kurang menguasai materi, cara melaksanakan pembelajaran, kurang memotivasi siswa, pengarahan dalam menentukan konsep kurang, serta masalah yang berhubungan dengan pribadi. Problem dari luar berasal dari siswa yang kurang tertarik pada materi pelajaran, kepala sekolah, teman sejawat maupun penguasaan tehnologi canggih seperti komputer dan LCD. TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013, materi berhitung selalu menjadi problema. Dari tahun ke tahun hasil evaluasi belajarnya tidak pernah memuaskan, rata-rata hasil evaluasi mencapai 62% pada tahun pelajaran 2012/2013. Di kelas B sendiri sebagian besar siswa belum memahami kompetensi dasar materi berhitung. Rumusan Masalah : (1) Apakah melalaui penerapan metode penugasan latihan dalam pembelajaran materi konsep bilangan di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus dapat berhasil dengan baik?. (2) Apakah memanfaatkan penerapan metode penugasan latihan dalam pembelajaran materi konsep bilangan di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus?. Tujuan Penelitian : (1) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak dalam pembelajaran materi konsep bilangan TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. (2) Untuk mendeskripsikan penerapan metode peragaaan untuk pembelajaran materi konsep bilangan di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. (3) Untuk membuktikan kebenaran penerapan metode latihan penugasan dalam pembelajaran materi konsep bilangan di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. Kesimpulan : (1) Penggunaan alat peraga kartu bilangan ditujukan untuk memusatkan perhatian siswa di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus terhadap proses pembelajaran. (2) Penyampaian materi pembelajaran yang sistematis ditujukan untuk memudahkan siswa di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus dalam memahami materi pelajaran. (3) Penguasaan konsep materi berhitung angka 1 sampai 20 dan materi penjumlahan angka 1 sampai dengan 20 memudahkan siswa di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus dalam menghafal angka-angka. (4) Penerapan peragaan atau media gambar yang besar serta bentuk-bentuk benda yang menyerupai angka untuk memenuhi keterampilan berhitung benda-benda dalam kehidupan sehari-hari pada siswa TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus. (5) Mengerjakan latihan soal yang dilakukan berural-ulang ditujukan untuk meningkatkan siswa di TK Pertiwi Desa Temulus Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus agar berani bertanya kalau belum paham materi pembelajaran. Kata Kunci : konsep, Bilangan, Metode, Latihan
Meningkatkan Pemahaman Konsep Bilangan Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Dengan Media Kartu Angka Di TK Pertiwi Rejosari Kustini, Kustini
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sejak semula manusia di desain dan diciptakan sebagai mahluk yang dialogis disamping mahluk yang berakal. Adakalanya manusia berdialog dengan dirinya dengan sesama kaleganya terlebih dengan lingkungannya. Dalam dialog tersebut manusia memerlukan sebuah sarana atau komunikasi, karena dengan komunikasi itulah manusia dapat melangsungkan eksistensi dirinya. Manusia merupakan mahluk yang paradokal, kadangkala ia ingin berada bersama yang lain. Pentingnya ilmu hitung dalam kehidupan sosial telah menjadi perhatian yang menarik banyak cendekiawan dan pakar pendidikan. Sejak zaman Aristoteles, meskipun hanya berkisar retorika dalam lingkungan kecil, namun pada pertengahan abad ke 20, ketika dunia dirasakan semakin kecil akibat revolusi industri dan revolusi tehnologi elektronik, para cendekiawan merasakan pentingnya peningkatan materi berhitung. Karena didasari atau tidak manusia hidup selalu menggunakan ilmu hitung dalam kesehariannya. Rumusan Masalah : (1) Apakah melalaui penerapan kegiatan bermain di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus dapat meningkatkan pemahaman konsep bilangan?. (2) Apakah memanfaatkan penerapan Kegiatan bermain untuk meningkatkan kemampuan siswa 0 besar dalam memahami konsep bilangan di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus?. (3) Bagaiamana upaya meningkatkan kemampuan anak di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus untuk dapat memahami konsep bilangan?. Kesimpulan : (1) Peningkatan kemampuan konsep bilangan anak di TK Pertiwi Rejosari 02 Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus dapat dilakukan dengan melalui kegiatan bermain kartu angka. (2) Kegiatan bermain kartu angka merupakan salah satu kegiatan yang dapat menstimulus kemampuan konsep bilangan anak anak. (3) Kegiatan bermain kartu angka dapat meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak. Saran : (1) Seorang guru  sebaiknya menggunakan berbagai metode dan media dalam pembelajaran diantaranya adalah kegiatan bermain. (2) Seorang  guru   harus    selalu aktif    melibatkan siswa selama  kegiatan pembelajaran berlangsung. Kata Kunci : Meningkatkan, Pemahaman, Konsep, Bilangan, Bermain, Media,  Kartu, Angka
Peningkatan Kemampuan Disiplin Pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Peran di RA Muslimat NU Mafatihul Islamiyah Rahayuningsih, Dwi Puji
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia anak adalah bermain, karena bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Bermain juga merupakan tuntutan dan kebutuhan bagi anak RA/ TK. Dengan bermain anak dapat memuaskan tuntutan dan perkembangan anak dalam dimensi motorik, kognitif, kreativitas, bahasa, emosi sosial dan sikap hidup.  Kondisi belajar yang optimal dapat terjadi jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana  yang menyenangkan. Untuk mencapai tujuan pengajaran . Juga hubungan inter personal antara guru dan peserta didik merupakan sarat kenerhasilan pengelolaan kelas. Rumusan masalah : Apakah kegiatan bermain peran dapat meningkatkan disiplin anak di RA Muslimat NU Mafatihul Islamiyah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus tahun Pelajaran 2012/ 2013. Tujuan penelitian :  Untuk mengetahui kegiatan bermain peran dapat meningkatkan disiplin pada anak di RA Muslimat NU Mafatihul Islamiyah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus tahun Pelajaran 2012/ 2013. ManfaatPenelitian : 1) bagi siswa, dapat meningkatkan disiplin 2) bagi guru, sebagai bahan  pertimbangan dalam memilih pendekatan mengajar yang efektif dan efisien sehingga siswa lebih disiplin dalam belajar, 3)  Bagi Sekolah : sebagai acuan dasar pengembangan penelitian berikutnya.  Pendekatan penelitian ini menggunakan teknik Penelitian Tindakan Kelas ( PTK )  yang dilakukan dua siklus dengan tahapan 1) perecanaan 2) Pelaksanaan tindakan 3) Pengamatan 4) analisis dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelompok B RA Mafatihul Islamiyah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus yang berjumlah 19 anak, terdiri dari : 12 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan, yang dilaksanakan pada tahun pelajaran 2012/ 2013. Hasil penelitian, menunjukkan dari kondisi awal yang sebelum diadakan tindakan para siswa kurang perhatian  dan disiplin yang rendah mengalami perubahan dari siklus 1 ke siklus 2. Dengan demikian dapat disimpulkan  bermain peran dapat meningkatan kemapuan disiplin pada anak usia din di RA Muslimat NU Mafatihul Islamiyah Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2012/ 2013. Kata Kunci : Peningkatan, disiplin, bermain peran
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Bermain Plastisin Di RA Khoirul Ummah Mushonifah, Leni
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan fisik motorik merupakan salah satu pengembangan kemampuan dasar di Taman Kana-kanak. Bahan kegiatan pengembangan fisik motorik mencakup kegiatan yang mengarah pada kegiatan untuk melatih motorik kasar dan halus. Kegiatan motorik kasar terdiri atas geraka-gerakan jalan, lari, lompat, senam, keterampilan dengan bola, keterampilan dengan menggunakan peralatan, menari, latihan ritmik dan gerak gabungan. Kegiatan belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilai pendidikan. Di dalamnya terjadi interaksi edukatif antara guru dan anak didik, ketika guru menyampaikan bahan pelajaran kepada anak didik di kelas. Bahan pelajaran yang guru berikan itu akan kurang memberikan dorongan (minat) kepada anak didik bila menyampaikan menggunakan strategi yang kurang tepat. Di sinilah kehadiran metode menempati posisi penting dalam menyampaikan bahan pelajaran. Belajar pada hakekatnya merupakan proses kognitif yang mendapat dukungan dari fungsi ranah psikomotor. Fungsi psikomotor dalam hal ini meliputi: mendengar, melihat, mengucapkan. Apapun jenis dan manifestasi belajar yang dilakukan  anak didik, hampir dapat dipastikan selalu melibatkan fungsi ranah akalnya yang intensitas penggunaannya tentu berbeda antara satu peristiwa belajar dengan peristiwa belajar lainnya. Tugas guru dalam hal ini memberi contoh penggunaan strategi yang tepat dalam arti sesuai dengan kepastian umum anak didik dan selaras dengan kebutuhan serta tingkat kesulitan materi yang guru ajarkan kepada mereka. Rumusan Masalah : (1) Untuk mengetahui Apakah kegiatan bermain Plastisin dapat meningkatkan kreativitas anak usia dini di RA Khoirul Ummah Desa Klaling Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus?. (2) Untuk mengetahui Apakah kreativitas anak usia dini perlu di tingkatkan?. Kesimpulan : (1) Menumbuhkan minat seni anak melalui bermain Plastisin di RA Khoirul Ummah Desa Klaling Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 bisa diberikan kepada peserta didik. (2) Keberhasilan belajar anak dalam hal menumbuhkan minat seni anak melalui bermain Plastisin di RA Khoirul Ummah Desa Klaling Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 mengalami kemajuan dan peningkatan dengan menggunakan media melukis. Hal ini dapat terbukti dengan hasil yang diperoleh mencapai 80% anak mampu mengikuti kegiatan melukis yang diberikan oleh guru. Kata Kunci : Kreatifitas, Bermain, Plastisin
Meningkatkan Kemampuan Konsep Bilangan Melalui Pemanfaatan Media Balok Cuisenaire Di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Lailiningsih, Edy
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak usia prasekolah dengan tujuan agar anak dapat mengembangkan potensi-potensinya sejak dini sehingga mereka dapat berkembang secara wajar sebagai anak. Tujuan dari Pendidikan Anak Usia Dini adalah agar anak memperoleh rangsangan-rangsangan intelektual, sosial dan emosional sesuai dengan tingkat usianya. Aspek pengembangan yang akan penulis teliti adalah aspek pengembangan kognitif. Dalam pedoman pembelajaran bidang pengembangan kognitif di Taman Kanak-Kanak (2007:3) disebutkan bahwa pengembangan kognitif adalah suatu proses berpikir berupa kemampuan untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan sesuatu. Dapat juga dimaknai sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah atau untuk mencipta karya yang dihargai dalam suatu kebudayaan. Rumusan Masalah : (1) Apakah melalui pemanfaatan media balok Cuisenaire RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 dapat meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak?. (2) Bagaimana kemampuan konsep bilangan anak setelah digunakannya media balok Cuisenaire di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013?. Tujuan Penelitian : (1) Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan konsep bilangan anak melalui penggunaan media balok Cuisenaire di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. (2) Untuk mengetahui perkembangan kemampuan konsep bilangan anak setelah menggunakan media balok Cuisenaire  di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Kesimpulan : (1) Peningkatan kemampuan konsep bilangan anak di RA Muslimat Nahdlatus Shibyan Desa Ngemplak Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus dapat dilakukan dengan melalui media balok. (2) Media balok merupakan salah satu kegiatan yang dapat menstimulus kemampuan konsep bilangan anak. (3) Media balok dapat meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak. Saran : (1) Seorang guru  sebaiknya menggunakan berbagai metode dan media dalam pembelajaran diantaranya adalah media balok cuissenaire. (2) Seorang  guru   harus    selalu aktif    melibatkan siswa selama  kegiatan pembelajaran berlangsung. Kata Kunci : Konsep, Bilangan, Media, Balok, Cuisenaire
Meningkatkan Kemampuan Konsep Bilangan Anak Melalui Metode Jarimatika di TK Muslimat NU Miftahul Jannah Ariyanti, Lusi
BELIA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak usia pra sekolah dengan tujuan agar anak dapat mengembangkan potensi-potensinya sejak dini, sehingga mereka dapat berkembang secara wajar sebagai sebagai anak. Tujuan dari pendidikan anak usia dini adalah agar anak memperoleh rangsangan intelektual, sosial dan emosional sesuai dengan tingkat usianya. Anak usia dini merupakan anak pada tahapan usia 0 – 8 tahun. Pada usia ini sering disebut dengan masa keemasan atau Golden Age. Pada masa ini diperlukan perhatian khusus, karena stimulasi yang diberikan dapat mempengaruhi perkembangan otak anak dan akademiknya pada masa yang akan datang. Berdasarkan pada uraian latar belakang dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : (1) apakah melalui metode Jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak di TK Muslimat Nu Miftahul Jannah Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus? (2) Bagaimana perkembangan kemampuan konsep bilangan anak setelah menggunakan metode Jarimatika di TK?.  Tujuan penelitian yang ada pada skripsi ini adalah (1) Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan konsep bilangan anak melalui metode Jarimatika di TK Muslimat Nu Miftahul Jannah Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. (2) Untuk mengetahui kebenaran penerapan metode Jarimatika dalam upaya meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak di TK Muslimat NU Miftahul Jannah Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.Adapun metode yang digunakan penulis adalah menggunakan penelitian tindakan kelas  dengan melakukan beberapa tindakan yang diperlukan dalam rangka mengetahui tujua yang dimaksudkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, observasi, lembar kerja. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari siklus I dan siklus II kemampuan konsep bilangan anak di TK Muslimat NU Miftahul Jannah Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 yang semula masih rendah menjadi meningkat. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa cara meningkatkan kemampuan konsep bilangan anak di TK Muslimat NU Miftahul Jannah Desa Tumpangkrasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013 adalah dengan metode jarimatika. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, maka dapat disimpulkan dengan metode jarimatika yang disampaikan secara menyenangkan dan banyak permainan akan menjadikan anak merasa senang dan tidak membosankan. Dengan menggunakan sepuluh jari, anak dapat menggunakan untuk operasi tambah, kurang, lebih dari angka 10, bahkan sampai ratusan. Kata Kunci : Konsep,  Bilangan, Metode Jarimatika

Page 1 of 1 | Total Record : 10