cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
DIMENSI
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2013)" : 10 Documents clear
Penerapan Strategi Pembelajaran Ekspositori Untuk Peningkatan Hasil Pembelajaran IPS Bagi Peserta Didik Hanani, Sofyana
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini berdasarkan asumsi dasar bahwa hasil proses pembelajaran mata pelajaran IPS untuk peserta didik MTs Muhammadiyah Tretep Kecamatan Tretep Kabupaten Temanggung  masih rendah, dimungkinkan dipengaruhi oleh metode pengembangan pola pembelajarannya. Penggunaan model pembelajaran diasumsikan berpengaruh dominan terhadap hasil pembelajaran mata pelajaran Sejarah.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah Tretep pada mata pelajaran IPS(Ilmu Pengetahuan Sosial), dengan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori. Metodologi penelitian ini adalah PTK(penelitian tindakan kelas).subjek penelitian adalah kelas VIII MTs Muhammadiyah Tretep tahun pelajaran 2011/2012.Sejumlah 32 siswa.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini Dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) observasi; (b) wawancara; (c) refleksi; (d) dokumentasi.Prosedur pelaksanaan tindakan meliputi: (a) perencanaan; (b) tindakan; (c) pengamatan; (d) refleksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan  peningkatan dari sebelum dilakukan strategi pembelajaran ekspositori dari 32 siswa baru 4 peserta didik yang mendapat nilai 50-59, 14 peserta didik yang mendapat nilai 60-69,11 peserta didik yang mendapat nilai 70-79,2 peserta didik yang mendapat nilai 80-89, dan 1 peserta didik yang mendapat 90-100, sehingga terdapat 20 peserta didik belum tuntas belajar dan 11 peserta didik yang tuntas belajar.. Pada siklus 1, peserta didik, peserta didik yang mendapat nilai 60-69 berjumlah 11 , peserta didik yang mendapat nilai 70-79 berjumlah 16, peserta didik yang mendapat nilai 80-89 berjumlah 4,peserta didik yang mendapat 90-100 berjumlah 1, Sehinnga dapat diperoleh data menunjukkan bahwa ada 20 peserta didik yang sudah tuntas dan 12 peserta didik yang belum tuntas. Pada siklus II terdapat 5 peserta didik yang mendapat nilai 60-69,16 peserta didik yang mendapat nilai 70-79, 9 peserta didik yang mendapat nilai 80-89,peserta didik yang mendapat 90-100 berjumlah 2 sehingga menunjukkan keberhasilan bahwa indikator keberhasilan peserta didik telah tercapai yaitu 81,25%. Kata Kunci : Pembelajaran Ekspositori, Peningkatan Hasil Pembelajaran, Peserta Didik
Nyi Ageng Serang Tokoh Wanita Pejuang Bangsa Soelistijanto, R.
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyi Ageng Serang is a women noble. She lived and married and then she fought against The Netherland Indies at Java together with Diponegoro Prince. She was a good leader. The Netherland Indies were afraid to met Nyi Ageng Serang’s troops. She fought against Netherland Indies until the war is over. There are many wisdom from the story of Nyi Ageng Serang. Indonesian young generations can learn from Nyi Ageng Serang that she’s a good woman, a good wife, a good mother and a good citizen. Nyi Ageng Serang was nationalist patriot. She served for Indonesian motherland. This is a character education from the history of Nyi Ageng Serang. Nyi Ageng Serang is the Indonesian Women Figure. Key word : nyi ageng serang, women figure
Perkembangan Industri Kuningan Dan Pola Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Ristanto, Dwi
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kuningan Juwana awal mulanya kuningan  di buat masyarakat untuk membuat peluru pistol di masa penjajahan Jepang, dengan berkembangnya jaman dan masa kemerdekaan, kuningan semakin berkembang kegunaanya dengan kemauan dan kreatifitas masyarakat Juwana dapat menghasilkan  produksi alat-alat rumah tangga kemudian mengembangkan diri ke produksi barang-barang hias dan barang-barang seni penunjang interior. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana eksistensi kerajinan kuningan Juwana Tahun 2007 – 2012, bagaimana perkembangan industri kuningan dan pola kehidupan sosial ekonomi masyarakat Juwana di Kabupaten Pati, bagaimana peran pemerintah Kabupaten Pati dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Juwana.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi kerajinan kuningan Juwana Tahun 2007 – 2012, untuk mengetahui perkembangan industri kuningan dan pola kehidupan sosial ekonomi masyarakat Juwana di Kabupaten Pati, untuk mengetahui peran pemerintah Kabupaten Pati dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Juwana. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subyek penelitiannya adalah masyarakat desa growong lor . Dalam pengumpulan data digunakan metode wawancara secara mendalam, studi literatur dan pengamatan secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa eksistensi kerajin Kuningan Juwana  tahun 2007 -2012 semakin maju dan desa Growong Lor merupakan desa yang cukup maju dibandingkan dengan desa lain di Kabupaten Pati, karena letaknya di tengah kawasan Industri sehingga memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Perkembangan Industri Kuningan Juwana semakin baik, berdampak pada  kehidupan sosial masyarakat juwana semakin baik karena dengan adanya industri kuningan di tengah masyarakat Growong Lor sosial antar warga terjalin baik dan perekonomi masyarakat Juwana semakin baik dengan adanya industri kuningan, karena tersedianya lapangan pekerjaan yang memadahi.  Industri kerajinan kuningan Juwana memberikan kontribusi yang besar terhadap  kabupaten Pati, upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Juwana adalah dengan pemberian pinjaman modal dengan bunga yang rendah, memberikan dana untuk mempromosiakan produk kuningan di luar daerah, memberi motivasi dan ketrampilan sehingga dapat memacu masyarakatnya dalam bidang Industri. Kata Kunci : Industri kuningan, social ekonomi
Peningkatan Hasil Pembelajaran IPS Melalui Metode Contextual Teaching And Learning (CTL) Bagi Peserta Didik Yulistiyanto, Yulistiyanto
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah, prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Sejarah di MTs Darul Ishlah Gentinggunung Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal masih tergolong rendah. Hal tersebut diantaranya disebabkan model pembelajaran yang selama ini diterapkan kurang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran sejarah di MTs jika hanya disampaikan melalui ceramah akan sulit diterima oleh siswa dan membosankan. Dalam hal ini diperlukan oleh seorang guru untuk mempertimbangkan model pembelajaran lain yang efektif dan tepat sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dicobakan melalui penelitian ini adalah model pembelajaran kontekstual. Pada dasarnya CTL sebagai model pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan guru agar siswa memiliki kemampuan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya sebagai individu maupun kelompok. Kemampuan tersebut diperoleh siswa melalui pengalaman belajar sehingga memiliki kemampuan mengorganisir informasi yang ditemukan, membuat laporan dan menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, dan selanjutnya dituangkan secara penuh dalam tugas-tugasnya. Tujuan penelitian ini, (1) Ingin mengetahui model pembelajaran IPS pada siswa kelas VIII  MTs Darul Ishlah Gentinggunung Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2011/2012. (2) Ingin mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan memakai model pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran IPS Sejarah kelas VIII MTs Darul Ishlah Gentinggunung Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2011/2012. (3) Ingin mengetahui hasil belajar yang diperoleh setelah menggunakan model pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran IPS kelas VIII  MTs Darul Ishlah Gentinggunung Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang ditempuh dalam tiga siklus. Setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tindakan dalam setiap siklus dilakukan dengan cara peneliti memberikan tugas berupa penyelesaian  suatu permasalahan secara berkelompok dan individu, dimana setiap kelompok atau individu mempunyai tugas masing-masing, kemudian mereka mempresentasikan hasil karya mereka.. Adapun  yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Darul Ishlah Gentinggunung Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal yang terdiri dari 42 siswa  pada tahun pelajaran 2011/2012. Hasil penelitian diperoleh rata-rata  hasil belajar kognitif siswa sebelum tindakan sebesar 65 dengan ketuntasan belajar secara klasikal 39%. Pada siklus I sebesar 66 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 40,47 %. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus II  sebesar 72,2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 65%. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus III sebesar 76,6 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 100%.  Adapun hasil aktivitas belajar siswa diperoleh ketuntasan belajar  klasikal pada siklus I sebesar 52,25%, siklus II sebesar 63,75% dan siklus III sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran kontekstual, kemampuan siswa dalam menyampaikan materi di depan kelas dan belajar mandiri di rumah dapat ditingkatkan. Selain itu siswa menjadi lebih berani mengemukakan pendapat dan dapat menerapkan ilmu sejarah dalam kehidupan bermasyarakat. Variasi penerapan model pembelajaran ini dapat juga menghindari kebosanan siswa dalam mengikuti pembelajaran sejarah  sehingga prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari 39% menjadi 100%. Berdasarkan penelitian bahwa hasil belajar IPS Sejarah yang diperoleh siswa kelas VIII MTs Darul Ishlah Gentinggunung Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal tahun pelajaran 2011/2012 nilai rata-ratanya meningkat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran kontekstual. Saran yang berkaitan dengan hasil penelitian ini adalah hendaknya guru mata pelajaran IPS menerapkan model pembelajaran kontekstual, dalam pelaksanan pembelajaran menerapkan model pembelajaran yang  tepat dan sesuai dengan kompetensi akan disampaikan, perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kontekstual sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara memodifikasi desain atau rancangan penelitian (misalnya Penelitian Tindakan Kelas) sehingga diperoleh perubahan positif yang lebih signifikan. Kata Kunci : Metode Contextual Teaching And Learning, Peserta Didik, Hasil Pembelajaran IPS
Perubahan Kepemilikan Tanah Petani Desa Selo Kecamatan Tawangharjo Kab. Grobogan Sejak Berlakunya UUPA 1960 Dan PP No.24 Tahun 1997 Apriliastuti, Anes
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di desa Selo terdapat makam tokoh leluhur raja Mataram sehingga komplek tanah yang terdapat disekitar makam pada jaman sebelum kemerdekaan merupakan tanah yang bebas dari pajak namun setelah lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria 1960 semua daerah yang awalnya memperoleh keistimewaan sebagai tanah perdikan, status tersebut dihilangkan dan semua daerah mempunyai peraturan yang sama mengenai prosedur kepemilikan tanah disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : 1)Bagimanakah letak geografis desa Selo kecamatan Tawangharjo; 2). Bagimanakah sistem kepemilikan tanah di desa Selo sebelum berlakunya UUPA 1960; 3) Bagaimana sejarah berlakunya Land Reform; 4)Bagaimana sistem kepemilikan tanah di desa selo sejak berlakunya PP no.24 tahun 1997; 5). Bagaimana kendala dan upaya pemerintah desa Selo dalam melaksanakan UUPA 1960. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Langkah-langkah penulisan meliputi: heuristik, kritik sumber, interprestasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumen. Data dalam penulisan skripsi transformasi kepemilikan tanah sebagian besar diperoleh dari hasil wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang kepemilikan tanah di desa Selo yang dulunya merupakan desa perdikan yang mana tanah desa ini merupakan tanah milik keraton Surakarta dan bebas dari segala macam pajak. Dan setelah Undang-Undang pokok Agraria disahkan maka desa ini tidak memiliki hak yang istimewa dan mempunyai status yang sama dengan daerah lain di Indonesia. Pada masa Orde Baru pemilikan tanah harus dibuktikan dengan sertifikat maka masyarakat harus mendaftarkan tanah miliknya agar mendapat perlindungan hukum dengan prosedur yang telah ditentukan. Pada masa reformasi peraturan pemerintah nomor 24 tahun 1997 digunakan sebagai peraturan baru tentang kepemilikan tanah dan ukuran luas tanah yang harus dimiliki masyarakat. Kata Kunci : tanah petani, komplek tanah, undang-undang agrarian
Implementasi Metode Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Perkembangan Individu Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Uslistiyawati, Arum
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini berdasarkan asumsi dasar bahwa hasil proses pembelajaran mata pelajaran IPS untuk peserta didik MA Darul Amanah Sukorejo Kabupaten Kendal masih rendah, dimungkinkan dipengaruhi oleh metode pengembangan pola pembelajarannya. Penggunaan model pembelajaran diasumsikan berpengaruh dominan terhadap hasil pembelajaran mata pelajaran Sejarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana proses belajar-mengajar mata pelajaran sejarah dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching di kelas XI MA Darul Amanah  Sukorejo Kendal?. 1) Apakah pembelajaran sejarah dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan perkembangan dalam belajar individu siswa Kelas XI Semeter Gasal MA Darul Amanah Sukorejo Kendal ?. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik  kelas XI IPA1 pada MA Darul Amanah Sukorejo Kabupaten Kendal dengan jumlah 36 peserta didik. Penelitian tidakan kelas ini dilakukan dua kali tindakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus memuat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas anak dalam proses pembelajaran dan aktivitas guru selama mengajar. Teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar anak didik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dan teknik dokumentasi digunakan sebagai pencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa tulisan yang berhubungan dengan obyek penelitian. Sedangkan teknik wawancara digunakan sebagai pengumpulan data dengan cara metode tanya jawab sepihak secara sistematis berlandaskan pada tujuan penelitian. Indikator pencapaian dalam penelitian ini adalah sebanyak  80% peserta didik mampu memperoleh nilai 70 sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal dan 80% peserta didik terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Semua data hasil penelitian dianalisis menggunakan deskriptif prosentase. Dimana hasil penelitian dianalisis dua kali, yaitu analisis ketuntasan belajar secara individu dan ketuntasan belajar secara klasikal. Rumus yang digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar secara individual adalah sebagai berikut:Skor yang dicapaiNilai =                                        X 100                                     Skor maksimalsedangkan rumus ketuntasan belajar secara klasikal sebagai berikut . Hasil dari penelitian ini menunjukkan  peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan (sebelum siklus), dari 36 siswa baru 4 peserta didik yang mendapat nilai 50-59, sejumlah 17 peserta didik yang mendapat nilai 60-69, sejumlah 15 peserta didik yang mendapat nilai 70-79, sehingga terdapat 21 peserta didik belum tuntas belajar dan 15 peserta didik yang tuntas belajar. Pada siklus 1, peserta didik yang mendapat nilai 50-59 berjumlah 3 peserta didik, peserta didik yang mendapat nilai 60-69 berjumlah 10, peserta didik yang mendapat nilai 70-79 berjumlah 19, peserta didik yang mendapat nilai 80-89 berjumlah 4. Sehinnga dapat diperoleh data menunjukkan bahwa ada 13 peserta didik yang belum tuntas dan 23 peserta didik yang sudah tuntas. Pada siklus II terdapat 4 peserta didik yang mendapat nilai 60-69,26 peserta didik yang mendapat nilai 70-79, 6 peserta didik yang mendapat nilai 80-89, sehingga menunjukkan keberhasilan bahwa indikator keberhasilan peserta didik telah tercapai yaitu 89%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui implementasi metode pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan perkembangan minat belajar tiap individu siswa kelas XI IPA1 MA Darul Amanah Sukorejo Kendal semerter gasal tahun pelajaran 2011/2012. Penulis menyarankan  untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, kepada guru hendaknya menggunakan penerapan metode quantum teaching dalam penyampaian materi yang berupa proses atau bahan ajar yang berupa kemampuan psikomotorik. Kepada kepala sekolah dan pengurus yayasan hendaknya dilengkapi sarana dan prasarana yang sekiranya menunjang keberhasilan metode yang digunakan, dalam perpustakan hendaknya buku-buku yang bersifak kebangsaan lebih dilengkapi dan kepada siswa hendaknya dibiasakan untuk membaca buku-buku yang berwawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari serta kepada orang tua hendaknya mendukung dan membantu program belajar yang didesain sekolah dan memantau kegiatan anak dirumah. Kata Kunci : Implementasi metode, pembelajaran quantum teaching, sejarah
Revitalisasi Situs Tugurejo Sebagai Sarana Edukasi Dan Pengembangan Potensi Wisata Budaya Di Kecamatan Tugu Susanto, Adi
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revitalisasi situs Tugurejo dirasa sangat penting guna untuk menjaga dan melestarikan salah satu peninggalan sejarah yang ada di kota Semarang. Hal ini harus dilakukan agar kondisi situs yang saat ini terabaikan dan cenderung tidak terawat dapat divitalkan kembali. Selain itu tindakan revitalisasi diharapkan mampu memanfaatkan situs Tugurejo sebagai salah satu tujuan wisata di kota Semarang. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah Bagaimanakah keadaan geografis desa Tugurejo, Bagaimana kondisi dari situs Tugurejo yang ada di kota Semarang, Bagaimanakah pengembangan revitalisasi kawasan situs Tugurejo terutama dikaitkan dengan aspek kepariwisataan dan fungsi sosial ekonomi budaya serta untuk lebih memacu daya tarik wisata dan juga menumbuhkembangkan wisata budaya sejarah, upaya-upaya apa yang bisa dilakukan dalam proses revitalisasi benda cagar budaya termasuk situs Tugurejo, kendala-kendala apa yang dialami dalam proses revitalisasi situs Tugurejo? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geografis daerah dimana situs Tugurejo ini berada, Untuk mengetahui bagaimana kondisi dari situs Tugurejo yang ada di kota Semarang, untuk membangun revitalisasi kawasan situs Tugurejo ditinjau dari sisi kepariwisataan untuk memacu daya tarik wisata dan menumbuhkembangkan wisata budaya sejarah, untuk mengetahui upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam proses revitalisasi benda cagar budaya termasuk situs Tugurejo, untuk mengetahui kendala yang dialami dalam proses revitalisasi situs Tugurejo. Penelitian ini dilakukan di kawasan situs Tugurejo yang ada di desa Tugurejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan selama proses observasi, adapun yang dianalisis adalah kondisi dari situs Tugurejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan dari situs sangat tidak terawat. Sehingga perlu usaha yang konkrit agar keberadaan dan kondisi dari situs Tugu ini bisa lebih terawat. Untuk itu proses revitalisasi dirasa sangat penting untuk dilakukan. Dimana revitalisasi dapat digunakan untuk menggali keunikan-keunikan dan daya tarik yang dimiliki oleh situs Tugu agar dapat diketahui oleh masyarakat luas. Proses revitalisasi diupayakan agar dapat membantu upaya pelestarian dari situs Tugurejo. Selain itu dengan proses revitalisasi diharapkan situs Tugurejo ini dapat lebih terawat dan bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Dengan demikian juga dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar situs Tugurejo. Saran yang bisa diberikan agar proses revitalisasi dapat berjalan dengan lancar adalah dengan kerjasama dari semua pihak, baik dari masyarakat maupun pemerintah setempat. Tanpa adanya kerjasama dari semua pihak proses revitalisasi tidak akan bisa berjalan. Kata Kunci : Situs Tugurejo, Revitalisasi, Wisata.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pelestarian Tradisi Sadranan Di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan Susilowati, Tri
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebudayaan merupakan elemen yang tidak bisa di lepaskan dari kehidupan manusia, tradisi adalah bagian dari budaya yang  perlu di lestarikan keberadaanya. Salah satu tradisi yang perlu di lestarikan adalah tradisi sadranan yang ada di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan. Peran serta masyarakat sangat di butuhkan dalam melestarikan tradisi sadranan yang ada di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan agar tradisi ini dapat di nikmati generasi selanjutnya. Dengan uraian di atas penelitian ini bermaksud mengungkap permasalahan antara lain bagaimanakah kondisi kehidupan masyarakat  sekitar Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, proses berjalanya tradisi sadranan. partisipasi dan persepsi masyarakat terhadap tradisi sadranandi Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, serta hambatan-hambatan yang di temui dan upaya pemecahanya untuk melestarikan Tradisi Sadranan. Tujuan yang di ambil dalam penelitian ini adalah, untuk mengetahui kondisi kehidupan masyarakat sekitar Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, untuk mengetahui proses berjalanya Tradisi Sadranan di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, untuk mengetahui partisipasi masyarakat sekitar Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan dan untuk mengetahui hambatan-hambatan dan cara pemecahanya dalam melestarikan Tradisi Sadranan di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan. Melalui pendekatan kualitatif , penelitian ini dapat memaparkan gambaran dari berbagai makna yang digali melalui informasi masyarakat. Teknik sampling penelitian ini menggunakan teknik cuplikan yang bersifat purposif, artinya selektif dalam memilih informan. Tidak semua yang menjadi warga Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan menjadi informan, namun hanya memilih orang yang tahu secara detail Tradisi Sadranan tersebut. Obyek penelitian adalah manusia dengan mengambil lokasi di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, Informan yang di pilih sebanyak sepuluh orang. Sumber data dari dua jenis sumber data yaitu sumber lisan dan sumber tulisan, teknik pengumpulan data dari wawancara kepada informan, dokumentasi yang berupa buku-buku, observasi langsung. Untuk menjaga validitas data di gunakan tri anggulasi pengumpul data, Teknik analisis yang di gunakan adalah analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang diperoleh bahwa masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan adalah masyarakat yang penduduk kebanyakan beragama Islam, dengan mata pencarian sebagian besar masyarakatnya sebagai petani dan buruh,   tradisi sadranan merupakan tradisi yang di miliki masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan khususnya dan masyarakat jawa pada umumnya. Tradisi Sadranan tersebut bertujuan untuk mendoakan arwah leluhur supaya tentram dan tenang di sisi Allah SWT. Prosesi tradisi di mulai dengan bersih kubur, keesokan harinya di adakan di pemakaman dengan urutan prosesi adalah membaca solawatan, membaca Al-Qur’an sebanyak tiga puluh juz,tahlilan, istirahat sambil mendengarkan mau’izhatil hasanah. Keberadaan tradisi ini di dukung masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, mereka secara iklas menyumbangkan tenaga, fikiran dan biaya untuk terlaksana tradisi tersebut. Persepsi masyarakat terhadapTradisi Sadranan ini sangat setuju dan mendukung sekali begitu pula pemerintah desa juga ikut memandang positif terhadap tradisi sadranan yang ada di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan, hal ini di buktikan dengan  menyumbang dana dalampelaksanaan Tradisi Sadranan di Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan. Kendala yang di hadapi masalah dana dapat di atasi dengan sumbangan dari masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan serta bantuan dari pemerintah desa, mengenai pelaksanaan supaya masyarakat yang  dapat mengikuti tradisi ini maka di laksanakan pada hari Minggu. Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan sebagian besar adalah petani dan buruh, masyarakat masih memegang tradisi yang di wariskan leluhur mereka, kehidupan masyarakat masih bersifat kegotong royongan dan tolong menolong. Sadranan merupakan salah satu tradisi masyarakat Dusun Krajan Desa Tegowanu Wetan yang perlu di lestarikan. Saran yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah untuk tetap menanamkan sifat kegotong royongan dan tolong menolong terhadap sesama warga masyarakat, keberadaan Tradisi Sadranan perlu di lestarikan karena tradisi ini merupakan peninggalan nenek moyang. Perlu adanya bimbingan daripihak yang terkait supaya kemurnian Tradisi Sadranan tetap terjaga. Kata Kunci : partisipasi, pelestarian, sadranan
Upaya Peningkatan Hasil Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Dengan Model Pembelajaran Tutor Sebaya Bagi Peserta Didik Khalwani, Ahmad
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama yang diteliti adalah peningkatan hasil pembelajaran siswa melalui model pembelajaran tutor sebaya di SMK PGRI 01 Sukorejo pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan hasil pembelajaran IPS melalui implementasi model pembelajaran tutor sebaya  dapat meningkatkan hasil pembelajaran bagi peserta didik kelas XI di SMK PGRI 01 Sukorejo pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Bentuk pendekatan dan terapan metode yang digunakan adalah dengan model penelitian tindakan kelas (PTK) dalam durasi dua siklus tindakan. dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI SMK PGRI 01 Sukorejo semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 sebanak 38 anak. Pengolahan data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman berdasarkan hasil pengamatan dan hasil reflektif dari tahapan siklus tindakan kelas yang telah dilaksanakan. Hasil penelitian  diperoleh pembuktian bahwa dengan pembelajaran model tutor sebaya ternyata dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa kelas XI SMK PGRI 01 Sukorejo pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil pengamatan  diketahui bahwa pada tindakan siklus I anak didik sudah terjadi perubahan  yang positif dan signifikan.dari pada  kondisi awal. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa sudah  terjadi perubahan yang signifikan dan terdapat anak didik  yang sudah menjadi lebih baik dari  konstatan  pada siklus I dan II. Hasil pembelajaran sudah ada peningkatan yaitu adanya perubahan menjadi baik sebesar  10% peningkatan sangat positif, 23,7% positif dan 47,4%. Dari 38 siswa diketahui sudah terjadi terjadi peningkatan hasil pembelajaran dari kondisi awal yang positif. Bersdarakan hasil pengamatan dari tindakan siklus II diketahui pada tingkatan yang positif  sesuai dengan hasil pembelajaran dapat dikatakan tuntas (100% berubah lebih positif dari kondisi awal). Dengan demikian pelaksanaan PTK ini dianggap telah cukup dilakukan sampai dengan tindakan siklus II  dan tidak diperlukan program lanjutan siklus berikutnya.  Adapun dengan terjadinya perubahan peringkat  kategori kurang positif ( 18,8%) pada siklus I dan 0,0% pada siklus II menunjukkan pelaksanaan PTK ini memberikan hasil yang positif. Dengan demikian , dari adanya dugaan atau hipotesis dalam penelitian ini bahwa  dengan penerapan metode tutor sebaya ternytata dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa kelas XI SMK PGRI 01 Sukorejo pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Saran berdasarkan  hasil penelitian ini adalah : (1) Perlunya peningkatan strategi pembelajaran yang lebih efektif bagi penyelenggaraan pendidikan , terutama dalam proses pembelajaran mata pelajaran ilmu-ilmu social dengan cara pemilihan dan penerapan metode yang tepat sesuai dengan kondisi akual  ( kemampuan riil ) setiap kelompok peserta. (2) Pelaksanaan dan hasil  penelitian PTK yang melibatkan fungsi dan peranan guru bagi subjek yang diteliti , maka muatan hasil kajian ini sangat bermanfaat bagi para guru IPS di sekolah Menengah  sebagai masukan untuk pengembangan model tindakan dan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam rangka mutu hasil pembelajaran di  setiap jenjang sekolah, termasuk sekolah-sekolah kejuruan.  Kata Kunci : peningkatan hasil, tutor sebaya, IPS
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Untuk Peningkatan Hasil Pembelajaran IPS Bagi Peserta Didik Agustianto, Ibnu
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini berdasarkan asumsi dasar bahwa hasil proses pembelajaran mata pelajaran IPS untuk peserta didik SMP Negeri 2 Patean masih rendah, dimungkinkan dipengaruhi oleh strategi pengembangan pola pembelajarannya. Penggunaan model pembelajaran diasumsikan berpengaruh dominan terhadap hasil pembelajaran mata pelajaran IPS. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk peningkatan hasil pembelajaran IPS bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Patean Kendal Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012?”. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik  kelas VIII pada SMP Negeri 2 Patean Kabupaten Kendal dengan jumlah siswa 28 Anak. Penelitian tidakan kelas ini dilakukan dua kali tindakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus memuat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan tes. Teknik observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas anak dalam pross pembelajaran dan untuk mengetahui aktivitas guru selama mengajar. Sedangkan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar anak didik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan  peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan (sebelum siklus), dari 40 siswa baru 18 siswa (45%) yang mendapat nilai tuntas yaitu 65 sedangkan 22 siswa (55%) belum mencapai batas tuntas. Pada siklus 1, siswa yang mendapat nilai 65 atau lebih berjumlah 26 siswa atau 65% sedangkan yang belum mencapai batas tuntas berjumlah 14 siswa atau 35%. Pada siklus II 28 yang mendapatkan nilai 65 atau lebih bejumlah 40 siswa atau 100 % . Hasil tersebut telah mencapai indikator pencapaian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan hasil pembelajaran IPS bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Patean Kabupaten Kendal Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012. Kata Kunci : Kooperatif Tipe Group Investigation, Hasil Pembelajaran, IPS 

Page 1 of 1 | Total Record : 10