Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Nyi Ageng Serang Tokoh Wanita Pejuang Bangsa Soelistijanto, R.
DIMENSI Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyi Ageng Serang is a women noble. She lived and married and then she fought against The Netherland Indies at Java together with Diponegoro Prince. She was a good leader. The Netherland Indies were afraid to met Nyi Ageng Serang’s troops. She fought against Netherland Indies until the war is over. There are many wisdom from the story of Nyi Ageng Serang. Indonesian young generations can learn from Nyi Ageng Serang that she’s a good woman, a good wife, a good mother and a good citizen. Nyi Ageng Serang was nationalist patriot. She served for Indonesian motherland. This is a character education from the history of Nyi Ageng Serang. Nyi Ageng Serang is the Indonesian Women Figure. Key word : nyi ageng serang, women figure
Pemahaman Dan Kemampuan Peserta Didik Menjawab Pertanyaan Evaluasi Pelajaran Sejarah Soal Esai Siswa Kelas XI Di SMA YPE Semarang Soelistijanto, R.
PAWIYATAN Vol 20, No 3 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa SMA YPE dalam menangkap mata pelajaran sejarah dan menjawab pertanyaan essays mata pelajaran sejarah yang diajarkan di SMA YPE (Yayasan  Pendidikan Ekonomi). Permasalahan pada penelitian ini adalah anggapan bahwa mata pelajaran sejarah adalah membosankan dan menghafal. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan alat peneltian adalah pertanyaan  (Questionaire) terbuka. Siswa bebas menjawab pertanyaan yang diajukan. Peneliti melakukan pertanyaan dan pengenalan ilmu sejarah pada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa pada mata pelajaran sejarah sebelum kegiatan penelitian. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif (Reduksi Data, Sajian Data, dan Verifikasi/Penarikan Kesimpulan) seperti yang diukembangkan Miles dan Huberman. Hasil penelitian siswa dapat memahami 4 w dalam sejarah yaitu memahami sejarah sebagai ilmu, menjelaskan peristiwa sejarah (who (siapa), what (apa), where (dimana), when (kapan)) secara baik dan kronologhis sebagai pemahaman dan pengetahuan yang terstruktur dan sebagai penjelasan sejarah (History Explanation). Kata Kunci : Ilmu Sejarah, Konsep, Struktur Pemahaman, Penjelasan Sejarah (History Explanation)
MENGEMBANGKAN NEUROLOGI ANAK USIA DINI DENGAN PEMBELAJARAN BERMAIN WARNA MENGGUNAKAN MEDIA KELERENG Fitriyani, R. Soelistijanto
PAWIYATAN Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childhood is important phase on Human Life Growth. Child is pure personality that is the beginning of Growth Personality by  Learn Which is Play, Sing a song, and Try. So it means that Chilhood need finest education for make them have a good Growth Personality.Every Education is begin with Pray to Allah.  Education for Chilhood must be consist of  Cognitive, Afective, Psikomotorik and Pracsis of these. Neorologi is important for Chilhood. It could help Child for thinking, feels and emerge ability. It is good to practive colour playing with use (kelereng).  It will help Child to Recognize the Colour and make different of the colour, count the colour and feel that colour is beauty. Students Research which is Tittled  Upaya Meningkatkan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Mencampur Warna Dengan Menggunakan Media Kelereng Pada Anak Kelompok B TK Pertiwi Sumberrejo Kabupaten Magelang, had been shown that Colour Playing is Good for Cognitive Emerge even than Brain Abillity Emerge and sense of research by creativeness stimuluss. Key Words: Education,  Colour Playing, Neurologi, creativeness, sense of research
KEHIDUPAN SOSIAL RELIGIUS ISLAM MASYARAKAT DUKUH DELIK REJO SARI KELURAHAN KALISEGORO KECAMATAN GUNUNG PATI KOTA SEMARANG Khasanah, R. Soelistijanto,
PAWIYATAN Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukuh Delikrejosari merupakan salah satu dukuh dalam kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang. Penduduk dukuh Delikrejosari merupakan penduduk yang heterogen dengan mayoritas pemeluk Agama Islam. Komposisi penduduk Dukuh Delikrejosari beragam ada yang PNS, Swasta dan mayoritas di pertanian. Kehidupan masyarakat Dukuh Delikrejosari adalah kehidupan masyarakat sederhana dan harmonis. Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui mengapa kehidupan masyarakat Dukuh Delikrejosari sederhana dan harmonis. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Delikrejosari memiliki elemen-elemen masyarakat yang berfungsi dengan baik sehingga tercapai keteraturan social. Elemen-elemen itu diantaranya adalah elemen Agama. Kehidupan beragama di Dukuh Delikrejosari berlangsung dengan baik. Pengajian dan sholat dilakukan baik di masjid maupun di rumah. Pengajian dan sholat yang utama adalah pada bulan Ramadhan dan hari Raya Kurban, selain nyadranan dan pengajian lainnya. Kehidupan remaja  dan anak-anak juga berlangsung dengan baik yaitu rebana dan pengajian anak-anak. Kata Kunci: Kehidupan Sosial Religius, Pengajian, Kerukunan.
Pemahaman Dan Kemampuan Peserta Didik Menjawab Pertanyaan Evaluasi Pelajaran Sejarah Soal Esai Siswa Kelas XI Di SMA YPE Semarang Nuryanti, R. Soelistijanto Y. Suharyanto, Zusrotin, Eko Heri W
DIMENSI Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa SMA YPE dalam menangkap mata pelajaran sejarah dan menjawab pertanyaan essays mata pelajaran sejarah yang diajarkan di SMA YPE (Yayasan Pendidikan Ekonomi). Permasalahan pada penelitian ini adalah anggapan bahwa mata pelajaran sejarah adalah membosankan dan menghafal. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan alat peneltian adalah pertanyaan (Questionaire) terbuka. Siswa bebas menjawab pertanyaan yang diajukan. Peneliti melakukan pertanyaan dan pengenalan ilmu sejarah pada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa pada mata pelajaran sejarah sebelum kegiatan penelitian. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif (Reduksi Data, Sajian Data, dan Verifikasi/Penarikan Kesimpulan) seperti yang diukembangkan Miles dan Huberman. Hasil penelitian siswa dapat memahami 4 w dalam sejarah yaitu memahami sejarah sebagai ilmu, menjelaskan peristiwa sejarah (who (siapa), what (apa), where (dimana), when (kapan)) secara baik dan kronologhis sebagai pemahaman dan pengetahuan yang terstruktur dan sebagai penjelasan sejarah (History Explanation).
DEVELOPING A MODEL OF HISTORY LEARNING MANAGEMENT BASED ON CONTEXTUAL APPROACH TO IMPROVE HISTORY AWARENESS Soelistijanto, R.; Rahman, Maman; Raharjo, Tri joko
The Journal of Educational Development Vol 5 No 1 (2017): February 2017
Publisher : The Journal of Educational Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jed.v5i1.12996

Abstract

The current model of history teaching and learning is still oriented toward delivering learning materials so history awareness among the learners is not optimally achieved. This study is intended to analyze the implementation of the current management of history teaching and learning, to develop a model of history learning management based on the contextual approach to improve history awareness, and to test the feasibility of the model. This study adopted a research and development design. The data were collected by using observation, interviews, questionnaires and documents, and analysed by using a descriptive and analytical qualitative analysis. The results show that the teaching of history is currently teacher-centered, by using a lecture method, with very limited teaching media and references. Developing a management model of contextual history learning is a way to improve history awareness. The model was validated by experts by the average scale of 3.81 and by practitioners by the average scale of 4.00. The final model consists of planning, observation, development and application. The model can improve the history awareness of the VHS learners better if compared to the conventional model (ttest = 5.316 at p < 0.05). 
KEHIDUPAN SOSIAL RELIGIUS ISLAM MASYARAKAT DUKUH DELIK REJO SARI KELURAHAN KALISEGORO KECAMATAN GUNUNG PATI KOTA SEMARANG Khasanah, R. Soelistijanto,
PAWIYATAN Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukuh Delikrejosari merupakan salah satu dukuh dalam kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang. Penduduk dukuh Delikrejosari merupakan penduduk yang heterogen dengan mayoritas pemeluk Agama Islam. Komposisi penduduk Dukuh Delikrejosari beragam ada yang PNS, Swasta dan mayoritas di pertanian. Kehidupan masyarakat Dukuh Delikrejosari adalah kehidupan masyarakat sederhana dan harmonis. Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui mengapa kehidupan masyarakat Dukuh Delikrejosari sederhana dan harmonis. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Delikrejosari memiliki elemen-elemen masyarakat yang berfungsi dengan baik sehingga tercapai keteraturan social. Elemen-elemen itu diantaranya adalah elemen Agama. Kehidupan beragama di Dukuh Delikrejosari berlangsung dengan baik. Pengajian dan sholat dilakukan baik di masjid maupun di rumah. Pengajian dan sholat yang utama adalah pada bulan Ramadhan dan hari Raya Kurban, selain nyadranan dan pengajian lainnya. Kehidupan remaja  dan anak-anak juga berlangsung dengan baik yaitu rebana dan pengajian anak-anak. Kata Kunci: Kehidupan Sosial Religius, Pengajian, Kerukunan.
MENGEMBANGKAN NEUROLOGI ANAK USIA DINI DENGAN PEMBELAJARAN BERMAIN WARNA MENGGUNAKAN MEDIA KELERENG Fitriyani, R. Soelistijanto
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childhood is important phase on Human Life Growth. Child is pure personality that is the beginning of Growth Personality by  Learn Which is Play, Sing a song, and Try. So it means that Chilhood need finest education for make them have a good Growth Personality.Every Education is begin with Pray to Allah.  Education for Chilhood must be consist of  Cognitive, Afective, Psikomotorik and Pracsis of these. Neorologi is important for Chilhood. It could help Child for thinking, feels and emerge ability. It is good to practive colour playing with use (kelereng).  It will help Child to Recognize the Colour and make different of the colour, count the colour and feel that colour is beauty. Students Research which is Tittled  Upaya Meningkatkan Kognitif Anak Melalui Kegiatan Mencampur Warna Dengan Menggunakan Media Kelereng Pada Anak Kelompok B TK Pertiwi Sumberrejo Kabupaten Magelang, had been shown that Colour Playing is Good for Cognitive Emerge even than Brain Abillity Emerge and sense of research by creativeness stimuluss. Key Words: Education,  Colour Playing, Neurologi, creativeness, sense of research
Pemahaman Dan Kemampuan Peserta Didik Menjawab Pertanyaan Evaluasi Pelajaran Sejarah Soal Esai Siswa Kelas XI Di SMA YPE Semarang Soelistijanto, R.
PAWIYATAN Vol 20 No 3 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa SMA YPE dalam menangkap mata pelajaran sejarah dan menjawab pertanyaan essays mata pelajaran sejarah yang diajarkan di SMA YPE (Yayasan  Pendidikan Ekonomi). Permasalahan pada penelitian ini adalah anggapan bahwa mata pelajaran sejarah adalah membosankan dan menghafal. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan alat peneltian adalah pertanyaan  (Questionaire) terbuka. Siswa bebas menjawab pertanyaan yang diajukan. Peneliti melakukan pertanyaan dan pengenalan ilmu sejarah pada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa pada mata pelajaran sejarah sebelum kegiatan penelitian. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif (Reduksi Data, Sajian Data, dan Verifikasi/Penarikan Kesimpulan) seperti yang diukembangkan Miles dan Huberman. Hasil penelitian siswa dapat memahami 4 w dalam sejarah yaitu memahami sejarah sebagai ilmu, menjelaskan peristiwa sejarah (who (siapa), what (apa), where (dimana), when (kapan)) secara baik dan kronologhis sebagai pemahaman dan pengetahuan yang terstruktur dan sebagai penjelasan sejarah (History Explanation). Kata Kunci : Ilmu Sejarah, Konsep, Struktur Pemahaman, Penjelasan Sejarah (History Explanation)
DEVELOPING A MODEL OF HISTORY LEARNING MANAGEMENT BASED ON CONTEXTUAL APPROACH TO IMPROVE HISTORY AWARENESS Soelistijanto, R.; Rahman, Maman; Raharjo, Tri joko
The Journal of Educational Development Vol 5 No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jed.v5i1.12996

Abstract

The current model of history teaching and learning is still oriented toward delivering learning materials so history awareness among the learners is not optimally achieved. This study is intended to analyze the implementation of the current management of history teaching and learning, to develop a model of history learning management based on the contextual approach to improve history awareness, and to test the feasibility of the model. This study adopted a research and development design. The data were collected by using observation, interviews, questionnaires and documents, and analysed by using a descriptive and analytical qualitative analysis. The results show that the teaching of history is currently teacher-centered, by using a lecture method, with very limited teaching media and references. Developing a management model of contextual history learning is a way to improve history awareness. The model was validated by experts by the average scale of 3.81 and by practitioners by the average scale of 4.00. The final model consists of planning, observation, development and application. The model can improve the history awareness of the VHS learners better if compared to the conventional model (ttest = 5.316 at p < 0.05).