cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN" : 20 Documents clear
KEBERAGAMAAN INKLUSIF ANAK USIA DINI DALAM MASYARAKAT MINORITAS: Studi Toleransi dalam Keluarga Ahmadiyah Manislor, Kuningan, Jawa Barat Wartini, Atik; Shulhan, Shulhan
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1309

Abstract

Penelitian ini merupakan riset lapangan. Tema yang diangkat dalam penelitian ini adalah keberagamaan inklusif anak usia dini di keluarga Ahmadiyah Manislor, Kuningan, Jawa Barat. Ada tiga hal yang menjadi fokus penelitian ini yaitu konsep keberagamaan inklusif, pendidikan anak usia dini dalam keluarga Ahmadiyah Manislor Kuningan Jawa Barat serta implementasi keberagamaan inklusif AUD pada masyarakat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi untuk menjelaskan konsep keberagamaan inklusif anak usia dini dan pendekatan fenomenologi untuk memotret toleransi keberagamaan anak usia dini pada keluarga tersebut. Hasil penelitian ini yaitu: (1) Konsep keberagamaan inklusif anak usia dini dapat dibangun melalui pembentukan identitas anak. (2) Pendidikan anak usia dini keluarga Ahmadiyah Manislor dilakukan melalui pembiasaan, pengenalan konsep cintai semua dan tak ada satupun yang dibenci, dialog dan penanaman jiwa sosial. (3) Implementasi keberagamaan inklusif keluarga Ahmadiyah Manislor dilakukan dengan toleransi, pembentukan identitas dan pemenuhan kebutuhan anak. This field research basically explore inclusive religiosity of early childhood among Ahmadiyah families at Manislor Kuningan West Java. In this study, there are three research questions dealt with the concept of inclusive diversity for early childhood, the tolerance education within the Ahmadiyah families and the implementation of religious tolerance for early childhood in Ahmadiyah families at Manislor Kuningan West Java. This study uses content analysis approach to explain the concept of inclusive diversity of early childhood and phemenology approach to photographing religious tolerance within their family. The results of this research are: (1) The concept of inclusive diversity for early childhood based on self identity building. (2) Tolerance education for children within Ahmadiya families at Manislor done through attitude, spirit “Love for All and Hatred for None, dialog and social life building. (3) The implementation of religious tolerance for early childhood in ahmadiyya families at Manislor through tolerance, self identity building and meeting children basic needs.
PENDIDIKAN KELUARGA BERWAWASAN GENDER PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KUDUS Muzdalifah, Muzdalifah
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peran orang tua dalam pendidikan berwawasan gender keluarga pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini mneggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara mendalam yang diperoleh dari subyek penelitian sebanyak tiga orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek 1 menganggap bahwa memiliki anak laki-laki berumur 6 tahun berkebutuhan khusus dengan menderita cerebral palsy. Subyek 2 menyatakan memiliki anak perempuan yang berumur 23 tahun yang berkebutuhan khusus berupa cacat kaki. Subyek 3 memiliki anak perempuan berumur 30 tahun berkebutuhan khusus yaitu hidrosefalus. Subyek 1 dan 2 menganggap bahwa pendidikan tetap diberikan kepada anak berkebutuhan khusus dengan berkeadilan gender. Subyek 3 menganggap bahwa pendidikan tidak perlu diberikan kepada anak berkebutuhan khusus .Perbedaan mendidik dalam keluarga ini dipengaruhi oleh faktor tingkat pendidikan, kenyakinan, harapan masa depan, faktor ekonomi dalam keluarga.  This study aims described the role of parents in the education gender responsive family on children with  special needs. This study used qualitative research approach. The collection of data by the method of observation and in-depth interviews were obtained from three research subjects. The results showed that subjects one considers that having a boy was 6 years old with special needs suffering from cerebral palsy. Subjects 2 states had a daughter who was 23 years old with special needs in the form of deformed feet. 3 subjects had a 30 year-old daughter with special needs, namely hydrocephalus. Subjects 1 and 2 assumed that education still be given to children with special needs by gender. Subjects 3 considers that education should not be given to children with special needs in the family . The difference of education is influenced by the level of education, the assurance, the future expectations, economic factors in the family.
RELASI GENDER DALAM KELUARGA PASANGAN PERNIKAHAN DIFABEL DI KUDUS JAWA TENGAH Sa`diyah, Zaimatus
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1923

Abstract

Motif yang melandasi keputusan sebuah perkawinan serta pola relasi antara pasangan memegang perang penting dalam menjaga ketahanan sebuah bangunan pernikahan, termasuk di dalamnya pernikahan pasangan difabel. Tulisan ini mencoba untuk menelusuri motif yang mendasari pernikahan pasangan difabel di Kudus, serta pola relasi dalam pernikahan mereka. Penelitian kualitatif ini menunjukkan bahwa: 1. Motif yang melatarbelakangi pernikahan sesama difabel adalah kesamaan “status” difabel yang ada pada mereka. 2. Relasi dalam rumah tangga pasangan difabel terjalin dengan baik. Kerjasama dan komunikasi yang terbangun menjadikan pembagian tugas domestic dan public dilakukan dengan fleksibel. Sementara pada pasangan difabel-non difabel data yang ditemukan adalah: 1.Motif utama pernikahan adalah untuk mendapatkan kondisi kehidupan yang lebih baik. 2. Relasi yang baik terbangun antara pasangan difabel laki-laki yang menikah dengan perempuan non difabel. Sementara pasangan difabel perempuan yang menikah dengan laki-laki non difabel, relasi rumah tangga tidak terjalin dengan baik sehingga menyebabkan kandasnya bangunan rumah tangga. The motif behind any marriage and relationship built between couples take a big part in its sustainability. This paper is going to describe the motif and relationship between disabled couples in Kudus. All the informants in this research are people with disability which bounded in marital contract. Through qualitative design, this research finds that: 1. The motif behind marriage between disabled couples is the sameness of disability they anguish. 2. The relationship between disabled couples built on a good cooperation and communication. On the other hand, the data found in mixed marriage (between disabled person and normal person) shows that: 1. The motif behind this marriage is to get the better life where disabled person marry normal person. 2. Good relationship found in disabled man-normal woman marriage while bad relationship found in disabled woman-normal man marriage which leads to divorce.
GERAKAN DAN REPRESENTASI POLITIK PEREMPUAN DI KOTA TASIKMALAYA Masitoh, Noneng
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1924

Abstract

Penelitian ini didasari atas berbagai problem lemahnya peran perempuan yang berdampak pada diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan yang diterima oleh perempuan. Penelitian yang dilakukan di Tasikmalaya ini mencoba untuk menggambarkan gerakan perempuan mulai dari akar rumput dan bagaimana aktor aktor gerakan perempuan merepresentasikan kepentingan perempuan, baik gerakan perempuan yang berasal dari akar rumput maupun yang muncul karena bentukan negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kualitatif deskriptif. Paradigma ilmu politik yang digunakan menggunakan teori kritik sosial menggunakan feminisme sebagai pendekatan penelitian. Sedangkan tekhik analisis menggunakan metode interaktif dan data digali secara mendalam lewat purpose methode. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Organisaasi-organisasi perempuan yang ada di Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya memiliki wadah yang dapat mempersatukan semua golongan, sehingga gerakan masih dilakukan sendiri-sendiri oleh organisasi perempuan masing-masing. 2. Keterwakilan perempuan dalam lembaga politik formal cukup terwakili dengan munculnya tokoh-tokoh yang menjadi representasi perempuan dalam lembaga politik. Secara substantif, keberadaan mereka dalam lembaga-lembaga tersebut belum memberikan implikasi positif yang sangat signifikan. 3. Keberadaaan GOW Kota Tasikmalaya sebagai salah satu wadah bersatunya organisasiorganisasi perempuan di Kota Tasikmalaya belum maksimal dalam mengkoordinir gerakan perempuan di Kota Tasikmalaya. This research is based on the various problems of the role of women which have an impact on discrimination in many aspects of women life. This research which conducted in Tasikmalaya is trying to portray the women’s movement from the grassroots and how actors represent women’s interests in both women’s movement that comes from the grass roots and other movements that affiliated to the state. The method used in this research is descriptive qualitative research methods. The paradigm of political science and the theory of social critique used as a research approaches. While analysis is using interactive methods and data explored in depth through the method purpose.The results of this study are: 1.-Women’s organizationsin the city of Tasikmalaya have no full power to unite all the groups, so that the movement is still done separately by women’s organizations respectively. 2. The representation of women in formal political institutions are adequately represented by the emergence of figures in politic. Substantively, their presence in these institutions does not provide a significant positive implication. 3. The existence of GOW Tasikmalaya as women’s organizations in the city of Tasikmalaya is not maximized in coordinating the women’s movement in this city, Women’s  organization, women’s movement, the representation of women in politic
PENERAPAN PROGRAM POSDAYA DALAM MEWUJUDKAN KESEHATAN MENTALPEREMPUAN KEPALA RUMAH TANGGA MISKIN Chawa, Anif Fatma
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1747

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang peran program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dalam mewujudkan kesehatan mental perempuan kepala rumah tangga miskin anggotanya. Perempuan kepala rumah tangga miskin diasumsikan berpotensi mengalami stres karena beban peran ganda mereka di sektor publik dan domestik. Penelitian ini dilakukan di Posdaya Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan yang semua merupakan ibu-ibu kepala rumah tangga miskin, berusia produktif dan memiliki tanggungan anggota keluarga empat orang lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi ibu-ibu rumah tangga miskin dalam kegiatan pemberdayaan mampu meningkatkan keyakinan atau self-efficacy dan kepercayaan diri ibu-ibu rumah tangga miskin untuk melakukan kegiatan produktif. Aspek ini menjadi indikator kondisi kesehatan mental mereka untuk dapat hidup mandiri secara ekonomi dalam menafkahi dan mengurus keluarga serta berkontribusi pada ibu-ibu kepala rumah tangga miskin lainnya. This article presents empirical findings of research seeking to explore how family development center (Posdaya) program has been conducted to achieve mental health of women who headlow-income families. These women have been assumed live under stress and depression due to overburden of their public and domestic roles. Community development programs have been conducted to achieve economic betterment and mental health of community, including women who head poor households. This study was conducted in a Posdaya of Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. A case study approcah was ulitized, with data collection methods were depth interviews and observations. Pusposive samplings were conducted to choose five informants, including a leader and members of Posdaya. They are women who head low-income families with more than four family members. The members of Posdaya are grouped based on their profession, hobby or interest. The kind of economic development programs are also distributed based on these groups. Result studi found that the implementation of Posdaya’s development programs have improved income of its members as well as their self-efficacy and self-esteem to conduct these programs. This self-esteem indicates mental health of women who head low-income families to become bread winners of their families and contribute to others.
KEBIJAKAN RESPONSIF DISABILITAS: Pengarusutamaan Managemen Kebijakan di Level Daerah, Nasional dan Internasional Andriani, Nurul Saadah
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.2056

Abstract

Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang  mempunyai hambatan personal terkait dengan kondisi tubuh, mental dan intelektual. Berbagai hambatan ini diperparah dengan situasi lingkungan sosial dan fisik yang tidak mendukung untuk tumbuh berkembang, berpartisipasi dan berperan sosial, menjalani kehidupan dan mendapatkan penghidupan secara wajar serta layak sebagai manusia yang bermartabat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep pendekatan yang paling tepat dalam upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas serta konsep kebijakan yang responsive kepada penyandang disabilitas khususnya perempuan serta anak dengan disabilitas. Melalui pendekatan kwalitatif hasil dari penelitian ini adalah; 1. tawaran penerapan konsep inklusi untuk menjawab persoalan kekerasan, peminggiran dan diskriminasi kepada penyandang disabilitas. Inklusi mempunyai syarat lingkungan sosial positif, aksesibilitas dan keterjangkauan lingkungan fisik berupa bangunan gedung dan infrastruktur. Inklusi sosial yang tidak terlepas sejarah dan pengalaman berbasis pada kepercayaan, nilai dan budaya masyarakat Indonesia yang beragam. 2. Kebijakan public yang responsive atas perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan jaminan hukum dilaksanakannya program dan layanan public yang berpihak. Kebijakan responsive yang inklusif yang mampu menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari keberagaman dan mampu berperan sosial, memberikan kontribusi secara positif dalam pembangunan. Persons with disabilities are all people who have barriers to personal related to the condition of the body, mental and intellectual. This situation is getting worse when it meets non-conducive situation in social and physical environment which obstruct them to grow, participate and contribute to the social, live and earn a living is reasonable, worthy of a dignified human being. This study aims to formulate the concept of the most appropriate approach in the respect, protection and fulfillment of the rights of persons with disabilities as well as the concept of responsive policy to persons with disabilities, especially women and children with disabilities. Through a qualitative approach the results of this study are; 1. Offering the concept of inclusion to address the issue of violence, marginalization and discrimination against persons with disabilities.Inclusion has positive social environmental requirements, accessibility and affordability of the physical environment and infrastructure building. Social inclusion could not be excluded of history and experience based on the beliefs, values and diverse Indonesian culture. 2. The public policy that is responsive to the protection and fulfillment of the rights of persons with disabilities is a legal guarantee to the implementation of programs and public service. Responsive and inclusive policies are able to put persons with disabilities as part of social diversity and able to contribute positively in the development.
PEREMPUAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET DENGAN PENDEKATAN UTAUT Rahmawaty, Anita
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pemanfaatan internet pada kaum perempuan dengan menggunakan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Terdapat enam variabel dalam penelitian ini, yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, kondisi pendukung, efikasi diri dan intensi pemanfaatan internet. Data penelitian ini diperoleh dari 110 responden dengan menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengujian model penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi pendukung dan efikasi diri berpengaruh secara positif signifikan terhadap terhadap intensi pemanfaatan internet. Namun demikian, pengaruh sosial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap intensi pemanfaatan internet. This research aims to analyze the behavior of internet use on women by using Unified Theory of cceptance and Use of Technology (UTAUT). There are six variables in this research, namely the performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, self-efficacy and intention of internet use. The data were obtained from 110 respondents by using convenience sampling technique. The research model testing technique used the multiple linear regression approach. The results showed that performance expectancy, effort expectancy, facilitating conditions, and self-efficacy positively and significantly had effects on intention of internet use. Nevertheles, the social influence is not related to intention of internet use.
MODEL MUSYAWARAH RENCANA AKSI PEREMPUAN (MUSRENA) RESPONSIF GENDER DI KOTA BANDA ACEH Silalahi, Oberlin; Ratnawati, Ratnawati
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1718

Abstract

Partisipasi perempuan dalam perencaanaan pembangunan dan penganggaran dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) selama ini ternyata masih memiliki hambatan. Sebagai upaya penyelesaiannya, Pemerintah Kota Banda Aceh merumuskan strategi baru berupa Musyawarah Rencana Aksi Perempuan (Musrena) yang memberikan kesempatan partisipasi penuh pada perempuan sebagai upaya pengarusutamaan gender (PUG) dan Anggaran Responsif Gender (ARG) dari tingkat yang paling rendah yaitu desa/gampong. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi secara komprehensif tentang inovasi Musrena di Kota Banda Aceh. Melalui pendekatan kualitatif, data dalam penelitian ini didapatkan dari Focused Group Discussion (FGD), wawancara mendalam (Indepth-interview) dan desk-study (studi dokumen/dokumentasi). Hasil penelitian ini adalah: 1. Tumbuhnya motivasi dan kesadaran wanita di tingkat Gampong, kota/kabupaten untuk ikut berpartisipasi dalam perencaanaan pembangunan dan penganggaran yang responsif gender. 2. Musrena berbasis prinsip kesetaraan, anggaran yang berkeadilan gender, musyawarah dialogis, anti dominasi, keberpihakan kepada kelompok rentan, anti diskriminasi, dan pembangunan secara holistik. Based on the lack of women participation in development planning and budgeting within the Development Planning Meeting (Musrenbang), the government of Banda Aceh formulate a new strategy in the form of Council Action Plan for Women (Musrena) which provides an opportunity and full participation for women as gender mainstreaming (PUG) and the Gender Responsive Budgeting (ARG) on the lowest level; the village (gampong). This study aims to elaborate comprehensively on innovation of Musrena in Banda Aceh. Through a qualitative approach, the data in this study was obtained from Focused Group Discussion (FGD), interview (in depth-interview) and desk-study (documentation). The results of this study are: 1. Growth of motivation and awareness level of women in the village, city /county to participate in development planning and gender responsive budgeting. 2. Musrena based on the principles of: equality, gender fairly budgets, dialogical negotiation, anti-dominant, partiality, anti-discrimination, and holistic principle.
TINDAKAN KOMUNIKATIF DALAM MODEL PEMBERDAYAAN WANITA PADA SEKOLAH PEREMPUAN DESA, KOTA BATU, JAWA TIMUR Sutopo, Dhanny S.
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1744

Abstract

Sekolah perempuan Batu adalah sekolah informal yang bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan. Tujuan dari berdirinya sekolah perempuan ini juga melegitimasi tujuan dari gerakan feminisme yang menghendaki laki-laki dan perempuan memiliki akses yang sama dalam kehidupan sosialnya, seperti dalam hal pekerjaan, pendapatan, dan juga kesejahteraan. Persamaan akses tersebut dapat secara perlahan diwujudkan dengan mengikuti sekolah perempuan Kota Batu. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aplikasi tindakan komunikatif dalam pelaksanaan sekolah perempuan di Batu. Tindakan komunikatif ini mencakup proses partisipasi yang berkelajutan dari anggota komunitas, mengurangi narasi besar, aktif dalam melakukan diskusi dan dialog publik yang mengembangkan pengetahuan yang setara. Melalui penelitian kualitatif ditemukan bahwa tindakan komunikatif dalam pelaksanaan sekolah perempuan Batu menganut konsep parsitipatif dimana para peserta diperlakukan sebagai subyek sekaligus obyek dalam kegiatan ini. Spirit utama yang dibangun dalam sekolah perempuan ini antara lain: kesederhanaan, kemandirian, kejujuran, keadilan, kesetaraan, menolak kekerasan dan diskriminasi. Sekolah Perempuan Batu is an informal school for women which is conducted in order to fulfill the main purpose of their empowerment. This purpose also legitimize the goals of feminism movement that requires men and women equality to access social life in terms of jobs, income, and welfare. This paper aims to describe the application of communicative action in the implementation of Sekolah Perempuan Batu. This communicative action includes a process of sustained participation of community member, reducing the grand narrative, active discussions and public dialogue that develops the knowledge equivalent. Through qualitative research found that communicative action in the implementation of Sekolah Perempuan Batu embrace the concept of participatory where participants are treated as subject as well as object in this activity. The main spirit built in Sekolah Perempuan Batu are: simplicity, self-reliance, honesty, fairness, equality, rejection of violence and discrimination.
RETRACTED: FIKIH DISABILITAS: Studi Tentang Hukum Islam Berbasis Maṡlaḥaḥ Hadi, M. Khoirul
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1317

Abstract

Artikel dengan judul FIKIH DISABILITAS: Studi Tentang Hukum Islam Berbasis Maṡlaḥaḥ, telah dilakukan pembatalan penerbitan dari Jurnal PALASTREN Vol. 9 No. 1 Juni 2016 halaman 1-12 pada link https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Palastren/article/view/1317Alasan pembatalan penerbitan dikarenakan penulis melakukan pelanggaran etika publikasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 20