cover
Contact Name
Muchlisin Z.A.
Contact Email
muchlisinza@unsyiah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muchlisinza@unsyiah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pencerahan
ISSN : 16937775     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Pencerahan adalah jurnal bidang pendidikan yang meliputi semua aspek pendidikan pada semua tingkatan pendidikan baik formal maupun non formal. Jurnal ini diterbitkan bersama oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala, terbit dua nomor setiap tahun pada tiap Bulan Maret dan September. Paper yang diterbitkan telah melalui proses review oleh editor dan mitra bebestari. Jenis artikel yang dapat dipertimbangkan adalah hasil penelitian murni, kajian kepustakaan dan opini pakar terhadap suatu topic dengan mengacu kepada kaedah-kaedah ilmiah yang berlaku.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2012): Maret 2012" : 5 Documents clear
Upaya Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pada MTsS Al-Fauzul Kabir Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar . Mahdi
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.662 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.1.2027

Abstract

Kepemimpinan Kepala Madrasah adalah salah satu faktor yang dapat mendorong suatu sekolah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara bersama-sama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan komitmen guru dan hambatan yang dialami kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru Madrasah Tsanawiyah Al-Fauzul Kabir kota Jantho. Penelitian ini menggunakan metode Diskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala Madrasah, pengajaran, pegawai Tata usaha dan guru-guru madrasah Tsanawiyah Al-Fauzul Kabir Kota jantho. Teknik analisis data dengan analisis kualitatif yang dapat memberikan hasil bahwa (1). Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam meningkatkan komitmen kerja melalui pemberdayaan guru sesuai bidangnya masing-masing. Melakukan evaluasi supervisi kelas, pembinaan rutin intern sekolah dan memberikan reward kepada guru yang berprestasi. (2). Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan semangat kerja melalui pembinaan profesional kerja, mengevaluasi program mengajar guru, kesepakatan dalam hal kedisiplinan waktu serta kerja sama intern dengan kepala madrasah dan guru. (3). Hambatan yang dialami kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru adalah adanya keterbatasan waktu  dalam melaksanakan supervisi kelas, pembinaan profesionalisme guru dan evaluasi PBM guru serta alokasi dana yang terbatas di Madrasah Tsanawiyah Al-Fauzul Kabir Kota Jantho
Kinerja Pengawas Dalam Meningkatkan Kemampuan Kepala Sekolah Pada MAN Janarata Kabupaten Bener Meriah Tajerian Hasan
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.785 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.1.2028

Abstract

Salah satu faktor yang berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan kepala sekolah adalah pengawas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola memotivasi pengawas, disiplin pengawas, penyusunan program pengawas, dan kendala-kendala yang dihadapi pengawas dalam meningkatkan kinerja kepala sekolah pada MAN Janarata Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengawas, kepala sekolah, ketua MGMP, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pemberian motivasi oleh pengawas sekolah berbentuk kesempatan pengembangan karir, mengikuti seminar, melanjutkan pendidikan, partisipasi dalam menetapkan sasaran, pengakuan dan harapan yang jelas; (2) pembinaan disiplin pengawas dalam meningkatkan kinerja kepala sekolah pada MAN Janarata Kabupaten Bener Meriah dilakukan dengan pendekatan persuasif dalam membimbing kepala sekolah, mengawasi kepala sekolah, dan menentukan jobdescription kepada kepala sekolah serta memberi sanksi kepada kepala sekolah sesuai dengan tingkat pelanggarannya; (3) Penyusunan Program dengan cara menetapkan kebijakan mutu, menetapkan indikator dan target kinerja, melaksanakan perbaikan mutu. (4) Faktor-faktor penghambat pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerja kepala sekolah meliputi: kurangnya sosialisasi peraturan sekolah, kurangnya koordinasi sekolah, kurangnya disiplin kerja
Manajemen Pembiayaan Pendidikan Pada SMK Negeri di Kabupaten Aceh Besar . Baihaqi
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.718 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.1.2024

Abstract

Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan proses pengaturan dan pengelolaan biaya secara efektif dan efisien dalam usaha pembiayaan pendidikan. Biaya pendidikan merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Proses pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dukungan biaya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsi dan  menganalisis hal-hal yang berkenaan dengan: rencana anggaran pendapatan belanja, penggunaan pembiayaan pendidikan, dan pengawasan pembiayaan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data  yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi : kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendaharawan sekolah, dan komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: proses penyusunan anggaran dilaksanakan oleh kepala sekolah, dengan melibatkan wakil kepala sekolah, ketua jurusan, bendaharawan, guru senior, dan komite sekolah. Penggunaan pembiayaan pendidikan ditinjau dari sisi keuangan, bahwa semua jenis pengeluaran untuk kegiatan pendidikan pada sekolah harus diketahui bersama baik oleh kepala sekolah maupun pihak-pihak internal sekolah yang terlibat dalam proses penyusunan RAPBS. Pengawasan pembiayaan pendidikan pada SMK  Negeri Kabupaten Aceh Besar dilakukan oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Sistem pengawasan yang dilakukan adalah dengan cara mengamati setiap pemasukan dan pengeluaran dana. Pemantauan atau pemeriksaan dengan melakukan pengamatan secara tidak langsung misalnya setiap pengeluaran dana harus atas persetujuan kepala sekolah atau bendaharawan. Pemeriksaan keuangan juga dilakukan dengan cara memeriksa laporan keuangan pada setiap kegiatan yang dilakukan, yang diserahkan oleh wakil kepala sekolah atau bendaharawan
Kompetensi Guru Produktif Dalam Meningkatkan Sikap Kewirausahaan Siswa Pada SMK Negeri 3 Banda Aceh . Darmi
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.423 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.1.2025

Abstract

Kompetensi guru merupakan faktor utama untuk  peningkatan kualitas pembelajaran. Seorang guru yang profesional harus memiliki beberapa kompetensi yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengembangan kompetensi guru produktif, Strategi pengembangan kompetensi guru produktif dan hambatan serta faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi guru produktif.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru produktif dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengembangan kompetensi guru produktif dalam meningkatkan sikap kewirausahaan siswa yang sedang dijalankan oleh RESA-SI untuk tenaga pengajar dan pengadaan fasilitas sekolah, di dalam raker sekolah dapat juga meningkatkan kompetensi guru melalui  MGMP,  (2) Pelaksanaan pengembangan kompetensi guru produktif ada tiga tahap pertama alat-alat pratikum, tahap kedua staf pengajar, tahap ketiga tentang penggunaan alat-alat pratikum, (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru produktif dalam meningkatkan sikap kewirausahaan siswa pada SMK Negeri 3 Banda Aceh  diantaranya sikap guru yang belum menekuni profesinya untuk menjadi guru profesionaldan melahirkan siswa kreatif menjadi terhambat
Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Pada SMP Negeri di Kota Banda Aceh Feralys Novauli
Jurnal Pencerahan Vol 6, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.422 KB) | DOI: 10.13170/jp.6.1.2026

Abstract

Kompetensi guru dapat memberikan kontribusi atas peningkatan prestasi belajar mampu menjadi teladan aktif kreatif inovatif dan mempunyai integritas yang tinggi di sekolah.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional guru dalam peningkatan prestasi belajar pada Sekolah Menengah Pertama di wilayah Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, ketua musyawarah guru mata pelajaran dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kompetensi Pedagogik lebih diprioritaskan kepada pengelolaan peserta didik dengan memahami potensi dan keragaman peserta didik, memahami akan landasan dan filsafat pendidikan, mampu menyusun rencana dan strategi pembelajaran, menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan dan tidak semua guru mampu melaksanakan penelitian tindakan kelas. (2) Kompetensi kepribadian antara lain, guru menghargai keanekaragaman suku dan agama yang dianut oleh masing-masing peserta didik dan menjadi teladan yang jujur, tegas, bijaksana dan mampu menjaga nama baik. (3) Kompetensi sosial, guru dapat  berkomunikasi  secara lisan dan tulisan, mampu bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik; dan dapat bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. (4) Kompetensi profesional, guru sudah menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi, memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar

Page 1 of 1 | Total Record : 5