cover
Contact Name
persona
Contact Email
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 23015985     EISSN : 26155168     DOI : -
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia is a peer-reviewed journal, published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Persona Journal was first published in 2012. At first this journal was published three times a year. Starting in 2017 this journal is only published twice a year, in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2022): Desember" : 6 Documents clear
Loyalitas pelanggan dalam E-commerce: Menguji anteseden melalui Structural Equation Modeling
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.924 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i2.6524

Abstract

Abstract This research is to determine the role of customer satisfaction as a mediator between utilitarian service quality and pleasant service quality on customer loyalty. The research used a questionnaire conducted online using the Google Form feature. Using a convenience sampling technique, 455 e-commerce users throughout Indonesia who are in the millennial to baby boomer generation (20-74 years) are found as research samples. The researcher developed a questionnaire using a Likert scale that modified the instruments from previous research to suit current research needs. The construct validity was reviewed again using CFA (confirmatory factor analysis). CFA results reveal that all indicators of the research measuring tool get a loading factor ≥ 0.50, construct reliability ≥ 0.70, and Average Variance Extracted ≥ 0.50. The data analysis process was carried out using Structural Equation Modeling. The study results show that customer satisfaction is a mediator between utilitarian and pleasant service quality on customer loyalty. This research implies that e-commerce can consider factors such as Customer Relationship Management, Customer Satisfaction, Pleasant Service Quality, and Utilitarian Service Quality to achieve customer satisfaction, ultimately maximizing company profits. Keywords: Customer Loyalty; Customer Relationship Management; Customer Satisfaction; Service Quality Pleasant; Service Quality Utilitarian Abstrak Penelitian ini untuk mengetahui peran customer satisfaction sebagai mediator antara service quality utilitarian dan service quality pleasant terhadap customer loyalty. Penelitian menggunakan kuesioner yang dilakukan secara online menggunakan fitur dari Google Form. Dengan teknik convenience sampling, didapatkan 455 pengguna e-commerce di seluruh Indonesia yang berada pada generasi millennials hingga generasi baby boomer’s (20-74 tahun) sebagai sampel penelitian. Peneliti mengembangkan kuesioner dengan menggunakan skala Likert yang memodifikasi instrumen-instrumen dari penelitian terdahulu agar sesuai dengan kebutuhan penelitian saat ini yang dilihat Kembali validitas konstruknya menggunakan CFA (confirmatory factor analysis). Hasil CFA mengungkapkan bahwa semua indikator alat ukur penelitian mendapatkan loading factor ≥ 0,50, construct reliability ≥ 0,70, dan Average Variance Extracted ≥ 0,50. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukan bahwa customer satisfaction berperan sebagai mediator antara service quality utilitarian dan service quality pleasant terhadap customer loyalty. Implikasi dari penelitian ini, e-commerce dapat mempertimbangkan faktor-faktor seperti Customer Relationship Management, Customer Satisfaction, Service Quality Pleasant, dan Service Quality Utilitarian untuk mencapai kepuasan pelanggan yang pada akhirnya memaksimalkan keuntungan perusahaan. Kata kunci: Kepuasan Pelanggan; Kualitas Layanan Kesenangan; Kualitas Layanan Utilitarian; Loyalitas Pelanggan; Pengelolaan Hubungan Pelanggan
Peranan kesepian sebagai moderator antara distres psikologis dengan kesejahteraan psikologis mahasiswa selama pandemi COVID-19
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.204 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i2.6900

Abstract

The COVID-19 pandemic threatens students' psychological well-being. Distress and loneliness are prevalent psychological problems related to mobility restriction and "stay-at-home" instruction. University students are vulnerable to dealing with mental health problems and experience a decrease in psychological well-being during the pandemic. This study was to examine whether loneliness plays a moderating role in relationships between distress and psychological well-being. This research was conducted in the context of the COVID-19 pandemic and evaluated how loneliness and distress affect students' well-being since then. A total of 747 students (female = 566, Mage = 20,2 years) participated through the purposive technique. We used three instruments: the Kessler Psychological Distress Scale (α=0,926), the UCLA Loneliness Scale (α=0,722), and the Warwick-Edinburgh Mental Well-Being Scale (α=0,932). Our moderation analysis showed that psychological distress significantly decreased psychological well-being (F = 306, p < 0,01). The role of loneliness as a moderator in the relationship between distress and psychological well-being also showed a significant moderation model (F = 161, p < 0,01). Loneliness contributes to a decrease in students' psychological well-being who experience psychological distress. Keywords: Psychological well-being, loneliness, psychological distress, university students Abstrak Pandemi COVID-19 mengancam kesejahteraan psikologis mahasiswa. Distres psikologis dan kesepian merupakan masalah psikologis yang berkaitan dengan pembatasan mobilitas dan instruksi stay at home. Selama masa pandemi, mahasiswa rentan terhadap masalah psikologis dan mengalami penurunan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji apakah kesepian berperan sebagai moderasi dalam hubungan antara distres dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini dilakukan pada konteks pandemi COVID-19 dan berupaya melihat bagaimana pengaruh kesepian dan distres pada kesejahteraan psikologis mahasiswa. Sebanyak 747 mahasiswa (perempuan = 566, Musia = 20.2 tahun) berpartisipasi secara purposive sampling. Tiga instrumen digunakan: Kessler Psychological Distress Scale (α=0,926), UCLA Loneliness Scale (α=0,722), dan Warwick-Edinburgh Mental Well-Being Scale (α=0,932). Analisis moderasi menunjukkan bahwa distres psikologis memiliki peran signifikan dalam menurunkan kesejahteraan psikologis (F = 306, p < 0,01). Peran kesepian sebagai moderator dalam hubungan antara distres terhadap kesejahteraan psikologis juga menunjukkan model yang signifikan (F = 161, p < 0,01). Kesepian berkontribusi pada penurunan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang mengalami distres psikologis. Kata kunci: Kesejahteraan psikologis, kesepian, distres psikologis, mahasiswa
Kepemimpinan inklusif dan persepsi keamanan psikologis: Peran mediasi kepercayaan pada manajemen
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.755 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i2.7057

Abstract

This study aims to examine the effect of inclusive leadership on psychological safety mediated by trust in management. Based on the conservation of resources theory, inclusive leadership serves as external resources that enable individuals to have higher trust in management which in turn will enhance their psychological safety. Participants in this study were healthcare workers, i.e., doctors and nurses, from two private hospitals in Medan (N = 241). Data were obtained both offline by paper and pencil survey and online via g-form for those who were convenient with the online form of survey. The instruments used were the inclusive leadership scale (a = 0,94), psychological safety (a = 0,71), and trust in management scale (a = 0,92). The sampling technique used was convenient sampling, and data were analyzed using Hayes’ PROCESS macro version 4.1) on SPSS software. The results showed that trust in management partially mediated the relationship between inclusive leadership and psychological safety. Theoretical and practical implications are discussed. Keywords: Conservation of Resources Theory; Healthcare; Inclusive Leadership; Psychological Safety; Trust in Management. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepemimpinan inklusif dengan keamanan psikologis melalui kepercayaan terhadap manajemen. Berdasarkan teori konservasi sumber daya, atasan yang menampilkan perilaku inklusif akan menjadi sumberdaya bagi individu yang dapat meningkatkan kepercayaan mereka pada manajemen, dan kepercayaan pada manajemen pada gilirannya akan menjadi sumberdaya bagi individu untuk meningkatkan perasaan aman secara psikologis di organisasi. Partisipan dalam penelitian ini merupakan tenaga kesehatan, yaitu dokter dan perawat, dari dua rumah sakit swasta di Medan (N = 241). Data diperoleh secara online menggunakan g-form dan offline dengan mendatangi partisipan di tempat mereka bekerja dan memberikan kuesioner tertulis. Teknik sampling yang digunakan adalah convenient sampling, dan pengambilan data hanya dilakukan pada dokter dan perawat yang bersedia berpartisipasi pada saat pengambilan data. Alat ukur yang digunakan adalah kepemimpinan inklusif (a = 0,94), persepsi keamanan psikologis (a = 0,71), dan kepercayaan pada manajemen (a = 0,92). Data dianalisis menggunakan macro-PROCESS versi 4.1 dari Hayes pada SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pada manajemen memediasi hubungan antara kepemimpinan inklusif dan keamanan psikologis secara parsial. Implikasi teori dan praktis dari penelitian akan didiskusikan. Kata kunci: Keamanan Psikologis; Kepemimpinan Inklusif; Kepercayaan pada Manajemen; Tenaga Kesehatan; Teori Konservasi Sumber Daya.
Self-stigma dan kualitas hidup orang dengan psoriasis: Menilik peranan self-compassion sebagai moderator
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.319 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i2.7095

Abstract

Abstract Psoriasis is a skin-based autoimmune disease. Individuals creating self-stigma often internalize stigma about skin disease. Self-stigma was found to reduce the quality of life of psoriatic individuals. Self-compassion is thought to weaken the impact of self-stigma on quality of life. However, this has yet to be studied within the psoriatic. This study aims to determine and understand the role of self-compassion as a moderator of the effect of self-stigma on the quality of life of psoriatic individuals. An explanatory mixed-method study was conducted. Quantitatively, through purposive sampling, 167 individuals aged 18-65 years diagnosed with psoriasis for at least two years were involved. Instruments used were Psoriasis Internalized Stigma Scale, Self-Compassion Scale, and Dermatology Life Quality Index, processed through Hayes Macro PROCESS moderating analysis technique. Qualitatively, data were obtained through interviews with two participants and analyzed thematically. Results showed that self-compassion could not be a significant moderator, and several factors were considered more influential. Future study needs to consider personality factors. Although self-compassion could not significantly moderate, its effect on self-stigma could still be considered for intervention. Keywords: Psoriasis; self-compassion; self-stigma; quality of life Abstrak Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit. Stigma yang beredar terkait penyakit kulit kerap diinternalisasi menjadi self-stigma dan ditemukan mengurangi tingkat kualitas hidup individu psoriasis. Self-compassion diduga dapat melemahkan dampak dari self-stigma terhadap kualitas hidup. Namun hal ini belum pernah diteliti pada kelompok psoriasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami peran self-compassion sebagai moderator antara pengaruh self-stigma terhadap kualitas hidup individu psoriasis. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-method eksplanatori. Secara kuantitatif, melalui purposive sampling, penelitian melibatkan 167 individu berusia 18-65 tahun yang telah didiagnosis psoriasis selama setidaknya dua tahun. Instrumen yang digunakan adalah Psoriasis Internalized Stigma Scale(a=0,92), Self-Compassion Scale(a=0,87), dan Dermatology Life Quality Index(a=0,99), diolah menggunakan teknik analisis moderasi Macro PROCESS Hayes. Data kualitatif didapatkan melalui wawancara terhadap dua partisipan dan diolah dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion tidak dapat berperan sebagai moderator yang signifikan. Hasil wawancara menemukan beberapa faktor yang diduga lebih berpengaruh dalam melemahkan pengaruh self-stigma terhadap kualitas hidup. Penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor kepribadian individu. Meskipun tidak secara signifikan memoderasi, self-compassion dinilai potensial untuk membantu permasalahan self-stigma sehingga dapat dipertimbangkan dalam intervensi. Kata kunci: Kualitas hidup; psoriasis; stigma diri; welas diri
Work-family culture dan organizational commitment karyawan wanita: Work-life balance sebagai mediator
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.068 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i2.7759

Abstract

Abstract The economy and education levels in Indonesia which continue to grow are not directly proportional to the increase in women employees. One of the factors that make Indonesian women underrepresented in the workforce is the family factor, women decided to leave work when they are married. This study aims to examine the effect of work-life balance in mediating the relationship between work-family culture and organizational commitment of women employees in the hope women employees are more committed to the organization because of the availability of supportive organizational culture. The instruments used are the work-family culture scale (∝ = 0.84), work-life balance (∝ = 0.88), and organizational commitment (∝ = 0.72). The sampling technique used was purposive sampling and the participants are 120 women employees in the banking industry. Data analysis used PROCESS Hayes model 4 (simple mediation). The results showed that work-life balance fully mediates the relationship between work-family culture and organizational commitment. This study provides an understanding of the importance of implementing a work-family culture to balance work and life demand in order to make employees more committed to the organization. Keywords: Female employees; organizational commitment; Work-family culture; Work-life balance Abstrak Tingkat ekonomi dan pendidikan di Indonesia yang terus tumbuh ternyata tidak berbanding lurus dengan bertambahnya tenaga kerja perempuan. Salah satu faktor kurangnya partisipasi pekerja perempuan di Indonesia adalah faktor keluarga yaitu perempuan memutuskan untuk keluar dari pekerjaan karena sudah berkeluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance dalam memediasi hubungan work-family culture dan organizational commitment karyawan wanita sehingga diharapkan karyawan wanita lebih berkomitmen terhadap organisasi karena budaya organisasi yang mendukung. Instrumen yang digunakan adalah skala work family culture (∝= 0.84), work-life balance (∝ = 0.88), dan organizational commitment (∝= 0.72).Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria karyawan wanita di industri perbankan dan didapatkan 120 responden. Teknik analisis data menggunakan PROCESS Hayes model 4 (mediasi sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance memediasi secara sempurna hubungan antara work-family culture dan organizational commitment. Studi ini memberikan pemahaman akan pentingnya menerapkan work-family culture untuk menyeimbangkan tuntutan kehidupan pekerjaan dan pribadi sehingga membuat karyawan lebih berkomitmen pada organisasi. Kata kunci: keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi; komitmen organisasi; kultur organisasi ramah keluarga; tenaga kerja wanita
Kepemimpinan inklusif dan voice behavior pada karyawan: Menguji peran budaya inovatif
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 11 No 2 (2022): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.471 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i2.7837

Abstract

Abstract Organizational culture is one of the predictors that can influence employees' voice behavior. However, research on organizational innovation culture with employee voice behavior still needs to be more extensive and needed. This study aims to determine the role of innovative organizational culture in mediating the relationship between inclusive leadership and employee voice behavior. The study conveniently sampled 174 employees from various innovative companies. The measuring instruments used are the Inclusive Leadership Scale (α = 0.85), Organizational Culture Assessment Instrument (α = 0.84), and the Voice Behavior Scale (α = 0.93) which have been adapted into Indonesian—data analysis with the PROCESS 4 model from Hayes. The result highlights that inclusive leadership was positively correlated with employee voice behavior, and innovative culture partially mediated the relationship between inclusive leadership and employee voice behavior. The implication for organizations is to set up leaders with inclusive characteristics through self-development and training, facilitating safe environments to express employee voices and opinions by implementing values that support flexibility and autonomy. Keywords: Innovative culture; Inclusive leadership; Voice behavior; Organizational culture Abstrak Budaya organisasi merupakan prediktor yang mampu memengaruhi perilaku bersuara bagi karyawan. Namun, penelitian terkait budaya inovatif organisasi bersama dengan outcome perilaku bersuara karyawan ini masih minim diteliti dan memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan budaya inovatif organisasi dalam memediasi hubungan antara kepemimpinan inklusif dan perilaku bersuara karyawan. Sampel penelitian adalah karyawan yang bekerja dari beberapa perusahaan yang diprediksi memiliki budaya organisasi yang inovatif dengan jumlah populasi yang tidak diketahui secara pasti dan dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang dipakai adalah Inclusive Leadership Scale (α = 0.85), Organizational Culture Assessment Instrument (α = 0.84), Voice Behavior Scale (α = 0.93) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Analisis data dengan PROCESS model 4 Hayes. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan inklusif secara positif berkorelasi dengan voice behavior, budaya inovatif memiliki efek mediasi parsial pada hubungan kepemimpinan inklusif dan voice behavior karyawan. Implikasi penelitian ini bagi organisasi supaya mampu memfasilitasi lingkungan yang aman bagi karyawan dalam menyampaikan suara dan pendapatnya dengan menyiapkan pemimpin-pemimpin yang memiliki karakteristik inklusif melalui pengembangan diri dan training serta menerapkan nilai-nilai yang mendukung fleksibilitas dan otonomi bagi karyawan. Kata kunci: Budaya inovatif; Kepemimpinan inklusif; Perilaku suara; Budaya organisasi

Page 1 of 1 | Total Record : 6