cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014)" : 27 Documents clear
“Contemplation” Sebuah Potret Idola Marhadiyanti, Trina; Himawan, Willy
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Idola di Korea Selatan memiliki image yang selalu dituntut untuk sempurna di depan publik khususnya penggemar. ketika menyanyi, ketika menari dan berakting di depan kamera hingga perilaku, sikap, gaya hingga bentuk tubuh mereka menjadi sebuah tolak ukur apa yang disebut sebagai kesempurnaan. Begitu banyak tuntutan untuk menjadi seorang idola untuk dapat diterima. Antara idola dan penggemar terjadi saling tuntut menuntut. Idola berusaha tampil sempurna secara tidak langsung ‘menuntut’ publik untuk menyukai dan mendukungnya. Hasilnya, idola mendapatkan penggemar dan penggemar yang terbiasa akan tampilan yang sempurna pun menuntut idolanya untuk tetap sempurna. Seperti tidak ada ruang untuk kata ‘kemanusiaan’ karena idola selalu dianggap malaikat tanpa sayap. Penulis sebagai salah satu bagian dari kelompok penggemar menyadari keadaan tersebut dan berusaha untuk memahami kembali akan kehadiran dan arti idola dalam diri penulis. Visualisasi karya tugas akhir ini adalah bentuk dari sebuah perenungan atau kontemplasi penulis terhadap sosok idola. Konsep estetik dalam karya akhir menampilkan sebuah impresi dari figur idola.
“SELF-INTERROGATION” REPRESENTASI PERSONAL Pitaloka, Mayang; Himawan, Willy
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Dalam pengerjaan tugas akhir ini, penulis ingin menghasilkan sebuah karya portrait dan ingin mengembangkan proses berkarya yang berbeda karena pembuatan image dibantu oleh media digital. Hal yang mendorong penulis dalam pengerjaan karyanya adalah ketika penulis ingin membangun sebuah realita diri, ekspresi nyata yang dihadapi oleh diri penulis terhadap pengalaman hidup penulis dalam sebuah ruang interogasi personal.Berdasarkan pemikiran penulis terhadap realita diatas, pada perjalanan pencarian visualnya penulis akhirnya memilih visualisasi karya secara representatif. Setelah mencoba berbagai media digital, penulis menemukan sebuah cara pembentukan image yang sesuai dengan gagasan penulis yaitu menggunakan scanner. Pada Scanner, proses penciptaan diri secara nyata terekam, didalamnya terdapat pergerakan, ekspresi, sudut-sudut wajah serta distorsi yang secara sadar penulis bentuk sebagai wujud sebuah interogasi pada ruang personal.Untuk mendapatkan visual nyata setelah proses pembentukan potret wajah pada scanner, penulis menggunakan teknik tradisional melukis yaitu dengan medium cat minyak diatas kanvas. Hal ini penulis lakukan karena penulis ingin terlibat secara nyata, dalam proses pembentukan visual secara manual. Dalam prosesnya penulis semakin menghayati sebuah penciptaan diri. Karena penciptaan diri ini merupakan suatu kesadaran mental untuk menemukan sesuatu yang estetik yang ada di luar dirinya. Oleh adanya hasil karya tersebut, penulis ingin menawarkan kepada para apresiator sebuah karya representasional dan juga sangat personal tentang diri penulis dengan eksperimen scannografi. Penulis mengharapkan karyanya bisa membawa apresiator ke dalam sebuah ruang interogasi personal yang divisualisasikan oleh potret diri penulis pada kenyataan kedua yang telah terabstraksi sehingga apresiator bisa menikmati keberadaannya dengan cara pandang yang berbeda.
RWA BINEDA (HARMONY IN DUALITY): SAKRAL-PROFAN Diva Nayaka, I Gusti Ngurah; Salayan, Amrizal
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kondisi dunia luar yang semakin khaotik melatari penulis untuk mempelajari keteraturan dalam spiritualitas agama dan budaya tradisional pada seri karya tugas akhir ini. Melalui kajian kosmologi Hindu-Bali, penulis mencari esensi dari budaya tradisi yang sakral untuk dipertemukan dengan esensi dari budaya modern yang profan, kemudian dituangkan secara formalistik kedalam bahasa rupa, yang merupakan sebuah pencarian akan kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, hingga mencapai harmoni sebagai suatu solusi diri. Dualitas sakral-profan erat kaitannya dengan jiwa dan tubuh, sehingga lebih sesuai jika dianalogikan sebagai isi dan wadah. Pada akhirnya penulis menyimpulkan bahwa Yang Sakral merupakan harmoni itu sendiri antara sakral dan profan.
PERCEPTING THE PERCEPTION Adrian, Aldy Fakhreza; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Manusia memiliki sebuah hasrat untuk mengejar kesempurnaan. Kesempurnaan yang bisa berbentuk berbagai macam, seperti kesempurnaan rupa, atau dengan istilah lain kecantikan. Bila kita tilik sejarah seni rupa terutama pada era romantisme dan renaissance, karya seni yang muncul di era tersebut banyak yang memiliki visual yang indah, terutama apabila menggambarkan sosok manusia. Bila ditelusuri hingga jaman prasejarah pun sudah terlihat bahwa banyak sekali objek-objek seni yang menggunakan keindahan manusia sebagai objek. Dari kebudayaan prasejarah hingga Yunani kuno, masing-masing benda seni dari era itu menceritakan bagaimana kesempurnaan rupa yang normatif bagi mereka.Berdasarkan kondisi yang disebutkan diatas, penulis mencoba membuat sebuah karya yang merepresentasikan kesempurnaan rupa dalam bentuk kecantikan wanita. Bagaimana sebuah konsep akan kecantikan yang terus berkembang seiring kemajuan jaman, perubahan-perubahan akan persepsi sebuah masyarakat terhadap definisi kecantikan. Penulis juga mencoba untuk mengeksplor hubungan seorang narasumber dan seniman, bagaimana kedua hal tersebut bisa berpadu, dan juga menjadi interaksi yang menghasilkan sebuah karya seni yang diharapkan akan memberikan sebuah khazanah baru atas apa kecantikan itu sendiri.Penulis pada karya ini mengeksplorasi medium video sebagai sebuah bentuk medium seni, dan berbasiskan seni yang berbentuk instalasi. Penulis menginginkan adanya sebuah interaksi antar audiens dan penulis seperti umumnya, namun juga jika ditilik terdapat interaksi antar seniman dan narasumber yang berperan sebagai bank data, sumber dari apa yang akan penulis sajikan kepada audiens.
KESATUAN DALAM KERAGAMAN Fitrani, Laila Nurul; Wibowo, Pius Prio
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Informasi dengan mudah kita dapat namun tidak dengan meningkatnya kekayaan spiritual sebagai filter, sehingga timbul chaos dalam diri manusia. Kita hidup dilengkapi oleh manual book yaitu kitab suci, tata cara bagaimana seharusnya manusia itu berbuat. Dalam sebuah ayat Tuhan berfirman, “Lihatlah alam sekitar, sesungguhnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Tuhan”, Alam semesta kita ketahui melalui wahyu dan sains. Kosmologi islam bersumber hanya pada Tuhan sebagai sumber penciptaan tunggal, Kesatuan dari manifestasi-Nya yang beragam sama seperti seni, terdiri dari berbagai elemen yang menjadi sebuah kesatuan. dalam menyelesaikan permasalahan seni, penulis akan menggunakan elemen-elemen formal juga simbol yang terdapat dalam seni Arsitektur Islam.
REKREASI PENCIPTAAN Aulia, Irfan; Siregar, Aminudin TH.
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Gagasan tentang ketuhanan pada perkembangannya telah menjadi hal yang adiktif bagi penulis. Ia tidak hanya menjadi air segar yang melepaskan dahaga tapi juga ia adalah kehausan itu sendiri; yang pada akhirnya mendesak penulis untuk terus melabuhkan pikiran penulis kepada persoalan tersebut. Hingga pada gilirannya, ekspresi itu hadir dalam bentuk tertinggi sebagai keinginan penulis untuk membawanya ke wilayah kekaryaan; yang pada dasarnya merupakan proses lanjutan dari tahap berpikir penulis yang masih serba abstrak. Berangkat dari kesadaran tersebut, gagasan tentang karya “Rekreasi Penciptaan” selanjutnya lahir. Ia muncul sebagai usaha untuk mengakomodasi hasrat penulis dalam memahami Tuhan secara lebih mendalam; yang pada konteks karya ini disajikan dalam bentuk karya video dengan pendekatan sinematik. Kemasan makna yang serba profan selanjutnya menjadikan kata ”rekreasi” tidak hanya menyimpan gagasan tentang penciptaan kembali atas proses kreasi yang dilakukan oleh Tuhan, tapi juga menyimpan imaji tentang dunia yang bermain, perayaan atau juga suasana yang jauh lebih eksperimental. Sebuah metode alternatif yang ingin ditempuh penulis dalam memahami persoalan-persoalan ketuhanan. Pada akhirnya di samping segala kekurangan yang terdapat di dalam karya ini, “Rekreasi Penciptaan” tetap mampu menjadi wahana rekreatif penulis dalam memahami penciptaan oleh Tuhan; dan lebih dari sebuah karya yang barangkali dapat menggiring makna hanya ke wilayah bermainnya saja, bagi penulis ia tetap menjadi satu proses spiritual yang efektif.
SERI BUKU : CERITA ANAK PEREMPUAN TENTANG AYAHNYA Wisesa, Agnisa Maulani; Siregar, Aminudin TH.
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Keluarga adalah sebuah sistem masyarakat terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak (keluarga inti). Keluarga merupakan sebuah titik awal di mana seorang individu mempelajari sistem tatanan masyarakat, hingga siap untuk terjun langsung ke medan sosial, oleh karena itu peran orang tua (ayah dan ibu) sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak.Seorang anak cenderung memiliki keterikatan batin dengan orang tua lawan gendernya, karena menurut sang anak hal tersebut adalah sebuah hal asing yang perlu dipelajari perlahan seiring dengan berjalannya proses pertumbuhan. Dalam hal ini penulis mengerucutkan masalah menjadi sebuah hubungan psikologikal seorang anak perempuan dengan ayahnya yang cenderung canggung dan banyak salah pahamnya. Ayah penulis adalah seseorang yang menganut paham patriarki Jawa, sedangkan penulis lahir di zaman yang lebih moderen sehingga sering terjadi pertikaian pada hal-hal yang sepele. Namun penulis menyadari bahwa selalu ada porsi dan perannya masing-masing dalam keluarga.Setelah menempuh pendidikan di institusi seni rupa, penulis ingin menyampaikan dan bercerita tentang bagaimana hubungan seorang anak perempuan dan ayahnya bekerja serta berpengaruh dalam kehidupan si anak perempuan. Karya yang dibuat ini merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai narasi visual penulis dan sebuah catatan bagi khalayak untuk dijadikan sebuah acuan psikologis hubungan antara anak perempuan dan ayahnya.

Page 3 of 3 | Total Record : 27