cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2016)" : 8 Documents clear
Improved Nutrient Contents of Durio zibethinus Murr Peel Fermented with Pleurotus ostreatus and Its Addition in PUFA- Concentrate E. Sulistyowati; I. Badarina; H. Sucianti; R. Hartono; S. Mujiharjo
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.857 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.9-16

Abstract

The objective of this research was to evaluate nutrient contents of Durio zibethinus Murr peel powder fermented with  Pleurotus ostreatus and its addition in PUFA- concentrate.  There were two experiments have been conducted.  First,  fermentation process with experimental design of completely randomized treatments, F2: 2 week fermentation, F4: 4 week fermentation, F6: 6 week fermentation, and F8: 8 week fermentation with 4 replications.  Second, incorporate the F8 Durio into PUFA- concentrate.  Variables evaluated were in first experiment were in vitro VFA, GE, NDF and ADF.  In second experiment were nutrient contents and fatty acid profile.  Results showed that Fermentation of Durio zibethinus Murr peel powder fermented with  Pleurotus ostreatus for  4-6 weeks seems to improve NDF, ADF, and GE ; while, fermentation for 8 weeks and incorporated into PUFA-concentrate could improve crude protein, ether extract and NDF, and lower ADF.  However, it decreased fatty acid profile of SCFA, MedCFA, LongCFA, MUFA, PUFA, unsaturated, saturated, P/S, and U/S. Key words: Durio zibethinus Murr peel powder, P. ostreatus, nutrients, fatty acid
Pengaruh Lama Penyimpanan Telur Ayam Merawang (Gallus Gallus) terhadap Daya Tetas B. Herlina; T. Karyono; R. Novita; P. Novantoro
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.425 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.48-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan telur ayam merawang (Gallus gallus) terhadap daya tetas, yang meliputi ferlitilias, daya tetas, waktu tetas, berat tetas dan kematian emrio. Hasil pengamatan menggunakan analisis rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Keenam perlakuan dibedakan atas watu penyimpanan yaitu: P1: Lama Penyimpanan 1 hari, P2: Lama Penyimpanan 3 hari,  P3: Lama Penyimpanan 5 hari, P 4: Lama Penyimpanan 7 hari, P 5:  Lama Penyimpanan 9 hari, P6: Lama Penyimpanan 11 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan telur berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap fertilitas, daya tetas dan waktu tetas namun berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap berat tetas DOC.  Fertilitas tertinggi pada perlakuan P 5 (79,17%) dan terendah pada P 4 (62,50%). Persentase daya tetas tertinggi pada perlakuan P 5 (95,00) dan terendah pada P 6 (79,17). Waktu tetas tertinggi pada P 6 (20,30) dan terendah pada P 1 (19,95). Berat tetas tertinggi pada P 1 (37,50) dan terendah pada P 6 (27,63) dan persentase kematian embrio tertinggi pada P 6 ( 20,83) dan terendah pada P 4 dan P5 sebesar (5,00).  Disimpulkan bahwa pengaruh lama penyimpanan telur ayam merawang (Gallus gallus) terhadap daya tetas berpengaruh tidak nyata terhadap fertilitas, daya tetas dan waktu tatas dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat tetas DOC.Kata kunci: Lama penyimpanan, Telur ayam Merawang, Daya tetas.
Pengaruh Pembatasan Pakan terhadap Performa dan Lemak Abdominal pada Ayam Broiler Jantan U. Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.692 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.17-22

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pembatasan pakan di awal pertumbuhan terhadap performa ayam broiler jantan. Pada umur 5 hari, 280 ekor broiler jantan dibagi ke dalam 7 kelompok dimana untuk setiap kelompok perlakuan berisi 40 ekor broiler jantan. Satu kelompok broiler diberi pakan bebas (kontrol) dan 6 kelompok perlakuan lainnya diberi pakan 75% ad libitum selama 5, 10 dan 15 hari, atau 50% ad libitum selama 5, 10 atau 15 hari. Setelah periode pembatasan pakan berakhir broiler  diberi pakan ad libitum sampai umur 56 hari. Pada umur 42 dan 49 hari, broiler yang dibatasi pakannya mempunyai berat badan yang sangat nyata lebih rendah pada broiler yang diberi pakan 50% selama 10 atau 15 hari jika dibandingkan dengan kontrol. Pada umur 56 hari, semua broiler yang dibatasi pakannya mempunyai berat badan yang sebanding dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat lemak abdominal pada umur 27 dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan pakan cenderung menurunkan konsumsi pakan dari umur 5-27 hari, tetapi cenderung meningkatkan konsumsi pakan dari umur 28-56 hari. Pembatasan pakan cenderung menurunkan konversi pakan pada umur 56 hari. Dapat disimpulkan bahwa pembatasan pakan di awal pertumbuhan menunjukkan compensatory growth dengan efiensi pakan yang lebih baik tanpa menurunkan deposisi lemak abdomen.Kata kunci: pembatasan pakan, compensatory growth, lemak abdomen, broiler jantan.
Fase Pertumbuhan Isolat Bakteri Asam Laktat (BAL) Tempoyak Asal Jambi yang Disimpan Pada Suhu Kamar Mardalena Mardalena
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.475 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.58-66

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan fase pertumbuhan bakteri asam laktat (BAL) dari tempoyak asal Jambi yang disimpan pada suhu kamar. Tempoyak terbuat dari daging buah durian tanpa biji yang telah ditambahkan garam dan disimpan dalam lingkungan an aerob selama seminggu. Penelitian dilakukan melalui isolasi bakteri asam laktat,  menghitung koloni bakteri, identifikasi morfologi koloni bakteri asam laktat secara mikrobiologi dengan pewarnaan gram dan melihat fase pertumbuhan bakteri asam laktat pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat yang diisolasi dari tempoyak asal Jambi menunjukkan karakteristik koloni berbentuk bulat dan berwarna putih susu, gram positif (+), reaksi katalase negatif, isolat bakteri asam laktat berbentuk batang dan mampu tumbuh pada suhu kamar selama 6 jam penyimpanan saja. Kata kunci : Bakteri asam laktat, tempoyak, suhu kamar
Keragaman Genetik Itik Magelang Berdasarkan Lebar Kalung Leher Melalui Analisis Protein Plasma Darah di Satuan Kerja Itik Unit Banyubiru Ambarawa N.L. Maulani; Sutopo Sutopo; E. Kurnianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.043 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.23-30

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui tingkat keragaman genetik itik Magelang berdasarkan lebar kalung leher yang berbeda melalui analisis protein plasma darah. Sampel yang digunakan adalah plasma darah 14 ekor itik Magelang kalung sempit dan 14 ekor itik Magelang kalung sedang. Analisis polimorfisme darah yang diamati meliputi lokus Pre-Albumin (Pa), Albumin (Alb), Ceruloplasmin (Cp), Transferrin (Tf), Post-Transferin (P-Tf) dan Amylase-I (Amy-I). Susunan gen hasil elektroforesis digunakan untuk menghitung frekuensi gen. Ragam genetic ditentukan menggunakan rumus heterozigositas individual (h) dan rataan heterozigositas ( ). Pengujian keseimbangan Hardy-Weirnberg dengan perhitungan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lokus Pre-Albumin (Pa), Albumin (Alb), Ceruloplasmin (Cp), Transferin (Tf), Post-Transferin (P-Tf) dan Amylase-I (Amy-I) pada itik Magelang bersifat polimorfik. Lokus Transferin itik Magelang kalung sempit dan lokus Post-Tranferin serta Amylase-I pada itik Magelang kalung sedang memiliki hasil non-signifikan pada taraf pengujian 95% (P>0,05). Hal ini dapat dimaknai bahwa lokus tersebut tidak berada pada kondisi keseimbangan hukum Hardy-Weirnberg. Kata kunci: Itik Magelang, Polimorfisme, Elektroforesis.
Pengaruh Sanitasi dengan Metode Pengelapan pada Penetasan Telur Itik Menggunakan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Daya Tetas dan Mortalitas Embrio D. Septiani; H. Prakoso; Warnoto Warnoto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.958 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.31-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode pengelapan menggunakan ekstrak daun sirih sebagai bahan sanitasi telur itik terhadap persentase daya tetas. Penelitian dilakukan di kediaman Bapak Wawan Junaidi, Desa Watas Marga Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong, pada tanggal 10 September – 9 Oktober 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) lima perlakuan dengan empat ulangan.perlakuan tersebut adalah P0 (alkohol), P1 (daun sirih 100 gram + 900 gram air), P2 (daun sirih 200 gram + 800 gram air), P3 (daun sirih 300 gram + 700 gram air), dan P4 (daun sirih 400 gram + 600 gram air). Variabel dianalisis dengan menggunakan sidik ragam ANOVA, bila sidik ragam menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Variabel yang diukur adalah daya tetas dan mortalitas embrio. Berdasarkan hasil analisis statistik yang diperoleh bahwa tingkat dosis penggunaan ekstrak daun sirih sampai dengan 400 gram berpengaruh nyata terhadap daya tetas dan mortalitas embrio. Persentase daya tetas tertinggi (97,22%) sampai dengan persentase mortalitas terendah (2,78%) dihasilkan dari perlakuan P1. Ekstrak daun sirih dapat digunakan sebagai bahan sanitasi kerabang telur dengan metode pengelapan dengan dosis 100 gram karena dapat menaikan daya tetas sebesar 16,46%. Kata Kunci : daya tetas, ekstrak daun sirih, mortalitas embrio, pengelapan
Identifikasi Sifat Fungsional dari Daun Jati, Kelor dan Kayu Manis dan Potensinya sebagai Sumber Antioksidan pada Edible Film A.A Oka; K.A. Wiyana; I.M. Sugitha; I.N.S. Miwada
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.913 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.1-8

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sifat fungsional pada daun local jenis jati, kelor dan kayu manis dan mengevaluasi kemampuannya sebagai sumber antioksidan pada edible film berbasis gelatin dari kulit kaki ayam broiler. Metode penelitian dilakukan secara deskripsi dan pengujian kualitas edible dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor pertama yakni konsentrasi ekstrak daun lokal (0; 5; 10; 15 dan 20%) dan jenis daun lokal (Jati/J; Kelor/K dan Kayumanis/T). Hasil uji GC-MS (Gas Chromatography – Mass Spectrometry) menunjukkan bahwa kromatogram fraksi heksana terdeteksi 8 puncak pada daun jati dengan waktu retensi 3,057 menit sampai dengan 19,122 menit. Sementara pada kromatogram fraksi heksana pada daun kelor juga terdeteksi 8 puncak dengan waktu retensi antara 3,063 menit - 19,123 menit. Hasil kromatogram daun kayu manis dihasilkan 6 puncak dengan waktu retensi 11,011 menit – 19,353 menit. Secara keseluruhan jenis senyawa aktif dominan yang ditemukan pada ketiga jenis daun lokal tersebut adalah jenis fenol. Penambahan konsentrasi ekstrak daun local pada pembuatan edible film berbasis gelatin kulit kaki ayam broiler menunjukkan bahwa pH edible film pada konsentrasi 15-20 % paling tinggi dibandingkan dengan 5-10% namun lebih rendah dari pada kontrol. Kandungan protein edible berkisar antara 85,12-85,45% dan penambahan bahan antioksidan dari jenis daun lokal (jati, kayu manis dan kelor) meningkat pada penambahan 5% namun kemudian cenderung menurun jika prosentasenya ditingkatkan. Peningkatan konsentrasi ekstrak daun local cenderung meningkatkan kandungan fenol edible yang dihasilkan. Kesimpulan penelitian ini bahwa simplisia daun lokal memiliki sifat antioksidan dengan karakteristik berbeda baik pada  daun jati, kelor dan kayu manis. Kandungan sifat antioksidan tertinggi ditemukan pada daun kayu manis, diikuti daun kelor dan terendah  pada daun jati. Hasil uji GC-MS dibuktikan kandungan antioksidnnya dominan jenis fenol. Tahap formulasi ekstrak daun lokal ini dengan gelatin dari kulit ceker ayam broiler dihasilkan edible film dengan karakteristik berbeda, dan penambahan 15% ekstrak daun local dan diinteraksikan dengan gelatin dari kulit kaki ayam broiler menghasilkan edible film terbaik. Kata Kunci : edible film, kulit kaki broiler, antioksidan
Pemberian Kecambah Kacang Hijau (Tauge) terhadap Kualitas Fisik dan Uji Organoleptik Bakso Ayam O. Hairunnisa; E. Sulistyowati; D. Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.113 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.11.1.39-47

Abstract

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan dibedakan berdasarkan taraf pemberian tauge 0 (P0), 2,5% (P1), 5 % (P2), 7,5 % (P3) dari berat daging. Data yang diamati adalah susut masak, daya mengikat air (DMA), pH, dan sifat organoleptik bakso daging ayam. Data dianalisis dengan  sidik ragam (ANOVA) perbedaan yang terjadi dilakukan uji lanjut dengan Ortoghonal polynomial. Hasil analisis ragam menunjukkan penambahan tauge berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap susut masak bakso daging ayam. Rataan susut masak terendah pada P3 sebesar 2,53 ini menunjukkan bahwa penambahan tauge sebesar 7,5% dari bahan daging memiliki nilai susut masak paling bagus. Nilai daya mengkikat air (DMA) P1 berbeda dengan P0, P2 dan P3, daya mengikat air (DMA) tertinggi pada P1 1,48 sedangkan yang terendah pada P0 dengan nilai 1,08. Kisaran rataan nilai pH bakso  yaitu 5,15-5,70. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tauge berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bau, rasa, warna, tekstur dan penilaian umun bakso daging ayam. Kesimpulan adalah penambahan tauge antara 5-7,5% dapat memperbaiki kualitas fisik, daya mengikat air (DMA), susut masak, dan pH bakso daging ayam. Kata kunci : Bakso, Tauge, Susut masak, daya mengikat air (DMA), pH, Organoleptik

Page 1 of 1 | Total Record : 8