cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 4 (2020)" : 14 Documents clear
Efek Perbedaan Dataran terhadap Produksi Karkas Ayam Broiler yang Dipelihara di Kandang Closed House F. Nurhidayat; L. D. Mahfudz; D. Sunarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.406-413

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada kandang closed house yang yang memiliki Standard Operation Procedure (SOP) sama, closed house yang digunakan berasal dari dataran yang berbeda yaitu: didataran rendah, sedang dan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh makroklimat terhadap mikroklimate dan produksi karkas ayam broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (T1: Pemeliharaan ayam di Demak, T2: pemeliharaan di Gunungpati dan T3: pemeliharaan di Ampel.) dan 8 ulangan. Data diolah menggunakan analisis ragam pada taraf signifikasi 5%, jika perlakuan berpengaruh nyata nyata dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan dataran berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot potong yaitu pada dataran rendah 1560.13g (a) lebih baik dari dataran sedang 1477,94g (b) dan dataran tinggi 1454,38g (b). Bobot karkas juga berpengaruh nyata (P<0,05) yaitu pada dataran rendah 1060.58g (a) lebih baik dari dataran sedang 1029.11g (ab), dan dataran tinggi 1006,01g (b). Persentase karkas, lemak abdominal dan kualitas karkas tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perbedaan dataran berpengaruh terhadap kondisi mikroklimat kandang, sehingga menghasilkan bobot potong dan produksi karkas ayam broiler yang paling baik pada dataran rendah.
Karakteristik Silase Semak Bunga Putih (Chromolaena odorata) dengan Penambahan Jenis Karbohidrat Terlarut yang Berbeda G. F. Bira; P. K. Tahuk; K. W. Kia; S. K. Hartun; F. Nitsae
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.367-374

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik silase semak bunga putih (Chromolaena odorata) yang ditambahkan jenis karbohdirat terlarut yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari R0 : Semak bunga putih (70%) + Lamtoro (30%) (kontrol), R1 : Semak bunga putih (70%) + Lamtoro (20%) + Dedak Padi (10%), R2 : Semak bunga putih (70%) + Lamtoro (20%) + Tepung Gaplek (10%), R3 : Semak bunga putih (70%) + Lamtoro (20%) + Tepung Jagung (10%), Persentase dedak padi, tepung jagung dan tepung gaplek dihitung berdasarkan berat cacahan daun SBP dan lamtoro dalam kondisi layu. Variabel yang diteliti adalah karakteristik fisik (organoleptik) dan kimia (proksimat) silase semak bunga putih. Hasil penelitian menunjukkan penambahan karbohidrat terlarut berpengaruh nyata terhadap karaktersitik fisik dan kimia silase. Disimpulkan bahwa penambahan tepung gaplek berpengaruh dan nyata lebih tinggi dalam menghasilkan karakteristik fisik silase semak bunga putih yang terbaik. sedangkan karakteristik kimia, penambahan dedak padi sebagai karbohidrat terlarut nyata lebih tinggi dibandingkan dengan tepung gaplek dan tepung jagung. 
Pemberian Ransum dengan Protein dan Kalsium Mikropartikel Ditambah Lactobacillus acidophilus atau acidifier terhadap Ketahanan Tubuh dan Bobot Karkas Broiler O. N. Ain; N. Suthama; B. Sukamto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.348-354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ransum menggunakan protein dan kalsium mikropartikel yang ditambah probiotik Lactobacillus acidophillus atau acidifier terhadap organ limfoid, rasio heterofil-limfosit (H/L) dan bobot karkas pada ayam broiler. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini 160 ekor ayam broiler umur 15 hari (bobot badan 343,53± 9,57g). Perlakuan yang diterapkan yaitu T0:(ransum protein standar 21%).T1: (ransum protein non mikropartikel 18% + Lactobacillus acidophilus 1,2 ml (108 cfu/ml)) T2: (ransum protein non mikropartikel 18% + asam sitrat 1,2 %.) T3: (ransum protein mikropartikel 18% + Lactobacillus acidophilus 1,2 ml (108 cfu/ml), dan T4: (ransum protein mikropartikel 18%  + asam sitrat 1,2 %.) Parameter yang diamati adalah bobot relatif organ limfoid (bursa fabrisius, timus dan limfa), rasio H/L dan bobot karkas. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 8 ekor ayam broiler. Data dianalisis ragam (analysis of variance) pada taraf 5 % dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ransum protein mikropartikel 18% ditambah asam sitrat (T4)  nyata (P<0,05)  meningkatkan bobot relatif timus (0,22%), bursa fabrisius (0,18%) dan limfa (0,30%), dengan bobot karkas paling tinggi pada perlakuan kontrol (T0) (1079,50 g) namun tidak nyata terhadap rasio H/L. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian ransum mikropartikel dengan protein 18%  yang ditambah acidifier mampu mempertahankan ketahanan tubuh tetap stabil berdasarkan rasio H/L, dan meningkatkan bobot relatif bursa dan timus, namun menurunkan bobot karkas.
Pengaruh Penambahan Sari Buah Pisang Ambon (Musa paradisiaca) sebagai Perisa Alami terhadap Warna, Total Padatan Terlarut dan Sifat Organoleptik Yogurt S. R. Zulaikhah; R. Fitria
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.4.434-440

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memperoleh data mengenai pengaruh penambahan sari buah alami pisang Ambon terhadap warna, total padatan terlarut dan sifat organoleptik (warna dan kekentalan) yogurt. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan perlakuan level penambahan sari buah alami pisang Ambon (0%, 2%, 4% dan 6%) dengan blok sebanyak 3 kali.  Data untuk warna dan total padatan terlarut yogurt apabila terjadi pengaruh yang nyata (P<0,05) karena level penambahan sari buah maka diuji lanjut dengan uji Duncan.  Uji organoleptik menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis, bila terjadi pengaruh yang nyata maka dilakukan uji lanjut Man Whitney. Panelis sebanyak 30 orang tergolong agak terlatih yang terdiri dari mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan sari buah pisang Ambon sebanyak 0, 2, 4 dan 6% tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisik warna (L*a*b*) dan total padatan terlarut yogurt.  Tetapi apabila dilihat dari nilai reratanya dengan kenaikan penambahan sari buah pisang Ambon akan mengurangi kecerahan yogurt, warna dari kehijauan berkurang dan menuju ke merah, dan warna semakin menuju kekuningan, total padatan juga mengalami kenaikan.  Hasil uji analisis organoleptik terhadap warna terjadi pengaruh yang nyata antara perlakuan T0 (tanpa penambahan sari buah pisang Ambon) dengan T1, T2 dan T3, namun antara penambahan sari buah pisang Ambon 2, 4, dan 6% tidak terdapat pengaruh yang nyata (P>0,05). Perlakuan penambahan sari buah pisang  tidak terjadi pengaruh yang nyata terhadap uji organoleptik kekentalan  yogurt.

Page 2 of 2 | Total Record : 14