cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2021)" : 25 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN LELE ( Clarias sp ) DI KABUPATEN BENGKULU UTARA Hamidi Hamidi
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18157

Abstract

Usaha budidaya perikanan air tawar di Kabupaten Bengkulu Utara di dukung oleh potensi sember daya alam yang luas sehinggah di Kabupaten Bengkulu Utara ditetapkan sebagai kawasan minapolitan perikanan air tawar yang terdapat di Kecamatan Padang Jaya. Usaha pembesaran ikan lele di Kabupaten Bengkulu sudah cukup lama di tekuni oleh petani, usaha pembesaran tersebut terdiri dari beberapa sistem budidaya, yang meliputi usaha pembesaran sistem konvensional, semi intensif dan intensif. Namun pada kenyataanya usaha pembesaran ikan lele belum memberikan hasil yang maksimal hal tersebut dapat dilihat dari hasil produksi ikan lele di Bengkulu Utara masih dibawah produksi ikan Nila dan ikan mas. Tujuan penelitian in adalah untuk mengetahui kelayakan teknis dan ekonomis serta strategi pengebangan Usaha Budidaya Ikan lele di Kabupaten Bengkulu Utara. Pupulasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya ikan lele di Kabupaten Bengkulu Utara sampel yang diambil 50 orang pembudidaya ikan lele. Variabel yang diamanti kelayakan teknis budidaya dan pendepatan ekonomis dari pembudidaya itu sendiri. Metode pengumpulan yang digunakan adalah metode angket, intervew dan metode dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analis deskriptif, analisis kelayakan teknis dan ekonomis serta nalisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian budidaya ikan lele sistem semi intensif dan intensifdari segi kelayakan teknis layak untuk diteruskan.Dari hasil perhitungan kelayakan ekonomis usaha budidaya ikan lele didapatkan hasil nilai R/C ratio rata > 1, nilai BEP dan PP untuk dikembangkan. Perumusan strategi budidaya ikan lele di Kabupaten Bengkulu Utara memanfaatkan potensi lahan kolam yang luas dan banyaknya pembudidaya ikan untuk meningkatkan produksi ikan guna memenuhi kebutuhan pasar.
PENGARUH KONSENTRASI JANTUNG PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK NUGGET IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Ira Rohayu Simanullang; Laili Susanti; Lukman Hidayat
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.17925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi jantung pisang dan ikan nila terhadap karakteristik sifat fisik dan sifat kimia Nuget. Disamping itu, untuk mendapatkan perlakuan terbaik berdasarkan penilaian organoleptik. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor dan tiga kali ulangan. Perlakuan perbandingan konsentrasi jantung pisang dan ikan nila berbeda yaitu A(0%:100%), B(15%:85%), C(20%:80%), D(25%:75%), E(30%:70%). Penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi jantung pisang dan ikan nila berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein dan kadar serat. Begitu pula terhadap uji organoleptik warna tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap uji organoleptik rasa, aroma dan tekstur nugget ikan nila. Perlakuan terbaik dengan penambahan jantung pisang terhadap nugget ikan nila dipilih berdasarkan penilaian sensoris adalah perlakuan B (jantung pisang 15% : ikan nila 85%) dengan rata-rata nilai tertinggi 6,45. Nugget terpilih mengandung kadar air (35,93%), kadar protein (14,43%) dan kadar serat (0,23%) yang telah memenuhi SNI.7758 : 2013.Kata Kunci : Ikan Nila, Jantung Pisang, Nugget
PERSEPSI PERAMBAH HUTAN TERHADAP KEPENTINGAN KEBERADAAN HUTAN DI KAWASAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI (KPHP) KABUPATEN DHARMASRAYA Yurike Yurike
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.15053

Abstract

Kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Dharmasraya seluas 33.550 ha telah mengalami deforestasi mencapai 27.216,57 ha. Deforestasi dan degradasi hutan tidak terlepas dari perilaku masyarakat di sekitar hutan, mengingat hutan merupakan sumberdaya alam bernilai tinggi. Terbentuknya perilaku masyarakat ini diawali dengan persepsi mereka mengenai keberadaan kawasan hutan. Untuk itu, analisa persepsi penting untuk melihat pandangan masyarakat terhadap kondisi dan keberadaan kawasan hutan. Dari persepsi ini dapat diperoleh masukan bagi instansi terkait berdasarkan sudut pandang masyarakat, sehingga dapat dijadikan dasar atau bahan pertimbangan dalam merencanakan strategi pengelolaan dan kebijakan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbasis survei. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, data sekunder, informan kunci, dan survei rumah tangga. Pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling dengan total responden 250 rumah tangga. Analisis data persepsi menggunakan skala likert. Persepsi masyarakat tentang status hutan menunjukkan bahwa hutan bagi masyarakat merupakan tanah ulayat sehingga pentingnya izin Datuak ulayat saat membuka lahan baru (84,08%) dibandingkan dengan izin pemerintah (65,60%). Hal ini didukung dengan persepsi masyarakat tentang kelembagaan pengelolaan hutan mempersepsikan bahwa orang dari daerah lain atau siapa saja bisa membuka lahan di sini, namun tentunya seizin penguasa ulayat (84,80%). Persepsi mengenai kepentingan fungsi hutan mempersepsikan bahwa hutan merupakan lahan usaha untuk berkebun (86,96%). Namun jika ada program dari pemerintah, masyarakat juga ingin dilibatkan mulai dari rencana penetapan lokasi kegiatan (86,16%) sampai proses pelaksanaan kegiatan, pengawasan, dan menikmati hasilnya (91,28%). Mengenai kepentingan keberadaan hutan menunjukkan persepsi tertinggi tentang hak dan kewajiban perambah dalam pengelolaan hutan (86,42%). Hal ini tentunya  menyangkut lahan yang mereka kelola. Untuk itu, KPHP dan pemerintah daerah perlu melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk mengubah persepsi masyarakat agar lebih melestarikan hutan. Selain itu, diperlukan integrasi program dari pemerintah terhadap lahan yang telah terlanjur mereka kelola. Perlunya dilakukan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan sebagai upaya mencari alternatif penghasilan untuk menggantikan penghasilan dari penjualan lahan secara ilegal.  
STUDI EVALUASI SISTEM IRIGASI DI DAERAH IRIGASI AIR DERAS II BENDUNG AUR KECAMATAN SUMBER HARTA KABUATEN MUSI RAWAS PROVINSI SUMATERA SELATAN Novianty Novianty
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.19953

Abstract

Penelitian ini mengambil lokasi pada saluran tersier, dan area sawah di Kecamatan Sumber Harta terdiri dari 9 desa dan 1 kelurahan. Luas wilayah Kecamatan Sumber Harta sebesar 10.378,03 Ha. letak Geografis Wilayah Kecamatan Sumber harta merupakan daerah bukan pantai, dengan rata–rata ketinggian wilayah <500 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Agustus s/d Oktober 2019 dengan kegiatan pengukuran dan pengamatan lapangan dilaksanakan selama bulan Oktober 2019. Data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi pengukuran lapangan. Variabel yang digunakan adalah variabel terkait dan variabel bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat deskriptif. Curah hujan di wilayah kecamatan Sumber Harta kabupaten Musi Rawas berpotensi besar dimanfaatkan untuk sumberdaya air irigasi dengan potensi >200 l/dt; kecuali pada bulan Juli, Agustus dan September potensinya hanya sekitar 100 l/dt atau kurang. Dilain pihak, potensi banjir juga cukup besar terutama pada bulan Februari dan Maret, mengingat potensinya >1000 l/dt pada bulan-bulan tersebut. Debit sungai Aur hampir sepanjang tahun besarnya > 300 l/dt; hanya pada bulan Juni dan Juli debitnya <100 l/dt; sehingga sangat potensial dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi. Debit aktual air irigasi pada saluran primer di daerah irigasi Deras II umumnya dibawah debit yang direncanakan; akan tetapi debit di saluran sekender kebanyakan jauh lebih besar dari debit yang direncanakan; yang menyebabkan tak tercukupinya debit untuk petakan 2 yang ada diujung saluran primer.
KAJIAN KUALITAS SUMBER AIR BAKU PDAM TIRTA ALAMI KABUPATEN KEPAHIANG Yosse Vaulina
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.19954

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu kualitas air harus sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas sumber air baku mata air yang terbaik pada PDAM Tirta Alami Kabupaten Kepahiang berdasarkan standar baku mutu air bersih.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Identifikasi, Observasi dan wawancara, Pengambilan Sampel, pemeriksaan Kualitas Air Minum PDAM, Analisa dan Evaluasi Data. Kualitas sumber air baku pada sumber mata air batam, mata air sengak, mata air susup dan mata air umbul secara keseluruhan memenuhi syarat kualitas air minum kecuali Total Coliform yang melebihi ambang batas baku mutu untuk semua mata air yang di uji serta parameter warna pada Mata Air Batam.

Page 3 of 3 | Total Record : 25