cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012)" : 50 Documents clear
AN ANALYSIS ON GENDER REPRESENTATION IN EFL TEXTBOOKS USED IN JUNIOR HIGH SCHOOL – ENGLISH IN FOCUS SERIES Eka Adi Putra, I Dewa Putu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek gender dalam buku teks Bahasa Inggris yang sekarang ini digunakan di Sekolah Menengah Pertama, English in Focus. Dalam penelitian ini terdapat tiga buku yang dianalisis terkait dengan lima aspek gender, antara lain kemunculan gender (gender visibility), pengedepanan (firstness), aktivitas kaum perempuan dan laki-laki, pekerjaan kaum perempuan dan laki-laki, dan representasi stereotipe dalam bahasa. Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian deskriptif yang menerapkan teknik analisis isi (Content Analysis) untuk menunjukkan dan memverifikasi data yang diperlukan. Guna memperoleh hasil yang komprehensif, penelitian deskriptif ini menerapkan dua kerangka analisis, antara lain analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis jumlah kemunculan kaum laki-laki dan perempuan dalam ilustrasi dan teks, pengedepanan, pekerjaan kaum laki-laki dan perempuan, aktivitas kaum perempuan dan laki-laki, sementara analisis kualitatif digunakan untuk menganalisis pengedepanan, pekerjaan kaum laki-laki dan perempuan, aktivitas kaum perempuan dan laki-laki, dan representasi stereotipe dalam bahasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stereotipe terhadap gender masih digambarkan dengan jelas di dalam buku teks yang dianalisis, khususnya pada pekerjaan kaum laki-laki dan perempuan. Di samping itu, persentase kemunculan laki-laki lebih besar dari pada persentase kemunculan perempuan dalam lima aspek gender yang dianalisis. Oleh karena itu, ketiga buku teks tersebut seolah-olah hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki. Selanjutnya, disarankan kepada peneliti lain yang mengkaji masalah yang sejenis untuk menganalisis lebih banyak buku teks dan mengkaji perlakuan/tindakan guru terhadap buku teks yang mengandung  stereotipe terhadap gender.     Kata kunci:   buku teks, kemunculan gender, pengedepanan, stereotipe terhadap gender, representasi stereotipe dalam bahasa
DEVELOPING SUPPLEMENTARY ENGLISH VOCABULARY FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF THE GOVERNMENT ELEMENTARY SCHOOLS IN BADUNG REGENCY Wisudayanti, Ayu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.16 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengenali jenis kosakata yang disajikan untuk siswa kelas empat Sekolah Dasar negeri di Kabupaten Badung berdasarkan silabus, (2) menginvestigasi jenis-jenis materi tambahan yang seharusnya dikembangkan untuk siswa kelas empat Sekolah Dasar negeri di Kabupaten Badung, dan (3) mengembangkan materi tambahan kosakata bahasa Inggris untuk siswa kelas empat Sekolah Dasar negeri di Kabupaten Badung. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan penelitian dan pengembangan yang dianjurkan oleh Sugiyono (2010). Isi dari produk penelitian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang disebutkan di dokumen BNSP. Kosakata yang disajikan untuk siswa kelas empat tersebut di atas meliputi kosakata yang sesuai untuk mendeskripsikan atau kosakata di bawah kategori: (1) perkenalan, (2) benda-benda di ruang kelas, (3) anggota keluarga, (4) kegiatan di kelas, (5) pakaian, dan (6) binatang. Jumlah kosakata yang diperkenalkan adalah seratus tujuh puluh kata yang meliputi seratus enam puluh tiga kata yang tergolong pada content words dan tujuh kata yang tergolong pada function words. Materi kosakata tambahan yang seharusnya dikembangkan meliputi (1) lihat gambar dan pelajari gambar tersebut, (2) melengkapi kata-kata and mencocokannya dengan gambar yang tepat, (3) menyusun huruf-huruf acak dan mencocokkannya dengan gambar yang tepat, (4) membuat kalimat berdasarkan gambar yang diberikan untuk setiap nomor, (5) membaca wacana dan melingkari benda-benda yang disebutkan dalam wacana tersebut, (6) mengganti gambar dengan kata-kata, (7) menemukan dan menulis kata-kata, dan (8) mengerjakan teka-teki. Produk yang berbentuk materi tambahan diujicobakan dua kali. Pertama, produk diujicobakan pada 27 siswa kelas 5 SD No. 4 Mengwitani. Hasil dari data analisis menunjukkan bahwa ada dua soal yang tidak valid dan ada beberapa soal yang tidak tergolong pada kategori sangat baik untuk index diskriminasi. Oleh karena itu, produk direvisi berdasarkan data analisa dan saran dari pembimbing dan tim ahli. Kedua, produk diujicoba di enam SD negeri di Kabupaten Badung. Hasil data analisis menunjukkan semua soal valid dan digolongkan pada kategori rata-rata dan sangat baik untuk index diskriminasi yang berarti bahwa produk tidak perlu direvisi lagi. 2  Oleh karena itu, produk tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kosakata siswa kelas 4 sebagai materi tambahan dalam belajar kosakata bahasa Inggris.  Kata Kuci: kosakata, materi tambahan
THE CONTRIBUTION OF SELF-ESTEEM AND LANGUAGE LEARNING STRATEGIES TO THE STUDENTS’ ENGLISH PROFICIENCY FOR SECOND YEAR STUDENTS OF SMA NEGERI 7 DENPASAR Pramita, Gusti Ayu Putri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.962 KB)

Abstract

Abstract Keywords: self-esteem, language learning strategies, students? English proficiency   This study aimed at finding out whether (1) there is a positive and significant contribution of self-esteem to the students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar, (2) there is positive and significant contribution of language learning strategies to the  students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar, and (3) there is positive and significant contribution of self-esteem and language learning strategies to the students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar. It was conducted in SMA Negeri 7 Denpasar. The data were gained by using two kinds of questionnaires Students? Self-Esteem Questionnaire and Strategy Inventory of Language Learning and TOEFL Prediction Test. This research was a predictive study and was conducted as quantitative research by using ex-post facto research design. The simple regression and multiple regressions were used in analyzing the research. From the result, it was found that (1) there was positive and significant contribution of self-esteem to the students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar with contribution 88.36%, (2) there was positive and significant contribution of language learning strategies to the  students? English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar with contribution 62.9%, and (3) there was positive and significant contribution of self-esteem and language learning strategies to the students? English proficiency for second year students of SMA 7 Denpasar with contribution 91.01%.   1. Background of the Study
DYSLEXIA AND EFL TEACHING AND LEARNING: A CASE STUDY IN BALI CHILDREN FOUNDATION, SINGARAJA-BALI Kusuma Dewi, Ketut Mirani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.231 KB)

Abstract

DYSLEXIA AND EFL TEACHING AND LEARNING: A CASE STUDY IN BALI CHILDREN FOUNDATION, SINGARAJA-BALI by Ketut Mirani Kusuma Dewi This research was conducted in an attempt to give general overview how dyslexia influence students in learning English as Foreign Language, dyslexic students? responses in Innovative Teaching Method provided by teacher and the performance of dyslexic students in the four language skills. The subjects of this research were students of Bali Student Foundation (Yayasan Samiarsa Seminyak) class VI & VII who were confirmed dyslexic by Youth Shine Academy using Dyslexia Screening Test. By using European Language Portfolio, Classroom observation and teacher?s note, the researcher observed dyslexic students in EFL learning and narrated using case study report. Based on the data analysis, the study identified some findings.First, each dyslexic student displays a different set of features, but there is one common problem all dyslexics face - it is difficulty with the written language, a failure to recognize and interpret what is perceived. Dyslexia is a problem that many students face and have great difficulty coping with in a school environment. However, with the help and support of the teacher, dyslexic students can become successful learners. The role of teachers is to make educational adjustments to facilitate learning and create successful class environment. Some improvements have been obtained by dyslexic students using Innovative Teaching Methods with different time accumulation depend on complexity of their problems. The dyslexic students perform better in Speaking and Listening rather than in Writing and Reading but by time and strategy they can show improvement in Writing and Reading.     Key words: EFL teaching & Learning, Dyslexia and EFL DISLEKSIA DAN PEMBELAJARAN EFL: STUDI KASUS DI BALI CHILDREN FOUNDATION, SINGARAJA-BALI oleh Ketut Mirani Kusuma Dewi   Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran umum bagaimana pengaruh disleksia pada siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, tanggapan siswa disleksia dalam Metode Pengajaran Inovatif yang diberikan oleh guru dan kinerja siswa disleksia dalam empat keterampilan berbahasa. Subyek penelitian ini adalah siswa dari Bali Children Foundation (Yayasan Samiarsa Seminyak) kelas VI & VII yang dikonfirmasi disleksia oleh Youth Shine Academy menggunakan Uji Disleksia. Dengan menggunakan European Language Portfolio, observasi Kelas dan catatan guru, peneliti mengamati siswa disleksia di pembelajaran EFL dan melaporkan dengan menggunakan studi kasus. Setiap penderita menampilkan gejala yang berbeda, tapi masalah umum anak dysleksia - adalah kesulitan dengan bahasa tertulis, kegagalan untuk mengenali dan menafsirkan apa yang dirasakan. Disleksia adalah masalah kesulitan belajar yang banyak siswa hadapi dan alami dalam lingkungan sekolah. Namun, dengan bantuan dan dukungan dari guru, siswa disleksia dapat menjadi pelajar yang sukses. Peran guru adalah melakukan penyesuaian untuk memfasilitasi pembelajaran dan menciptakan lingkungan kelas yang sukses. Beberapa perbaikan telah didapat oleh siswa disleksia menggunakan Metode Pengajaran Inovatif dengan akumulasi waktu yang berbeda tergantung pada kompleksitas masalah mereka. Para siswa disleksia tampil lebih baik dalam Berbicara dan Mendengarkan bukan di Menulis dan Membaca tetapi dengan waktu dan strategi mereka dapat menunjukkan perbaikan dalam Menulis dan Membaca.   Kata kunci: Pembelajaran EFL, Dyslexia and EFL
ANALISIS BUTIR-BUTIR SOAL ULANGAN UMUM BAHASA INDONESIA KELAS X SMAK HARAPAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2011/2012. Nuratni, Ni Putu
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.792 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) validitas butir-butir  soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X, tentang  validitas isi, konstruk dan analisis butir-butir soal; (2) taraf kesukaran butir-butir soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X; (3) daya beda butir-butir soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X; dan (4) reliabilitas butir-butir  soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X SMA. Subjek penelitian ini adalah seorang guru dan 322 siswa kelas X SMAK Harapan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan dokumen berupa butir-butir soal ulangan umum dan hasil tes ulangan umum bahasa Indonesia kelas X SMAK Harapan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menentukan validitas isi dan konstruk.  Sedangkan  secara kuantitatif menggunakan koefisien point biserial dengan program Iteman untuk menentukan validitas soal, tingkat kesukaran dan daya beda.  Untuk  menentukan reliabilitas menggunakan rumus formula K-R 20 . Hasil penelitian terhadap butir-butir  soal ulangan umum bahasa Indonesia kelas X SMAK Harapan menunjukkan bahwa (1) validitas isi yang mencakup keterampilan membaca dan menulis tergolong baik; validitas konstruk tergolong baik yaitu 82% soal yang sesuai dengan kisi-kisi soal, dan 18% soal tidak sesuai dengan kisi-kisi soal; dan validitas butir-butir soal tergolong kurang baik yaitu 68% soal valid dan 32% tidak valid. (2) Tingkat kesukaran butir-butir soal tergolong kurang baik. (3) Daya beda butir-butir soal tergolong baik. (4) Reliabilitas  tergolong tinggi. Mengingat bahwa butir-butir soal ulangan umum merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan belajar siswa, maka kepala  sekolah hendaknya mewajibkan guru untuk, melakukan analisis butir-butir soal sehingga benar-benar dapat digunakan untuk mengukur kemampuan belajar siswa. Abstract. This research is descriptive quantitative-qualitative research which is aimed to describe (1) validity of Bahasa Indonesia test items Class X, about contain validity, construct and test items analysis; (2) difficulties level of Bahasa Indonesia test items class X; (3) differences of Indonesia test items class X; and (4) reliability of Indonesia test items class X. The subject of this research is a teacher and 322 students of SMAK Harapan class X. The method to collect the data used is method of collecting data of test and the result of Bahasa Indonesia test for class X SMAK Harapan. Data analysis id done descriptively and quantitatively by using average biserial point with Iteman Program to determine the validity and formula of K-R 20 to find the reliability. The result to Bahasa Indonesia test items class X SMAK Harapan showed that (1) contain validity which covered reading skill and writing skill are classified as good; construct validity is classified as good, that is 82% items which proper to the prediction items, and 18% items which is not proper to it; and items validity, is classified as not good, that is 68% valid items and 32% is not valid. (2) Difficulties level, test items are classified as not good (3) differences of test items is classified as the good one. (4) The reliability is classified as the high one. Considering that the test items are the instrument which is used to measure the students? ability, hence the school and especially the teacher should do the analysis of test items so that the test can be used to measure the students? ability. Kata Kunci: Analisis,  validitas, tingkat kesukaran, daya beda  dan  reliabilitas.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS V MI AL MA’RUF DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2011/2012 ., S i f a
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.784 KB)

Abstract

Abstrak: Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran menulis di Kelas V MI Al Ma?ruf Denpasar, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk  mengetahui (1) perencanaan pembelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis dengan pendekatan kontekstual, (2) pelaksanaan pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual, (3)  evaluasi yang dilaksanakan guru dalam pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual, (4) hambatan-hambatan guru bahasa Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual di Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf Denpasar. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru bahasa Indonesia kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf Denpasar. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode pengumpulan dokumen. Metode ini berfungsi untuk mendapatkan data  berupa silabus dan RPP, metode observasi dan wawancara untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan, evaluasi, dan hambatan-hambatan dalam pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis data kualitatif yakni reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan/verifikasi. Hasil penelitian tentang pembelajaran keterampilan menulis dengan pendekatan kontekstual di Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran yang mencakup penyusunan silabus dan  RPP dilakukan sendiri oleh guru dan mengacu kepada Standar Proses. (2) pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran yang mencakup kegiatan awal, inti dan penutup belum sepenuhnya sejalan  dengan standar proses. (3) evaluasi yang dilakukan oleh guru masih menggunakan tes standar, belum menerapkan penilaian yang sebenarnya (authentic Assesment). (4) hambatan-hambatan dalam pembelajaran menulis dengan pendekatan kontekstual dialami guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pemahaman guru tentang KTSP pada umumnya dan pendekatan kontekstual pada khusunya. Sejalan dengan simpulan penelitian ini, disarankan kepada guru untuk  meningkatkan pemahamannya terhadap penerapan KTSP dan pendekatan kontekstual bagi pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran menulis. This research is a descriptive qualitative research that?s aimed to know (1) the planning of Indonesian learning in writing skill using contextual approach, (2) the implementation of writing learning using contextual approach, (3) evaluation that?s done by teacher in writing learning using contextual approach, (4) the obstacles of Indonesian?s teacher in implementing the writing learning using contextual approach in Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf Denpasar. The subject in this research is the 5th grade students and the Indonesian teacher of Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf. The data collection of this research uses document collection method to get data such as syllabus and lesson plan (RPP), observation and interview method to get data about implementation, evaluation, and obstacles in learning. The analysis data in this research uses qualitative analysis data procedure that is data reduction, data presentation, and conclusion/ verification. The research result about writing skill learning using contextual approach in Madrasah Ibtidaiyah Al Ma?ruf showed that (1) learning planning that included syllabus and lesson plan (RPP) composing was done by the teacher itself. (2) the learning implementation showed that the learning implementation that included pre activity, while activity and post activity haven?t follow the standard process yet. (3)  Evaluation that?s done by teacher is still using standard test, it hasn?t apply the real scoring (authentic Assessment) yet. (the obstacles in writing learning using contextual approach was faced by teacher in planning, implementing, and evaluating. Those were caused by the lack of teacher?s comprehension about KTSP in generally and especially about contextual approach. By the conclusion of this research it?s suggested for the teacher to improve his/ her comprehension related with the implementation of KTSP and contextual approach in learning Indonesian especially in writing skill. Kata Kunci: pendekatan kontekstual, pembelajaran menulis, perencanaan, pelaksanaan, dan     evaluasi, hambatan
Pengaruh Kebiasaan Berbahasa Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman dan Menulis Narasi Siswa Kelas III SD Negeri 6 Pedungan. Gunasari, Candra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gunasari, Candra. 2012. Pengaruh Kebiasaan Berbahasa Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman dan Menulis Narasi Siswa Kelas III SD Negeri 6 Pedungan. Pembimbing: (1) Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd, dan (2) Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd   Kata Kunci: kebiasaan berbahasa, kemampuan membaca pemahaman dan menulis narasi   Penelitian ini mengkaji masalah kebiasaan berbahasa siswa dilihat dari penggunaan bahasa dilingkungan keluarga. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian kuantitatif ekpos fakto. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD N 6 Pedungan. Masing-masing siswa dalam kelas tersebut berjumlah 42 orang. Total jumlah sumber data adalah 84 siswa. Objek penelitian ini secara umum adalah terkait dengan kebiasaan berbahasa siswa. Siswa di kelas III SD tersebut memiliki kebiasaan berbahasa yang berbeda berdasarkan lingkungan keluarga di rumah masing-masing. Guna mendapatkan data yang relevan, dalam penelitian ini digunakan tiga metode pengumpulan data yaitu kuesioner, pemberian tes, dan penugasan (pemberian tugas). Teknik analis data dilakukan dengan T-Test atau T-score. Pengunaan T-Test dalam menganalisis data adalah karena T-Test pada prinsipnya adalah suatu teknik statistik untuk menguji hipotesis, tentang ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara dua kelompok sampel. Mencari nilai T uji sampel berpasangan dengan alat bantu sofwtware SPSS For Windows 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa kelas III SD N 6 Pedungan yang berkebiasaan bahasa Bali dan yang berkebiasaan bahasa Indonesia, tidak terdapat perbedaan kemampuan menulis narasi antara siswa kelas III SD N 6 Pedungan yang berkebiasaan bahasa Bali dan yang berkebiasaan bahasa Indonesia, dan tidak terdapat perbedaan kemampuan membaca dan menulis antara siswa kelas III SD N 6 Pedungan yang berkebiasaan bahasa Bali dan yang berkebiasaan bahasa Indonesia. Perbedaan nilai tersebut tidak terlalu signifikan sehingga kemampuan siswa terlihat tidak jauh berbeda.                           Alpha ABSTRACT Gunasari, Candra. Of 2012. Habits Of The Net Effect of Reading Comprehension Ability and Narrative Writing Class III Elementary School Students Pedungan 6. Supervisor: (1) Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd, and (2) Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd.           Keywords: language habits, reading comprehension and writing ability of narrative This study examines the issue of students viewed the habit of speaking the language of the family environment. Therefore, this research was conducted using quantitative research design of exposure facto. Subjects in this study were elementary school students in grade III N 6 Pedungan. Each student in the class numbered 42 people. Total number of data sources is 84 students. General object of this study is related to the habit of speaking students. Elementary school students in the class III had a habit of speaking that vary based on the family environment in their homes. In order to obtain relevant data, in this study used three methods of data collection are questionnaires, giving a test, and assignment (giving the task). Engineering data analysts conducted by T-Test or T-score. Use of T-Test in analyzing the data is due principally T-Test is a statistical technique to test the hypothesis, about the presence or absence of significant differences between the two groups of samples. Finding the value of paired sample T test with a tool sofwtware SPSS 17.0 For Windows. The results showed that there was no difference in reading comprehension skills among elementary school students in grade III N 6 Pedungan that berkebiasaan berkebiasaan Balinese and Indonesian, there is no difference between students' narrative writing skills III class 6 SD N berkebiasaan Pedungan the Balinese language and the language Indonesia, and there is no difference between the ability to read and write elementary school students in grade III N 6 Pedungan that Balinese and Indonesian. Difference value is not too significant, so the ability of students do not look much different.         
Pengembangan Materi Membaca Berbasis Budaya untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Kusuma, I Putu Indra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.74 KB)

Abstract

ABSTRAK Kusuma, I Putu Indra (2012), Pengembangan Materi Membaca Berbasis Budaya untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.   Tesis ini sudah diperiksa dan koreksi oleh Pembimbing I: Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.A. dan Pembimbing II: Dr. Ni Md. Ratminingsih, M.A.   Kata Kunci: pengembangan materi membaca berbasis budaya,   Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk (1) mengetahui potensi siswa dan permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng pada materi membaca yang digunakan sebelumnya, (2) mengembangkan materi membaca berbasis budaya lokal untuk siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng, dan (3) mengetahui kualitas materi membaca berbasis budaya untuk siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan berbagai instrumen penelitian berupa daftar cek, rubrik penilaian, kuesioner, lembar observasi, pedoman wawancara, dan tes untuk mengumpulkan data dalam mengembangkan materi membaca berbasis budaya. Adapun penelitian ini menggunakan model pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2011). Materi yang dikembangkan pun didasarkan pada kriteria materi ajar yang baik yang dikemukan oleh Tomlinson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng memiliki potensi sekaligus permasalahan di dalam pelajaran membaca, (2) pengembangan materi membaca berbasis budaya dikembangkan menggunakan model pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono dimana materi yang dikembangkan pun didasarkan pada kriteria materi ajar yang baik yang dikemukan oleh Tomlinson, dan (3) materi membaca berbasis budaya memiliki validitas dan kepraktisan yang tinggi dimana nilai validitas 4.25 (bagus) dan nilai kepraktisan rata-rata diatas 4.485 (Sangat Bagus) dan juga terbukti efektif dimana perbedaan rata-rata nilai siswa di grup eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai siswa di grup kontrol yang ditunjukkan dengan nilai 76.20 > 67.24. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng memiliki beberapa potensi sekaligus permasalahan di dalam pelajaran membaca. Potensi dan permasalahan tersebut nantinya mendasari pengembangan materi membaca berbasis budaya dimana materi yang dikembangkan didasarkan pada kriteria materi ajar yang baik yang dikemukan oleh Tomlinson serta memiliki nilai validitas dan kepraktisan yang tinggi dan terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. ABSTRACT Kusuma, I Putu Indra (2012), The Development of Culture-Based Reading Material for the fifth Grade Students of Elementary Schools in Buleleng Regency. Thesis, Language Program Post-Graduate Program of Ganesha University of Education.   This thesis has been approved by the Board of Supervisor I: Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.A. and Supervisor II: Dr. Ni Md. Ratminingsih, M.A.   Key Words: the development of culture-based reading material   This study was a research and development (R&D) which aimed at (1) Investigating the potency and problems of the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency, (2) Developing culture-based reading material for the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency, and (3) Investigating the quality of culture-based reading material for the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency. This study used various instruments such as checklists, scoring rubric, questionnaires, observation sheets, interview guide, and test to gather the data during developing culture-based reading material. This study used the development model proposed by Sugiyono (2011). The material developed in this study was based on the criteria of good reading material proposed by Tomlinson. The results of the study showed that (1) the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency had some potency and problems toward the use of existing reading material, (2) Culture-based reading material was developed by using R&D model proposed by Sugiyono and the development of the material was based on the criteria of good reading material proposed by Tomlinson, and (3) Culture-based reading material had high validity and practicality where the value of validity was 4.25 (Good) and the all values of practicality were more than 4.485 (Excellent) where the implementation of the product was proven to be effective where the mean score of the students in experiment group was higher than the mean score of the students in control group shown by 76.20 > 67.24. Based on the findings, it can be concluded that the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency had some potency and problems toward the use of existing reading material. Those potency and problems later underlined the development of culture-based reading material where its development was based on the criteria of good material proposed by Tomlinson and it also had high validity and practicality and was proven to be effective to improve the reading competency of the students.
KESANTUNAN VERBAL DAN NONVERBAL PADA TUTURAN DIREKTIF DALAM PEMBELAJARAN DI SMP TAMAN RAMA NATIONAL PLUS JIMBARAN Entalya Nababan, Mei Lamria
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.956 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kesantunan bentuk tindak tutur direktif  secara verbal dan nonverbal, (2) kesantunan fungsi tindak tutur direktif secara verbal dan nonverbal, dan (3) bentuk penyimpangan prinsip kesantunan verbal dan norverbal pada tindak  tutur direktif  dalam  pembelajaran di SMP Taman Rama National  Plus Jimbaran. Subjek Penelitian dalam penelitian ini adalah tiga guru  yang mengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan seluruh siswa (58 siswa) yang duduk di kelas VII, VIII, dan IX di  SMP Taman Rama National Plus Jimbaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat kemunculan kesantunan bentuk tindak tutur direktif secara verbal dan nonverbal pada proses pembelajaran di SMP Taman Rama National Plus, yaitu bentuk tuturan imperatif, bentuk tuturan deklaratif, dan bentuk tuturan interogatif, (2) terdapat kesantunan fungsi tindak tutur direktif  pada proses pembelajaran di SMP Taman Rama National, yaitu kesantunan  fungsi tindak tutur mengajak, kesantunan fungsi tindak tutur memerintah, kesantunan fungsi tindak tutur memohon, kesantunan fungsi tindak tutur  meminta, kesantunan fungsi tindak tutur  menyarankan, dan kesantunan fungsi tindak tutur melarang, (3) terdapat penyimpangan prinsip kesantunan verbal dan nonverbal pada tindak tutur direktif dalam pembelajaran di SMP Taman Rama National Plus Jimbaran, yaitu penyimpangan prinsip keramahan dan persahabatan, penyimpangan prinsip tidak memaksa dan tidak terkesan angkuh, dan penyimpangan prinsip tidak langsung atau berpagar.   Abstract: This study aims to determine: (1) politeness forms of directive speech acts in verbal and nonverbal, (2) politeness function of directive speech acts in verbal and nonverbal, and (3) the form of verbal and non-verbal principle deviations in the directive speech act in the learning process at Taman Rama National Plus Junior High School Jimbaran.The population in this study includes three teachers who teach Mathematics and Natural Sciences (IPA) and all students (58 students) who sit in grade VII, VIII, and IX at Taman Rama National Plus Junior High School Jimbaran. The results of this study can be concluded that: (1) there is presence of politeness feature in the form of directive speech act both verbal and nonverbal in the learning process in Taman Rama National Plus Junior High School, which include the imperative form of speech, declarative form of speech and interrogative forms of speech, (2) there is a politeness function in directive speech acts in the learning process at Taman Rama National Plus Junior High School, which include the politeness function of speech acts in asking someone, politeness functions of speech acts in giving order/instruction, politeness function of speech acts in begging, the politeness function in requesting, politeness function in giving suggestion, and politeness function in prohibiting, (3) there are deviations of verbal and nonverbal politeness principles in directive speech act in the learning process at Taman Rama National Plus Junior High School, namely the deviation of principle of hospitality and friendship, deviation of principle of to not force someone or being arrogant, and indirect deviation of principle. Kata Kunci : kesantunan verbal dan nonverbal, tindak tutur direktif, pembelajaran
Analisis Deskriptif Retorika Interpersonal Pragmatik pada Tuturan Direktif Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI SMAN I Kediri Eminda Sari, Ni Wayan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.05 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fungsi retorika interpersonal pragmatik (RIP) guru dan siswa, (2) bentuk retorika interpersonal pragmatik guru dan siswa, dan (3) strategi penyampaian retorika interpersonal pragmatik guru dan siswa. Data penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa. Subjek penelitian ini terdiri atas seorang guru dan siswa pada kelas XI IPA (1, 2, dan 3). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rekaman, observasi, dan wawancara, yang digunakan untuk mencari data terkait dengan fungsi, bentuk, dan strategi RIP. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) fungsi RIP guru meliputi fungsi memerintah, fungsi bertanya, fungsi mengizinkan, fungsi melarang dan fungsi meminta. Sementara itu, fungsi RIP pada tuturan direktif siswa terhadap guru dan siswa terhadap siswa meliputi fungsi mengizinkan, fungsi  meminta, dan fungsi bertanya. (2) Bentuk RIP pada tuturan direktif guru berupa tuturan deklaratif yang berfungsi memerintah, mengizinkan, dan melarang. Bentuk RIP siswa berupa tuturan deklaratif yang berfungsi mengizinkan. (3) Strategi penyampaian RIP pada tuturan direktif guru terhadap siswa disampaikan secara langsung dan tidak langsung dengan fungsi yang bervariasi. Berdasarkan temuan tersebut, saran-saran yang ingin disampaikan melalui penelitian ini ditujukan kepada guru agar menggunakan fungsi dan bentuk RIP memerintah, bertanya, dan meminta sebagai strategi alternatif untuk melaksanakan pembelajaran dan mengendalikan kelas agar kondusif sehingga tujuan pembelajaran yang dikehendaki tercapai. Para siswa hendaknya memperhatikan RIP dalam bertindak tutur dalam pembelajaran di kelas terutama dalam bertanya sehingga terjadi interaksi aktif yang harmonis antar siswa dengan guru dan siswa dengan siswa. Peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan memperluas masalah dan situs penelitian ini.             Sari, Ni Wayan Eminda. 2012. Descriptive Analysis of Rhetoric Interpersonal Pragmatics in the Directive Speech of Teacher and Student on Indonesian language Learning in the class XI SMAN 1 Kediri     Mentors I        : Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. Mentors II       : Dr. Arifin, M.Pd.   Keyword         : directive, function, strategy, politenes, rhetoric.     ABSTRACT   This research is the descriptive qualitative research to describe (1) the function of rhetoric interpersonal pragmatics of teacher and student, (2) the form of rhetoric interpersonal pragmatics of teacher and student,(3) the strategy of delivering rhetoric interpersonal pragmatics of teacher and student. The data of this research are the speech of the teacher and student. The methods, which are used in this research are recording method, observation, and interview. These methods are used to find the information related to the function, the form, and the strategy of RIP. The analisis process of the data will be done in three phases. The phases are (1) data reduction, (2) data presentation, (3) conculusion and verification. The results of this research show that (1) the function of rhetoric interpersonal pragmatics of teacher are commanding function, asking function, allowing function, forbidding function, and ordering function. Meanwhile, the function of rhetoric interpersonal pragmatics in the direct speech of the students to teachers or students to students are allowing function, ordering function, and asking function.  (2) the form of rhetoric interpersonal pragmatics of teacher is the declarative speech to command, allow, and forbid. The form of rhetoric interpersonal pragmatics of the students is declarative speech, which has function to allow. ,(3) the strategy of delivering rhetoric interpersonal pragmatics of teacher to the students in the direct and indirect ways whit various function. Based on the result above, the suggestions through this research are teacher have to use the function an form of commanding, asking, requesting RIP as the alternative strategy to do the teaching and learning process and to control the class to make it conducive so that the teaching and learning goals can be realized. The students have to concern the RIP through speech act in the teaching and learning process in class especially on asking so that the active and harmonic interactive between student and student can be realized. Another researcher can do the continous research through improving the problemsand sites of this research.