cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 78 Documents clear
A Descriptive Study of Male and Female Teachers’ Preferences of Strategies Used for Teaching Speaking in SMPN 1 Singaraja, ., NI NYOMAN ARI RATNADI; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dipilih oleh guru pria dan wanita dalam mengajar berbicara di SMPN 1 Singaraja. Penelitian ini menganalisis strategi yang dipilih oleh lima guru bahasa Inggris yang mengajar kelas tujuh dan delapan di SMPN 1 Singaraja. Penelitian ini dirancang sebagai sebuah penelitian deskriptif yang menerapkan teknik analisis isi (content analysis) untuk menunjukkan dan memverifikasi data yang diperlukan. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, kuesioner, dan wawancara dengan guru pria dan wanita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru pria dan wanita menggunakan empat dari tujuh strategi mengajar dalam mengajar berbicara pada siswa mereka. Strategi tersebut adalah instruksi langsung, diskusi, bekerja berkelompok, dan aktivitas kinerja. Alasan dari guru pria dan wanita menggunakan strategi tersebut karena strategi tersebut dapat membuat siswa aktif berpartisipasi di kelas. Siswa dapat bertukar pengetahuan, ide atau opini dalam diskusi atau bekerja berkelompok dengan siswa lainnya. Siswa juga dapat belajar berbicara lebih banyak dalam aktivitas kinerja yang dapat membuat siswa percaya diri ketika siswa harus berbicara dalam bahasa Inggris dengan orang lain. Kata Kunci : strategi mengajar, guru pria dan wanita, mengajar berbicara This study was carried out to describe male and female teachers’ preferences of strategies used for teaching speaking and the reasons why male and female teachers used certain strategies for teaching speaking in SMPN 1 Singaraja. This study analyzed strategy preferences of five English teachers who taught in grade seven and eight in SMPN 1 Singaraja. This study was designed as a descriptive study by applying seven Killen’s teaching strategies that adapted content analysis technique to reveal and verify the needed data. The data collection was done through observation, questionnaire, and interviewing male and female English teachers. The results show that male English teachers used four of seven Killen’s teaching strategies in teaching speaking to their students. The strategies were direct instruction, discussion, group work, and performance activity. While female English teachers also preferred four of seven Killen’s teaching strategies used for teaching speaking in the classroom. The reasons of male and female teachers used certain strategies because those strategies made students actively participate in the class. They could share their knowledge, ideas or opinion in discussion session or in group work with their partner or their group. They also learned to speak English more in the performance activity that could make them confident when they should speak English with other people.keyword : teaching strategy, male and female teacher, teaching speaking.
COMMUNICATION STRATEGIES USED BY MATHEMATICS AND SCIENCE TEACHERS TO COMMUNICATE IN ENGLISH IN MORNING SHARING IN SMP NASIONAL PLUS JEMBATAN BUDAYA: A SOCIOLINGUISTIC ANALYSIS ., KADEK ADYATNA WEDANANTA; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian sociolinguistic yang bertujuan untuk (1) menganalisa macam macam bentuk strategi komunikasi yang digunakan oleh guru matematika dan sains dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris di kegiatan morning sharing di SMP Nasional Plus Jembatan Budaya; (2) mendeskripsikan usaha usaha dari guru matematika dan sains dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Inggris; dan (3) mendeskripsikan persepsi dari guru matematika dan sains tentang berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Tiga subjek telah dipilih untuk penelitian ini. Subjek pertama dan kedua adalah guru sains yang telah lulus sarjana pendidikan sains dan subjek yang terakhir adalah guru matematika yang telah lulus sarjana pendidikan matematika. Data diperoleh dengan menggunakan non-participant observation dan in-depth interview. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan kualitatif. Hasil analisis yang telah didapatkan adalah sebagai berikut: (1) terdapat empat macam strategy komunikasi yang telah digunakan, yaitu: modification device, paralinguistic, L1 – based, dan L2 – based, dari semua itu yang sering muncul adalah modification devise, oleh karena itu bisa disimpulkan guru matematika dan sains ingin menjaga komunikasi agar berjalan lancar; (2) terdapat enam usaha usaha untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris oleh guru matematika dan sains, yaitu: belajar bahasa Inggris dengan guru local bahasa Inggris, berlatih dengan murid, menonton film dengan subtitle bahasa Inggris, belajar lebih intensif, berlatih terus menerus, belajar bahasa Inggris dengan berbagi atau bertanya kepada guru bahasa Inggris; dan (3) guru matematika dan sains setuju bahwa bahasa Inggris itu penting untuk beberapa alasan, terutama: untuk pekerjaan mereka sebagai guru di sekolah nasional plus, gaji dan perkembangan mereka untuk jadi lebih profesional.Kata Kunci : strategi strategi komunikasi, guru matematika dan sains, sekolah nasional plus, bahasa Inggris sebagai bahasa luar negeri This study was a sociolinguistic study which aimed at (1) analyzing the kinds of communication strategies used by mathematics and science teachers to communicate in English in morning sharing at SMP Nasional Plus Jembantan Budaya; (2) describing the mathematics and science teachers’ efforts to improve their ability to communicate in English; and (3) describing the perception of the mathematics and science teachers about communicating in English. Three respondents were chosen in this study. The first and the second respondents were science teachers who possessed bachelor degrees in science education. The third respondent was mathematics teacher who possessed a bachelor degree in mathematics education. The data were collected through non-participant observation and in-depth interview. The collected data were analyzed descriptively and qualitatively. The result of the analysis found that: (1) there were only four kinds of communication strategies identified in this study, namely: modification device, paralinguistic, L1-based, and L2-based strategies, of these, modification device was the most frequently used by the respondents in order to keep the conversation going smoothly; (2) there were six efforts done by the mathematics and science teachers to improve their English, they are: studying more about English with English local teacher, practicing English with students, watching movies in the English subtitle, studying English intensively, practicing English continuously and habitually, studying English by sharing or asking for English teachers; and (3) both mathematics and science teachers agreed that English is important for some reasons, especially: for their job as teachers in a national plus school, salary and their professional development.keyword : communicative strategies, mathematics and science teachers, national plus school, English as a foreign language
THE EFFECT OF JIGSAW II AND STUDENTS-TEACHER RELATIONSHIP ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION ., I GUSTI AYU WARDHANI; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Jigsaw II dan hubungan siswa dan guru terhadap membaca komprehensif siswa kelas sebelas SMAN 1 Denpasar pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan rancangan 2x2 faktorial. 92 siswa dilibatkan sebagai sampel penelitian. Mereka dipilih dengan teknik sampling acak. Data membaca komprehensif siswa dikumpulkan melalui tes pilihan ganda sedangkan data hubungan siswa dan guru dikumpulkan dengan kuesioner. Data membaca komprehensif siswa dianalisis dengan ANAVA dua jalur (Analisis Varian). Temuan penelitian ini adalah a) Jigsaw II berpengaruh secara signifikan terhadap membaca komprehensif siswa, b) terdapat interaksi yang signifikan antara metode pengajaran (Jigsaw II dan konvensional) dan tingkat hubungan siswa dan guru (tinggi dan rendah) terhadap membaca komprehensif siswa, c) bagi siswa yang memiliki hungan tinggi dengan guru, Jigsaw II berpengaruh secara signifikan terhadap membaca komprehensifnya, d) bagi siswa yang memiliki hungan rendah dengan guru, Jigsaw II tidak berpengaruh secara signifikan terhadap membaca komprehensifnya.Kata Kunci : Jigsaw II, hubungan siswa dan guru, membaca komprehensif This experimental study aimed at investigating the effect of Jigsaw II and students-teacher relationship on reading comprehension of eleventh grade students of SMAN 1 Denpasar in the academic year 2013/2014. This research applies 2x2 factorial design. 92 students were selected as sample through random sampling. Data of students’ reading comprehension were collected by using multiple choice tests and the students-teacher relationship were collected by questionnaire. The data of students’ reading comprehension were analyzed statistically by two-way ANOVA (Analysis of Variance) at 5% significance level. This research discovers (a) there was a significant difference in reading comprehension between the students taught by using Jigsaw and those who taught by using conventional method, (b) there was a significant interaction effect of teaching method (Jigsaw and conventional method) and students-teacher level (high and low levels) on students’ reading comprehension, (c) there was a significant difference in reading comprehension between students having high relationship with their teacher taught by using Jigsaw and those taught by using conventional method, and (d) there was no significant difference in reading comprehension between students having low relationship with their teacher between the students’ taught by using Jigsaw and those taught by using conventional method.keyword : Jigsaw II, student-teacher relationship, reading comprehension
Developing Supplementary English Teaching Materials for the Tenth Year Students of SMA PGRI 6 Denpasar in Implementing Curriculum 2013 ., NI MADE YUNIARI; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengembangkan materi bahan ajar penunjang Bahasa Inggris untuk siswa Kelas X SMA PGRI 6 Denpasar dalam mengimplementasi Kurikulum 2013. Pada studi ini, model R&D dari Sugiono digunakan sebagai prosedur penelitian. Dimulai dari menganalisis silabus kurikulum 2013. Dari analisis tersebut ditemukan ada Sembilan unit dalam materi bahan ajar penunjang bahasa Inggris. Tiap unit terdapat tema, topik, dan aktifitas-aktifitas. Dalam studi ini data didapat dari rubrik dan kuesioner. Rubrik berdasarkan kriteria materi yang baik menurut Tomlinson dan BSNP. Rubric ini diisi oleh ahli praktisi dan guru. Sedangkan kuesioner diisi oleh guru dan siswa. Dalam studi ini Pretest dan posttest juga dilakukan. Hasil dari pretest adalah 79, 08, sedangkan hasil dari posttest adalah 86,58. Ini menunjukkan bahwa hasil rata-rata posttest lebih tinggi dari pretest. Ini dapat disimpulkan bahwa materi bahan ajar penunjang bahasa Inggris ini efektif digunakan untuk mengajar bahasa Inggris pengimpementasi kurikulum 2013. Kata Kunci : Penunjang, Materi Bahan Ajar Bahasa Inggris, Kurikulum 2013 The aim of this study is to develop the supplementary English teaching materials for the tenth year students of SMA PGRI 6 Denpasar in implementing Curriculum 2013. In this study, the model of Research and Development by Sugiono was employed as the research procedures. It started from the need analysis. It was done by analyzing syllabus of curriculum 2013. From the need analysis, it was found that there were nine units in the supplementary English teaching materials. Each unit had a theme, a unit, and activities. In this study the data were obtained by using rubric and questionnaire taken from the criteria of a good material by Tomlinson and BSNP. The rubric was filled by the expert judgments and teacher, while the questionnaire was filled by teacher and students. In this study the pretest and posttest were also conducted. The result of pretest’s mean score was 79.08, and the posttest was 86.58. The result of posttest’s mean score is higher than pretest’s mean score. It can be concluded that the supplementary English teaching materials is effective to be used for teaching English in implementing curriculum 2013. keyword : Supplementary, English Teaching Materials, Curriculum 2013
A GENDER STUDY ON THE USE OF DIFFERENT TYPES OF CORRECTIVE FEEDBACK AND LEARNERS’ UPTAKE AT DHYANA PURA UNIVERSITY ., NI WAYAN ADINIA PRASTITI; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penggunaan umpan koreksi umpan balik oleh guru yang berdeda gender and respon siswa terhadap koreksi umpan balik yang diberikan guru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk induksi analitikal. Peneliatian ini melibatkan empat guru dari Universitas Dhyana Pura. Mereka terdiri dari dua guru laki-laki dan dua guru perempuan serta dua puluh empat siswa. Untuk mengumpulkan data, empat instrumen berbeda digunakan. meliputi : petunjuk wawancara, kuestioner guru, kuestioner siswa dan lembar observasi. Dari analisis data ditemukan: (1). Tidak ada perbedaan yang berarti pada cara guru dalam memberikan koreksi umpan balik kepada siswa yabg berbeda gender, namun ditemukan perbedaan pada cara guru lali-laki dan perempuan dalm memberikan koreksi. (2). Dari data analisi juga ditemukan bahwa 72.5 % eror selama penelitian dikoreksi saat error itu terjadi, sedangkan 27.5 % error lainnya dikoreksi beberapa saat setelah eror terjadi. (3). Dari semua jenis koreksi umpan balik yang digunakan guru, koreksi eksplisitlah yang paling banyak digunakan, persentasenya mencapai 41.22%. (4). Dari semua respon siswa yang muncul selama penelitian, respon siswa yang dengan benar dapat membperbaiki error mereka muncul paling banyak, persentasenya mencapai 48.09%. Kata Kunci : gender, koreksi umpan balik, koreksi langsung, koreksi tertunda dan respon siswa This study was attempted to investigate the use of corrective feedback by different gender of teacher and the learners’ uptake toward the corrective feedback given. This study was qualitative study. The study involved four teachers from Dhyana Pura University. Those teachers consisted of two male and to female teachers and twenty four students. To gain the data the researcher used four kinds of instruments; interview guide, teacher questionnaire, students’ questionnaire and observation sheet. From the data analysis it was found that (1). There was no significant difference in teachers’ way in giving corrective feedback to difference genders of students. (2). from the data analysis, it was also found out that 72.5 % of the error occurs during the data gathering was given immediate corrective feedback and the rest 27.5% of the error was given delayed corrective feedback (3). It was found out that explicit correction was the types of corrective feedback which was used most frequent; its percentage covered 41.22% (4). From all the uptake appeared in this study, uptake inform of repaired appeared frequently. The percentage was 48.09%. keyword : gender, corrective feedback, immediate correction, delayed correction, learners’ uptake
DEVELOPING A MODEL OF COOPERATIVE LEARNING BY IMPLEMENTING LEARNING SUPERVISION FOR THE EIGHTH GRADE STUDENTS IN TEACHING READING AT SMP HARAPAN NUSANTARA DENPASAR ., I PUTU YOGA LAKSANA; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran kooperatif dengan menerapkan Learning Supervision dalam mengajarkan kemampuan membaca pada kelas 8 di SMP Harapan Nusantara Denpasar. Penelitian ini merupakan peneliatian dan pengembangan (R&D). Penemuan dalam peneliatian ini digunakan untuk merancang sebuah produk dan suatu prosedur, yang mana produk tersebut diuji coba, dievaluasi dan direvisi. Penelitian ini merupakan penelitian Deskripsi kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) implementasi dari pembelajaran kooperatif di kelas 8 di SMP Harapan Nusantara Denpasar tidak berjalan dengan baik. (2) pembelajaran kooperatif yang perlu dikembangkan adalah pembelajaran kooperatif yang mengimplementasilkan Learning Supervision. (3) Pelaksanaan pembelajaran kooperatif yang mengimplementasikan Learning Supervision menunjukan hasil yang baik dan pembelajaran tersebut sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca kelas 8 di SMP Harapan Nusantara Denpasar. (4) peneliti, guru dan juga para siswa memberikan persetujuan yang sangat kuat tentang keberhasilan dari pelaksanaan pembelajaran kooperatif yang mengimplementasikan Learning Supervision dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam berdiskusi dan dalam kemampuan membaca, dan juga membantu guru ketika melaksankan strategi ini.Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif, Learning Supervision, Kemampuan membaca. This study attempted to develop the model of cooperative learning which implements Learning Supervision in teaching reading for eighth grade students of SMP Harapan Nusantara Denpasar. The study is called research and development (R&D). The finding of this study was used to design new product and procedures, where it was systematically field tested, evaluated, and refined. This study is descriptive qualitative research. The result of the analysis showed that: (1) The implementation of cooperative learning in eighth year of junior high school in SMP Harapan Nusantara Denpasar was still not implemented well. (2) The cooperative learning which is needed to be developed is the cooperative learning which implements Learning Supervision. (3) The implementation of the cooperative learning which implements Learning Supervision showed positive result and it was effective in improving the eighth year students’ reading comprehension in SMP Harapan Nusantara Denpasar. (4) The researcher, the teacher and also the students gave a strong agreement toward the implementation of cooperative learning which implements Learning Supervision in improving the skills of the students in discussion and also their reading comprehension, and also helping the teacher when implement the strategy.keyword : Cooperative Learning, Learning Supervision, Reading Comprehension.
The Effect of Thematic Patterning Technique and Achievement Motivation in Learning English upon Writing Competency at VIII year Students of SMP 2 Kuta Selatan in the Academic year 2013/2014 ., NI MADE TRIANI; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dr.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik dalam menulis teknik pola pentemaan (Thematic Patterning technique) dan motivasi berprestasi terhadap kompetensi menulis siswa siswa kelas VIII SMP N 2 Kuta Selatan. Penelitian ini menggunakan design 2x2 faktorial dengan variable bebas thematic patterning technique dan teknik konvensional. Variable moderator adalah tingkatan motivasi berprestasi siswa. Variable terikatnya adalah kemampuan siswa dalam menulis. Instrumen yang digunakan untuk mengukur motivasi berprestasi adalah kuisioner motivasi berprestasi, sedangkan instrumen yang digunakan untuk mengukur kompetensi menulis adalah tes kompetensi menulis. Penganalisisan data adalah menggunakan ANOVA dua jalur dan pengujian tindak lanjut. Hasil penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: a) terdapat pengaruh yang signifikan dalam kemampuan menulis diantara siswa yang diajar dengan menggunakan teknik pola pentemaan dan teknik konvensional, b) terdapat interaksi yang signifikan antara teknik pengajaran menulis (teknik thematic patterning dan teknik konvensional) dan motivasi berprestasi terhadap kemampuan menulis siswa, c) terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi yang diajar dengan menggunakan teknik pola pentemaan dan siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi yang diajar dengan teknik konvensional, dan d) terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan menulis antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah yang diajar dengan teknik pola pentemaan antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah diajar dengan teknik konvensional.Kata Kunci : teknik pola pentemaan, motivasi berprestasi, kemampuan menulis siswa. This research aimed at investigating the effect of thematic patterning technique and achievement motivation on student’s writing competency toward the VIII year students of SMP N 2 Kuta Selatan. It used 2x2 factorial design, the independent variable was thematic patterning technique and the moderator variable was students’ achievement motivation level (high and low) and students’ writing competency was dependent variable. The data were obtained through questionnaire, and writing competency test. Two-way ANOVA was used to analyze data and then continued by post hoc testing using Tukey test. The findings of the study were: a) there was a significant difference in writing competency of the students who were taught by thematic patterning technique is higher than those who are taught by conventional technique. b) There was an interactional effect between thematic patterning technique and achievement motivation on students’ writing competency. c) There was a significant difference on students’ writing competency between the students with high achievement motivation taught by thematic patterning technique and conventional technique, and d) there was a significant difference on students’ writing competency between the students with low achievement motivation taught by using thematic patterning technique and conventional technique.keyword : thematic patterning technique, achievement motivation, student’s writing competency
THE CONTRIBUTION OF LEARNING STYLES, TEACHING STYLES, AND LEARNING ENVIRONMENT TOWARDS GRADE ELEVEN STUDENTS’ ENGLISH ACHIEVEMENT OF SMA NEGERI 1 RENDANG ., I WAYAN BUDIARTA; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara gaya belajar, gaya mengajar, dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rendang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif ex-post facto, dengan studi korelasional yang melibatkan 100 orang siswa sebagai populasi sampel. Kuesioner digunakan untuk mengukur data gaya belajar, gaya mengajar, dan lingkungan belajar. Sedangkan data prestasi belajar bahasa inggris siswa diperoleh dengan pencatatan dokumen nilai rapor. Instrumen yang disusun distandardisasi untuk mengetahui validitas dan reliabiltasnya. Pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif, regresi sederhana dan regresi ganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa; 1) gaya belajar siswa memberikan kontribusi yang signifikan sebesar 21,3%; 2) gaya mengajar memberikan kontribusi yang signifikan sebesar 25,9%; 3) lingkungan belajar memberikan kontribusi yang signifikan sebesar 19,8%; dan ketiga variable secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 36,2% terhadap prestasi belajar bahasa inggris. Sumbangan efektif gaya belajar siswa sebesar 9,50%, gaya mengajar sebesar 15,6% dan lingkungan belajar sebesar 11,8%. Secara simultan ketiga variabel memberikan sumbangan efektif (SE) sebesar 36,25% terhadap prestasi belajar bahasa inggris. Kata Kunci : gaya belajar, gaya mengajar, lingkungan belajar dan prestasi belajar bahasa Inggris This study was conducted in order to find out a correlation between learning styles, teaching styles, and learning environment towards grade eleven students’ English achievement of SMA Negeri 1 Rendang. It was conducted by employing a quantitative ex-post facto design with correlation study involving a total number of 100 students as population sample. Questionnaire was used to measure learning styles, teaching styles, and learning environment. While the data of students’ English achievement was obtained from the students’ scores of English in their school report card. The instrument was standardized in order to know its validity and reliability. The data analysis was done descriptively by using simple regression and multiple regressions. The findings showed that; 1) there was a significant contribution of Learning styles (21.3%); 2) there was a significant contribution of teaching styles (25.9%); 3) there was a significant contribution of learning environment (19.8%); and 4) there was a significant contribution of those three variables towards students’ English achievement (36.2%). The effective contribution of learning style was 9.50%, teaching style was 15.6%, and learning environment was 11.8%. Simultaneously all variables have effective contribution (SE) about 36.25 % towards students’ English achievement. keyword : english achievement, learning environment, learning styles, teaching styles.
THE EFFECT OF SCRIPTED ROLE PLAY AND FOREIGN LANGUAGE ANXIETY ON THE ELEVENTH GRADE STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCY AT SMA N 8 DENPASAR IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., NI WAYAN SATRI ADNYANI; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh teknik bermain peran dengan naskah dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa kelas sebelas. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan 2x2 faktorial dan 68 orang siswa dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. Data di analisis dengan menggunakan ANOVA dua jalur dan Uji Tukey. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan terhadap kompetensi berbicara antara siswa yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional; (2) ada pengaruh interaksi pada teknik mengajar yang digunakan dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa; (3) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang tinggi yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional; (4) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang rendah yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional. Kata Kunci : berbicara, bermain peran, kecemasan This research aimed at investigating the effect of scripted role play and foreign language anxiety on eleventh grade students’ speaking competency. It was an experimental research with 2x2 factorial design and 68 of students were selected as the sample of the study. The data were analyzed by using Two-Way ANOVA and Tukey Test. The result showed that (a) there is a significant effect in speaking competency between the students who were taught by using scripted role play technique and those taught by the conventional technique, (b) there is a significant interactional effect between teaching technique applied and the foreign language anxiety on the students’ speaking competency, (c) there is a significant difference in speaking competency between the students with high foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those who were taught by the conventional technique; and (d) there is a significant difference in speaking competency between the students with low foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those students who were taught by the conventional technique. keyword : anxiety, scripted role play, speaking
THE EFFECT OF SCRIPTED ROLE PLAY AND FOREIGN LANGUAGE ANXIETY ON THE ELEVENTH GRADE STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCY AT SMA N 8 DENPASAR IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., NI WAYAN SATRI ADNYANI; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh teknik bermain peran dengan naskah dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa kelas sebelas. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan 2x2 faktorial dan 68 orang siswa dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. Data di analisis dengan menggunakan ANOVA dua jalur dan Uji Tukey. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan terhadap kompetensi berbicara antara siswa yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional; (2) ada pengaruh interaksi pada teknik mengajar yang digunakan dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa; (3) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang tinggi yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional; (4) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang rendah yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional. Kata Kunci : berbicara, bermain peran, kecemasan This research aimed at investigating the effect of scripted role play and foreign language anxiety on eleventh grade students’ speaking competency. It was an experimental research with 2x2 factorial design and 68 of students were selected as the sample of the study. The data were analyzed by using Two-Way ANOVA and Tukey Test. The result showed that (a) there is a significant effect in speaking competency between the students who were taught by using scripted role play technique and those taught by the conventional technique, (b) there is a significant interactional effect between teaching technique applied and the foreign language anxiety on the students’ speaking competency, (c) there is a significant difference in speaking competency between the students with high foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those who were taught by the conventional technique; and (d) there is a significant difference in speaking competency between the students with low foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those students who were taught by the conventional technique. keyword : anxiety, scripted role play, speaking