cover
Contact Name
M. Agus Burhan
Contact Email
urbansocietysart@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
urbansocietysart@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Urban Society´s Arts
ISSN : 23552131     EISSN : 2355214X     DOI : -
Journal of Urban Society's Art ( Junal Seni masyarakat Urban) memuat hasil-hasil penelitian dan penciptaan seni yang tumbuh dan berkembang di masyarakat perkotaan yang memiliki struktur dan kultur yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Seni masyarakat urban merupakan manifestasi seni yang dihadirkan melalui media-media seni rupa, seni pertunjukan, dan seni media rekam yang erat dengan problematika kehidupan yang terjadi dalam keseharian masyarakat, serta bisa menjadi simbol yang menarik dan menjadi elemenpenting yang menjadi ciri khas dari (1) pusat kota, (2) kawasan pinggiran kota, (3) kawasan permukiman, (4) sepanjang jalur yang menghubungkan antar lingkungan, (5) elemen yang membatasi dua kawasan yang berbeda, seperti jalan, sungai, jalan tol, dan gunung, (6) kawasan simpul atau strategis tempat bertemunya berbabgai aktivitas, seperti stasiun, jembatan, pasar, taman, dan ruang publik lain.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2013): April 2013" : 6 Documents clear
Hibriditas Musik Dangdut dalam Masyarakat Urban Raditya, Michael H.B.
Journal of Urban Societys Arts Vol 13, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dangdut, merupakan jenis musik yang mengalami dan menemani perubahanyang terjadi di Indonesia. Eksistensinya menandakan dangdut merupakan jenismusik yang paling bertahan selama beberapa dekade. Konsistensinya yang tidakkunjung memudar memutuskan bahwa dangdut merupakan jenis musik yangdapat mewakili rakyat Indonesia. Eksistensi dan konsistensi dangdut diwujudkandengan adanya proses hibriditas yang dilakukan. Dangdut tidak semata-matabersikeras menjunjung nilai keaslian dangdut, tetapi dangdut selalu mengikutike mana arah perkembangan zaman. Hibriditas menjadi kekuataan dangdut,dan membedakan jenis musik ini dengan yang lain. Dangdut menerima segalaperbedaan, bahkan dangdut memadupadankan seluruh elemen yang ada. Dalammelihat proses hibriditas yang terjadi, habitus musikal menjadi poin terpentingdalam keberadaannya. Habitus yang ada membentuk hibriditas dalam arena-arenayang ada. Memadupadankan konsep habitus dan hibriditas merupakan mediasidalam memecahkan proses eksistensi dangdut. Etnografi, metode penelitian senidan pembacaan sejarah menjadi metode yang digunakan dalam menafsirkanfenomena yang ada. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, bahwasanya dangdutsebagai musik hibrid tidak dapat mengacu pada satu gaya saja. Habitus menjadipoin terpenting, terlebih bila halnya terjadi di urban area. Habitus dalam arenaarenatertentu berbaur dan membentuk habitus baru, dan seterusnya. Habitussebagai unsur dalam hibriditasi itu tidak mengarah pada keglobalan semata, tetapijuga kelokalan yang ada. The Hybridity of Dangdut Music in Urban Society. Dangdut is a type of music thatendures and witnesses the transformation which has existed in Indonesia. Its existenceindicates that dangdut is the most durable type of music that has been sustained for somedecades. The consistency of dangdut which is not faded over time, has made dangdutto be a type of music that is able to represent Indonesian people. The existence andconsistency of dangdut can be realized by the hybridity process. Dangdut has adjustedits nature to the respective era instead of maintaining its original nature. The hybridityis the strength of dangdut that is able to differentiate dangdut with other types of music.Dangdut embraces all differences and is even able to matchmake with all other existingelements. In looking at how the hybridity process exists, the musical habitus has beenthe most important element. The habitus has shaped the hybridity in the existing arena.Matchmaking the concept of habitus and the hybridity is the mediation in solving theexistence process of dangdut. The ethnography is the method of art research and historythat have been employed in interpreting the existing phenomena. The finding of thisstudy contends dangdut, as the hybrid music, that cannot refer to only one style. The habitus plays as the most important point, in particular in the urban area. In certain arenas, thehabitus mingles and forms the new habitus and etc. The habitus as an element in the hybridity doesnot only merely aim at the globalization, but also at the localization.
Komputasi Fotografi: Mesin Cerdas Ekstraksi Objek Foto Gunanto, Samuel Gandang
Journal of Urban Societys Arts Vol 13, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi komputasi visi komputer di bidang seni fotografi digital mulaidikembangkan. Ekstraksi objek dengan latar yang kabur menjadi sebuah objek ujicoba yang layak untuk diteliti. Penelitian ini dilakukan dengan maksud sebagaitahap awal mencari desain teknologi mesin cerdas ekstraksi objek foto yang mampumenangani ekstraksi objek foto secara simultan dalam waktu yang singkat danakurat. Berdasarkan hasil eksperimen, nilai kualitas ekstraksi objek berkisar antaratoleransi 0,1 sampai 0,3 pada proses pemilihan tepian objek fokus. Nilai ini akanmemengaruhi ketepatan proses morfologi dan ekstraksi objek. Computation of Photography: The Intelligent Engine for Photo Object Extraction.The application of computing technology in computer vision has been developed in thefield of digital photography. Extraction of the object with a blurred background is a viabletest object to be researched. The research was conducted with the intention of searching atechnology with intelligent engine design for getting at the simultaneous object extractionin a short time and accurately. Based on the experimental results, the quality of toleranceranging from 0.1 to 0.3 in the edge of detection process. This value will affect the accuracyprocess of the morphology and object extraction.
Penciptaan Seni Film Eksperimental “Sweet Rahwana” Sasongko, Hery
Journal of Urban Societys Arts Vol 13, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini bioskop di Indonesia memutar film-film horor. Genre film yangmuncul di Indonesia sejak tahun 1941 melalui Film Tengkorak Hidoep ini jugadiminati banyak penikmat film tanah air. Sebut saja film Sundel Bolong dan NyiBlorong yang menggondol Piala Antemas FFI (Festival Film Indonesia) untuk FilmTerlaris 1982-1983. Film-film horor juga terus mampu meraup jumlah penontonyang besar dikarenakan bumbu adegan seks yang banyak ada di film-film hororIndonesia. Jika kembali mengaca pada sejarah termasuk sejarah perfilman Indonesia,penulis percaya akan ada titik jenuh. Penonton akan bosan dan kembali menjauhibioskop dengan film Indonesia. Kondisi ini pernah terjadi hanya sesaat sebelumdunia film Indonesia mati suri. Wayang bisa menjadi sumber inspirasi untukmengatasi kejenuhan tema film di Indonesia. Wayang adalah legenda yang tidakbisa dipisahkan dari cerita para tokoh tokohnya, salah satunya adalah karakter tokohRahwana yang selalu berwatak jahat. Unsur-unsur yang terdapat dalam karakterRahwana menjadi inspirasi untuk membuat karya film eksperimental agar menjadikarya dan tontonan alternatif bagi generasi muda Indonesia sehingga bisa menambahwawasan yang lebih luas. Dengan cara mengeksplorasi visual serta metode editingdengan teknik yang baru dan bermutu dapat menjadikan film eksperimental yangberkualitas untuk ditonton. “Sweet Ravana” an Experimental Film Art. Recently, cinemas in Indonesia play scarymovies. Scary movies have appeared in Indonesia since 1941 through a film entitled“Tengkorak Hidoep”. Many people got attracted with it. “Sundel Bolong” and “NyiBlorong” movies got achievement on Anthemas Cup FFI (Indonesian Film Festival)award for a best-selling movies category in 1982-1983. Scary movies have been succsesfullto get a lot of audiences because of many sex scenes in the Indonesian scary movies. Thewriter believes there will be a saturation point against its. The audience will be boredand keep away from Indonesian movie theaters. These conditions had occurred beforethe Indonesian cinemas collapsed. Puppet will be inspiration to heal the boredom inIndonesian movie themes. Puppet is a legend that cannot be separated from the charactersof the story. One of the puppet characters is Rahwana. He is always symbolized as a badcharacter. The elements contained in the character of Rahwana were the inspiration tomake an experimental film which can be the alternative movies for the Indonesian youngpeople, so they can have greater insight. Exploring visual and editing methods by using anew and good technique can make a good quality of experimental film.
Selfie sebagai Perangkat Citra Diri Masyarakat Urban -, Kusrini
Journal of Urban Societys Arts Vol 13, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selfie menjadi salah satu fenomena yang mudah ditemui dalam masyarakat urban.Tercatat beberapa kepala negara dan publik figur ikut larut dalam keramaian berfotodiri. Pembuatan selfie pun kadang tidak mengenal tempat dan suasana sehinggamemancing pro dan kontra. Berbagai komentar terlontar, penelitian juga dilakukanuntuk mengulik fenomena selfie lebih dalam. Dari sisi fotografi, foto selfie memilikitema yang sama dengan foto potret, yaitu tentang gambar diri. Hanya saja, dalamfoto potret dapat dirasakan karakter personal yang tertangkap kamera. Ekspresi dankomunikasi yang terbangun di dalamnya adalah antara fotografer dengan penikmatfoto, sedangkan dalam foto selfie, interaksi cenderung dengan diri sendiri yangtersaji dalam layar kamera. Selain itu, sebuah foto pada dasarnya dapat digunakanuntuk konstruksi identitas. Identitas personal dapat dikonstruksi dari atribut-atributyang diusung oleh subjek foto. Atribut fisik langsung dapat dilihat dari penampilanyang tersaji. Atribut ekspresi merupakan representasi karakter yang biasanya berupaperilaku yang terekam kamera. Hal itu agak berbeda dengan selfie. Pada selfie,konstruksi identitas yang terbentuk mengarah pada upaya pembentukan citra diri.Foto-foto yang diunggah digunakan untuk membentuk kesan positif atau baik. Selfie as a Tool of Urban Society’s Self Image. Selfie is one of the phenomena that iseasily found in urban society.It is noted that several heads of state and public figures getinvolved to take pictures of themselves. Sometimes, making selfie does not pay attentionto the time and atmosphere so that it may cause pro and contra. Various commentscame out, and the study was also conducted to do the research of selfie. In terms ofphotography, selfie and portrait of photography have the same theme; they are about selfimage. However, the personal character of the portraits can be found and is caught oncamera. The expression and communication built in it is among the photographers andphoto lovers. Meanwhile, the interaction on selfie portraits tends to talk about thempresented on the camera screen. In addition, a picture is basically used for constructingidentity. Personal identity can be constructed from the attributes carried by the subject.Direct physical attributes can be seen from the appearance presented. While theexpression attribute is usually a representation of character behavior caught on camera.It is different from selfie. In selfie, the construction of identity formed is directed to theformation of self-image. The photographs uploaded are used to form a positive or niceimpression.
Kreasi Huruf dengan Konsep Urban Art melalui Media Fotografi Uji Deva Satrio, Putra
Journal of Urban Societys Arts Vol 13, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Huruf sejak zaman dahulu hingga era modern sekarang merupakan suatu elemenyang penting bagi perkembangan kehidupan manusia di dunia. Huruf dan tulisanmemiliki arti amat penting bagi manusia. Bahkan, yang namanya peradaban ataumasa sejarah ditandai dengan peristiwa dikenalnya tulisan oleh manusia. Jika kitamelihat ke buku atau ke layar komputer, kita akan melihat huruf dan tulisan.Selain gambar, huruf adalah cara manusia berkomunikasi secara visual. Urbanart merupakan perwujudan seni yang dihadirkan melalui media-media seni rupa,seni pertunjukan, dan seni media rekam yang erat dengan problematika kehidupanyang terjadi dalam keseharian masyarakat, serta bisa menjadi simbol yang menarikdan menjadi elemen penting yang menjadi ciri khas dari kota tersebut. Kawasanpinggiran kota dan segala macam fasilitas yang ada di ruang publik menjaditarget utama dalam mencari dan mendapatkan objek-objek huruf alfabet dalampenciptaan fotografi ini. Penciptaan fotografi ini berangkat dari ketertarikanpenulis mengenai huruf, dari desain, bentuk, warna-warnanya, hingga susunanyang menarik yang bisa membuat penulis terkagum-kagum sehingga memunculkanide penciptaan melalui media fotografi mengenai segala hal tentang bentukhuruf. Melalui media fotografi ini nantinya akan tercipta suatu bentuk huruf ataumenangkap moment yang terjadi menggunakan kamera yang terdapat di lingkungansekitar dan fasilitas yang ada melalui hunting di berbagai tempat. Di sini dibatasi fontfontatau huruf-huruf alphabet sebagai objek yang akan di-explore dan dikembangkansebagai objeknya. Tujuan dalam proses pembuatan karya huruf dalam fotografi iniadalah menunjukkan bahwa setiap hal kecil, sepele bisa menjadi ide yang menarikserta unik. Tiap bentuk huruf yang ditemukan berasal dari bentuk sudut (angle)yang tak terduga bisa menjadi objek yang menarik mengasilkan bentuk-bentukhuruf alfabet yang unik. Manfaat dari penciptaan ini adalah secara tidak langsungmemberikan wawasan tambahan mengenai penerapan bahasa dan pengetahuanmengenai huruf-huruf. Bahwa huruf (font) tidak hanya diucapkan serta ditulisseperti biasa tetapi bisa juga dapat dikatakan sebagai “visual language” atau dapatberarti bahasa yang dapat dilihat melalui media fotografi. The Creation of Letters with Urban Art Concept through the Medium ofPhotography. The letters, since ancient times until the modern era, have constitutedan important element for the development of human life in the world. Letters andwritings have very important meaning for human. In fact, the name of civilizationor historical period marked by the events of the familiar writings by men. When we look at the book or the computer screen, we will look at letters and writings. Inaddition to images, the letter is the way people communicate visually. Urban art isan embodiment of art that is presented through the media of visual arts, performingarts, and recording media arts which are closed to our everyday life; and can be aninteresting symbol and becomes the important element of the hallmark of the city.The suburbs and all kinds of facilities in public spaces become a primary target forsearching for and geting alphabetical objects in the creation of this photography. Thecreation of this photography came from the writer’s interest of the letter, whether it isfrom the design, shapes, colours, up to an interesting arrangement of it which couldmake him bringing up the idea of the creation through the medium of photographyabout the shape of the letter. Through the medium of photography, future writers cancreate a form of letters or capture the moment that occurs by using the camera onthe surrounding environment and facilities through hunting the objects in variousplaces. The author limited the Alphabetical letters or as the object to be explored anddeveloped. The purpose in the process of making a piece of letters in photography wasshowing that a small thing could be an interesting and unique idea. Every singleform of the letter found was derived from an angular shape (angle) that unexpectedlycould become the object of the interesting letters of the alphabet producing the uniqueforms. The benefit of the creation is indirectly to give the additional insight onimposing the language and knowledge about the letters. Letters (fonts) are not justspoken and written as usual but they can also be considered as “visual language“orcan be meant a language seen through the medium of photography.
Persepsi Masyarakat terhadap Musik Punk -, Firmansah
Journal of Urban Societys Arts Vol 13, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata punk berasal dari bahasa Inggris, “Public United Not Kingdom” yang berartikesatuan masyarakat di luar kerajaan. Punk muncul sebagai bentuk reaksi darimasyarakat yang kondisi perekonomiannya lemah dan pengangguran di pinggirankota Inggris. Punk adalah suatu ideologi tentang pemberontakan dan antikemapanan, dengan berbagai macam karakter dari tiap entitas hingga membentukkelompok untuk keamanan identitas diri dan ciri dari komunitas punk tersebut.Punk sering dikatakan sebagai salah satu seni avant garde yang terangkumdalam berbagai macam seni, misalnya musik. Estetika dari musik punk terbilangmempunyai kadar yang tinggi karena dari segi musik, pemberontakan dilakukanmelalui lirik lagu yang mengecam keras segala bentuk perilaku pemerintah yangsecara sewenang-wenang menindas masyarakat. Lirik dalam musik ini juga sebagaialat provokatif untuk bersama-sama melakukan perlawanan dari cita-cita punk,artinya musik yang mereka ciptakan berasal dari hati nurani mereka. Namun,umumnya masyarakat menilai musik punk sebagai musik yang negatif dan sebagaigangguan sosial. Inilah tugas para komunitas punk untuk merekonstruksi persepsimasyarakat mengenai musiknya dan melanjutkan ideologi yang dianutnya. The People’s Perception on Punk Music. Punk word is derived from English, “NotPublic United Kingdom” which means a unity in the community outside the kingdom.Punk emerged as a form of reaction from the public where the economy is weak and theunemployment condition in the English suburbs. Punk is an ideology of rebellion andanti-establishment with a wide range of characters from each entity to form a groupfor the secure identity and characteristics of the punk community. Punk that is oftenregarded as one of the avant-garde arts is summarized into various arts such as music.The aesthetics of punk music has a fairly high level of integrity because in terms ofmusic, the rebellion is carried out through song lyrics condemning all forms of behaviorin which the government arbitrarily oppressive the society. The song lyrics are as aprovocative tool to jointly take the fight from the ideals of Punk himself, meaning thatthey create music that comes from their conscience. However, people generally may judgethe punk music as a negative and social disruption. This is the task of punk communityto reconstruct the public perception on punk music and continue their ideology espoused.

Page 1 of 1 | Total Record : 6