cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Journal of Software Engineering
Published by IlmuKomputer.com
ISSN : -     EISSN : 23563974     DOI : -
Journal of Software Engineering adalah jurnal ilmiah berkala yang memuat hasil penelitian pada bidang software engineering dari segala aspek teori, praktis maupun aplikasi. Makalah dapat berupa makalah technical maupun survei perkembangan terakhir (state-of-the-art) penelitian software engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
Penggunaan Random Under Sampling untuk Penanganan Ketidakseimbangan Kelas pada Prediksi Cacat Software Berbasis Neural Network Irawan, Erna; Wahono, Romi Satria
Journal of Software Engineering Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : IlmuKomputer.Com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.175 KB)

Abstract

Abstract : Penurunan kualitas software dan biaya perbaikan yang tinggi dapat diakibatkan kesalahan atau cacat pada software. Prediksi cacat software sangat penting di dalam software engineering, terutama dalam mengatasi masalah efektifitas dan efisiensi sehingga dapat meningkatkan kualitas software. Neural Network (NN) merupakan algoritma klasifikasi yang telah terbukti mampu mengatasi masalah data nonlinear dan memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap suatu data serta mampu menganalisa data yang besar. Dataset NASA MDP merupakan data metric yang nonlinear  perangkat lunak yang biasa digunakan untuk penelitian software defect prediction  (prediksi cacat software). Terdapat 62 penelitian dari 208 penelitian menggunakan dataset NASA. NASA MDP memiliki kelemahan yaitu kelas yang tidak seimbang sehingga dapat menurunkan kinerja dari model prediksi cacat software. Untuk menangani ketidakseimbangan kelas dalam dataset NASA MDP adalah dengan menggunakan metode level data yaitu Random Under Sampling (RUS). RUS ditujukan untuk memperbaiki ketidakseimbangan kelas. Metode yang diusulkan untuk menangani ketidakseimbangan kelas pada Neural Network (NN) adalah penerapan RUS. Eksperimen yang diusulkan untuk membandingkan hasil kinerja Neural Network sebelum dan sesudah diterapkan metode RUS, serta dibandingkan dengan model yang lainnya. Hasil Eksperimen rata-rata AUC pada NN (0.80)  dan NN+RUS (0.82). Hasil uji Wilcoxon dan Friedman menunjukan bahwa bahwa AUC NN+RUS memiliki perbedaan yang signifikan dengan NN dengan p-value wilcoxon = 0.002 dan  p-value friedman = 0.003 (p<0.05). Menurut uji friedman terdapat perbedaan AUC yang signifikan antara NN+RUS dengan NN, NN+SMOTE, NB, dan C45 karena nilai                  p-value < 0.0001. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model RUS terbukti dapat menangani masalah ketidakseimbangan kelas pada prediksi cacat software berbasis neural network. Kata Kunci: Ketidakseimbangan Kelas, Neural   Network, Random Under Sampling 
Integrasi Bagging dan Greedy Forward Selection pada Prediksi Cacat Software dengan Menggunakan Naive Bayes Fitriyani, -; Wahono, Romi Satria
Journal of Software Engineering Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : IlmuKomputer.Com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.545 KB)

Abstract

Kualitas software ditemukan pada saat pemeriksaan dan pengujian. Apabila dalam pemeriksan atau pengujian tersebut terdapat cacat software maka hal tersebut akan membutuhkan waktu dan biaya dalam perbaikannya karena biaya untuk estimasi dalam memperbaiki software yang cacat dibutuhkan biaya yang mencapai 60 Miliar pertahun. Naïve bayes merupakan algoritma klasifikasi yang sederhana, mempunya kinerja yang bagus dan mudah dalam penerapannya, sudah banyak penelitian yang menggunakan algoritma naïve bayes untuk prediksi cacat software yaitu menentukan software mana yang masuk kategori cacat dan tidak cacat pada. Dataset NASA MDP merupakan dataset publik dan sudah banyak digunakan dalam penelitian karena sebanyak 64.79% menggunakan dataset tersebut dalam penelitian prediksi cacat software. Dataset NASA MDP memiliki kelemahan adalah kelas yang tidak seimbang dikarenakan kelas mayoritas berisi tidak cacat dan minoritas berisi cacat dan kelemahan lainnya adalah data tersebut memiliki dimensi yang tinggi atau fitur-fitur yang tidak relevan sehingga dapat menurunkan kinerja dari model prediksi cacat software. Untuk menangani ketidakseimbangan kelas dalam dataset NASA MDP adalah dengan menggunakan metode ensemble (bagging), bagging merupakan salah satu metode ensemble untuk memperbaiki ketidakseimbangan kelas. Sedangkan untuk menangani data yang berdimensi tinggi atau fitur-fitur yang tidak memiliki kontribusi dengan menggunakan seleksi fitur greedy forward selection. Hasil dalam penelitian ini didapatkan nilai AUC tertinggi adalah menggunakan model naïve bayes tanpa seleksi fitur adalah 0.713, naïve bayes dengan greedy forward selection sebesar 0.941 dan naïve bayes dengan greedy forward selection dan bagging adalah sebesar 0.923. Akan tetapi, dilihat dari rata-rata peringkat bahwa naïve bayes dengan greedy forward selection dan bagging merupakan model yang terbaik dalam prediksi cacat software dengan rata-rata peringkat sebesar 2.550.
Komparasi Metode Machine Learning dan Metode Non Machine Learning untuk Estimasi Usaha Perangkat Lunak Adhitya, Ega Kartika; Wahono, Romi Satria; Subagyo, Hendro
Journal of Software Engineering Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : IlmuKomputer.Com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.519 KB)

Abstract

Estimasi usaha adalah proses yang sangat penting dalam kesuksesan pelaksanaan suatu proyek perangkat lunak. Memilih metode estimasi yang sesuai dengan proyek yang akan dikerjakan diperlukan pemahaman yang jelas tentang metode-metode estimasi usaha yang salah satunya mengetahui kelemahan dan kelebihan dari masing - masing metode tersebut. Dalam penelitian ini dikaji dua kelompok besar metode estimasi biaya perangkat lunak yakni metode machine learning dan metode non machine learning untuk mengetahui metode mana yang paling baik. Pada penelitian pertama mengunakan metode machine learning  dapat kita ketahui bahwa K-NN(k-nearnest neigbhors) mempunyai nilai RSME yang paling baik.  Pada penelitian Kedua mengunakan metode non machine learning  Dari hasil tersebut dapat kita ketahui bahwa FP (fungsion point ) mempunyai nilai RSME yang paling baik. Pada Penelitian Ketiga diantara metode machine learning dan non machine learning didapatkan K-NN yang mempunyai nilai RSME yang paling baik. Pada penelitian Keempat penambahan seleksi atribut  forward selection mendapatkan hasil yang paling baik untuk digunakan pada estimasi usaha perangkat lunak.
Pendekatan Level Data untuk Menangani Ketidakseimbangan Kelas pada Prediksi Cacat Software Saifudin, Aries; Wahono, Romi Satria
Journal of Software Engineering Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : IlmuKomputer.Com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.976 KB)

Abstract

Dataset software metrics secara umum bersifat tidak seimbang, hal ini dapat menurunkan kinerja model prediksi cacat software karena cenderung menghasilkan prediksi kelas mayoritas. Secara umum ketidakseimbangan kelas dapat ditangani dengan dua pendekatan, yaitu level data dan level algoritma. Pendekatan level data ditujukan untuk memperbaiki keseimbangan kelas, sedangkan pendekatan level algoritma ditujukan untuk memperbaiki algoritma atau menggabungkan (ensemble) pengklasifikasi agar lebih konduktif terhadap kelas minoritas. Pada penelitian ini diusulkan pendekatan level data dengan resampling, yaitu random oversampling (ROS), dan random undersampling (RUS), dan mensintesis menggunakan algoritma FSMOTE. Pengklasifikasi yang digunakan adalah Naϊve Bayes.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa model FSMOTE+NB merupakan model pendekatan level data terbaik pada prediksi cacat software karena nilai sensitivitas dan G-Mean model FSMOTE+NB meningkat secara signifikan, sedangkan model ROS+NB dan RUS+NB tidak meningkat secara signifikan.
Integrasi Pareto Fitness, Multiple-Population dan Temporary Population pada Algoritma Genetika untuk Pembangkitan Data Tes pada Pengujian Perangkat Lunak Maulana, Mohammad Reza; Wahono, Romi Satria; Supriyanto, Catur
Journal of Software Engineering Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : IlmuKomputer.Com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.276 KB)

Abstract

Pengujian perangkat lunak memerlukan biaya yang mahal dan sering kali lebih dari 50% biaya keseluruhan dalam pengembangan perangkat lunak digunakan dalam tahapan ini. Untuk mengurangi biaya proses pengujian perangkat lunak secara otomatis dapat digunakan. Hal yang sangat penting dalam pengujian perangkat lunak secara otomatis adalah proses menghasilkan data tes. Pengujian secara otomatis yang paling efektif dalam menekan biaya adalah pengujian branch coverage. Salah satu metode yang banyak digunakan dan memiliki kinerja baik adalah algoritma genetika (AG). Salah satu permasalahan AG dalam menghasilkan data tes adalah ketiga target cabang dipilih memungkinkan tidak ada satupun individu yang memenuhi kriteria. Hal ini akan menyebabkan proses pencarian data tes memakan waktu lebih lama. Oleh karena itu di dalam penelitian ini diusulkan integrasi pareto fitness, multiple-population dan temporary population di dalam proses pencarian data tes dengan menggunakan AG (AG-PFMPTP). Multiple-population diusulkan untuk menghindari premature convergence. Kemudian pareto fitness dan temporary population digunakan untuk mencari beberapa data tes sekaligus, kemudian mengevaluasinya dan memasukkan ke dalam archive temporary population. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan rata-rata generasi metode AG-PFMPTP secara signifikan lebih sedikit dalam menghasilkan data tes yang dibutuhkan dibandingkan metode AG standar ataupun AG dengan multiple-population (AG-MP) pada semua benchmark program yang digunakan. Hal tersebut menunjukkan metode yang diusulkan lebih cepat dalam mencari data tes yang dibutuhkan
Integrasi SMOTE dan Information Gain pada Naive Bayes untuk Prediksi Cacat Software Putri, Sukmawati Anggraini; Wahono, Romi Satria
Journal of Software Engineering Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : IlmuKomputer.Com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.587 KB)

Abstract

Perangkat lunak banyak memainkan yang peran penting. Oleh karena itu, kewajiban untuk memastikan kualitas, seperti pengujian perangkat lunak dapat dianggap mendasar dan penting. Tapi di sisi lain, pengujian perangkat lunak adalah pekerjaan yang sangat mahal, baik dalam biaya dan waktu penggunaan. Oleh karena itu penting untuk sebuah perusahaan pengembangan perangkat lunak untuk melakukan pengujian kualitas perangkat lunak dengan biaya minimum. Naive Bayes pada prediksi cacat perangkat lunak telah menunjukkan kinerja yang baik dan menghsilkan probabilitas rata-rata 71 persen. Selain itu juga merupakan classifier yang sederhana dan waktu yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar lebih cepat dari algoritma pembelajaran mesin lainnya. NASA adalah dataset yang sangat populer digunakan dalam pengembangan model prediksi cacat software, umum dan dapat digunakan secara bebas oleh para peneliti. Dari penelitian yang dilakukan sebelumnya ada dua isu utama pada prediksi cacat perangkat lunak yaitu noise attribute dan  imbalance class. Penerapan teknik SMOTE (Minority Synthetic Over-Sampling Technique) menghasilkan hasil yang baik dan efektif untuk menangani ketidakseimbangan kelas pada teknik oversampling untuk memproses kelas minoritas (positif). Dan Information Gain digunakan dalam pemilihan atribut untuk menangani kemungkinan noise attribute. Setelah dilakukan percobaan bahwa penerapan model SMOTE dan Information Gain terbukti menangani imbalance class dan noise attribute untuk prediksi cacat software.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2015 2015