cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2006)" : 5 Documents clear
Wawasan Kebangsaan Di Bawah Tekanan Globalisasi Dan Kebangkitan Kembali Politik Aliran Nasikun .
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4925.988 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22106

Abstract

Sebagai suatu gerakan ideologis, wawasan kebangsaan (baca: nasionalisme) tidak pernah muncul tanpa "antisiden" atau peristiwa-peristiwa yang mendahuluinya. Di Eropah, misalnya, banyak ahli melihat munculnya wawasan kebang-saan memiliki sumber kelahirannya di dalam perkembangan millenia Kristianisme. Sementara ahli yang lain melihatnya sebagai buah dari perkembangan teknologi percetakan, khususnya dalam industri surat kabar. Beberapa ahli yang lain lagi melihatnya sebagai konsekuensi dari perkembangan industrialisasi dan kapitalisme. Di benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin, yang dikemudian hari dikenal sebagai kawasan negara-negara Dunia Ketiga, faham atau wawasan kebangsaan pada umumnya dipahami sebagai konsekuensi dari tumbuhnya kesadaran akan penderitaan bersama di bawah kolonialisme dan imperialisme.
Reformasi Yang Diperlukan Bangsa Indonesia Sayidimin Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22107

Abstract

Gerakan Reformasi 1998Pada tahun 1997 Indonesia mengalami pukulan Krisis Ekonomi yang amat berat. Ketika itu negara-negara Asia Tenggara mengalami pukulan ekonomi yang berat. Mula-mula pada pertengahan 1997 yang terpukul adalah Malay-sia, tidak lama kemudian diikuti oleh Thailand. Para pejabat IMF yang selalu membimbing dan mengawasi perkembangan ekonomi Indonesia mengatakan bahwa Indonesia tidak akan turut terpukul karena dasar-dasar ekonomi Indonesia sehat dan kuat. Tentu saja mereka mengatakan demikian karena perkembangan ekonomi Indonesia banyak dipenaruhi kehendak IMF. Akan tetapi mereka salah sekali, sebab Indo-nesia pun tidak bebas dari pukulan ekonomi yang akibatknya malahan jauh lebih parah dari pada yang dialami Malaysia dan Thailand. Indonesia benar-benar berada dalam Krisis Ekonomi yang kemudian tidak dapat diatasi secara cepat.
Etika Teknik Terapan T Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22108

Abstract

Pada waktu soul pendidikan dan penelitian etika didedahkan di Universitas Gadjah Mada pada awal tahun 1980an, yang mencakup segala fakultas dan disiplin, tidak hanya kedokteran, hukum dan jurnalistik saja, banyak yang acuh tak acuh, bahkan skeptis dan hostile, terutama dikalangan teknik dan ekonomi. Demikian juga saya alami di Surakarta, Semarang, Jakarta dan Surabaya. Profesi kedokteran ketika itu lebih memperhatikan kode etik dan baru kemudian, dengan perkembangan bioteknologi, orang memperhatikan bioetika, ditambah dengan perkembangan transpianstasi dan teknologi reproduksi. Hukum merupakan lahan yang kurang subur sampai sekarang untuk menyemai dan menanam kode etik . jurnalistik tampaknya sulit merumuskan dan menerapkan kode etik dalam jurnalistik elektronik. Etika teknik (engineering) dan teknologi keras terhambat oleh jarak antara dirinya dan manusia yang merasakan dampaknya, lebih-lebih dalam teknik energi nuklear dan teknologi persenjataan. Masih ada juga yang men yangka, bahwa ilmu alamiah dan teknologi itu bebas nilai serta antara teknik dan budaya tidak terdapat hubungan yang erat.
Refleksi Filosofis Terhadap Reformasi Akhlak (Moralitas) Dan Masa Depan Bangsa Armaidi Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22104

Abstract

Dewasa ini kehidupan berbangsa dan bernegara kita semakin marak diwarnai oleh beragam peristiwa kekerasan yang menciptakan isu-isu SARA dan pelanggaran HAM sebagai faktor pemicunya. Peristiwa-peristiwa kekerasan konkrit yang melibatkan kelompok-kelompok masyarakat dan pemerintah.Berbagai peristiwa kekerasan yang melanda tanah air belakangan ini tak lepas dart bermulanya krisis moneter. Krisis moneter yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 yang diikuti dengan krisis ekonomi dan krisis kepercayaan terhadap pemerintah dipandang oleh sebagian besar peng-amat sebagai faktor penyebab sangat sensitif dan emosional-nya sebagian pihak dalam menanggapi dan men yikapi berbagai persoalan. Namun di batik berbagai krisis yang menimbulkan tindakan-tindakan kekerasan kolektif tersebut timbul pertanyaan; apakah sebagian masyarakat kita tengah mengalami krisis identitas dirt yang bermuara pada krisis moral dan spritual?
Sriwijaya Kerajaan Maritim Terbesar Pertama Di Nusantara H Budisantoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22105

Abstract

Jauh sebelum bangsa Eropa menjelajah dan menguasai lautan dunia abad ke-16 dan 17, di Nusantara telah berdiri Kerajaan (Negara) Maritim terbesar pertama pada abad ke-7 dan 8. Pada abad ke-16 dan 17, bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, Perancis dan Belanda berlomba-lomba menguasai lautan dan membuat koloni dalam rangka memajukan perdagangan untuk kemakmuran rakyatnya masing-masing.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue