cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2007)" : 4 Documents clear
Otonomi Daerah, Ketahanan Daerah Dan Ketahanan Nasional Muhammad Yasin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3120.302 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22115

Abstract

Arus globalisasi terus melanda dan menekan seluruh negara di dunia. Indonesia sebagai hagian dari sister?: internasional, tidak dapat menghindar dari konsekuensi yang ditinzbulkan oleh proses globalisasi. Kuatnya penyebaran ide-ide, norma-norma dan nilai-nilai haru mendorong Indo-nesia nzengambil sikap untuk melaksanakan perubahan. Meskipun tidak harus selalu dikaitkan dengan proses globalisasi, perubahan itu sendiri mentbangkitkan sentimen hahwa peruhahan fundamental adalah sesuatu yang imperatif Oleh karenanya suka atau tidak suka, maka perubahan harus dilaksanakan. Untuk menghadapi peruhah-an, diperlukan adanya cara pandang dan pendekatan yang dapat menyelanzatkan bangsa dan negara dari hahaya kenin-tuhan dan kehancuran. Di samping itu, peruhahan harus disikapi dengan arif dan bijaksana.
Dalam Konflik Antar Umat Beragama Dan Etnik, Mencegah Lebih Baik Dari Menyelesaikan saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22116

Abstract

Ada berita baik dan berita buruk dari kajian The U.N. Support Facility for Indonesian Recovery/UNSFIR mengenai masalah kekerasan kolektif, yang juga mencakup kekerasan yang timbul akihat konflik antar umat beragama dan konflik etnik, di Indonesia antara tahun 1990-2003'.Berita haiknya adalah bahwa kekerasan kolektif yang sering saling terkait dengan masalah etnik dan komunal tersehut amat jarang terjadi, dan jika terjadi, hanya terjadi di sebagian kecil daerah saja. Jadi sifatnya amat lokal, dan tidak hersifat nasional. Dapat dikatakan bahwa pada dasar-nya golongan-golongan yang ada dalam masyarakat Indo-nesia mempunyai sikap toleransi yang tinggi terhadap keber-adaan satu sama lain, baik terhadap para penganut agama maupun terhadap warga etnik yang herheda. Hal itu harus tetap dipelihara dan dikenzbangkan dengan sebaik- haiknya.Berita huruknya adalah bahwa jika konflik antar umat beragama dan antar etnik itu benar-henar terjadi, korban jiwa yang diakihatkannya paling ban yak, walau berlang-sungnya dalam waktu singkat. Data statistik yang dihimpun oleh Varshney dan kawan-kawan menunjukkan bahwa hanya enam propinsi yang jumlah korban kematiannya amat tinggi pada peristiwa kekerasan kolektif ini, yaitu Maluku Utara, Maluku, DKI Jakarta, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Oleh karena itu amatlah wajar jika di Propinsi DKI Jakarta yang dari segi anutan agama serta latar belakang etnik berpenduduk amat majemuk ini masalah konflik agama dan konflik etnik ini perlu kita antisipasi, dan kita carikan kebijakan preventifnya.
Mewaspadai Dan Menyikap iGlobalisasi Wahyono S K
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22117

Abstract

Pada akhir tahun 1970-an ada dun fenomena yang menonjol, yaitu pertama, adanya kernajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat menjangkau sernua titik di muka bumi, yang kedua, adanya kejenuhan ekonomi dalam negeri Negara-negara besar sehingga membutuhkan ekspansi ke pasar dunia.Fenomena pertama telah menzbuat dunia seperti tanpa jarak dan menjadi lebih terbuka sehingga terjadi globalisasi informasi. Sedangkan fenomena kedua dengan dukungan infrastuktur transportasi laut global telah menggerakkan ekonomi Negara-negara besar yang terbatas ruang geraknya di dalam negeri untuk menyerbu pasar dunia dengan mentaksakan adanya pasar bebas dan perdagangan bebas, sehingga akhirnya terjadi globalisasi ekonomi.
Pancasila Sebagai Paradigma Dalam Pembangunan Hankamnas Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22114

Abstract

Setiap bangsa akan selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya yaitu nilai kelangsungan hidup bangsa dan negara sehingga eksistensi kelzidupan nasional tetap terpeli-hara. Untuk mewujudkan kepentingan nasional tersebut, terjadilah relasi antar bangsa yang penuh dengan berbagai fenomena konflik. Suatu hal yang menjadi perhatian ketika terjadi relasi tersebut yaitu, setiap huhungan yang tercipta tidak akan ahadi, tetapi yang ahadi adalah upaya mewujud-kan kepentingan nasional dari bangsa yang bersangkutan. Perjuangan dari setiap bangsa dan negara untuk mewujud-kan kepentingan nasional juga akan selalu dihadapkan pada perkenzbangan situasi global, regional, maupun nasional. Apahila terjadi perhedaan kepentingan nasional antar satu bangsa terhadap bangsa yang lain, nzaka di situlah timbul berbagai konflik kepentingan yang dapat berkembang sampai mencapai pada tingkat intensitas tertinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue