cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2012)" : 5 Documents clear
Asimilasi Etnis Tionghoa Indonesia Dan Implikasinya Terhadap Integrasi Nasional (Studi Di Kota Tanjungbalai Provinsi Sumatera Utara) mustaqfirin Kodiran2
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22672

Abstract

Keanekaragaman etnis dan budaya di Indonesia merupakan kebanggaan, namun tidak jarang juga menimbulkan permasalahan. Di antara permasalahan terkait suku-bangsa adalah apa yang disebut den gan "masalah Tionghoa". Timbulnya masalah Tionghoa (Suryadinata, 2010: 184-186) lebih disebabkan karena adanya persepsi negatzf terhadap orang Tionghoa. Sebagai solusi untuk men gatasi masalah Tionghoa dalam rangka mewujudkan integrasi nasional, pemerintah menerapkan kebijaksanaan asimilasi. Asimilasi bagi etnis Tionghoa berarti masuk dalam budaya masyarakat setempat, sehingga ciri semula yang khas sebagai orang Tionghoa tidak ada lagi. Dalam menyikapi kebijaksanaan asimilasi, kalangan etnis Tionghoa terbagi dalam dua kelompok (Leo Suryadinata, 2005: xii-xiii)yaitu; asimilasionis dan pluralis (integrasionis). Kelompok asimilasionis berupaya untuk menggabungkan anggota subordinat (minoritas) ke dalam masyarakat superordinat (mayoritas) dengan cara mengadopsi sistem nilai dan gaya hidup kelompok superordinat, sedangkan kelompok pluralis men ghendaki agar kelompok subordinat tetap diperkenankan mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Dalam konteks ini, kelompok subordinat memiliki kecenderungan bersifat sentripetal (asimilasionis), sedan gkan kelompok superordinat cenderung berszfat sentrifugal (pluralis).
Integrasi Rtrw Pertahanan Darat Dengan Rtrw Kota Bandung Dalam Rangka Ketahanan Wilayah Wibisono Poespitohadil Sudibyakto2
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22675

Abstract

Pen yelenggaraan pertahanan di tingkat negara, diimplementasikan pada Ketahanan Nasional yang diwujudkan dengan upaya pengembangan kekua tan nasional melalui pengaturan dan pen yelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan Pancasila, UUD 45 dan Wawasan Nusantara. Di tin gkat lokal, kabupaten/lcota, implementasi upaya meningkatkan kondisi ketahanan nasional diwujudkan dalam upaya pengembangan kekuatan daerah antara lain melalui implementasi penyiapan sistem pertahanan semesta di daerah, yang idealnya mampu memaduserasikan RTRW Pertahanan Darat dengan RTRW Kota.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007, memaknai tata ruang sebagai wujud struktur ruang clan pola ruang. Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sis tern jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fun gsional. Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fttngsi lindung dan peruntukan ruang untuk fun gsi budi daya. Pen yelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanju tan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional
Strategi Pelembagaan Nilai Pancasila Dalam Konteks Konstitusionalisme Yamin Yamin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22677

Abstract

In this paper a strategy elaborated in the context of the institutionalization of Pancasila (five principles of state) values of constitutionalism. Instituted before the Pancasila, the concepts and precepts contained in every principle between concepts need to be identified. Institutionalization in the context of constitutionalism essentially are attribution of power to state institutions (certain) and prescription authority mandates. In addition, this paper also shows that the institutionalization of the Pancasila traces recorded in legal documents from time to time, starting time of the old order, new order era, to the contemporary era is often called the era of reform. Taking into consideration the institutionalization of the Pancasila in the context of constitutionalism in the past and its development strategy should be formulated institutionalization.
Strategi Pembangunan Infrasuktur Dalam Rangka Memperkuat Ketahanan Wilayah (Studi Kasus Di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah) Agung Prasetyo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22670

Abstract

yangkut hubungan timbal balik antara faktor ekonomi dan non ekonomi untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional secara berkelanju tan (Kadiman, 2005:5). Salah satu faktor non ekonomi yang mendukung keberhasilan pembangunan, adalah infrastruktur.Kabupaten Cilacap merupakan kabupaten terluas Provinsi Jawa Ten gah, adanya pendapat bahwa terjadi ketimpangan pembangunan infrastruktur antara Cilacap bagian barat den gun timur yang tak seimbang men gakibatkan roda perekonomian di Cilacap bagian barat berjalan lebih lambat dibanding wilayah timur (Kompas.corn, 2011).Minimnya alokasi anggaran bidang infrastruktur, baik untukpemeliharaan, peningkatan kualitas dan pembangunan infrastruktur baru, ditenggarai sebagai salah faktor terpuruknya kondisi infrastruktur di Kabupaten Cilacap. Ham pir 90 persen Jalan Kabupaten di Kota Industri Cilacap rusak, bahkan dari sekitar 1.010 km panjang ruas jalan, lebih dari 50 persen kondisinya rusak parah, sedan gkan besaran alokasi yang disediakan APBD Cilacap tahun 2010 hanya satu persen atau sekitar Rp 10 miliar dari nilai APBD yang ada (Kompas.com, 2011).
Kajian Dampak Bencana Lahar Dingin Pasca Letusan Gl-Nl-Ngapi Merapi Terhadap Ketahanan Sosial Ekonomi (Studi Kasus Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah) Dtah Arifikal Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22671

Abstract

learass paia dasarnya adalah hasil dari proses femora. aim seperti angin dan hujan. Ketika kualitas ittfowibatiLr 61a.k mampu men ghadapi atau merespon deg= bitkiisi a/am ini, maka kejadian yang meliputi Muslim boar den men yebabkan kekacauan inilah yang kamer gfrsefi,...tt dengan bencana. Bencana selalu datangzio-: sat datang selalu lebih ban yak orang yang task dan juga selalu mengakibatkan banyai keka.mayL Oleh karena itu seringkali asosiasi bencar.z ;L+.771 deikat dengan malapetaka. Bencana juga lebth serums inendatangi dan men gambil ban yak kortun dari Wimpyi orang miskin, kelompok-kelompok pinggiran den terrnariinal. Disebabkan oleh hal itu, kort.L4 irti gnenuntut lebdz ban yak pendekatan ilmu sosial yang madam lath den gan persoalan sosial, ekonomi, politzl. din &Jaya_ yang dapat melengkapi persoalan manusid hiigiincyir dan tebzologi. Ben cana menjadi begitu dekat densitYn pensvLaman masyarakat, dan bencana selalu datang dengsn Erntuk *mg berbeda, direspon den gan cara yang !..trristia density! alasan yang berbeda pula oleh setiap masyarakgrt yang tertintpa (Irzvan Abdullah: 2006).

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue