cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (1997)" : 6 Documents clear
Lingkungan Hidup Dan Keamanan Nasional Redefinisi Konsep Keamanan Dan Kedaulatan Nasional Dafri Agussalim dan Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 3 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2154.208 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11660

Abstract

Menjelang akhir abad ke tiga sebelum masehi Kaisar Qin Shi Huang membangun tembok yang kemudian dikenal dengan nama The  Great Wall itu dimasudkan untuk melindungi keamanan dan kedaulatan territorial kekaisaran China dari serangan bangsa barbar dari utara negeri itu. Setelah Perang Dunia II (PD II) berdiri tembok lain yang dikenal dengan nama Tembok Berlin yang memisahkannya  Jerman Barat dan Jerman Timur waktu itu. Tujuan didirikanya tembok kedua ini pada dasarnya sama, yaitu untuk melindungi keamanan dan kedaulatan Jerman Timur yang sosialis dari ancaman invasi atau infiltrasi dari Jerman Barat yang kapasitalis.Kini kedua tembok tersebut memang sudah kehilangan fungsi aslinya. Bahkan Tembok tersebut memang sudah kehilangan fungsi aslinya. Bahkan Tembok Berlin sudah hancur berantakan dan tinggal sebagai hiasan museum aaatau tempat wisata semata. Akan ttapi, tembok sebagai metapora bagi keamanan dan kedaulatan suatu negara terus berlangsung dan berkembang dalam imajinasi manusia.Walaupun manifestasinya berbeda, dalam benak kebanyakan pemimpin dunia terus berkembang pemikiranya bagaimana cranya agar dapat membangun "tembok" yang lebih besar, lebih kokoh dan lebih superior secara teknologi sehingga lebih tangguh dalam menangkal serangan lawan.   
Kualitas Perwira Merupakan Kunci Keberhasilan Peran Abri Pada Abad Ke-21 Djoko - Subroto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 3 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4578.382 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11607

Abstract

TNI/ABRI lahir dari rakyat.- berjuang bersama-sama dan untuk kepentingan rakyat- melaksanakan fungsi pertahanan keamanan dan fungsi sosial politik. Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai sekarang TNI/ABRI telah membuktikan kemampuanya dalam mempertahankan, mengawal, dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebersamaan dan kemanunggalan TNI/ABRI ini telah membentuk jatidiri TNI/abri sebagai tentara nasional.Sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa menunjukan bahwa perjalanan dalam mengisi kemerdekaan itu tidak berjalan mulus, tetapi menghadapi banyak ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT), baik secara langsung maupun tidak langsung, baik yang berasal dari luar maupun dlam negeri. Menghadapi hakikat ancaman tersebut, kebersamaan TNI/ABRI dan rakyat telah membentuk sinergi kekuatan yang ampuh dan telah teruji mampu mengatasinya 
WAWASAN NUSANTARA DAN KETAHANAN NASIONAL DALAM KEHIDUPAN NASIONAL DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN H. - Budisantoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 3 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11609

Abstract

Manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang berbudaya, sejak zaman dahulu hidup bermasyarakat, berkelompok-kelompok. Atas Dasar berbagai kesamaan dan kesepakatan, kelompok-kelompok masyarakat tersebut membentuk bangsa. Bangsa yang telah menegara(membentuk negara bangsa (nation state) pada masa lalu, dapat ditarik kesimpulan bahwa negara bangsa yang berjaya(berhasil) dalam mewujudkan cita-cita dan mencapai tujuan nasionalnya, adalah bangsa yang mampu memadukan pemikiran, sikap dan tindakan disertai kekuatan, tekad dan semangat bangsa,yang bahu membahu berjuang bersama demi tercapainya cita-cita dan tujuan yang mereka inginkan. Kepentingan nasional mereka utamakan melebihi kepentingan pribadi, kepentingan kelompok, golongan, dan kedaerahan. Keterpaduan upaya yang disertai dengan tekad dan semngat yang tinggi ini di dasarkan adanya kesamaan persepsi dan cara pandang atau biasa disebut wawasan dalam mencapai tujuan nasional.
Ketahanan Nasional Dan Panetika T Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 3 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11639

Abstract

Panetika (penetics) adalah ilmu yang mempelajari derita, istilah ini berasal dari peneti, yang dalam bahasa Pali berarti derita. Yang menjadi pusat perhatian penetika adalah penderitaan yang ditimbulkan manusia terhadap hean serta lingkungan, dan sebaliknyaiapun dirundungi derita oleh hewan dan lingkungan, dan sebaliknya iapun dirundung derita oleh hewan dan lingkungan . Tetapi yang menjadi tema utama penetika adalah pertukaran derita antara manusia yang timbul atau sengaja ditimbulkan dalam interaksinya, baik pada peringkat individu, keluarga, kelompok, bangsa dan aliansi bangsa. Ada kecenderungan derita yang ditimbulkan makin besar sekarang, seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, jumlah interaksi manusia yang makin intensif, serta jumlah penduduk dunia dan jumlah negara yang bertambah banyak. Makin banyak derita yang ditimpakan oleh manusia pada kutup seberang. Berkurangnya hewan pemangsa liar sekarang meninggalkan lowongan yang lalu diisi oleh manusia, sehingga interaksi interspesifik beralih ke interaksi intraspesifik, yang tidak kurang mengandung kekerasa.Penimpaan derita terhadap sesama setua sejarah manusia, hanya skala, kedahsyatan, kecepatan, kekerapan dan modusnya yang berubah. Penderitaan kadang-kadang di pakai untuk menakut-nakuti dan memaksa orang patuh pada peraturan dan pemimpin. Macchiavelli menganggap seorang pemimpin lebih baik ditakuri dari pada dicintai, agar kekuasaanya lebih lestari. Gubernur Jendral Inggris di India, Lord Ellenborough, menakut-nakuti rakyat Afghanistan untuk mengembalikan wibawa Inggeris, dengan menyerbu Kabul dan Istalif pada tahun 1842 dan menghancurkannya. Pengungsi yang lari ke hutan kertau (mserbei) dikejar, lalu semua lelaki dewasa dibunuh dan yang perempuan diperkosa.
Aspek Ekonomi Pemanfaatan Air Tanah Demi Peningkatan Ketahanan Kota Wan - Usman
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 3 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11644

Abstract

Harapan dan tantangan pemanfaatan air tanah dari sudut pandang ekonomi, demi meningkatkan ketahanan penduduk kota, khususnya DKI Jakarta adalah penting untuk diteliti.Harapan dan tantangan ini dilatar belakangi oleh penduduk DKI Jakarta  yang diperkirakan sekarang mencapai 8 juta jiwa dan dalam memasuki abad ke 21, akan menjadi sekitar 9 juta Aktivitas Ekonomi dari tahun ke tahun terus meningkat dengan hasil produksi industri sekitar Rp 20 Trilyun dalam tahun 1996 mencapai sekitar 260 juta m2. Karena tanah terbatas, pendirian geudung-gedung bertingkat makin banyak dari tahun ke tahun sehingga tekanan terhadap sumber daya alam khususnya air tanah meningkat pula. Semua ini akan mengganggu ketahanan daerah DKI Jakarta, sebagai ibu kota negara Republik Indonesia.
Regionalisme, Nasionalisme Dan Ketahanan Nasional; Satu Tinjauan Dari Segi Strategi Hankam Edi Sudrajat
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 3 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11604

Abstract

Keadaan dunia dewasa ini ditandai dengan kemajuan dan perubahan yang amat cepat sehingga membuat analisa perhitungan strategis mengandung ketidakpastian yang cukup besar. Era pasca Perang Dingin ternyata mencuatkan masalah0masalah keamanan nasional maupun regional di berbagai tempat di dunia melebihi pada saat perang dingin masih berlangsung.Masalah-masalah keamanan yang muncul itu disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain karena konflik kepentingan, maslah klaim teritorial, pertentangan suku dan golongan, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut pada waktu Perang Dingin dahulu terendam maupun sengaja diredam oleh kekuatan adikuasa pada waktu itu agar tidak mengganggu pertimbangan geopolitik yang mereka pertahankan melalui berbagai cara. Kemunculan secara terbuka konflik regional maupun nasional saat itu dapat mengganggu pertimbangan geo-politik, dan hal ini amatlah mengganggu pertimbangan geo-politik, dan hal ini amatlah mengganggu kepentingan kekuatan adikuasa yang sudah dibangun, sekarang ini hal seperti itu sudah tidak ada lagi, sehingga akibatnya pertentangan dan konflik pada tatarannasional maupun regional saling bermunculan, tanpa pola, dan oleh karena-nya sulit diramalkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1997 1997


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue