cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2 (2015)" : 8 Documents clear
AKSESIBILITAS PEMILU 2014 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN POLITIK (Studi Tentang Persepsi Mahasiswa Penyandang Disabilitas Di Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Merly, Mario
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Ketahanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.703 KB)

Abstract

Aksesibilitas masih menjadi permasalahan dalam pelaksanaan Pemilu 2014. Ketimpangan terhadap aksesibilitas Pemilu bagi para penyandang disabilitas tentunya akan menimbulkan sebuah persepsi tersendiri mereka terhadap pelaksanaan Pemilu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Pengambilan subyek penelitian dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan kriteria yang diinginkan peneliti. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mahasiswa penyandang disabilitas masih menilai buruk implementasi perundang-undangan yang telah banyak mengatur aksesibilitas. Pijakan regulasi tidak mampu dilaksanakan dengan baik oleh penyelenggara Pemilu untuk mendesain Pemilu yang aksesibel bagi penyandang disabilitas. Hal yang patut diperhatikan adalah sikap politik mahasiswa penyandang disabilitas telah cukup baik. Ketika kebijakan aksesibilitas tetap diabaikan dan tidak menjadi perhatian pemerintah, maka pada akhirnya peran politik mahasiswa penyandang disabilitas bisa menjadi rentan karena berwujud sikap kehilangan kepercayaan (public trust) terhadap pemerintah. Implikasi terhadap hal ini sangat rentan mempengaruhi ketahanan politik, karena tanpa kepercayaan publik maka kunci penting dalam membangun masyarakat yang demokratis tidak akan terwujud.
DAMPAK PENGALIHAN FUNGSI LAHAN SAWAH PADA PRODUKSI PADI SAMPAI TAHUN 2018 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PANGAN WILAYAH (Studi Di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah) Wibowo, Catur Setyo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Ketahanan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.784 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tesis ini adalah untuk memperkirakan luasan l ahan sawah yang telah dialih fungsikan ke non-sawah di Kecamatan Jaten sampai dengan tahun 2018, mengetahui faktor penyebab  pengalihan fungsi  lahan sawah di Kecamatan Jaten, mengetahui dampak  pengalihan fungsi  lahan sawah terhadap  produksi padi dalam rangka  ketahanan pangan di Kecamatan Jaten sampai tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif yang didiskripsikan dalam bentuk tabel dan grafi k untuk menggambarkan dampak  pengalihan fungsi  lahan sawah terhadap  produksi padi dalam rangka  ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar. Adapun jenis data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder baik yang bersifat kualilalif maupun kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa,  pengalihan fungsi  lahan sawah di Kecamatan Jaten semakin meningkat, hal ini dipengaruhi oleh letak geografi s yang strategis,  Pertumbuhan Penduduk dan  Kebutuhan Perumahan,  perkembangan industri, dan faktor individu   Petani. Penyusutan  lahan sawah secara nyata berpengaruh terhadap berkurangnya  produksi padi secara total. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yang menunjukkan penurunan p roduksi padi sampai dengan tahun 2018 sebesar 6.309,8 ton atau sekitar -2,9 persen/tahun. Berdasarkan tingkat  konsumsi  beras penduduk sesuai dengan  Susenas tahun 2013, maka diperkirakan pada tahun 2020 Kecamatan Jaten  akan mengalami kekurangan  produksi  beras
Diskresi Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Dalam Penanganan Aksi Unjuk Rasa Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Kepolisian Resort Kota Yogyakarta) Legowo Saputro
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.577 KB) | DOI: 10.22146/jkn.10153

Abstract

ABSTRACT This research aimed to, firstly, determining the application of Police Offi cers discretion on handling of protest action, related forms of action and consideration, constraints and secondly, implications aginst the regional resilience. This research used qualitative descriptive method of search and data collection in the form of opinions or ideas, phenomena, portrait and documents related to Police Offi cers discretion on handling of protest action. Data obtained by in depth interviews, observation and studied of literature and documents, which were then analyzed and put in the form of words and portrait that gave an obvious illustration of the object of research. Research was conducted at the Police Resort of Yogyakarta City by taking samples of some Police Offi cers of Yogyakarta City and Police Department of Yogyakarta, protesters, public, and legal advisor. The Discretion applied by the Police Offi cers of Yogyakarta City on handling of protest action that formed of tolerance for violations of protesters in terms of notifi cation and implementation of the protest action, and the action as well as a waiver of any provision in the handling of demonstrations by the police. The constraints that formed in limited and superfi cially understanding of the discretion by the police, the sanctions provided were personaly, negative responses from the public and the protesters. The discretion of the Police Offi cers of Yogyakarta City in handling of protest action effected: Firstly, positive effect that created stability of the region of Yogyakarta City and had impact on regional resilience on aspects of ideological, political, social, cultural and security; Secondly, negative consequences in the form of public perception that the violation by protesters was the right thing, when discretion were applied was not well understood by the police. Existing obstacles must be overcame to provide suffi cient understanding and knowledge of police discretion, especially to the Police Department of Yogyakarta City, and to the public and protesters.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, mengetahui penerapan diskresi anggota kepolisian dalam penanganan aksi unjuk rasa, terkait bentuk tindakan dan pertimbangannya serta kendala; dan Kedua, implikasinya terhadap ketahanan wilayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu pencarian dan pengumpulan data yang berupa pendapat atau gagasan, fenomena, gambar serta dokumen yang berkaitan dengan diskresi anggota kepolisian dalam penanganan aksi unjuk rasa. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, pengamatan serta studi kepustakaan dan dokumen, yang selanjutnya dianalisis dan dituangkan dalam bentuk kata-kata dan gambar sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang obyek penelitian. Penelitian dilakukan di Kepolisian Resort Kota Yogyakarta dengan mengambil sampel beberapa Anggota Polresta Yogyakarta dan Polda DIY, pengunjuk rasa, masyarakat,dan ahli hukum. Diskresi yang diterapkan oleh Anggota Kepolisian Resort Kota Yogyakarta dalam penanganan aksi unjuk rasa berupa toleransi atas pelanggaran pengunjuk rasa dalam hal surat pemberitahuan dan pelaksanaan aksi unjuk rasa, dan tindakan tersebut sekaligus merupakan pengabaian ketentuan dalam penanganan aksi unjuk rasa oleh Polisi. Kendalanya berupa pemahaman yang sempit serta dangkal terhadap diskresi oleh Polisi, sanksi yang diberikan bersifat personal, tanggapan negatif dari masyarakat dan pengunjuk rasa. Diskresi Anggota Kepolisian Resort Kota Yogyakarta dalam penanganan aksi unjuk rasa berakibat, yaitu: Pertama, akibat positif berupa terciptanya stabilitas wilayah di Kota Yogyakarta dan berdampak terhadap ketahanan wilayah pada aspek ideologi, politik, sosial budaya dan keamanan; Kedua yaitu, akibat negatif berupa anggapan masyarakat bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh pengunjuk rasa merupakan hal yang benar, apabila diskresi yang diterapkan tidak dipahami dengan baik oleh Polisi. Kendala yang ada harus diatasi dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan yang cukup tentang diskresi kepolisian, khususnya kepada Anggota Kepolisian Resort Kota Yogyakarta, dan kepada masyarakat maupun pengunjuk rasa
Dampak Pengalihan Fungsi Lahan Sawah Pada Produksi Padi Sampai Tahun 2018 Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pangan Wilayah (Studi di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah) Catur Setyo Wibowo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.665 KB) | DOI: 10.22146/jkn.10154

Abstract

ABSTRACTThis research was aimed to estimated the extent of rice-fi eld area that had been conversed into non-ricefi eld area in Jaten Sub-district up to 2018, to found out the factors causing the conversion, and to determined the impact of the land conversion for the production of rice towards the food security in Jaten Sub-district until 2018. This was a descriptive research with quantitative methods. The data were described in the form of tables and graphs to described the impact of the land conversion and rice production toward the food security in Jaten Sub-district, Karanganyar Regency. The data was divided into two types; primary data and secondary data. Both of them were in the form of qualitative and quantitative data. The results of the study showed that, the land conversion in Jaten Sub-district increased. It happened because of its strategic geographical location, the population growth, the need for housing, the industrial development, and the individual factor of the farmers. The depreciation of the rice-fi eld signifi cantly affected the reduction of rice production. It is proven by the result of statistical tests. The test showed the decreased amount of rice production up to 6309.8 tons, or about -2.9 percent/year. Based on the level of rice consumption in accordance with SUSENAS population in 2013, it was predicted that in 2020 people of Jaten Sub-district would get problem or lack of rice production.ABSTRAKTujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tesis ini adalah untuk memperkirakan luasan lahan sawah yang telah dialih fungsikan ke non-sawah di Kecamatan Jaten sampai dengan tahun 2018, mengetahui faktor penyebab pengalihan fungsi lahan sawah di Kecamatan Jaten, mengetahui dampak pengalihan fungsi lahan sawah terhadap produksi padi dalam rangka ketahanan pangan di Kecamatan Jaten sampai tahun 2018. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif yang didiskripsikan dalam bentuk tabel dan grafi k untuk menggambarkan dampak pengalihan fungsi lahan sawah terhadap produksi padi dalam rangka ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar. Adapun jenis data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder baik yang bersifat kualilalif maupun kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, pengalihan fungsi lahan sawah di Kecamatan Jaten semakin meningkat, hal ini dipengaruhi oleh letak geografi s yang strategis, Pertumbuhan Penduduk dan Kebutuhan Perumahan, perkembangan industri, dan faktor individu Petani. Penyusutan lahan sawah secara nyata berpengaruh terhadap berkurangnya produksi padi secara total. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik yang menunjukkan penurunan produksi padi sampai dengan tahun 2018 sebesar 6.309,8 ton atau sekitar -2,9 persen/tahun. Berdasarkan tingkat konsumsi beras penduduk sesuai dengan Susenas tahun 2013, maka diperkirakan pada tahun 2020 Kecamatan Jaten akan mengalami kekurangan produksi beras.
Aksesibilitas Pemilu 2014 Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Politik (Studi Tentang Persepsi Mahasiswa Penyandang Disabilitas Di Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Mario Merly
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.703 KB) | DOI: 10.22146/jkn.8123

Abstract

ABSTRACKAccessibility is still a problem in the implementation of the 2014 elections. Inequality to elections accessibility for persons with disabilities will certainly lead to a perception of their own against the elections. This research is qualitative descriptive study using interviews and observation methods. Making the subject of research conducted by purposive sampling in accordance with the desired criteria researchers. Students with disabilities badly assess implementation legislation has many set of accessibility. The regulatory footing is not able to be implemented properly by the elections organizers to design the elections accessible for persons with disabilities. It should be consideration is the attitude of political student disability has been good enough. When the accessibility policies remain ignored and not a concern of government, eventually the role of political student disability could be vulnerable as intangible attitude lose confidence (public trust) against the government. The implications of this affecting very fragile political resilience, because without public trust and important key in building the democratic will not materialize. ABSTRAKAksesibilitas masih menjadi permasalahan dalam pelaksanaan Pemilu 2014. Ketimpangan terhadap aksesibilitas Pemilu bagi para penyandang disabilitas tentunya akan menimbulkan sebuah persepsi tersendiri mereka terhadap pelaksanaan Pemilu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Pengambilan subyek penelitian dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan kriteria yang diinginkan peneliti. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa mahasiswa penyandang disabilitas masih menilai buruk implementasi perundang-undangan yang telah banyak mengatur aksesibilitas. Pijakan regulasi tidak mampu dilaksanakan dengan baik oleh penyelenggara Pemilu untuk mendesain Pemilu yang aksesibel bagi penyandang disabilitas. Hal yang patut diperhatikan adalah sikap politik mahasiswa penyandang disabilitas telah cukup baik. Ketika kebijakan aksesibilitas tetap diabaikan dan tidak menjadi perhatian pemerintah, maka pada akhirnya peran politik mahasiswa penyandang disabilitas bisa menjadi rentan karena berwujud sikap kehilangan kepercayaan (public trust) terhadap pemerintah. Implikasi terhadap hal ini sangat rentan mempengaruhi Ketahanan Politik, karena tanpa kepercayaan publik maka kunci penting dalam membangun masyarakat yang demokratis tidak akan terwujud
Penerapan e-Procurement Dalam Proses Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Guna Mendukung Ketahanan Tata Pemerintahan Daerah (Studi pada Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur) Rahmat Hidayat
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.961 KB) | DOI: 10.22146/jkn.10155

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to analyzed the application of the principle of e-Procurement in ProcurementServices Unit in the Government District Penajam Paser Utara, examines the obstacles faced by the ProcurementServices Unit in the process procurement of goods and services by the government through e-procurement process andto formulated strategies that were done overcome by Procurement Services Unit to the obstacles in implementation of e-procurement to supported the resilience of governance in the district Penajam Paser Utara.The research method used was descriptive method with quantitative and qualitative approaches. The data wascollected through questionnaires, interviews, observation and documentation. The measurement applied Likert scale was applied to 32 Procurement Services Unit offi cers and informant interviews to 3 people who knew in depth about the implementation of e-procurement in Penajam Paser Utara. The research showed the application of the principles of e-procurement in district Penajam Paser Utara districtthat generally was going according to applicable regulations, but there were still some obstacles in its application, namely Procurement Services Unit institution, infrastructures,and human resources . It require the government efforts to resolvethese obstacles in order to supported the resilience of regional governance in Penajam Paser Utara district.ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan prinsip e-procurement pada Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa di Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, mengkaji kendala yang dihadapi Unit Layanan Pengadaan dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui proses e-procurement serta untuk merumuskan strategi yang dilakukan Unit Layanan Pengadaan dalam mengatasi kendala penerapan e-procurement guna mendukung ketahanan tata pemerintahan daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan perpaduan kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, wawancara,observasi dan studi pustaka. Pengukuran menggunakan skala Likert kepada 32 orang petugas ULP dan wawancara kepada 3 orang informan yang mengetahui secara mendalam tentang penerapan e-procurement di Kabupaten Penajam Paser Utara. Hasil penelitian menunjukkan penerapan prinsip e-procurement di Kabupaten Penajam Paser Utara secara umum sudah berjalan sesuai peraturan yang berlaku namun masih terdapat beberapa kendala dalam penerapannya, yakni kelembagaan ULP, Infrastruktur, dan SDM. Untuk itu diperlukan strategi pemerintah daerah dalam mengatasi kendala tersebut guna mendukung ketahanan tata pemerintahan daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Peran Pemuda Dalam Mengembangkan Eco Edu Wisata Mangrove Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Lingkungan Daerah (Kasus pada: Perkumpulan Pemuda Peduli Lingkungan “Prenjak” Dusun Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah) Fitri yani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.388 KB) | DOI: 10.22146/jkn.10156

Abstract

ABSTRACTThis study aimsed to reviewed the role of youth in developing Edu Eco Tourism Mangrove and to reviewed the implications in the developing of Edu Eco Tourism Mangrove by youth towards environmental resilience in the region of Tapak Village, Sub-district Tugurejo, District Tugu, City of Semarang, Central Java. This research used descriptive qualitative method. The research approach used in this study was the study on problems occuring in the society. Researcher also used observation, in-depth interviews, and documentation study to collected data. The research’s result showed that Prenjak had roles and contributions in developing Edu Eco Tourism Mangrove Tapak Tugurejo. Prenjak’s role were measured by the indicators of the development of ecotourism mangrove, that consistof management program ecotourism, society’s support, infrastructures, and resource utilization. The development of Edu Eco Tourism Mangrove had implications to the regional enviromental resilience, indicated by ecosystem availability, the minimum of power consumption, management of waste and pollutants, sustainability of the localsocio culture system, and also the understanding of live environment concept.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemuda dalam mengembangkan Eco Edu Wisata Mangrove danuntuk mengkaji implikasi pengembangan Eco Edu Wisata Mangrove oleh pemuda terhadap ketahanan lingkungan daerah di Dusun Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi pada suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prenjak berperan dalam mengembangkan Eco Edu Wisata Mangrove Tapak Tugurejo. Adapun peran Prenjak dalam pengembangan Eco Edu Wisata Mangrove meliputi program pengelolaan ekowisata, dukungan masyarakat, sarana prasarana, dan penggunaan lahan. Peran pemuda Prenjak dalam mengembangkan Eco Edu Wisata Mangrove berimplikasi terhadap ketahanan lingkungan daerah di Dusun Tapak meliputi ketersediaan ekosistem, pengendalian limbah dan pencemaran, kelanjutan sistemsosial budaya lokal, dan peningkatan pemahaman konsep lingkungan hidup.
Efektivitas Pemanfaatan Biogas Untuk Menunjang Ketahanan Energi (Studi Di Desa Pendoworejo Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta) Dyah Sri Palupi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.996 KB) | DOI: 10.22146/jkn.10152

Abstract

ABSTRACT The development of renewable energy was one of the crises of energy solutions. The purposes of the research were to analyzed the effectiveness of biogas utilization and examine the connection of that utilization with energy resilience at Pendoworejo. The research method was qualitative descriptive analysis approach. Total amount the biodigesters were 183 units. Purposive sampling technique was used to determined the samples. The total informants were 55 people. Data collection techniques included literature studies, observation, interviews, and documents studies. The research results were 30.26% able to used and 69.77% unable to used. The continuity of effectiveness in utilizations was for daily using in the category low (25.58%), sometimes in using in the category very low (4.65%) and damage in the category enough (69.77%). The biogas utilization or function effectiveness were for cooking in the category high (86.82%), for the generator set (3.1%) and others (10.08%) in the category very low. The effectiveness for providing the needs were providing all needs in the category very low (9.3%), part of the needs in the category low (20.93%) and not at all in the category enough (69.77%). The effectiveness of biogas utilization at Pendoworejo village for energy resilience were at low level. The expectation in the next the Pendoworejo village would be self-supporting in energy, but the energy resources of biogas at the village had not reached more than 60% of total required energy. The effectiveness of biogas utilization at Pendoworejo village currently were not being able to supported the energy resilience yetABSTRAKPengembangan energi terbaharukan merupakan salah satu solusi krisis energi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas pemanfaatan biogas dan mengkaji hubungan efektivitas pemanfaatan biogas di Desa Pendoworejo dengan ketahanan energi. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Jumlah biodigester 183 unit. Penentuan sampel dengan teknik purposive sampling. Jumlah informan 55 orang. Teknik pengumpulan data meliputi studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yaitu 30,26% biodigester berfungsi dan 69,77% dalam kondisi rusak. Efektivitas kontinuitas pemanfaatan dan ketersediaan biogas yakni pemanfaatan harian dalam kategori rendah (25,58%), pemanfaatan kadang-kadang dalam kategori sangat rendah (4,65%) dan kondisi rusak dalam kategori cukup (69,77%). Efektivitas pemanfaatan atau fungsi yakni untuk memasak dalam kategori tinggi (86,82%), genset (3,1%) dan lainnya (10,08%) dalam kategori sangat rendah. dalam kategori sangat rendah (9,3%), sebagian memenuhi kebutuhan dalam kategori rendah (20,93%), dan tidak memenuhi kebutuhan dalam kategori cukup (69,77%). Efektivitas pemanfaatan biogas di Desa Pendoworejo termasuk rendah. Desa Pendoworejo diharapkan menjadi Desa Mandiri Energi, namun sumber energi dari biogas belum mencapai lebih dari 60%. Efektivitas pemanfaatan biogas di Desa Pendoworejo belum mampu menunjang ketahanan energi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue