cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (1998)" : 5 Documents clear
Peran Krusial Rakyat Dan Penduduk Sipil Lainnya Dalam Perang Non Konvensional Masa Kini Dan Implikasinya Pada Sistem Pertahanan Rakyat Semesta: Sebuah Komentar terhadap The U.S. Army and Marine Corps Counterinsurgency Field Manual, 2006 Saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10375.038 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22171

Abstract

Jika kita membaca baik-baik sejarah umat manusia, sukar bagi kita untuk mengambil kesimpulan, apakah keadaan normal itu adalah perdamaian dengan perang sebagai selingan dari keadaan damai itu, ataukah keadaan normal itu adalah perang dengan keadaan damai sebagai selingan dari peperangan. Perang dan damai merupakan suatu kenyataan riil yang tidak dapat dibantah atau dihindari, dan merupakan suatu fakta ber Banda yang terjadi silih berganti dan berlangsung secara terus-menerus dalam suatu con-tinuum, sehingga menimbulkan adagium yang bersifat paradox yang berbunyi: Si Vis Pacem Para Bellum, yang berarti siapa yang ingin damai, bersiaplah untuk perang'. Oleh karena itulah, sambil melanjutkan usaha untuk hidup sejahtera dalam suasana damai, pimpinan suatu bangsa dan negara harus mempersiapkan diri secara terus menerus menghadapi kekerasan yang potensial akan dilancarkan oleh bangsa dan negara lain, karena hampir dapat dipastikan dalam drimai ada bibit perang, sedangkan perang cepat atau lambat akan - atau harus - diakhiri dengan perdamaian.
PEMBANGUNAN KEKUATAN HANKAM DALAM ERA GLOBALISASI Dani - Purwanegara
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4732.7 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11679

Abstract

Dinamika kehifupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tengah-tengah derasnya arus perubahan cepat dan dinamika kehidupan antarbangsa. tetap menuntut adanya jaminan kepastian atas terpeliharanya, tetap menuntut  adanya kepastian atas terpeliharanya rasa aman dan keamanan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat bersama dengan pemerintah. Namun demikian di pundak pemerintahlah tumpuan utama perencanaan dan pelaksanaanya, dan apabila ternyata gangguan terhadap jaminan rasa aman dan keamanan ini meningkatkan, maka tudingan kesalahan biasanya ditunjukan kepada aparatur keamanan (Baca aparatur pemerintah). Stabilitas keamanan meskipun diyakini bukan satu-satunya kebutuhan umat manusia, namun setiap orang akan sependapat bahwa tanpa adanya rasa aman dan keamanan, mustahil ia dapat mengupayakan kesejahteraanya dengan baik. Bukan hal yang luar biasa, manakala keamanan sudah terselenggara dengan baik, apabila jangka waktunya berlangsung relatif lama, maka stabilitas keamanan seolah tidak diperlukan lagi, sudah taken for granted.
NEGOSIASI INTEGRATIF UNTUK TIMOR TIMUR Riza Noer Arifa
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11685

Abstract

Dalam sejarah politik luar negeri Indonesia kontemporer, kasus Timor Timur merupakan salah satu kasus paling menarik dan menyita banyak perhatian para praktisi dan pemerhati politik luar negeri Indonesia. Ketika pertama kali mencuat menjadi pembicaraan masyarakat Internasional dan agenda sejumlah organisasi internasional , kasus ini  masih berdimensi politik dan keamanan. Kini Timor Timur  dibicarakan bukan hanya dalam dua dimensi itu . Dua dimensi lain yang kini turut mendominasi pembicaraan tentang Timor Timur di tingkat internasional  adalah HAM (Hak Asasi Manusia) dan  demokrasi ( beserta implikasinya -implikasinya). Karena dua dimensi itulah pembicaraan dan negoisasi tentang kasus ini berkembang semakin menarik (kalau tidak semakin rumit).Posisi pemerintah Indonesia dalam kasus ini sudah jelas. Timor Timur adalah bagian dari negara keaatuan Republik Indonesia. Segala bentuk penyelesaian untuk kasus ini, oleh diletakkan dalam kerangka yang lain. Dengan posisi seperti itu , pemerintah Indonesia menyerahkan sepenuhnya penyelesaian soal Timor Timur melalui pembicaraan tripar tite 1 di bawah mediasi Sekretaris Jendral PBB. Bentuk-bentuk dan upaya-upaya negosiasi lain di pandang hanya sebagai pelengkap dari mekanisme tripartiti 1 itu. Upaya pemerintah Indonesia merintis dan menghidupkan dialog di antara warga Timor Timur sendiri juga bisa dilihat dalam kerangka ini.
LIBERALISASI DAN STRATEGI KEAMANAN EKONOMI NASIONAL PENGALAMAN DARI JEPANG Nanang Pamuji dan Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11688

Abstract

Globalisasi dan liberalisasi ekonomi dunia, sebuah gejala yang oleh sebagian teoritasi dianggap memiliki dampak positif, kini mulai dicurigai sebagai bentuk"imperalisasi baru" dari negara maju untuk memotong kreatifitas dan daya saing negara berkembang dalam peraturan politik ekonomi international. Bentuk perlawanan terhadap upaya liberalisasi dapat bemacam-macam: dari membangun koalisi internasional (seperti yang dilakukan kelompok 77), menolak rajim liberalisasi ekonomi (negra-negra sosialisasi yang isoasionis, sepertti Korea Utara dan Kuba), atau dengan memanfaatkan berbagai peluang (loopholes) dari rajim liberalisasi tersebut, agar dapat menekan seoptimal mungkin dampak negatif liberalisasi terhadap sektor domestik.Dalam konteks tersebut, Jepang merupakan negara yang telah "teruji" kemampuanya untuk mempertahankan diri dari "serangan" liberalisasi tersebut. Tulisan ini merupakan suatu studi kasus untuk memperlihatkan bagaimana suatu ekonomi nasional dapat bertahan dari tekanan rejim internasional (atau tekanan dari negara lain yang lebih kuat) agar melakukan liberalisasi ekonomi. Tujuan tulisan ini adalah mengembangkan suatu studi empirik dalam rangka membangun strategi"ketahanan dan keamanan ekonomi nasional".    
AGAMA DAN KETAHANAN NASIONAL HUBUNGAN ISLAM DENGAN ABRI SEBGAI FUNDAMENTAL POLITIK Z.A - Maulani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11673

Abstract

Definisi ketahanan nasional adalah "suatu kondisi dinamik bangsa, yang  meliputi seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan ganguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, indentitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional". Konsep ketahanan nasional mirip dengan pengertian imunitas pada sistem tubuh manusia.Imunitas tubuh akan mampu menolak masuknya berbagai penyakit yang dapat melemahkan kesehatan tubuh atau yang dapat berakibat fatal terhadap nyawa manusia. Kita juga mengetahui imunitas akan tetap prima bila ketentuan-ketentuan tentang cara menjaga kesehatan tubuh tetap di perhatikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

1998 1998


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue