cover
Contact Name
Zaffril Syam
Contact Email
zaffril.syam@uin-suska.ac.id
Phone
+6282385365000
Journal Mail Official
imam.hanafi@uin-suska.ac.id
Editorial Address
LPPM UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Toleransi: Media Ilmiah komunikasi Umat Beragama
ISSN : 20860315     EISSN : 24071595     DOI : https://doi.org/10.24014/trs.v12i2.13542
Core Subject : Religion,
Jurnal Toleransi mempublikasikan hasil-hasil penelitian, baik hasil kajian lapangan maupun kepustakaan. Fokus utama Jurnal Toleransi meliputi: Relasi antar dan intern umat beragama; Pluralisme; Multikulturalisme; Hubungan antar etnik.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember" : 5 Documents clear
FITNAH (HOAX); Etika Berbicara dalam Pandangan Hadits di Era Digital Ahmad Zikri
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i2.10624

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan akan pentingnya upaya pentingnya penggunaan media sosial dan digital, yang bertanggungjawab. Bukan sebagai media dan sarana bagi penyebaran informasi palsu (hoax), fitnah, ghibah (penyampaian informasi faktual seseorang atau kelompok yang tak disukai), namimah (adu domba), gosip, pemutarbalikan fakta sampai ujaran kebencian dan permusuhan. Berbasis pada beberapa hadits, tulisan ini menegaskan akan keselamatan atau kedamaian merupakan hak setiap muslim karena itu orang yang mengaku muslim tentu mengetahui ada hak orang lain yang tak boleh diabaikan dan status non muslim juga di antaranya yang masuk dalam kategori “orang lain” itu. Mereka tidak boleh diganggu apalagi disakiti dengan aneka kejahatan fisik atau non fisik. Sebagaimana penelusuran penulis bahwa pemahaman ini karena didasarkan pada sebuah hadis lain dengan redaksi yang berbeda,  “Muslim ideal adalah muslim yang orang lain selamat..” Redaksi hadis tersebut menunjuk umum bukan hanya untuk orang Islam saja. Selanjutnya, sebuah negara tidak akan mencapai kemajuannya jika sesama warganya tidak tercipta toleransi antar sesama.
NALAR PENDIDIKAN DAMAI (PEACE EDUCATION); Analisis Pemikiran Abdurrahman Wahid Alimuddin Hassan Pallawa; Masbukin Masbukin
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i2.10626

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan akan pentingnya upaya mengembangkan model pembelajaran fiqh yang lebih humanis. Pembelajaran fiqh perlu didorong ke arah yang lebih transformatif, mau melihat perbedaan, menyadari tentang pentingnya pluralitas dalam pemahaman fiqh. Oleh karena itu, pembelajaran fiqh semestinya harus humanis, yaitu meneguhkan kembali kepentingan manusia dalam beribadah. Model pembelajaran fiqh yang humanis diantaranya adalah menekankan akan pembelajaran yang bermakna dan pendekatan dialogis.
PENERAPAN NILAI–NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL QUR’AN DI KABUPATEN SIAK Syukran Wahib
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i2.10627

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya persoalan bahwa di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak, pada dasarnya sudah mengembangkan nilai-nilai tasâmuh. Namun demikian, pada konteks materi pembelajaran, masih ada beberapa materi ajar yang bisa mengarah kepada prilaku tidak toleran. Terdapat beberapa poin penting terkait nilai-nilai toleransi ini,  Pertama, penerapan nilai-nilai Pendidikan Toleransi di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an Desa Seminai Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak adalah (1) dilakukan dalam kehidupan sehari-hari santri, (2) dilaksanakan melalui proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yaitu pembelajaran aktif dan dialogis. (3) dilaksanakan melalui beberapa materi pendidikan Agama Islam yang diajarkan di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an tersebut. Kedua, Faktor Pendukung Penerapan Nilai-Nilai Toleransi di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an adalah (1) adanya kesadaran dari seluruh warga santri dan penduduk setempat. (2) proses interaksi yang dilakukan oleh masyarakat Seminai Kecamatan Keririnci Kanan Kabupten Siak dan juga komunikasi yang baik dalam pergaulan sehari-hari, dan (3) peran pemerintah yang sangat mendukung terjadinya kerukunan di Desa  Seminai Kecamatan Keririnci Kanan Kabupten Siak melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh  Pondok Pesantren Miftahul Qur’an Kabupaten Siak. Ketiga, Faktor Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Toleransi di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an adalah adanya perbedaan paham dan perbedaan agama di Di Desa Seminai Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak.
MENJADI JATMIKA; Nilai Kejatmikaan pada Perempuan Samin di Kabupaten Bojonegoro Khoirul Huda
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i2.10628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan peran perempuan Samin dalam ketahanan nilai-nilai kejatmikaan di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan hasil penelitian mengungkapkan bahwa kandungan nilai-nilai ajaran kejatmikaan Samin diantaranya adalah pengendalian diri, beribadah dan menghormati, mawas diri dan menyelaraskan, adanya bencana merupakan cobaan, memegang budi sejati. Sifat pengendalian diri dengan nafsu. Pengendalian diri mengajarkan jangan sampai hidup dengan memprioritaskan kehendak nafsu belaka. Sifat menghormati ke sesama makhluk Tuhan merupakan wujud toleransi. Selain itu, manusai harus mawas diri tehadap lingkungan sekitar. Hidup menyatukan dengan alam menjadi kekhasan dari ajaran ini. Ajaran kejatmikaan berhubungan erat dengan sifat Ketuhanan. Semua cobaan datangnya dari Tuhan. Konsekuensinya yaitu sebagai manusia harus memiliki jiwa kesabaran yang kuat. Pada akhirya akan manusia tersebut akan memiliki budi pekerti yang sejati
PEMBELAJARAN FIQH YANG HUMANIS Analisis terhadap Kurikulum Fiqh MTs Sri Mawarti
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i2.10649

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan akan pentingnya upaya mengembangkan model pembelajaran fiqh yang lebih humanis. Pembelajaran fiqh perlu didorong ke arah yang lebih transformatif, mau melihat perbedaan, menyadari tentang pentingnya pluralitas dalam pemahaman fiqh. Oleh karena itu, pembelajaran fiqh semestinya harus humanis, yaitu meneguhkan kembali kepentingan manusia dalam beribadah. Model pembelajaran fiqh yang humanis diantaranya adalah menekankan akan pembelajaran yang bermakna dan pendekatan dialogis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5