An-Nida'
Jurnal Annida memuat hasil-hasil penelitian, baik kajian kepustakaan maupun kajian lapangan. Fokus utama Annida adalah: 1. Pemikiran Islam berkaitan dengan isu-isu kontemporer, Islam moderat, HAM, gender, dan demokrasi dalam Al-Quran dan Hadis 2. Sosial keagamaan: kajian gerakan-gerakan keagamaan, aliran-aliran keagamaan, dan aliran kepercayaan 3. Integrasi Islam, sains, teknologi dan seni
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 41, No 2 (2017): July - December"
:
9 Documents
clear
OPTIMALISASI TINGKAT PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI PERBANKAN SYARIAH STUDI KASUS: PT. BRI SYARIAH PEKANBARU
AHMAD HAMDALAH
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4650
Sharia bank is identified with the term profit sharing bank, it is reflected from one type of financing in the form of profit sharing or mudharabah financing. However, the condition in the field that portion of mudharabah financing is still too small compared with other types of non-profit financing. Therefore, this study aims to explore the system of mudharabah financing in PT. BRISyariah Pekanbaru, identified the constraints faced and the efforts made in improving mudharabah financing as well as and analysis of that financing. This research is Field Research and is analytical descriptive that is describe and analyze findings that it can. Obtained from the finding that the operational Mudharabah Financing in BRI Syariah is 100% including Mudharabah Linkage category, while the obstacles faced include complex mudharabah agreement, insufficient Human Resources (SDI), Information Technology (IT) system that has not supported and customer responsibility. Mudharabah financing optimization efforts are done in the form of financing with Linkage Program model, financing to special customers, and improving SDI.
GENERASI MILENIAL, INSTAGRAM DAN DRAMATURGI : SUATU FENOMENA DALAM PENGELOLAAN KESAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM
TIKA MUTIA
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4656
Generasi milenial merupakan sebuah istilah yang akhir-akhir ini menjadi suatu hal yang fenomenal dan acap kali dibicarakan oleh banyak orang. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang fenomena penggunaan jejaring sosial Instagram untuk mengelola kesan oleh generasi milenial dalam pendekatan teori Dramaturgi yang dipopulerkan oleh Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma interpretif. Informasi penelitian didapatkan terutama melalui sumber primer dengan observasi pada akun jejaring sosial Instagram dan observasi lapangan yang ditujukan kepada beberapa informan yang merupakan individu yang memang aktif dalam menggunakan Instagram selama kurun waktu 3 (tiga) tahun belakangan, aktif mengunggah foto dan video dan telah memiliki followers lebih dari 3000 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jejaring sosial Instagram, generasi milenial melakukan pengelolaan kesan dengan menampilkan panggung depan sedemikian rupa melalui penampilan (appereance) dan sikap (manner) yang mengarah kepada kepada hiperrealitas. Foto dan video yang diunggah menampilkan kesan bahwa mereka berkelas, mengikuti tren perkembangan teknologi dan sukses dalam profesi pekerjaan. Sementara di panggung belakang, generasi milenial lebih memiliki penampilan dan sikap yang apa adanya. Sangat bertolak belakang dari panggung depan, belum memiliki profesi pekerjaan yang jelas dan mempresentasikan diri lebih bebas tanpa harus mengelola kesan.
DAMPAK HUKUM PENGANGKATAN ANAK PADA MASYARAKAT DESA TERANTANG KEC.TAMBANG KABUPATEN KAMPAR DITINJAU DARI HUKUM ISLAM
MUTASIR MUTASIR
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4651
Penelelitian ini ditulis dengan latar belakang bahwa pengangkatan anak yang terjadi di desa Terantang Kecamatan Tambang Kabupaten dilakukan oleh sebagian masyarakat Terantang hanya berdasarkan kepada adat istiadat yang berlaku di daerah tersebut, sehingga terdapat beberapa ketidak cocokan dengan hukum Islam. Padahal pengangkatan anak bisa menimbulkan dampak hukum yang beraneka ragam seperti dalam hal kewarisan, nasab, perwalian dan pergaulan sehari-hari antara anak angkat dan keluarga angkatnya.Adapun tujuan penlitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah dampak hukum yang ditimbulkan oleh pengangkatan anak yang terjadi pada masyarakat desa Terantang. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif karena memaparkan obyek yang diteliti berdasarkan fakta actual. Sedangkan informan dalam penelitian ini berjumlah 7 kepala keluarga dengan menngunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengangkatan anak oleh masyarakat desa Terantang Kec.Tambang Kab. Kampar ditinjau dari hukum Islam yang merubah nasab anak tersebut maka hukumnya haram. Sedangkan pengankatan anak yang mengiukuti aturan hukum Islam seperti dalam hal harta warisan, nasab, wasiat, perwalian dan pergaulan sehari-hari serta tidak merubah nasab anak maka sesungguhnya itu dibolehkan.
KOMUNIKASI DAKWAH DI ERA CYBER
JULIS SURIANI
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4657
In this era of globalization at the present time, there are many ways we can do to carry out da'wah. Unlike when humans have not known whose name technology. Now mushroomed social media accounts that can be owned by someone. Not only that beautiful writings and verses can be heard all over the world. As we know that every believing Muslim is obliged to carry out da'wah despite one verse. The people who mepunyai science is supposed to menyebrkan knowledge he has. So that science is not only in him.Da'wah is a worship for every Muslim who believes, giving da'wah is part of alms, if the message of dakwah is not ignored by mad'u its not an important issue already convey. Even if the message of dakwah that we conveyed to his heart means alhamdulillah and if it can change his behavior from the bad then change to the good means we both get blessing.Abstract In this era of globalization at the present time, there are many ways we can do to carry out da'wah. Unlike when humans have not known whose name technology. Now mushroomed social media accounts that can be owned by someone. Not only that beautiful writings and verses can be heard all over the world. As we know that every believing Muslim is obliged to carry out da'wah despite one verse. The people who mepunyai science is supposed to menyebrkan knowledge he has. So that science is not only in him.Da'wah is a worship for every Muslim who believes, giving da'wah is part of alms, if the message of dakwah is not ignored by mad'u its not an important issue already convey. Even if the message of dakwah that we conveyed to his heart means alhamdulillah and if it can change his behavior from the bad then change to the good means we both get blessing.
FENOMENA MAGIS PADA TRADISI PACU JALUR DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
ASLATI ASLATI;
SILAWATI SILAWATI
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4647
Keberadaan Magis seolah-olah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Pada tinjauan sejarahnya Magis sudah ada sebelum Islam masuk ke Indonesia yang oleh masyarakat seringkali digunakan untuk banyak ritual seperti, penyembuhan penyakit, mencari jodoh, memperoleh kekayaan dan sebagainya. Hal ini berlanjut sampai ke tataran dunia modern saat ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mampu menghapus fenomena tersebut secara keseluruhan karena banyak sekali suatu tradisi yang hidup dimasyarakat sudah menjadi darah daging yang sulit dihilangkan. Namun pada akhirnya praktek Magis yang terjadi di masyarakat cenderung mengesampingkan nilai dan norma dalam Islam. Fenomena Magis juga terdapat pada Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dalam rangka prosesi Pacu Jalur dimulai dari Perencanaan pembuatan Jalur sampai Jalur dilombakan setiap tahunnya di sungai Batang Kuantan.
PROSES PERSEPSI DIRI MAHASISWI DALAM BERBUSANA MUSLIMAH
TANTRI PUSPITA YAZID;
RIDWAN RIDWAN
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4653
Berbusana muslimah menutup aurat bagi perempuan muslim saat ini menjadi trend di Indoensia, termasuk di kota Pekanbaru. sebagai kota yang mengusung tema berbudaya melayu dan keislamna, maka tak heran jika hampir di setiap jalan di temui perempuan berhijab. Menjamurnya toko busana muslimah bahkan secar aonline dan banyak nya selebritis yang hijrah berhijab mengukuhkan busana muslimah sebagai bagian dari trend berpakaian. Hal ini juga tampak pada lingkungan kampus. Di Fisip Universitas Riau mahasiswi yang berbusana muslimah hampir sebanding dengan jumlah mahasiswi muslim nya. Padahal di Universitas Riau tidak ada kewajiban bagi mahasiswi muslim untuk berhijab. Maha peneliti tertarik untuk melihat proses terbentuknay persepsi diri pada mahasiswi di FISIP Universitas Riau dalam berbusana muslimah. Hasil penelitian menggambarkan proses persepsi diri mahasiswi dalam berbusana muslimah membentuk dua kategori yakni berbusana muslimah syar’i dan berbusana muslimah trendy. Persepsi diri pada mahasiswi berbusana muslimah di FISIP Universitas Riau membentuk persepsi diri positif terhadap berpakaian secara muslimah. Halini dilihat dari proses persepsi diri mahasiswi dalam berbusana muslimah yang menurut robins terbagi dalam tiga tahapan, yaki pemilihan, pengorganisasian dan interpretasi terhadap busana muslimah yang dikenakan oleh mahasiswi. Keinginan mahasiswi untuk berbusana muslimah dan pandangan positif mereka tentang berbusana muslimah.
DAKWAH DINAMIS DI ERA MODERN (Pendekatan Manajemen Dakwah)
NUR ALHIDAYATILLAH
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4658
Dakwah dinamis merupakan kegiatan dakwah yang dilakukan dengan penuh semangat, menyesuaikan dengan kondisi atau permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Dakwah dinamis tidak bersifat statis karena persoalan umat saat ini begitu kompleks. Dakwah dinamis bisa dilakukan dengan memanfaatkan media teknologi dan informasi yang mendominasi kegiatan manusia saat ini. Dakwah dinamis dilakukan dengan melihat keadaan masyarakat yang sebenar-benarnya (berdasarkan kondisi yang nyata) dan mencari metode baru yang lebih menarik dan tepat untuk dilakukan dalam kegiatan dakwah. Dakwah dinamis merupakan kegiatan yang mendorong pencapaian kemajuan dunia namun tetap berlandaskan agama. Dakwah bukan hanya mengaji, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan hidup duniawi dan bisa memanfaatkan teknologi sebagai media dalam berdakwah. Dakwah juga bertujuan untuk menyiapkan umat yang sejahtera secara duniawi, sekaligus memiliki moralitas agama.
MUNASABAH AYAT DALAM SURAT AN-NABA’ (Analisis Metodologi Penafsiran Abdullah Darraz Dalam Kitab An-Nabau Al-Azhim Nazharatun Jadidatun Fi Al-Quran)
LUKMANUL HAKIM
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4648
Muhammad Abdullah Darraz is a contemporary scholars who offer the verses in his concept in his book entitle “Munasabat An-Nabaul Azhim Nazharatun Jadidatun fi Al-Quran” with his theory what called “al-katsrah wa al-wahidah”. This paper intends to knowing more about Darraz’s figure and how hermeneutic framework of Darraz about munasabat the verse, as well as how its application in interpreting the Quran. From this paper known that Muhammad Abdullah Darraz is a contemporary Egypt-born cleric who lived during the French colonization of the turmoil in Egypt which then many aspects influenced his thinking. When it emerged the orientalists who questioned the order structure of the Quran. So, Darraz dispute that assumption with the concept of munasabat verses. Hermeneutic framework of Darraz specifically talking about the munasabat verse in one surah. The point is every letter in al-Quran is the unity of the whole what have one central theme, though composed of diverse themes, this is called the theory of al-katsrah wa al-wahidah on Darraz’s perspective. Each letter is composed of three parts: 1). Opening., 2). Principal purpose, and 3). Closing. And then, Darraz applying the theory of munasabat verse to interpretate sura al-Baqarah entirely. But, in this article, the author tried to examine this theory to interpretate surah an-Naba with using of the offered Darraz theory. From this research, it is known that surat an-naba' consists of Muqaddimmah (found in verses 1-5), with three principal objectives or maqasid (contained in paragraph 6-37), and closing or khatimah (contained in paragraph 38-40)
CITRA SETYA DI JAGAD MAYA (ANALISIS SEMIOTIKA DAN ETIKA KOMUNIKASI ISLAM GAMBAR SETYA NOVANTO PADA AKUN INSTAGRAM DETIK.COM)
MUSTAFA MUSTAFA
An-Nida' Vol 41, No 2 (2017): July - December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/an-nida.v41i2.4655
Setya Novanto salah satu ikon politik Indonesia yang selalu menjadi perbincangan di media sosial. Novanto kemudian kembali menjadi buah bibir tatkala Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus KTP Elektronik yang diduga merugikan negara triliunan rupiah. Dia kemudian melakukan gugatan hukum atas penetapan status tersebut dan menang di pra peradilan. Namun kemudian KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka untuk kedua kalinya. Penelitian ini bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat tentang fakta dan sifat populasi. Peneliti berusaha untuk melakukan pendeskripsian fakta-fata gambar Setya Novanto dengan memakai analisis semiotika Roland Barthes. Dari hasil analisis diketahui gambar Setya Novanto yang ditampilkan dalam akun Instagram detik.com ada yang berbentuk foto aktifitas Setya Novanto, info grafis perkembangan kasus yang membelitnya, serta gambar kartun. Secara denotasi foto yang dimuat detik.com tidak semuanya mengandung unsur kebaruan. Secara konotasi makna yang muncul dalam setiap gambar yang diupload oleh Instagram detik.com terkait Setya Novanto adalah negatif. Ditinjau dari perspektif Etika Komunikasi Islam, detik.com sudah berupaya menerapkan etika itu, namun demikian masih ada beberapa postingan terutama yang direkayasa dalam bentuk kartun yang tidak sesuai dengan etika komunikasi Islam seperti qaulan ma’rufan dan qaulan balighan. Meskipun memenuhi hampir seluruh syarat etika, namun komentar atas postingan akun detik.com dalam kasus Setya Novanto banyak yang tidak sesuai dengan etika komunikasi Islam. Hal ini tentu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan proses komunikasi yang terjadi pada akun tersebut.