Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021"
:
10 Documents
clear
PERANCANGAN ALAT PERONTOK BIJI LADA KAPASITAS 10 KG DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK
M. Amin Fauzie;
Togar P.O. Sianipar;
Rita Maria Veranika;
Puja Agung Pratama
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.700
Abstrak: Alat perontok lada adalah suatu alat yang digunakan untuk merontokan lada apabila saat musim panen. Dengan adanya alat perontok lada ini akan dapat mampu mempercepat dalam proses perontokan lada apabila produktivitas konsumen meningkat. Alat perontok lada yang akan dibuat ini adalah hasil dari identifikasi masalah yang kerap dialami petani sehingga nantinya dapat bekerja sesuai kebutuhan. Alat ini mempunyai penggerak motor listrik 0,37 kW yang berhubungan langsung dengan poros penggerak utama piringan pisau ulir. Putaran motor listrik 1420 rpm diturunkan dengan perbandingan diameter. Kata kunci: perontokan, lada, putaran (rpm)
MANAJEMEN AUDIT ENERGI LISTRIK PADA GEDUNG SERBAGUNA
Letifa Shintawaty;
Harry Gunawan
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.695
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat intensitas penggunaan energi listrik melalui audit energi dan mencari dan melakukan langkah – langkah konservasi penghematan energi yang sesuai dengan sistem kelistrikan Pada sistem penerangan sebelum dilakukan konservasi daya terpakai sebesar 4836 kWh dapat dihemat sebesar 2418 kWh sebesar 16% dan AC sebelum dilakukan konservasi 25.171 kWh dihemat sebesar 22.810 kWh dengan persentasi 9%. Nilai intensitas energi yang terhitung memenuhi tabel standard nilai IKE yaitu sangat efisien dan penggunaan suhu thermostat pada beban Air Conditioner (AC) adalah 16-280C, dimana ambang batas nyaman suatu suhu ruangan berkisar 54-670C. Langkah penghematan yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi daya lampu dan mematikan lampu dan AC ketika ruangan sedang tidak digunakan. Kata kunci: audit, energi listrik
PERENCANAAN DESAIN ALAT BANTU TEMPORARY CLAMP 8” PADA PIPE LINE INDUSTRI MIGAS
Zulkarnain Fatoni;
Martin Luther KIng;
Muhammad Lazim
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.701
Abstrak: Salah satu bentuk kerusakan pada pipa adalah rusaknya struktur material pipa yang menyebabkan kebocoran akibat kegiatan pihak ketiga / Third Party Damaged. Kegagalan pipa yang menyebabkan kebocoran apabila tidak dengan segera ditanggulangi dapat berakibat pada kerugian Perusahaan hingga pencabutan izin usaha. Berdasarkan rujukan dari Pipeline Research Council International (PRCI) terdapat beberapa metode perbaikan permanen pada pipa yang diakibatkan oleh kebocoran antara lain menggunakan Sleeve Type B, Bolt-On Clamp with Seal dan Hot Tapping (PRCI : Pipeline Repair Manual, 2006). Metode Perbaikan tersebut memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan masing-masing dengan tingkat kerumitan pengerjaan dan biaya investasi yang beraneka ragam. Bolt-On Clamp with Seal banyak dipilih di Industri Migas Indonesia sebagai metode perbaikan yang praktis. Beberapa product Bolt-On Clamp telah banyak diperjual belikan dipasaran dengan harga yang mahal dan waktu pengiriman yang sangat lama serta memerlukan beberapa persiapan tekniss ebelum proses pemasangannya seperti pembersihan sisa minyak dipermukaan pipa, pengupasan coatin pipa, surface preparation dan lain-lain.Tidak dilakukannya persiapan teknis yang sesuai standar pabrikan dapat menyebabkan tidak maksimalnya kekuatan Bolt On Clamp sesuai dengan tujuan perbaikanya untuk mengembalikan integritas pipa. Mengingat pentingnya menjaga integritas pipa dan meminimalisir kerugian perusahaan sehingga diperlukan improvement terkait metode-metode perbaikan sementara / termporary repair yang efektif sebelum dilakukan permanent repair. Maka dari pada itu perlu adanya rancang bangun suatu model temporary clamp 8” yang dapat mengatasi kebocoran pipe line efektif dan efisien,dengan melalui serangkaian pembuatan desain temporary clamp 8”, perhitungan rancang bangun alat dan pengujian temporay clamp 8”. Kata kunci: penjepit, proses terminologi piping, pipeline, sistem transportasi pipeline
ANALISIS PERSEDIAAN OLI SAE 40 DAN OLI SAE 90 (Studi Kasus PT. Surya Cipta Kahuripan)
Az hari
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.696
Abstrak: Persediaan merupakan kekayaan perusahaan yang memiliki peranan penting dalam operasi bisnis, sehingga perusahaan perlu melakukan manajemen proaktif, artinya perusahaan harus mampu mengantisipasi keadaan maupun tantangan yang ada dalam manajemen persediaan untuk mencapai sasaran akhir, yaitu untuk meminimalisasi total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk penanganan persediaan. Penelitian dilakukan di PT. Surya Cipta Kahuripan bertujuan untuk mengetahui jumlah pengadaan persediaan yang ekonomis dalam usaha memenuhi pengadaan persediaan oli SAE 40 dan SAE 90 sehingga dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan secara terus menerus.Untuk menghimpun data yang dibutuhkan dalam penelitian ini maka digunakan teknik-teknikpengambilan data melalui pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti, wawancara langsung, dan studi pustaka. Metode analisis yang digunakan adalah EOQ (Eqonomic Order Quantity), total biaya persediaan yang didapat dari EOQ untuk Oli SAE 40 adalah Rp 125.227.328 dan Oli SAE 90 adalah Rp 14.910.332 dan biaya yang dikeluarkan Perusahaan untuk Oli SAE 40 adalah Rp 162.097.287 dan Oli SAE 90 adalah Rp 36.667.297 sehingga Efisiensi biaya antara Perusahaan dengan metode EOQ adalah Rp 58.632.924. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa persediaan yang paling ekonomis denganmembandingkan antara jumlah setiap kali pesan, jumlah pembelian, biaya pemesanan, biayapenyimpanan dan total biaya persediaan yang paling minimal yang dilakukan perusahaan. Kata kunci: safety stock, economic order quantity, reorder point, oli
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. MINISO INTERNASIONAL COMPANI PALEMBANG
Arifin Zaini
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.702
Abstrak: Penelitian ini pada dasarnya membahas mengenai Pengaruh Disiplin Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Miniso Internasional Compani Palembang. Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data secara primer yang diperoleh dengan penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dan menggunakan aplikasi statistik SPSS versi 22. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di PT. Miniso Internasional Compani Palembang berjumlah 36 orang. Penelitian ini menggunakan sampel dengan teknik sampling jenuh. Dalam penelitian ini penulis mengambil keseluruhan dari jumlah populasi untuk dijadikan sampel penelitian yaitu sebanyak 36 orang. Dari hasil analisis data yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda maka dapat diketahui bahwa, 1)Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan dimana tsig <0,05 dengan nilai Sig.0,003 <0,05 yang berarti variabel Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable Kinerja Karyawan. 2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan dimana tsig <0,05 dengan nilai Sig.0,001 <0,05 yang berarti variable Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable Kinerja Karyawan. 3)Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara Disiplin Kerjadan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan dimana fsig < 0,05 dengan nilai Sig.0,000 < 0,05 yang berarti variable Disiplin Kerja dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable Kinerja Karyawan. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,544 atau 54,4% variable kinerja dapat dijelaskan atau terdapat pengaruh dengan variabel Disiplin Kerja dan Kompensasi sedangkan sisanya 45,6 % berpengaruh dengan faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti tanggung jawab, kerjasama dan lain-lain. Kata kunci: kinerja, disiplin, kerja, kompensasi
ANALISA PENGARUH DISTORSI HARMONISA PADA AIR CONDITIONER SISTEM INVERTER
Yuslan Basir;
Dina Fitria;
Relis Stardo
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.697
Abstrak: AC (Air Conditioner) sistem inverter merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengatur sistem pengkondisian udara. Dimana pada fungsinya adalah untuk mengurangi pemakaian energi listrik yang dihasilkan oleh AC non inverter (split). Akan tetapi pada penggunaanya AC termasuk jenis beban non linear. Dimana beban yang tidak linear dapat menyebabkan timbulnya gangguan (distorsi) sehingga menimbulkan harmonisa. Untuk distorsi harmonisa yang dihasilkan akan berbeda tergantung pada penggunaan dan pengoperasian beban non linear pada unit AC. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengukuran dan perbandingan nilai THDi dan THDv yang dihasilkan dari unit AC inverter dan non inverter. Dari hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan pada AC sistem inverter memiliki nilai THDi terendah sebesar 44,14 % pada jam ke tujuh dan AC non inverter sebesar 12,99 % pada awal pemakaian. Sedangkan nilai THDi tertinggi pada AC sistem inverter sebesar 109,59 % pada jam ke 8 dan AC non inverter sebesar 22,76 % pada jam ke 8. Sehingga jika dilihat dari hasil pengukuran dan perhitungan yang didapat maka pada AC sistem inverter memiliki nilai THDi yang lebih tinggi dibandingkan dengan AC non inverter (split) dengan perbandingan diantara 66 % sampai 87 %. Kata kunci: harmonisa, beban non linear, THDi, THDv, inverter
KAJIAN HUBUNGAN KERJASAMA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN PERUMAHAN
Sandra Eka Febrina
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.703
Abstrak: Hubungan yang kondusif antarpihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi perumahan, yaitu pengembang (developer), kontraktor, subkontraktor, dan pemasok (supplier); adalah salah satu prasyarat dalam tercapainya kualitas konstruksi perumahan yang baik. Karena perilaku hubungan antarpihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi perumahan belum banyak diteliti, maka hubungan kerja sama antarpihak yang terlibat tersebut harus dipetakan terlebih dahulu. Fragmentasi adalah salah satu fenomena yang terjadi dalam industri konstruksi. Akibat dari fragmentasi tersebut antara lain kinerja konstruksi dan efisiensi yang rendah. Konstruksi perumahan sebagai salah satu bagian dari industri konstruksi juga memiliki fenomena fragmentasi tersebut. Peta hubungan kerjasama antarpihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi bangunan perumahan ini dipelajari melalui suatu metoda survei dan wawancara ke beberapa proyek konstruksi sebagai studi kasus. Pemilihan objek penelitian dirancang untuk dapat menggambarkan kasus-kasus sesuai dengan karakteristik pemilik proyek yang disebut pengembang (developer), berdasarkan kepemilikan badan usahanya, yaitu swasta atau pemerintah, dan karakteristik pelaksanaan konstruksi oleh pihak pemilik berupa in-house (dikerjakan sendiri) atau outsource (diberikan kepada pihak lain). Penelitian ini menghasilkan pola hubungan kerjasama antarpihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi bangunan perumahan di Indonesia. Pola hubungan kerjasama didapatkan dengan melihat metoda pengadaan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi bangunan perumahan dan pembagian lingkup pekerjaan. Pola hubungan tersebut juga memperlihatkan bahwa terdapat fragmentasi dalam konstruksi perumahan. Selain fragmentasi dalam pelaksanaan konstruksi perumahan, pola hubungan yang dihasilkan dalam penelitian ini juga memberikan gambaran pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi perumahan dan hal-hal yang mempengaruhi terbentuknya pola tersebut. Lingkup bisnis pemilik proyek, jenis produk konstruksi perumahan yang dihasilkan, dan metoda kontrak yang dipakai oleh pemilik proyek merupakan hal-hal yang mempengaruhi terbentuknya pola hubungan dalam pelaksanaan konstruksi bangunan perumahan di Indonesia. Kata kunci: konstruksi perumahan, hubungan kerjasama, konstruksi ramping
ANALISIS REKONDISI SEAT GASKET REBOILER PADA PROSES PERMESINAN FF5000 FLANGE FACER
Togar P.O Sianipar;
Hermanto Ali;
Su diadi;
Bangun Praojo
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.698
Abstrak: Dalam dunia industri Reboiler E104 merupakan suatu alat untuk penukar panas yang berfungsi merubah fase liquid (cairan) menjadi fase favor (gas). Material yang digunakan pada Reboiler E104 pada sisi shell nya adalah SA 106 B dan pada Cover Shell nya SA 234 B. Sedangkan untuk tube nya menggunakan material 304SS. Pada saat operasional terjadi kebocoran antara flange shell dan tube bundle. Langkah perbaikan pertama dengan menguatkan ikatan baut, tetapi masih ada bocoran. Kemudian dilakukan pengelasan keliling antara flange shell dan tube bundle untuk mencegah kebocoran membesar. Pada saat pabrik shutdown atau dalam keadaan mati maka dilakukan pembongkaran cover reboiler e104. Setelah dibongkar ditemukan terdapat seat gasket yang rusak, kemudian dilakukan perbaikan dengan tambah daging atau proses pengelasan. Pengelasan yang dilakukan menggunakan teknik las GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan menggunakan kawat las ER70SG. Setelah itu seat gasket dilakukan proses permesinan dengan menggunakan mesin climax flange facer 5000. Waktu yang diperlukan untuk melakukan proses permesinan awal adalah 1,35 menit. Sedangkan waktu untuk finishing proses permesinan adalah 5,4 menit dengan f = 0,2mm/putaran. Kata kunci: reboiler, seat, permesinan
PENGGUNAAN FILTER SEBAGAI PEREDAM HARMONISA PADA SISTEM KELISTRIKAN DI GEDUNG PT. BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk REGION PALEMBANG
Vini Oktariani;
Yuslan Basir;
Dina Fitria
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.699
Abstrak: Pengoperasian beban non linier pada sistem tenaga listrik akan menimbulkan suatu harmonisa. Harmonisa adalah suatu permasalahan yang saat ini menjadi problem yang harus segera diatasi. Hal ini dikarenakan hsrmonisa itu dapat menimbulkan dapat menimbulkan banyak efek negatif bagi perusahaan baik itu dari sisi peralatan maupun sisi ekonomi sendiri. Pengoperasian beban non linier pada pengukuran dan simulasi sistem kelistrikan di Gedung PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Region Palembang menimbulkan arus harmonisa dengan THDi sebesar 25,5% dan 11,43%. Ini melebihi dari nilai standar dari IEEE 519-1992 yaitu 5%. Membandingkan hasil perhitungan dan simulasi menggunakan ETAP dengan standar yang ditentukan, maka dengan pemasangan filter pasif high pass filterdan capasitor bank dapat mereduksi distorsi harmonisa dengan nilai THD arus menurun menjadi 2,27%. Dari sini dapat disimpulkan bahwa dengan pemasangan filter pasif high pass filter telah berhasil mereduksi harmonisa smpai pada standar yang diperbolehkan oleh IEEE 519-1992. Kata kunci: filter, harmonisa, sistem kelistrikan, beban non linier, ETAP 12
PERANCANGAN MESIN MOLEN COR MINI DENGAN KAPASITAS 50 Kg
Iskandar Husin;
Martin Luther KIng;
Hermanto Ali;
Ogik Krisna
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2021
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52333/destek.v9i1.694
Abstrak: Perancang Mesin Molen Cor Mini bertujuan untuk menemukan langkah-langkah dalam pembuatan alat produksi dengan maksud dan tujuan membantu mempercepat proses pembuatan coran semen sehinggakan dapat meningkatkan efisien hasil dan waktu yang memiliki keseragaman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Dengan mengamati langsung data sebab akibat dalam suatu proses melalui eksperimen sehingga dapat mengetahui bagaimana perancangan alat ini berjalan sebagaimana mestinnya, sesuai perencanan awal. Perancangan mesin molen cor mini dilakukan dengan perencanaan juga menyesuaikan bentuk dan gaya-gaya yang bekerja pada alat ini. Dan kebutuhan perhitungan lainnya sebagai penunjang sebuah alat konstruksi. Kata kunci: mesin cor, konstruksi, alat bantu pembangunan, praktis, efektif, efisien