cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 23551615     EISSN : 24772992     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2021): March 2021" : 9 Documents clear
Edukasi dalam Mewujudkan Masyarakat yang Sehat dan Cerdas di Masa Pandemic Covid 19 Pratiwi, Irra Datik; Shofa, Mila Faila
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.35761

Abstract

Abstrak: Persebaran virus COVID-19 meningkat semakin cepat melalui percikan dahak dan saluran pernapasan. Akan tetapi, masih sangat minim pemahaman dan kesadaran masyarakat Dusun Saren RT 11/ RW 02, Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen yang mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas diluar rumah. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis melakukan kegiatan penelitian melalui dengan mengedukasi masyarakat setempat melalui edukasi protokol kesehatan, penyemprotan disenfektan, dan penanaman tanaman sehat, serta penyebaran poster. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian Masyarakat Dusun Saren RT 11/ RW 02, Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian sesuai dengan pegalaman lapangan peneliti menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi COVID-19 masyarakat setempat mendapatkan pemahaman mengenai COVID-19, dapat menerima dan lebih memahami informasi mengenai langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan infeksi COVID-19, serta lebih waspada untuk mematuhi protokol kesehatan , seperti menggunakan masker saat bepergian dengan benar dan mencuci tangan atau memakai disenfektan setelah menyentuh benda-benda ditempat umum.Education in Creating a Healthy Society and Smart during the Covid PandemicAbstract: The spread of the COVID-19 virus is increasing rapidly through sputum sputum and the respiratory tract. However, there is still very little understanding and awareness of the people of Saren Hamlet RT 11 / RW 02, Saren Village, Kalijambe District, Sragen Regency who adhere to health protocols when doing activities outside the home. Based on these problems, the authors conducted research activities by educating the local community through education on health protocols, spraying disinfectants, planting healthy plants, and distributing posters. This research uses qualitative research methods with an ethnographic approach. The research subjects of Saren Hamlet RT 11 / RW 02, Saren Village, Kalijambe District, Sragen Regency. Data analysis used interactive analysis which included data collection, data presentation, data reduction and conclusion drawing. The results of the research are in accordance with the researcher's field experience showing that after being given COVID-19 education the local community gets an understanding of COVID-19, can receive and better understand information about precautionary measures and prevention of COVID-19 infection, and be more vigilant to comply with health protocols. such as wearing a mask when traveling properly and washing hands or wearing disinfectants after touching objects in public places.
Pariwisata Berbasis Masyarakat di Desa Sekapuk: Sebuah Participatory Action Research Agung Yoga Asmoro; Firdaus Yusrizal; Indra Saputra
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.34144

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi aktual kepariwisataan berbasis masyarakat (CBT) di Desa Sekapuk dengan menganalisis pelaksanaan prinsip-prinsip CBT. CBT patut diimplementasikan karena masyarakat adalah pihak yang seyogianya menjadi pelaku utama berbagai kegiatan kepariwisataan, sehingga manfaat dari pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Penelitian ini merupakan Community-Based Research (CBR) yang dilakukan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Implementasi CBT di Desa Sekapuk secara garis besar sejalan dengan prinsip-prinsip CBT pada aspek: partisipasi dan pemberdayaan masyarakat; kemitraan dengan pemangku kepentingan terkait; pengakuan dari otoritas terkait; peningkatan kesejahteraan sosial; keadilan dan transparansi dalam pembagian manfaat; peningkatan hubungan dengan ekonomi lokal dan regional; dan kemandirian finansial.  Penelitian menemukan masih perlu ditingkatkan kinerja dalam aspek penghargaan terhadap budaya dan tradisi lokal, kontribusi terhadap konservasi sumber daya alam; dan upaya peningkatan pengalaman pengunjung. Community–Based Tourism in Sekapuk Village: a Participatory Action ResearchAbstract: This study aims to understand the actual conditions of community-based tourism (CBT) in Sekapuk Village by analyzing the implementation of CBT principles. CBT should be implemented because the local community is supposedly the main actors for various tourism activities to maximize the direct benefits of tourism. This research is Community-Based Research (CBR) conducted using the Participatory Action Research (PAR) approach. The implementation of CBT in Sekapuk Village is broadly in line with the principles of CBT in the aspects of community participation and empowerment; partnerships with relevant stakeholders; recognition from relevant authorities; increase in social welfare; fairness and transparency in benefit-sharing; improved relations with local and regional economies; and financial independence. The research found that performance needs to be improved in terms of respect for local culture and traditions, contribution to the conservation of natural resources; and visitor experience enhancement efforts.
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Burai melalui Edukasi Protokol Kesehatan COVID-19 Menggunakan Whatsapp Utami, Sri; Paradillah, Indri; Gustanela, Oktrina; Ginting, Jessica; Pratomo, Hadi
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.37730

Abstract

Abstrak: COVID-19 hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan telah menyebar luas hampir seluruh negara di dunia dan ditetapkan sebagai pandemi. Pandemi juga membawa dampak pada perekonomian, termasuk di Desa Burai yang merupakan salah satu tempat wisata yang ada yang mana tempat wisata memiliki resiko tinggi terhadap penyebaran virus COVID-19. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pegetahuan, sikap, dan tindakan, serta menilai efektifitas edukasi terhadap kelompok terkait penerapan protokol kesehatan COVID-19 sebagai bentuk pecegahan pada Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di Desa Wisata Burai, Sumatera Selatan Tahun 2020. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dan metode kegiatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Model Aksi Komunitas atau Community Action Model (CAM), penelitian dilakukan secara online menggunakan media sosial whatsapp. Kegiatan ini disambut baik oleh anggota POKDARWIS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan edukasi penerapan protokol COVID-19 ini mampu meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap serta perilaku peserta kegiatan yang sebelumnya tidak tahu atau apatis terhadap COVID-19 menjadi tahu. Melalui edukasi yang telah diberikan anggota kelompok sadar wisata kini dapat turut aktif dalam melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di desa burai. Empowerment of Tourism Awareness Groups (POKDARWIS) in Burai Village through COVID-19 Health Protocol Education Using Whatsapp Abstract: COVID-19 is still a serious and widespread public health problem that has hit almost all countries in the world and has been declared as pandemic. The pandemic has also had an impact on the economy, including in Burai Village which is one of the existing tourist attractions where tourist attractions have a high risk of spreading the COVID-19 virus. This study is to describe knowledge, attitudes, and actions, as well as assess the effectiveness of education for groups related to the implementation of the COVID-19 health protocol as a form of prevention in community of ecotourism (POKDARWIS) in the tourist village of Burai, South Sumatra in 2020. The research method used qualitative research. and the activity method used in this research is the Community Action Model (CAM), the research was conducted online using whatsapp social media. This activity was welcomed by the member of POKDARWIS, The results of this educational activity succeeded in increasing the knowledge of activity participants and changing attitudes and behavior of activity participants who previously did not know or were apathetic about COVID-19 to know.  Through this education the member of POKDARWIS can be participate actively in preventing the spread of COVID-19 by implementing health protocols in Burai Village.
Portrait Analysis of Early Childhood Education in Cities and Villages: The COVID-19 Pandemic Era Masruroh, Lely; Munastiwi, Erni
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.35212

Abstract

Abstract: The COVID-19 pandemic has affected significant aspects of our society. In addition to degrading the economic system and human health throughout the world, it disrupts educational activities running in general. With the government's policy of having to stay home, education is diversion through online learning. Online learning is applied to school institutions throughout Indonesia, both in the village and in the city. Network access and facilities in urban areas are better than in rural areas. This research is essential to be conducted as input to equalize online learning support facilities in the ponorogo area of east Java. The method in this study uses qualitative with library studies and at the same time research in the field. Data retrieval using interview and journal analysis techniques after related books. The results of the study suggest that online learning conducted in the city tends to be more effective because of the ease of easy-to-diakse facilities and the full support of parents. Meanwhile, in the village online learning is less effective due to the lack of adequate facilities and lack of support from parents.Analisis Potret Pendidikan Anak Usia Dini di Kota dan Desa: Era Pandemi COVID-19Abstrak: Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi aspek-aspek penting dari masyarakat kita. Selain merusak sistem ekonomi dan kesehatan manusia di seluruh dunia, mengganggu kegiatan pendidikan yang berjalan secara umum. Dengan adanya kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah, pendidikan menjadi pengalihan melalui pembelajaran online. Pembelajaran online diterapkan pada institusi sekolah di seluruh Indonesia, baik di desa maupun di kota. Akses jaringan dan fasilitas di perkotaan lebih baik daripada di pedesaan. Penelitian ini penting dilakukan sebagai masukan untuk pemerataan fasilitas penunjang pembelajaran online di wilayah ponorogo Jawa Timur. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan studi kepustakaan dan sekaligus penelitian di lapangan. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan analisis jurnal setelah buku terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran online yang dilakukan di kota cenderung lebih efektif karena kemudahan fasilitas yang mudah diakse dan dukungan penuh dari orang tua. Sedangkan di desa pembelajaran online kurang efektif karena fasilitas yang kurang memadai dan kurangnya dukungan dari orang tua.
Communication of Parents and Early Childhood to Build Confidence in The Pandemic Covid-19 Eka Aryani
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.35211

Abstract

Abstract: This study uses qualitative research, with data collection methods using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using the Speadley model. The data validity technique uses triangulation. This research focuses on parental communication in building self-confidence in early childhood during the co-19 pandemic. Communication is an important requirement for children, especially to increase the confidence of early childhood. Based on research in Margorejo Village, Tempel Subdistrict, from 20 samples obtained a comparison data of 69% of parents applying democratic communication patterns, 31% of parents applying permissive communication patterns, and 29% of parents applying authoritarian communication patterns. Early childhood who have high self confidence comes from parents who implement democratic communication.Komunikasi Orang Tua dan Anak Usia Dini Membangun Keyakinan di tengah Pandemi Covid-19Abstrak: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Speadley. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Penelitian ini berfokus pada komunikasi orang tua dalam membangun rasa percaya diri pada anak usia dini di masa pandemi covid-19. Komunikasi merupakan kebutuhan penting bagi anak, terutama untuk meningkatkan kepercayaan diri anak usia dini. Berdasarkan penelitian di Desa Margorejo Kecamatan Tempel, dari 20 sampel diperoleh data perbandingan 69% orang tua menerapkan pola komunikasi demokratis, 31% orang tua menerapkan pola komunikasi permisif, dan 29% orang tua menerapkan pola komunikasi otoriter. Anak usia dini yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi berasal dari orang tua yang menerapkan komunikasi demokratis.
Pengaruh Persepsi Orang Tua terhadap Kesiapan Bersekolah Anak Usia 5-6 Tahun di Samarinda Febry Maghfirah; Yuliani Nurani; Nurjannah Nurjannah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.35220

Abstract

Abstrak: Persepsi orang tua mempengaruhi kesiapan bersekolah anak khususnya pada kemampuan pengendalian diri, perkembangan diri dan sosial, perkembangan bahasa dan literasi serta perkembangan matematika. Penelitian Ex-Post Facto ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesiapan bersekolah anak TK Usia 5-6 tahun yang memiliki orang tua dengan persepsi tinggi dan persepsi rendah di Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Kalimantan Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat ex-post facto dengan desain faktorial 2x3. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Stratified random sampling dengan cara mengelompokkan TK menjadi 3 karakteristik yaitu TK Negeri, TK Swasta Reguler, dan TK Swasta berbasis agama, dan dari masing-masing  kelompok karakteristik tersebut, terpilihlah 1 TK Negeri, 4 TK Swasta Reguler, dan 7 TK Swasta berbasis agama. Teknik pengumpulan data dilakukan melaui penyebaran 134 kuesioner kepada orang tua untuk data persepsi dan kepada guru untuk kesiapan bersekolah sebanyak 134 kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan bersekolah anak usia 5-6 tahun antara anak dengan persepsi orang tua tinggi dan anak dengan persepsi orang tua rendah. Peneliti selanjutnya dapat mengadakan penelitian lanjutan tentang variabel lain yang dapat mempengaruhi kesiapan bersekolah anak, contohnya pendidikan orang tua dan gender anak.The Influence of Parents' Perceptions on School Readiness for Children aged 5-6 Years in SamarindaAbstract: Parental perceptions affect children's school readiness, especially in self regulation ability, self and social development, languange and literacy development and mathematical development. This Ex-Post Facto study aims to determine the differences of school readiness for children aged 5-6 years old who have parents with high perceptions and low perceptions in Samarinda Ulu District, Samarinda City, East Kalimantan. The method used in this study is ex-post facto with a 2x3 facto design.The sampling technique in this study was stratified random sampling by grouping TK into 3 characteristics, namely State Kindergarten, Regular Private Kindergarten, and Religion-based Private Kindergarten, and from each group of these characteristics, 1 state kindergarten, 4 regular private kindergartens, and 7 religious-based private kindergartens were selected. The data collection technique was carried out by distributing 134 questionnaires to parents for perception data and 134 questionnaires to teachers for school readiness data. The results showed that there were differences in school readiness for children aged 5-6 years between children with high parental perceptions and children with low parental perceptions. The next researcher can conduct further research on other variables that can affect children's school readiness, for example parental education and children's gender.
Survei Aksesibilitas Fisik dan Sosial sebagai Dasar Penyusunan Grand Design Desa Inklusif Astri Hanjarwati; Jamil Suprihatiningrum; Siti Aminah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.24266

Abstract

Abstrak: Desa Trimurti memiliki jumlah penyandang disabilitas tertinggi di Kabupaten Bantul. Hal ini menjadikan Desa Trimurti berpotensi untuk  menjadi desa inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas fisik dan sosial penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, dengan sampel 60 penyandang disabilitas (30% dari total jumlah penyandang disabilitas). Analisis data secara deskriptif menggunakan spss versi 23. Hasilnya survei  menunjukkan: (1) aksesibilitas sosial di Desa Trimurti sangat baik ditunjukkan dengan sikap terhadap penyandang disabilitas yang baik; ketersediaan layanan pendidikan, kesehatan dan informasi sangat baik. (2) aksesibilitas fisik menunjukkan bahwa  sebagian besar bangunan fisik tidak dapat diakses, kecuali Sekolah Khusus (SLB) dan Puskesmas Srandakan. (3)  aksesibilitas finansial, kebijakan dan pengetahuan para penyandang cacat masih sangat terbatas; penyandang disabilitas tidak memiliki akses ke modal dan peluang kerja. Berdasarkan pada hasil survei tersebut dapat disusun kebijakan yang inklusif sehingga terwujud desa inklusif yang ramah terhadap penyandang disabilitas Survey of Physical and Social Accessibility as a Base Preparation of the Inclusive Village Grand Design Abstract: Trimurti Village has the highest number of persons with disabilities in Bantul Regency. This makes Trimurti Village has the potential to become an inclusive village. This study aims to determine the physical and social accessibility of persons with disabilities. The research method used was survey research, with a sample of 60 people with disabilities (30% of the total number of people with disabilities). Descriptive data analysis using SPSS version 23. The survey results show: (1) social accessibility in the village of Trimurti is very well demonstrated by a good attitude towards persons with disabilities; the availability of education, health and information services is very good. (2) physical accessibility shows that most of the physical buildings are inaccessible, except for Special Schools (SLB) and the Heatlh Center (Puskesmas) Srandakan. (3) financial accessibility, policy and knowledge of people with disabilities is still very limited; people with disabilities do not have access to capital and employment opportunities. Based on the results of the survey, inclusive policies can be developed so that an inclusive village that is friendly to people with disabilities can be developed. 
Quality Improvement and Self-Reliance Strategies Community Learning Center (CLC) Ika Rizqi Meilya; Herlina Siregar; Ahmad Fauzi
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.35261

Abstract

Abstract: The quality and independence standards of Community Learning Center (CLC) are defined as the minimum size that must be fulfilled by the program managers or service activities in planning and implementing the program. The lack of ability of the management of CLC in developing programs caused by differences in educational background, geographic, social and economic, resulted in the irregularity of the programmatic and the dissociation of Community Learning Center.This research aims to describe the quality improvement strategy and independence of CLC.This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data collection techniques used consist of documentation studies, interviews, and observations. The subjects of the research are maintainers, tutors, students as well as the community around CLC in Serang City-Banten. The validity technique of data uses the triangulation of sources, methods and theories. Data analysis techniques through data collection, reduction of data presentation and withdrawal of conclusions.The results of this research is a strategy to improve the quality and independence of CLC, among others, through: (a) to build community participation both physically and nonphysical, b) the usefulness of programs for the Community, (c) The relevance of the program, and (d) The sustainability of the CLC. Strategi Peningkatan Mutu dan Kemandirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Abstrak: Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikanstrategi peningkatan mutu dan kemandirian PKBM. Standar mutu minimal dan kemandirian PKBM diartikan sebagai ukuran minimal yang harus dipenuhi oleh para pengelola program atau kegiatan layanan dalam merencanakan dan melaksanakan program kegiatan pendidikan nonformal di PKBM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Subjek penelitiannya adalah pengelola, tutor, peserta didik serta masyarakat sekitar PKBM di Kota Serang-Banten. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teori. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu berdasarkan standar mutu minimal PKBM, bidang layanan yang langsung dapat diterima oleh warga sasaran PKBM meliputi: a) jenis layanan pendidikan; b) pelayanan informasi; dan c) pelayanan kemitraan. Sedangkan strategi dalam meningkatkan mutu dan kemandirian PKBM antara lain melalui: a) membangun partisipasi masyarakat baik secara kualitas dan kuantitas di berbagai aspek kegiatan dan permasalahan PKBM, b) kebermanfaatan program bagi masyarakat, c) relevansi program, dan d) kemandirian serta keberlanjutan lembaga (sustainability) PKBM. Ketiga layanan dan keeempat strategi tersebut penting dilakukan agar penyelenggaraan program di PKBM lebih bermutu, mandiri, dan terarah dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Pemanfaatan Media untuk Meningkatkan Kesadaran Perempuan terhadap Kesehatan Reproduksi Dhyah Ayu Retno Widyastuti; Irene Santika Vidiadari
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.27263

Abstract

Abstrak: Media merupakan salah satu komponen komunikasi yang mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari. Pada masyarakat yang cenderung aktif, mereka bisa menyeleksi informasi yang ingin dikonsumsi. Namun realitanya, terdapat kondisi perempuan yang harus bekerja di wilayah domestik dengan keterbatasan kemampuan dalam mengakses informasi. Berdasar realita ini, dibutuhkan sebuah program pendampingan literasi media untuk perempuan. Program pendampingan yang dirancang mengombinasikan isu kesehatan reproduksi dan isu pemanfaatan media. Program kegiatan yang dilaksanakan oleh tim meliputi (1) Pengenalan media komunikasi; (2) Pemanfaatan media sebagai sumber informasi dan literasi media; (3) Keterkaitan media dengan kesehatan reproduksi dan pendampingan kesehatan reproduksi remaja. Simpulan dari kegiatan pendampingan ini adalah (a) Melalui kegiatan pengabdian ini, tim melihat bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan keberadaan jenis-jenis media sosial dan fungsinya; (b) Kelompok sasaran mengakses informasi media sosial yang relevan dengan kebutuhan mereka sehari-hari dalam rangka mendampingi anak; (c) Kelompok sasaran dapat memanfaatkan akses informasi mengenai kesehatan reproduksi; (d) Kemampuan menyaring berita yang tidak benar (hoaks) yang tersebar melalui media sosial yang mereka miliki. Using Media to Increase Awareness of Women’s Reproductive Health Abstract: Communication media is one component of communication that affects human life. For active communities, they can select the information they want to consume. However, there are conditions for women who have to work in domestic areas with limited ability to access information. From this reality, it takes a media literacy program for women. The mentoring program designed combines reproductive health issues and issues of media use. The program activities carried out by the team include (1) Introduction of communication media; (2) Use of the media as a source of information and media literacy; (3) The concept of reproductive health and assisting reproductive health for teenagers. The conclusions from this mentoring activities are (a) Through this service activities, the team see there is an increase in understanding of social media’s variations and their functions;(b) Target groups access social media that is relevant to their daily needs in order to assist their children; (c) Target groups can use access to information on reproductive health; (d) The ability to filter hoax news spread through social media they have.

Page 1 of 1 | Total Record : 9