cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Channel : Jurnal Komunikasi
ISSN : 23392681     EISSN : 26212579     DOI : 10.12928
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 12 Documents clear
KOMODIFIKASI HIJAB DALAM IKLAN KOSMETIK SOPHIE PARIS VERSI “NATURAL & HALAL” DI TELEVISI Hana Qodzari Mayaningrum
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.719 KB) | DOI: 10.12928/channel.v4i2.6227

Abstract

AbstrakIklan merupakan salah satu produk media massa yang digunakan sebagai mediapemasaran. Ketika iklan menggunakan Perempuan berhijab sebagai model iklannya, maka akanmengubah pandangan masyarakat terhadap Perempuan berhijab. Dalam hal ini, pandangan yangditonjolkan adalah iklan yang menggunakan Perempuan berhijab. Iklan yang dianalisis dalampenelitian ini adalah iklan kosmetik Sophie Paris “Natural & Halal” 2014 dan Karina Nadilasebagai brand ambassadornya. Tujuan dari penelitian ini untuk menegaskan bahwa memangterdapat komodifikasi yang bertujuan untuk menarik minat konsumen dalam meningkatkanpenjualan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian analisis isi dengan pendekatan kualitatif.Analisis yang digunakan adalah Semiotika menurut Charles Sanders Pierce. Data utama yangdigunakan adalah video iklan kosmetik Sophie Paris “Natural & Halal” dandata pendukung yangdigunakan diperoleh dari dokumentasi yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karyamonumental dan beberapa buku atau jurnal yang terkait dengan penelitian komodifikasi,periklanan, hijab. Iklan kosmetik Sophie Paris “Natural & Halal” menjadikan hijab sebagaisebuah nilai jual (komoditas) dan kepentingan tertentu untuk mendapatkan sebuah keuntungan.Setelah dilakukan analisis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komodifikasi yang munculpada iklan kosmetik Sophie Paris “Natural & Halal” adalah komodifikasi konten yang terlihatdari tanda-tanda dan makna dari penggambaran cerita tersebut. Penggunaan hijab yangdikomodifikasikan menyebabkan iklan mengalami pergeseran dari nilai fungsi ke nilai tukar. Dimana nilai fungsi hijab yang seharusnya dipergunakan untuk beribadah kepada Allah, namundalam kenyataannya dijadikan sebagai pengeruk keuntungan yang berlimpah untuk sebuahperusahaan.Kata Kunci: Komodifikasi, Hijab, Iklan Televisi.
PERAN HUMAS PEMERINTAHAN KOTA YOGYAKARTA DALAM SOSIALISASI TAGLINE “JOGJA ISTIMEWA” Frizki Yulianti Nurnisya
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.084 KB) | DOI: 10.12928/channel.v4i2.6222

Abstract

AbstrakSetelah 14 tahun, tepatnya tahun 2001 tagline “never ending asia” menjadi kontenpromosi Yogyakarta, maka pada tahun 2015 pihak pemerintahan provinsi Daerah IstimewaYogyakarta mengubah tagline tersebut. Proses rebranding tersebut tidak berjalan mulus, karenahasil tagline karya Markplus Inc. mengalami pro dan kontra di kalangan masyarakat. Pascakritik, muncullah solusi bersama dari tim 11 yang terdiri dari para praktisi, akademisi,pemerintah hingga budayawan untuk membuat branding baru, yakni “jogja istimewa”. Kinibranding tersebut harus dihidupkan oleh dukungan banyak pihak agar tidak menjadi “brandingkosong”.Salah satu pilar yang diharapkan mampu mensosialisasikan branding tersebut ialahHumas Pemerintahan Kota Yogyakarta yang berada di Jalan Kenari, Timoho, Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakanmetode studi kasus.Penelitian ini lebih mengarah kepada paradigma positivistik karenaparadigma ini berkenaan dengan pencarian atau penemuan hukum sebab-akibat yang dapatdigunakan dalam konteks dan waktu yang berbeda (Daymon, 2002:11).Hasil penelitian inidiharapkan bisa menambah referensi bagi para humas terutama humas di bidang pemerintahanuntuk lebih meningkatkan kemampuan dalam membangun city branding bagi wilayahnya masingmasing.Hasil penelitian ini menemukan bahwa hasil sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas HumasPemerintahan Kota Yogyakarta belum optimal.Ada banyak faktor yang meyebabkan kurangmaksimalnya peran Humas Pemkot Yoyakarta dalam sosialisasi branding baru “jogja istimewa”.Salah satu faktor tersebut ialah Humas Pemerintah Kota Yogyakarta hanya sebagai pelaksanasaja tidak dilibatkan secara langsung dan yang paling berperan adalah Bappeda DIY danPemerintah Provinsi DIY, sehingga mereka tidak bisa dengan leluasa merancang program yangsesuai dengan kebutuhan mereka. Perlu kesadaran bersama baik ditingkat pemerintahan maupunswasta, bahwa public relations memegang peranan penting dalam aspek sosialiasi kepadastakeholder. Maka mereka perlu diberikan peluang dan kesempatan mengembangkan rancanganprogram demi rancangan program PR yang efektif.Kata Kunci: Peran Humas, Sosialisasi, Rebranding.

Page 2 of 2 | Total Record : 12