cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 65 Documents clear
PROSES BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM MENGAJUKAN DAN MEMECAHKAN MASALAH Rosita Dwi Ferdiani; Imam Sujadi; Laila Fitriana; Djoko Adi Susilo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.554 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4215

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir kreatif mahasiswa dalam mengajukan dan memecahkan masalah berdasarkan tahapan Wallas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data adalah mahasiswa prodi pendidikan matematika Universitas Kanjuruhan Malang, angkatan 2017 kelas K yang mengikuti mata kuliah Kajian Pembelajaran Matematika Sekolah 3 yang berjumlah 20 mahasiswa. Subjek penelitian ini berjumlah 3 orang, yang diambil secara acak berdasarkan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama, dan didukung oleh instrumen lembar tes dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pada tahap inkubasi, terdapat perbedaan durasi waktu yang dibutuhkan bagi ketiga subjek penelitian. Subjek 1 yang berkemampuan tinggi, hanya membutuhkan waktu sekitar 4 menit pada tahap inkubasi. Subjek 2 membutuhkan waktu sekitar 12 menit pada tahap inkubasi. Subjek 3 membutuhkan waktu sekitar 30 menit pada tahap inkubasi.Pada tahap iluminasi, ketiga subjek mulai menetapkan materi yang akan digunakan dalam mengajukan masalah, dan mulai menuliskan masalah yang diajukan.  Pada tahap Verifikasi, subjek 1 dapat memecahkan masalah yang diajukan dan didapatkan jawaban yang benar. Hal ini menandakan bahwa subjek 1 dapat menguji sebuah produk hasil proses kreatif untuk membuktikannya. b) Subjek 2 dapat memecahkan masalah yang diajukan tetapi kurang tepat dalam menuliskan jawabannya. Hal ini dapat diartikan bahwa subjek 2, dapat menguji sebuah produk hasil proses kreatif, tetapi kurang tepat dalam membuktikannya. c) Subjek 3 belum dapat memecahkan masalah yang diajukan. Sehingga subjek 3 tidak dapat menguji sebuah produk hasil proses kreatif, dan tidak dapat membuktikannya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Rafiq, Muhammad; Marzal, Jefri; Syamsurizal, Syamsurizal
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.835 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4625

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses dan hasil produk pengembangan media pembelajaran matematika berbasis discovery learning, (2) kualitas multimedia pembelajaran matematika  yang meliputi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang digunakan untuk menghasilkan untuk menghasilkan produk tertentu yaitu multimedia pembelajaran matematika berbasis discovery learning. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Multimedia pembelajaran digunakan oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Muaro Jambi. Subjek Penelitian yaitu 36 orang siswa kelas VIII A. Dalam penelitian ini tim validator menyatakan bahwa multimedia ini telah valid dan layak untuk di ujicobakan. Guru dan siswa memberikan respon positif dan menyatakan bahwa multimedia pembelajaran ini praktis dan mudah digunakan. Hasil penelitian menyatakan bahwa diperoleh peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam kategori sedang berdasarkan analisis Uji N-Gain yaitu skor yang didapatkan adalah 0,491 pada kriteria sedang. Dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Oleh karena itu multimedia yang dikembangkan dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran pada materi bangun ruang sisi datar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis.Kata kunci: Berpikir kreatif; Discovery learning; Media pembelajaran. Abstract This study aims to describe (1) the process and product development of discovery learning-based mathematics learning media, (2) the quality of mathematics learning multimedia cover valid, practice and effective. This study uses the Research and Development (R&D) method which is used to produce certain products, namely discovery learning-based mathematics learning multimedia. The development model used in this research is the ADDIE model. Multimedia learning is used by class VIII SMP Negeri 1 Muaro Jambi. The research subjects were 36 students of class VIII A. In this study, the validator team stated that this multimedia was valid and deserved to be tested. Teachers and students gave positive responses and stated that this learning multimedia was practical and easy to use. The results of the study stated that an increase in students' mathematical creative thinking skills was obtained in the medium category based on the analysis of the N-Gain Test, namely the score obtained was 0.491 on the moderate criteria. It can be concluded that the developed learning multimedia can improve students' mathematical creative thinking skills. Therefore, the multimedia developed can be used by teachers in the learning process on the flat-sided space building material to improve mathematical creative thinking skills.Keywords: Creative thinking; Discovery learning; Learning media
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN TEORI PEMROSESAN INFORMASI DAN PEMBERIAN SCAFFOLDING Tri Rizka Milazoni; Maison Maison; Nizlel Nizlel
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.379 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan teori pemrosesan infomasi dan pemberian scaffolding. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam menentukan subjek penelitian ini menggunakan teknik snowbal sampling. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII, subjek penelitian ini berjumlah 4 orang yang bersedia mengerjakan soal dengan metode think aloud dan dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes dan lembar wawancara. Data yang diperoleh dianalisis  dengan langkah-langkah (1) Mereduksi data, yaitu memfokuskan pada siswa yang hasil jawabannya mengacu pada aspek kesalahan siswa. (2) menyajikan data yaitu mengklasifikasikan jenis kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan kesalahan Newman. (3) menarik kesimpulan yaitu melakukan kegiatan atau pemberian scaffolding yang sesuai dengan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada masing-masing siswa. Hasil penelitian ini yaitu setelah diberikan scaffolding kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika tersebut berkurang, dan siswa mampu menjawab dengan benar setelah diberikan scaffolding.This study aims to analyze student errors in solving math story problems based on information processing theory and scaffolding. This type of research is descriptive qualitative research. In determining the subject of this research using snowbal sampling technique. The research subjects were students of class VIII, the subjects of this study were 4 people who were willing to work on the questions using the think aloud method and could provide information related to this research. The instruments used in this study were test questions and interview sheets. The data obtained were analyzed by steps (1) Reducing data, namely focusing on students whose answers refer to aspects of student errors. (2) presenting data, namely classifying the types of errors made by students based on Newman's errors. (3) draw conclusions, namely carrying out activities or providing scaffolding according to students' mistakes in solving math story problems for each student. The results of this study were that after being given scaffolding the students' errors in solving math story problems were reduced, and students were able to answer correctly after being given scaffolding.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATA KULIAH MATEMATIKA KONTEKSTUAL DILENGKAPI KONTEN DIGITAL Shofan Fiangga; Ahmad Wachidul Kohar; Evangelista Lus Windyana Palupi; Rooselyna Ekawati; Rini Setianingsih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.166 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4523

Abstract

Calon guru matematika masa depan perlu memiliki kemampuan dalam mendisain pembelajaran matematika yang mendukung siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi matematis. Dari berbagai pendekatan pembelajaran yang ada, Realistic Mathematics Education (RME) merupakan salah satu pendekatan yang bisa mendukung kemampuan literasi matematis siswa. Artikel ini bertujuan membahas pengembangan buku yang menjadi rujukan guru/calon guru dalam melaksanakan pembelajaran RME yang inovatif. Model pengembangan pada penelitian ini menggunakan Plomp dengan langkah-langkah pengembangan buku ajar oleh Muslich. Buku Ajar yang dihasilkan menambahkan contoh-contoh praktik implementasi Matematika Realistik yang lebih variatif dan memberikan ilustrasi untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Proses pengembangan buku ajar ini sudah melalui proses pengembangan buku ajar mata kuliah mulai dari analisis kebutuhan buku ajar yang berasal dari kesalahan-kesalahan mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran RME dan analisis buku referensi RME yang ada di Indonesia. Dari tahapan analisis kebutuhan, disusun peta bahan ajar dan rencana konten digital, Pada tahapan selanjutnya, buku ajar disusun dengan dilengkapi konten digital. Untuk kelayakan buku ajar dilakukan uji kevalidan dan uji keterbacaan, Validitas buku ajar mata kuliah Matematika Kontekstual bermuatan konten digital untuk mahasiswa pada mata kuliah Matematika Kontekstual ini pada aspek isi, format, Bahasa dan ilustrasi memenuhi kriteria baik. Sedangkan untuk hasil keterbacaan mencapai level baik kecuali pada beberapa pilihan kata masih belum baku.Future mathematics teacher candidates need to have the ability to design mathematics lessons that supports the students’ mathematical literacy skills. Realistic Mathematics Education (RME) as one of an approach in mathematics teaching has already proven to be able to help the development of mathematical literacy skills. This article aims to discuss the development of books that become a reference for teachers/prospective teachers in developing innovative RME learning. The development model in this study uses Plomp with the steps of developing a textbook by Muslich. The resulting textbook adds more varied examples of realistic mathematics implementation practices and provides illustrations for elementary, middle and high school levels. The process of developing this textbook has gone through the process of developing course textbooks starting from analyzing the needs of textbooks originating from student mistakes in developing RME learning and analyzing RME reference books in Indonesia. From the needs analysis stage, a map of teaching materials and plans for digital content are drawn up. At the next stage, textbooks are prepared with digital content. For the feasibility of the textbook, a validity test and readability test were carried out. The validity of the Contextual Mathematics course textbook containing digital content for students in this Contextual Mathematics course in the aspects of content, format, language and illustrations met the good criteria. Meanwhile, the readability results reached a good level, except for some word choices that were not standardized.
IMPLEMENTATION OF PBL-HOTS MODEL TO STUDENTS MATHEMATICAL LITERACY SKILL Aan Hasanah; Dwi Haryanto; Maya Evayanti; Annisa Ul Husnah; Samsudin Samsudin; Rosida Marasabessy
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.851 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4588

Abstract

The purpose of this study was to determine the mathematical literacy ability of students in solving HOTS questions before and after applying the PBL-HOTS model on gradient of perpendicular line. In addition, the purpose of this article is to find out student responses to the PBL-HOTS model learning implemented. This research is descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques were used tests, questionnaires, and documentation. The subjects of this study were 25 students of class VIII SMP Lab school UPI who had high, medium, and low mathematical abilities. This study uses 15 test questions and 19 statements in the questionnaire consisting of 7 negative statements and 12 positive statements. The analysis technique in this study consists of three stages, namely 1) data reduction; 2) data display; 3) drawing conclusions and verification. The results showed that students' mathematical literacy skills in solving HOTS questions before the implementation of PBL-HOTS were 18 students identified as failing, 1 student identified as lacking, 4 students identified as adequate, and 2 students identified as very good. Meanwhile, the students' mathematical literacy skills after implementing the PBL-HOTS model were 9 students identified as failing, 1 less, 8 enough, 3 good, and 4 very good. In addition, from the results of the percentage of students' attitude questionnaires towards the learning carried out, it shows that on average 25 students of class VIII SMP Lab school UPI have a good attitude towards the teaching carried out or on intermediate students like or match learning using the PBL-HOTS model in improving their mathematical literacy ability. The results of this study are expected to be used as information about the mathematical literacy skills of junior high school students. They can be helpful in education, especially mathematics teaching, which can use the PBL-HOTS model in improving the mathematical literacy skills of junior high school students.