cover
Contact Name
Nadiyah Tunnikmah
Contact Email
nadiyah.tunnikmah@isi.ac.id
Phone
+628157988977
Journal Mail Official
jociart@gmail.com
Editorial Address
Dsn Japanan Margodadi Seyegan
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Contemporary Indonesian Art
ISSN : 24423394     EISSN : 24423637     DOI : DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8936
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Contemporary Indonesia Art is a scientific journal that contains the results of research or creation on contemporary art related to Indonesia. Contemporary art is defined as the latest art phenomenon. Art includes a wide variety of fine arts such as painting, sculpture, graphics, ceramics, comics, New media art, as well as other forms of art, including types that have not been categorized. The limitation is that the work is more concerned with aesthetic value than functional value. The term Indonesia refers to works of art that are related to Indonesia.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
MANIFESTASI RINDU KEPADA IBU SEBAGAI TERAPI SENI Bernadetha Dwi Puspitasari
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v6i1.4721

Abstract

Ketika kita berbicara tentang ibu, kita tidak lagi berbicara mengenai fisiknya, tetapi kita akan lebih sering berbicara mengenai kasihnya, perjuangannya, cara mendidiknya, hingga doa dan harapannya seorang ibu kepada anaknya. Ibu adalah sosok penting dalam kehidupan manusia, perannya yang kuat dalam keluarga membuktikan bahwa semua anak yang tumbuh dalam sebuah keluarga akan bergantung padanya. Dimanapun kita berada, doa ibu senantiasa menguatkan dan membuat kita yakin akan apa yang tengah kita kerjakan. Berbeda ketika seseorang tidak lagi memiliki ibu, hal yang akan sering dirasakan adalah rasa rindu atau rasa penyesalan karena mungkin belum sempat membahagiakan semasa hidup ibunya. Kesedihan itu mungkin adalah reaksi normal, sama ketika seseorang mengalami rasa “kehilangan” seseorang yang dicintai, terlebih ketika kehilangan karena kematian ibu. Rasa kehilangan ini merupakan situasi yang aktual dan potensial yang dapat dialami oleh semua orang di dunia ini ketika berpisah dengan seseorang yang sebelumnya ada menjadi tidak ada. Keseluruhan rasa kehilangan tersebut, sangat berdampak bagi emosi penulis. Penulis membutuhkan sebuah cara melalui seni untuk mengurangi perasaan sedih serta rindu kepada ibu dalam kehidupan sehari-hari sebagai terapi.Terapi seni sebagai solusi yang penulis yakini memiliki kemampuan untuk menerjemahkan isi pikiran, mencatat dan menyampaikan berbagai tingkatan emosi, dari rasa nyaman, hingga kesedihan yang terdalam, dari mulai kejadian yang membahagiakan hingga trauma. Terapi seni sangat bermanfaat sebagai “katup” pelepasan impuls-impuls memori positif maupun negatif yang sebelumnya terpendam. Selama proses kreativitas penciptaan karya seni, semua emosi dan pikiran yang mengendap akan tereksternalisasi atau tersalurkan. Semua emosi dan pikiran tersebut pada akhirnya akan menjadi jelas akar permasalahannya, karena terbaca dalam simbol-simbol dan bentuk yang ada dalam  pikiran yang terdapat pada karya. Kadang kala dibentuk dengan sadar atau tidak sadar dan memiliki makna terdalam yang berhubungan langsung dengan akar pikiran dan emosi si pembuatnya.Kata kunci: Manifestasi, ibu, rindu, terapi seni, momori positif dan negatif
Pemanfaatan Media Plexiglas Sebagai Media Pada Karya Monoprint Sigit Purnomo; I Gusti Ngurah Tri Marutama
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v6i1.3490

Abstract

Monoprint termasuk dalam seni modern dan bukan termasuk seni tradisional sertaberada di luar seni grafis konvensional, karena monoprint merupakan upaya seniman untuk“menaikkan” kelas seni grafis, karena monoprint hanya dicetak 1 x cetakan. Dan denganteknik monoprint akan didapatkan ekslusivitas karya seni grafis. Memang dalam seni grafisdalam berkarya diharuskan untuk digandakan.Monoprint dalam perkembangannya tidak hanya dicetak di atas kertas tetapi juga diataskanvas. Monoprint di atas kanvas pernah booming secara market di tahun 2000an.Berbagai inovasi dilakukan untuk mengejar kebaharuan dalam berkarya, termasuk dalamteknik monoprint. Teknik monoprint yang pada umumnya dicetak di atas kanvas dan kertasperlu diganti pada media yang lebih fleksibel. Pemilihan teknik Monoprint di atas mediapleksiglas dengan kolase limbah kertas dan plastik sangat cocok baik secara teknis maupunsecara visual. Monoprint bukan hanya karya seni rupa saja tetapi bisa juga digunakansebagai suvenir. Monoprint dengan media pleksiglas memiliki berbagai keuntungan, salahsatunya karya bisa dibawa ke luar negeri dengan catatan karya tidak besar-besar, aman,tidak mudah rusak. Monoprint dengan media pleksiglas juga menggunakan kolase bahan-bahan limbah bisa sebagai alternatif karya-karya yang peduli lingkungan, karenamenggunakan bahan bahan limbah.Kata kunci: Monoprint, Pleksiglas, Kolase.
KEHIDUPAN FAUNA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI PATUNG Endri Cahyono
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v6i1.4722

Abstract

Kehidupan keanekaragaman tidak terlepas dari lingkungan merupakan konsep yang tidak asing apabila dikaitkan dengan persoalan sumber daya bumi, khususnya makhluk hidup.Kehidupan binatang yang sekarang ini dengan pertumbuhan manusia yang destruksi, sehingga kehidupanya mulai terkesampingkan dari area hijau, juga dalam kondisi alam yang tidak menentu. Dampak dari kondisi tersebut adalah adanya bencana dan kejadian- kejadian alam yang tidak wajar seperti hujan es juga banyaknya binatang yang mati, yang terjadi di beberapa daerah dan menjadi pemberitaan media cetak maupun elektronik. Perubahan kondisi lingkungan menjadi pemicu terjadinya kegelisahan yang merangsang munculnya ide penciptaan dalam karya seni patung.Kata Kunci: Fauna, Lingkungan, Seni
SISI FEMINIM WANITA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS Reza Pratisca Hasibuan
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v6i1.4729

Abstract

Manusia diciptakan dengan berbagai macam rupa dan bentuk yang berbeda-beda. Setiap bagian tubuhnyapun memiliki fungsi serta kegunaannya tersendiri. Begitu juga dengan wanita, karena setiap wanita memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Kecantikan yang dimiliki bukan hanya yang terlihat dari luar atau secara fisik saja, namun juga dari dalam hatinya, itu merupakan hal yang terpenting untuk terus dijaga. Kemajuan teknologi serta sosial media yang semakin banyak, semakin mempermudah wanita untuk mendapatkan kecantikan yang diinginkan. Kecantikan yang didapatkan secara instan, seperti operasi plastik misalnya, yang menjadi sebagai sarana untuk memuaskan keinginan wanita dalam segi penampilan fisik yang maksimal. Tidak peduli hal itu dapat merusak tubuhnya atau tidak, dapat merugikan diri sendiri atau tidak, yang terpenting adalah agar mereka mendapatkan apa yang diinginkan secara cepat dan mudah. Dari peristiwa-peristiwa tersebut maka hadirlah judul Wanita sebagai ide dalam penulisan ini dan dihadirkan dalam bentuk karya dua dimensional. Diharapkan melalui karya ini dapat memberikan wawasan baru serta penyadaran bahwa kecantikan bukan hanya yang terlihat di luar saja namun juga dalam hati setiap wanita.Kata kunci: Wanita, Kecantikan, Lukis.
XXY JOURNEY PROBLEMATIKA INDIVIDU INTERSEKS DALAM DRAWING DENGAN METODE AUTOETNOGRAFI Chandra Rosselinni
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v6i1.3900

Abstract

Keberadaan  individu interseks berikut segala isu yang terkait dengan eksistensi mereka bukanlah hal yang baru dalam masyarakat, eksistensi interseks adalah sebuah kasus nyata dan bukan hanya dongeng tentang hermaprodit yang berasal dari mitologi Yunani. Pada abad 8 M, catatan keputusan hukum Islam membahas individu-individu yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai khuntha dan PBB menyatakan sekitar 1,7% penduduk dunia adalah interseks. Dalam istilah Bahasa Indonesia, seringkali digunakan istilah kerancuan kelamin atau kelamin ganda. Interseks atau saat ini disebut DSD (Disorders of Sex Development). Latar belakang penulis yang terlahir interseks dengan kromosom 47XXY chromosome mosaicism penulis terdorong untuk berbagi pengalaman, mengalami sebagai individu interseks memaparkan kompleksitas dan problematika individu interseks dari masa anak-anak hingga dewasa, dengan pendekatan yaitu metode autoetnografi dalam penciptaan karya drawing dengan visual self portrait, penerapan  metode Autoethografi  juga dilakukan untuk memahami diri sendiri (self-narative) melalui penciptaan karya drawingKata kunci: Interseks, Autoetnografi, drawing.
ASPEK KOMUNIKASI VISUAL DAN ESTETIKA PADA KARYA DESAIN GRAFIS BERGAYA GLITCH ART Namuri Migotuwio
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v6i1.3901

Abstract

Seni kontemporer berkembang dan mengakomodir berbagai teknik dan media dalam berkarya. Teknologi menjadi salah satu bagian dari proses berkesenian bahkan menjadi media berkesenian itu sendiri. Dalam praktik berkesenian saat ini, keberadaan teknologi mampu merubah cara pandang dan juga cara produksi sebuah karya seni. Salah satu karya seni yang sedang berkembang dewasa ini adalah trend desain bergaya glitch art, yang mulai diterima dan banyak direplikasi kedalam berbagai karya seni dua dimensi dan audio visual. Penelitian ini akan menggali lebih dalam tentang bagaimana pengaruh gaya glitch art pada karya desain grafis dengan pendekatan posstrukturalisme, serta menganalisa aspek estetika dan komunikasi visual pada karya dengan pendekatan teori desain komunikasi visual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode purposive sampling, observasi dan studi literatur. Hasil dari studi analisis ditemukan bahwa dalam konstruksi posstrukturalisme karya glitch art membuka pintu kreativitas bagi para desainer grafis untuk menciptakan karya tanpa dibatasi aturan tertentu. Aspek komunikasi dalam karya desain bergaya glitch art dapat diinterpretasi melalui pembacaan simbol-simbol yang ada, dan untuk menangkap aspek estetika pada karya glitch art harus memandang gagasan tanpa dibatasi oleh sekat aturan visualisasi yang selama ini dibangun.Kata Kunci : glitch art, grafis, posstrukturalisme, estetika, komunikasi 

Page 1 of 1 | Total Record : 6