cover
Contact Name
Nadiyah Tunnikmah
Contact Email
nadiyah.tunnikmah@isi.ac.id
Phone
+628157988977
Journal Mail Official
jociart@gmail.com
Editorial Address
Dsn Japanan Margodadi Seyegan
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Contemporary Indonesian Art
ISSN : 24423394     EISSN : 24423637     DOI : DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8936
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Contemporary Indonesia Art is a scientific journal that contains the results of research or creation on contemporary art related to Indonesia. Contemporary art is defined as the latest art phenomenon. Art includes a wide variety of fine arts such as painting, sculpture, graphics, ceramics, comics, New media art, as well as other forms of art, including types that have not been categorized. The limitation is that the work is more concerned with aesthetic value than functional value. The term Indonesia refers to works of art that are related to Indonesia.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2022)" : 4 Documents clear
Bentuk Visual Dan Makna Simbolik Gorga Batak Toba Siburian, Tulus Pranto
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v8i1.7047

Abstract

Gorga sebagai salah satu ciri khas Batak memiliki fungsi dan makna tertentu. Gorga adalah ragam hias yang biasanya terdapat pada rumah adat Batak, kini sudah banyak ditemukan pada aksesoris lain, seperti alat musik  tradisonal, pakaian dan bahkan di pemakaman. Pengalihan pengaplikasian tersebut  melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis, bentuk visual, dan makna simbolik ornamen Gorga yang diterapkan di rumah adat Batak Toba dan untuk mengetahui keunikan dan kekhasan ornamen Gorga pada rumah adat Batak Toba serta fungsi, peran, dan bentuk pengaplikasiannya dalam kehidupan saat ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif jenis deskriptif analitis. Metode pengumpulan data yang akan digunakan ada tiga, yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi sedangkan untuk analisa data menggunakan metode non statistiknonstatistisk/kualitatif. Hasil dalam penelitian ini diketahui bahwa terdapat sebelas jenis Gorga pada rumah adat Batak. Ornamen Gorga yang diterapkan pada rumah adat Batak Toba di lingkungan Istana Sisingamangaraja disesuaikan dengan dengan ornamen Gorga pada umumnya, hanya saja ada beberapa penambahan visual ornamen sebagai bentuk kebebasan sang seniman Gorga untuk memunculkan bentuk-bentuk visual baru dengan tetap memperhatikan makna simboliknya.
Respons Romantisme Distress Solastalgia Dalam Seni Lukis Abstrak Nurhayati, Nani
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v8i1.7048

Abstract

Hilangnya sebuah esensi teritori yang bisa disebut ‘rumah’ telah terjadi pada kampung halaman sendiri. Kondisi di mana kita merasa terasing di rumah sendiri, merasakan kerinduan pada tempat yang ditinggali namun rusak akibat perubahan lingkungan. Solastalgia adalah istilah baru yang dicetuskan oleh Glenn Albrect ahli psikiatri dan filsuf lingkungan asal Australia pada tahun 2005 yang cocok untuk menggambarkan koneksi emosi antara penulis dengan kampung halaman. Majalengka mengalami krisis lahan akibat pembangunan kota insdutri yang telah membuat warganya menjadi buruh di rumah sendiri. Sebagian warga yang hidup bertumpu pada lahan tersebut mengalami kondisi distress ini akibat kehilangan lahan secara paksa oleh pemerintah yang ingin membangun banyak pabrik asing sedangkan Majalengka terkenal dengan lanskap dan budaya agrokultur yang sangat baik. Penelitian ini merupakan representasi bagaimana kondisi distress dilepaskan secara romantis sebagai intervensi diri dalam upaya penyadarana atas adanya distress solastalgia. Kebaruan yang ditawarkan pada penelitian ini adalah cara penyajian karya yang tidak selazimnya yaitu direspons secara romantis. Solastlagia telah banyak digunakan pada penciptaan karya namun kebanyakan direpresentasikan sesuai dengan kondisi sebuah distress apa adanya yang identik dengan warna gelap dan kelam. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kesadaran yang timbul pada karya seni lukis abstraksi dengan komposisi warna cerah dengan bentuk geometris sebagai respons intervensi diri terhadap distress tersebut.
Visualisasi Garis Tangan Biografi Tokoh Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Lilipaly, Maria Ruthy Hillary; Wiyono, Wiyono
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v8i1.7053

Abstract

Garis sering muncul pada tubuh, baik bekas luka atau lipatan pada kulit. Lipatan yang menghasilkan garis paling banyak ditemukan pada telapak tangan. Dua telapak yang sering digunakan dan mempunyai fungsi yang beragam, menimbulkan banyak garis tipis-tipis. Tangan seperti mempunyai peran besar untuk menjalankan aktivitas, dan mempunyai kekuatan yang tidak terduga bagi pemiliknya. Garis di permukaan kulit juga membawa pesan yang menjadi misteri kehidupan dan akan terpecahkan apabila mengetahui arti setiap garis. Hal ini disebut dengan palmistry, yang akan membantu manusia mengetahui karakter dan masa depan. Lewat komposisi tangan yang kaya infomasi, penggambaran garis tangan akan dibantu dengan cerita-cerita menyenangkan dan menegangkan dari setiap tokoh buku autobiografi. Setiap penulis autobiografi memiliki cerita yang patut didengar, bahwa kenyamanan pada hidup mungkin tidak ditujukan pada setiap manusia, namun kisah-kisah tersebut menjadi pemicu semangat bagi setiap pembaca. Studi pustaka menjadi acuan dan aspek fundamental bagi penulis untuk menghasilkan karya yang sangat subjektif dan  bersifat  empati  dari  penulis. Hasil dari proses pengerjaan karya seni ini tidak untuk menunjukkan kebenaran garis tangan pada setiap lukisan, melainkan menjadi sebuah kajian proses melukis yang sangat meditatif dengan cara membaca buku tokoh- tokoh yang ceritanya patut untuk diketahui.
Karakter Wayang Perempuan Dewi Drupadi, Dewi Wara Sembadra, Dan Dewi Srikandi Sebagai Inspirasi Berkarya Batik Fashion Setyowati, Setyowati
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v8i1.7054

Abstract

Wayang sebagai bagian dari identitas budaya adalah suatu ciri khas yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat di Jawa. Figur tokoh wayang perempuan sebagai sumber ide penciptaan karya seni. Karya batik fashion diharapkan bisa mewakili pendidikan keluhuran budi yang merupakan salah satu upaya yang nantinya dapat membangun kesadaran, pemahaman dan karakter.  Karya yang  dibuat merupakan bentuk yang terinspirasi dari karakter tokoh wayang perempuan Drupadi, Sembadra dan Srikandi, dimana ketiga tokoh karakter wayang perempuan ini mewakili jiwa perempuan Jawa yang sabar,  tabah, kuat dan Tangguh dalam menjalani laku kehidupannya. Metode penciptaan yang digunakan adalah practice based research yang merupakan metode yang tepat untuk menggali pengetahuan yang baru untuk diterapkan pada bidang yang bersangkutan. Peran pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki sangat berpengaruh pada proses tersebut. Wawasan yang dimiliki dalam menciptakan karya, tidak hanya bernilai fisik saja, namun juga dapat menjelaskan ide hingga proses terwujudnya karya yang berpotensi menjadi sebuah pembelajaran. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4