cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "No 8 (1975)" : 6 Documents clear
Sosiologi Agama Ganie, Fatchuddin A
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 8 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1975.08.68-77

Abstract

Sosiologi Agama mempelajari hubungan antara agama dan masyarakat, atau dengan kata lain akan mempelajari adanya saling pengaruh mempengaruhi antara agama dan masyarakat. Umpamanya, adakah suatu bentuk struktur masyarakat karena pengaruh dari suatu ajaran agama, atau sebaliknya adakah suatu agama di pengaruhi oleh beberapa orang bahkan oleh masyarakat. sebenarnya, pembahasan tontang masyarakat sudih banyak ditulis oleh para sarjana. Akan tetapi perlu di ketahui bahwa study “sosiologi agama” mempunyai segi lain ialah sifatnya empiris. Oleh karena itu maka “sosiologi agama" harus di selidiki secara tersendiri. Kita mengakui bahwa dari pelajaran sosiologi, para mahasiswa yang mernpelajari sosiologi agama, dapat memperoleh bahan sebagai pelengkap, akan tetapi harus pula diingat bahwa agama mempunyai aspek-aspek yang penting yang bermacam-macam bentuknya. Sedangkan approach empiris, apabila berhasil, kita akan memperoleh data-data sangat kuat.
Hukum Islam dan Tujuannya Abdurrachman, Asjmuni
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 8 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1975.08.59-67

Abstract

Kata Hukum Islam berasal dari Bahasa Arab, tetapi pengertiannya sudah sedikit berlainan setelah menjadi Bahasa Indonesia, menurut pandangan ahli Hukum lslam, sekalipun masih ada segi-segi persamaannya. Hukum berasal dari Bahasa Arab AI Hukmu yang berarti Al Qadla(memberi keputusan). Menurut ahli Hukum Umum, Hukum itu berarti "Peraturan-peraturan yang bersifat memaksa yang diadakan untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dan masyarakat. Sedang menurut ahli Hukum lslam, Hukum itu ialah Firman Tuhan dan Sabda Nabi (Syari') yang bertalian dengan perbuatan manusia yang telah aqil baligh (mukallaf) yang mengandung ketentuan-ketentuan tuntutan, kebolehan maupun mengandung sabab, syarat atau halangan (mani') terujudnya hubungan Hukum. Dua perbodaan yang nyata antara dua pengertian tersebut: Pertama: Dalam Hukum lslam ditegaskan ketentuan sumbernya ialah dari Tuhan, sedang dalam Hukum Umum tidak. Kedua : Pada Hukum Umum, ditegaskan adanya sifat memaksa, sedang dalam Hukum lslam tidak semuanya bersifat memaksa, bahkan dalam Hukum lslam ada Hukum yang sifatnya hanya menyatakan anjurap dan kebolehan saja. Disamping itu, dalam Hukum lslam memasukkan ketentuan yang akan membawa atau Menghalangi adanya hubungan Hukum, yang disebut Hukum Wadl'i. Kalau kita lihat lapangan yang diaturnya, Hukum Umum dan Hukum lslam itu hamper bersamaan, sedikit kelebihannya ialah, Hukum lslam mengatur soal-soal ibadah, yang meliputi soal keimanan, shalat, zakat, puasa dan hajji.
An Historical Background to The Coming and Spread of Islam and Christianity in The Malay Peninsula, And the Indonesian and Philippine Archipelagos Majul, Cesar Adib
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 8 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1975.08.38-58

Abstract

An all too common feature of history has been how such externally introduced cultur institution as religion, has served to move peoples from their parochial, self-contained communities into wider ones committed to universal values. As it were, both lslam and christianity, which are universal in intent, have served to induce peoples in southeast Asia to conceive of themselves as part of wider human communities that have transcended the limitations of race, language, region and geography. Yet, paradoxically, lslam and to a lesser extent christianity as well, have provided those very elements of identity which played a large part in the struggle of the Malay peoples against foreign domination. No full understanding of these peoples' political, economic, and social conditions as well as of their concomittant expectations and tendencies is possible without taking into account the spiritual framework within which they lived.
Catatan Singkat Dialog Antar Muslim dan Kristen Dari Asia Tenggara Di Hongkong, 4-10 Januari 1975 Abdullah, Samsuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 8 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1975.08.25-37

Abstract

Dewan Gereja Sedunia (World Council of Churches) 150, Route de ferney, 1211 Geneva 20, Switzerland. ‘’Muslim dan orang-orang Kristen dalam masyarakat: menuju kearah Muhibbah (good-will), musyawarah dan bekerja-sama di Asia Tenggara”. Thema ini bertujuaan untuk memberi tempat kepada persoalan-persoalan yang bersifat historis masa depan dan kontemporer, sosio-politik dan juga persoalan-persoalan theologis. Thema ini juga diharapkan akan mampu mengungkap persoalan-persoalan yang langsung berhubungan dengan Negara-negara Asia Tenggara (seperti: Indonesia, Singapore, Malaysia dan Philipina). Perhatian juga diberikan kepada apa dan bagaimana arti istilah-istilah seperti Muhibbah (good-will) dan Musyawarah (Consultation) menurut agama Islam dan Kristen; Istilah “kerja sama’” hendaklah diartikan kerja-sama Muslim dan Kristen dalam pengabdiannya kepada Allah.
Pertumbuhan dan Perkembangan Historigrafi Islam Umar, Muin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 8 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1975.08.6-24

Abstract

Historiografi Islam sebagaimana ilmu-ilmu lainnya mendapat pembahasan yang cukup banyak dari para ahli, walaupun pembahasan itu dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Bentuk Historiografi Islam pada dasarnya terbagi kepada tiga: 1. Khabar yang berisikan ceritera- ceritera yang berhubungan dengan peperangan dan lain-lain. 2. Chronologi, yang mencatan kejadian-kejadian sejarah menurut tahun. 3. Bentuk yang lebih kecil mengenal periodesasi sejarah: a. Historiografi Dynasti. b. Pembagian tingkat (thabaqat). c. Susunan Genealogis. Isi daripada karya-karya sejarah Islam meliputi, genealogi, biografi, geografi dan cosmografi, astrologi, filsafat, ilmu social dan politik, dokumen-dokument, manuskrip dan mata uang. Anika ragam penulisan sejarah Islam ada yang menggunakan bentuk sajak dan ada pula yang mempergunakan bentuk prosa berirama. 
Lembaga Bahasa IAIN Sumardi, Muljanto
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 8 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1975.08.3-5

Abstract

Berkali-kali Bapak Mentri Agama Prof. Dr. H.A Mukti Ali menyatakan bahwa salah satu kekurangan IAIN ialah kekurangan dibidang Bahasa, khususnya Bahasa Arab dan Nahasa Inggris. Beberapa kenyataan membuktikan memang demikianlah adanya. Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang seharusnya sudah dapat digunakan oleh para mahasiswa untuk mendalami bidang ilmu yang ditulis dalam Bahasa ini dalam kenyataannya masih merupakan beban berat yang harus dipikul mahasiswa dan ditanggulangi oleh para dosen Bahasa. Pengajaran kedua Bahasa ini harus dimulai dari permulaan lagi, sekalipun untuk mahasiswa jurusan Bahasa sendiri. Dengan kata lain, kemampuan Bahasa para mahasiswa yang masuk IAIN pada dasarnya sama, yaitu masih harus mulai dari tingkat dasar. Tingkat kemampuan yang sama ini seharusnya diatasi dengan mengadakan koordinasi antara para pelajar Bahasa, khususnya diatasi dengan mengadakan koordinasi antara para pengajar Bahasa, khususnya dalam segi metode mengajar dan materi pelajaran. Saying sekali tidaklah demikiaan kenyataannya. Masing-masing fakultas menyelenggarakan program Bahasa sendiri dengan cara dan seleranya sendiri biarpun tenaga pengajar yang berkelayakan (Qualified) masih sangat kurang. Keadaan ini menjadi lebih buruk lagi dengan adanya keyakinan yang salah, bahwa seolah-olah ada Bahasa Arab Tarbiyah, Syari’ah, dsb. Bahasa Arab adalah Bahasa Arab. Yang membedakan Bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah dengan Bahasa Arab di Fakultas Syari’ah atau lainnya ialah bidang kosa-kata-nya (Vocabulary), bukan bidang morfologi dan sintaksisnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1975 1975


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) No 8 (1975) More Issue