cover
Contact Name
Putu Prima Wulandari
Contact Email
jurnaltema@ub.ac.id
Phone
+6281296280353
Journal Mail Official
jurnaltema@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal TEMA, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, Indonesia. Jl. MT. Haryono 165 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
TEMA (Jurnal Tera Ilmu Akuntansi)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14118149     EISSN : 2808215X     DOI : -
Core Subject : Economy,
TEMA (Jurnal Tera Ilmu Akuntansi) publishes all forms of quantitative and qualitative research articles and other scientific studies related to the field of Accounting and a wide range of applications such as: Finance accounting Sharia Accounting Capital Market Based Accounting Forensic Accounting Behavioral Accounting Environmental Accounting Management Accounting Tax accounting Social Responsibility Accounting Public sector accounting Accounting education Auditing Accounting information system Business Ethics & Corporate Governance
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2005)" : 4 Documents clear
Bahasa Akuntansi dalam Praktik: Sebuah Critical Accounting Study Sawarjuwono, Tjiptohadi
TEMA Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v6i2.154

Abstract

This study envisages the accounting Junction in practice, particularly as a language of business or organizations. The linguistic Junction becomes more important if being studiedfrom the uttering capability point of view which this study calls “accounting language communicative competence”. To construct accounting knowledge, this study applies critical accounting study, a methodology which is based on linguistic philosophy, because linguistic philosophy adds a dimension well beyond the scope of accounting and opens wide the nuance of accounting (Gaffikin, 1989) and provides more comprehensive insights. Hence, critical accounting study can accommodate these crucial insights. Essentially, Habermas provides a social theory which is based on it, that is, the theory of communicative action. Seen from this perspective, accounting [language] practice is a social product andfollows social processes. Accordingly, it can be analysed from Habermas’s two societal analytical processes, that is, life world and system mechanism. To develop the research methods, this study modifies Laughlin’s (1987) methodological approaches which are derived from Habermas’s conceptual strategies. Keywords: Penelitian Critical Study, Akuntansi sebagai bahasa, interaksi sosial, Habermas, communicative action.
Analisis Empiris Terhadap Determinan Praktik Pengungkapan Modal Intelektual pada Perusahaan Publik BEJ Purnomosidhi, Bambang
TEMA Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v6i2.155

Abstract

In the ‘new economy’ era, ideas, practices, and innovations that arise from the creation of intellectual capital have become a pre-eminent economic resources and the basis for competitive advantage. Yet, traditional accounting practices does not provide for the identification and measurement of these “new” intangibles in companies. A a result, that traditional financial reporting is inadequate in meeting with the information needs of stakeholders. This study examines voluntary intellectual capital disclosure provided by listed Indonesian companies in annual reports from the year2001, 2002, and 2003, both qualitatively and quantitatively. Additionally, the study also aims to answer what are factors that influence different voluntary reporting behavior among publicly listed companies in Indonesia This study adopts the framework of Karl Erik Sveiby which classified intellectual capital as internal capital, external capital, and employee competence. A content analysis of 84 copies of annual reports was carried out. The study indicates that the frequencies of voluntary disclosure of intellectual capital in company report are high qualitatively, but not quantitatively, and focus more on external capital. In addition, the key component of intellectual capital are apparently poorly understood, inefficiently managed, and finally they are not reported within a consistent framework. Regarding the factors that can explain different voluntary reporting practices, finding suggest that size, leverage and intellectual capital performance found to have an influence on the amount of intellectual capital disclosure. However, results suggest that when a company’s intellectual capital performance is too high there is a negative impact on the amount of intellectual capital disclosure. The negative association may support the suggestion companies reduce intellectual capital disclosure when intellectual capital is above a perceived ceiling level for fear of losing a competitive advantage. Other factors, such as industry type, listing status, and financial performance were found not to have an influence on the amount of intellectual capital disclosure. Keywords: Intellectual capital, voluntary disclosure, competitive advantage
Perkembangan Praktik Akuntansi Manajemen dan Perubahan Lingkungan Bisnis Hariadi, Bambang
TEMA Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v6i2.156

Abstract

Lingkungan organisasi mengalami perubahan luar biasa dari waktu ke waktu dan perubahan eksternal tersebut memaksa manajemen organisasi untuk terus menerus melakukan berbagai upaya demi menyesuaikan dengan lingkungan bisnis yang dihadapi agar tetap survive dan berkembang sesuai tuntutan stakeholders. Tekanan kompetisi dan globalisasi ekonomi sebagai akibat dari perkembangan komunikasi, teknologi dan transportasi telah memicu munculnya tehnik-tehnik produksi dan manajemen baru. Top manajemen melakukan perubahan strategi, tujuan, Struktur organisasi,pola komitmen dan pengendalian agar perusahaan tetap terus tumbuh sesuai rencana. Dan dalam menghadapi arus perubahan ini, manajemen membutuhkan informasi akuntansi yang up to date dan sesuai dengan perkembangan terkini agar dapat menjalankanjungsi pengendalian dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Muncul kekhawatiran bahwa sistem akuntansi manajemen akan ketinggalan jaman jika metode-metode yang dipraktekkan tidak sesuai dengan situasi lingkungan maupun tuntutan manajemen. Para akademisi dan praktisi akuntansi manajemen sesungguhnya menyadari tuntutan perubahan tersebut Berbagai metode akuntansi manajemen kontemporer telah di praktekkan sejumlah perusahaan dalam rangka menghadapi lingkungan bisnis yang cepat berubah. Namun demikian, hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep akuntansi manajemen yang konvensional masih tetap bermanfaat dan masih dijalankan perusahaan disamping konsep kontemporer yang mulai di praktekkan sesuai dengan tuntutan perubahan.
Persepsi Profesi Akuntansi: Pengetahuan Teknologi Informasi yang Harus Dikuasai Iqbal, Syaiful
TEMA Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/tema.v6i2.157

Abstract

Penerapan teknologi informasi dalam perusahaan mengalami kemajuan yang sangat cepat dengan ditemukan Data-Base Management System (DBMS). Teknologi informasi ini dapat menggantikan peran akuntan melaksanakan fungsi akuntansi dalam menyediakan laporan keuangan. Pergeseran peran ini memaksa akuntan untuk menemukan peluang baru dengan cara meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi. Sehingga akuntan dapat berjalan selaras dengan perkembangan teknologi informasi Studi empiris ini berusaha menemukan kualifikasi pengetahuan teknologi informasi yang seharusnya dikuasai oleh akuntan sesuai dengan kompetensi profesionalnya. Sampel diambil dari populasi akuntan yang meliputi akuntan internal, pemerintah, dan publik. Tujuh buah hipotesis diajukan sesuai dengan diskripsi kualifikasi pengetahuan teknologi informasi. Alat igi t dan anova digunakan untuk melihat persepsi akuntan terhadap teknologi informasi yang harus dikuasai. Hasil penelitian ini menunjukkan akuntan publik dan intern berpendapat sama bahwa tekonologi informasi harus dikuasai oleh akuntan. Kualifikasi teknologi informasi yang harus dikuasai meliputi Pengetahuan keyboard literacy, Pengetahuan system hardware, Pengetahuan system software, Pengetahuan desain dan pengembangan system, Pengetahuanpaket akuntansi, Pengetahuan electronic data processing auditing, dan Pengetahuan pemrograman. Hampir sama, Akuntan Pemerintah berpendapat bahwa kualifikasi teknologi informasi tersebut harus dikuasai oleh profesi kecuali Pengetahuan Pemrograman. Pengetahuan ini bukan termasuk bagian dari kompetensi akuntansi. Kata Kunci: Data Base Management System, Profesi Akuntansi dan Teknologi Informasi

Page 1 of 1 | Total Record : 4