cover
Contact Name
Wresti Listu Anggayasti
Contact Email
wl.anggayasti@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
igtj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.169, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Indonesian Green Technology Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23554010     EISSN : 23381787     DOI : https://igtj.ub.ac.id/index.php/igtj/
The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) is an international journal that publishes recent developments and emerging issues in both conceptual and experimental aspects of green and renewable technology. The Indonesian Green Technology Journal (IGTJ) publishes research results in the theoretical and experimental aspects of green science, engineering, technology, and medicine. Studies published in this journal include; Biomaterials, Green water management, Green energy development and management, Sustainable waste management, Green biotechnology, Green building and architecture, Clean production technology, Global warming technology, and Green building and architecture. This journal also emphasises the significance of green technology development, implementation, challenge, opportunity, and acceptance from an Indonesian perspective. IGTJ is publicly open for publication of review papers, short communication, and research papers. Since 2024, this journal has become an international journal and uses English for every paper that will be published.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 3 Documents clear
PENGARUH RASIO PUCUK TEBU DAN RUMPUT GAJAH DALAM PAKAN LENGKAP SAPI PERAH TERHADAP PARAMETER FERMENTASI RUMEN DAN PASOK PROTEIN MIKROBA MELALUI PENDEKATAN PRODUKSI GAS IN VITRO Anang Stirtoadiu; Kusmartono Kusmartono; Siti Chuzaemi
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui rasio optimal penggunaan pucuk tebu (PT) dan rumput gajah (RG) dalam pakan lengkap sapi perah melalui pendekatan produksi gas in vitro. Penelitian dilaksanakan dengan metode percobaan menggunakan RAK 5 x 5. Perlakuan yang digunakan adalah tingkat rasio PT dan  RG dalam pakan lengkap yang disusun iso protein dari bahan : RG (Pennisetum purpureum) umur pemotongan 43– 56 hari, PT (Saccharum officinarum), dan beberapa bahan konsentrat. Pakan perlakuan disusun dalam 100 % BK dengan perbandingan 40 % BK konsentrat (BKK) dan 60 % BK hijauan (BKH) dimana masing-masing perlakuan dan komposisi BKH adalah: CF1 (100 % RG + 0 % PT); CF2 (75 % RG + 25 % PT); CF3 (50 % RG + 50 % PT); CF4 (25 % RG + 75 % PT) dan  CF5 (0 % RG + 100 % PT). Interval inkubasi pengukuran laju produksi gas : 0, 2, 4, 8, 16, 24, 32, dan 48 jam. Pengukuran efisiensi sintesis protein mikroba (ESPM) ditentukan dengan reflux larutan NDS yang ditambahkan pada residu produksi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio PT terhadap RG dalam pakan lengkap sapi perah memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap volume gas pada inkubasi 2 dan 4 jam, tapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada inkubasi 8 – 48 jam. Perlakuan pakan memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap degradasi BK, nyata (P<0,05) terhadap kadar total VFA dan asam asetat (C2) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap degradasi BO, kadar NH3,  kadar asam propionat (C3), asam butirat (C4), C2/C3, dan proporsi molar VFA. Pakan perlakuan memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap ESPM (mg N/kg BOTR) dan semua hasil perhitungan stoichiometri. Rasio PT terhadap RG yang semakin tinggi menghasilkan efisiensi sintesis protein mikroba yang relatif sama, efisiensi tertinggi cenderung ditunjukkan oleh level PT sebesar 25 % dan 100 %. Disimpulkan bahwa pada pakan lengkap sapi perah dengan protein kasar 12,5  %; proporsi PT sebagai sumber serat hingga 100 % dapat diaplikasikan. Kontunyuitas dan stabilitas suplai pakan sapi perah dapat dipenuhi dengan memanfaatkan PT namun suplementasi pakan konsentrat sangat disarankan agar   terpenuhi kebutuhan nutrisi, khususnya pasok protein mikroba pada pencernaan pasca rumen. Kata kunci : pasok protein mikroba, rasio pucuk tebu dan rumput gajah, pakan lengkap.
Aplikasi Rabuk Kandang Sapi Dan Pupuk Nitrogen Untuk Memperbaiki Kualitas Entisol Bagi Jagung Manis Ika Apriwulandari; Yulia Nuraini; Zaenal Kusuma
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.928 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian kotoran sapi terhadap sifat kimia tanah, pencucian nitrat dan pertumbuhan tanaman jagung manis. Aplikasi pupuk kandang sapi diduga dapat memperbaiki sifat kimia tanah, mengurangi pencucian nitrat dan memperbaiki pertumbuhan jagung manis. Penelitian di rumah kaca, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana. Perlakuan dosis pupuk nitrogen : 0, 100, 200, 300, 400, 500 kgN /ha. Perlakuan pupuk kandang sapi: tanpa pupuk kandang, pupuk kandnag dosis 39.72 ton/ha (setara 76.39 g/pot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk nitrogen yang dikombinasikan dengan pupuk kandang sapi memperbaiki sifat kimia tanah,  menurunkan pencucian nitrat rata-rata sebesar 13.68 % dibandingkan kontrol, dan  memperbaiki pertumbuhan tanaman jagung manis. Kombinasi perlakuan K1N2 ( Nitrogen 200 kg/ha + BO 76,39 g/pot (setara 39.72 ton/ha) menghasilkan serapan N tanaman paling tinggi (383.76 mg/tanaman) dan efisiensi penggunaan nitrogen sebesar 69.00 kg/ha dibandingkan perlakuan lainnya. Kata kunci: pupuk kandang sapi, nitrogen, jagung manis
Mulches application and shading to improve tuber yield of shallot (Allium ascalonicum L.) Cv. Palu Bahrudin Bahrudin; Syekhfani Syekhfani; T. Wardiyati; M. Santoso
The Indonesian Green Technology Journal Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimal growth environment particularly solar radiation intensity and temperature are the important factors to reach maximum yield of shallot crop. The average production of shallot at central Sulawasi about 4.3 ton ha-1,  it is below the national production (8.8 ton ha-1) (Board of Statistic Center, 2000). It is the reason to improve agrotechnology to get the best yield of the Palu local cultivar. The objective of this research is to evaluate effects of shading level and mulches on growth and tuber yield of shallot.  The research was conducted on a low altitude, 20 meters above sea level, Sidera district, Sigi Biromaru, Donggala regency.  The average temperature of the area is 34 -37°C during day and 22 – 23.2ºC during night, with the relative humidity 71 – 77%.   The field experiment on  environmental modification  using polynet shading and mulches was arranged in the Randomized Complete Block Design with two factors: (1) mulches application: without mulch, black silvery plastic mulch; and (2) Polynet shading: without shading, 30 % shading and  60 % shading. Results of experiment suggest that application the black silvery plastic mulch  and 30 % shading produced bulb fresh weight  1.048 kg/m2 equal to 10.48 tons ha-1, it is higher then the control treatment which produces 0.453 kg/m2 equal to 4.53 tons ha-1. Key words: mulches, shading, shallot.

Page 1 of 1 | Total Record : 3