cover
Contact Name
Aditya Dedy Purwito
Contact Email
purwito@ub.ac.id
Phone
+6281233789990
Journal Mail Official
j-pal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 169, Malang, Jawa Timur, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20873522     EISSN : 23381671     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpal
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development is an interdisciplinary journal with scope aspects of environmental impacts (biophysical and socio-economic) a result of development. The journal also examines the phenomenon of a complex interaction between development and the environment, with the aim of looking for alternative solutions in realizing sustainability of all aspects of human activity development related, i.e: 1. Synergistic interactions among communities, development and the environment and their implications for the sustainability of development 2. Technical, economic, ethical, and philosophical aspects of sustainable development 3. Obstacles and ways to overcome them in realizing sustainable development 4. Local and national development sustainability initiatives, their practical implementation 5. Development and implementation of environmental sustainability indicators 6. Development, verification, implementation and monitoring of sustainable development policies 7. Aspects of sustainability in the management of land resources, water, energy, and hayari, towards sustainable development 8. Impacts of agricultural and forestry activities on the conservation of soil and aquatic ecosystems as well as the preservation of soil and aquatic ecosystems and the preservation of biodiversity 9. The impact of global energy use and climate change on sustainable development 10. The impact of population growth and human activities on the resilience of food and natural resources for sustainable development 11. The role of national and international agencies, as well as international arrangements in realizing sustainable development 12. The social and cultural context of sustainable development 13. The role of education and public awareness in realizing sustainable development 14. The role of political and economic Instruments in sustainable development 15. Alternative realize sustainable development efforts 16. Other topics that are still relevant to the development and environmental sustainability
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2010)" : 8 Documents clear
Usaha Peningkatan Konservasi Mamalia di Taman Nasional Alas Purwo melalui Wisata Safari pada Generasi Muda Dina - Aulia; Tri Haryono
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.502 KB)

Abstract

Abstrak Wisata Safari melalui mammal watching berpotensi mendukung konservasi alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas apresiasi generasi muda tentang pentingnya diversitas dan konservasi mamalia melalui wisata safari di taman Nasional Alas Purwo. Penelitian eksperimental semu (quasi-experimental research design) ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan, yaitu kelompok wisatawan dan kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan enam wisatawan sebagai ulangan. Mammal watching berlangsung selama dua hari pada pagi hingga sore hari di tiga lokasi pengamatan yaitu Padang Rumput Sadengan, Pantai Triangulasi, dan Jalur Triangulasi-Pancur. Saat mammal watching wisatawan melihat aktifitas mamalia mencari makan, atraksi brakhiasi, serta menikmati parade senja. Penilaian persepsi awal, peningkatan kualitas apresiasi generasi muda terhadap diversitas dan konservasi serta evaluasi kegiatan secara keseluruhan diperoleh melalui kuesioner. Data berupa jawaban deskriptif dikonversi melalui penilaian kualitas jawaban 0-100. Data numerik dianalisis menggunakan uji T pada α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi awal wisatawan lebih baik daripada kontrol. Salah satu poin penting sebelum melakukan kegiatan pengamatan satwa mamalia (mammal watching) adalah pembekalan. Mammal watching menambah pemahaman mengenai diversitas dan konservasi mammalia di ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik wisatawan. Keseluruhan rangakaian kegiatan wisata safari meliputi pembekalan, pembagian field guide, mammal watching dan evaluasi dapat meningkatkan apresiasi wisatawan. Wisata safari dapat digunakan sebagai sarana penelitian, hiburan untuk wisatawan dan pemasukan bagi taman nasional. Kata kunci: generasi muda, konservasi, mammals watching, Taman Nasional Alas Purwo   Abstract Wildlife Tourism, especially mammals watching, have play an important role to conserve natural resources and increase local communities welfare. This research is intend to increase young generation appreciation quality about the important of diversity and mammal conservation by wildlife tourism ini Alas Purwo National Park. The quasi-experimental research design with complete random design and two kind of treatment, that are tourist group and control group was used in this study. This research involve six tourist as reherseal. Mammal watching activities was implemented two days in the morning until the afternoon at three observation points, namely Sadengan grassland, Triangulasi Beach, and track Triangulasi-Pancur. During Mammal watching activities tourist can see mammals daily behavior activity. The prior assessment improvement of young generation appreciation quality about he important of diversity and mammal conservation and evaluation of all activities derived by some questionare. Descriptive data was converted by quantifiying answer by rating 0-100. Numeric data was anlized with T test on α=0.05. The research result show that the tourist has better prior perception than control group. It seems that explanation before starting activities in the field can play an important role in mammals wathcing. Furthermore, mammals watching recognized has beneficial impact to improve comprehension about diversity and mammal conservation in cognitive, affective and motoric sectors of the tourist. Wildlife tourism can also used in research facillity, education, tourist amusement and income for national park. Keywords: Alas Purwo National Park, conservation, mammal watching, young generation
Pengaruh Gelombang Ultrasonik Jangkrik (Acheta domesticus) terhadap Pola Perilaku Makan Pasif dan Gerak Pasif Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Sama’ Iradat Tito; Bagyo Yanuwiadi; Chomsin Sulistya
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.326 KB)

Abstract

Abstrak Tikus sawah merupakan hama utama dan penyebab kerugian terbesar pada tanaman padi di Indonesia. Cara pengendalian hama yang ada sampai saat ini belum sepenuhnya dapat mengatasi masalah hama tikus. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mendapatkan teknologi pengendalian yang efektif dan mudah dilaksanakan dengan menggunakan gelombang ultrasonik jangkrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh gelombang ultrasonik jangkrik terhadap pola perilaku makan pasif dan gerak pasif tikus. Gelombang ultrasonik jangkrik dipaparkan langsung terhadap tikus sawah dan diamati melalui pola perilaku makan pasif dan gerak pasif yang ditunjukkan oleh tikus sawah. Data  hasil  pengamatan  pola  perilaku  makan  pasif  dan  gerak pasif tikus dianalisis dengan analisis  variansi rancangan faktorial. Faktor yang diamati meliputi frekuensi, jarak sumber, dan lama pemaparan gelombang ultrasonik jangkrik serta  kombinasinya. Frekuensi gelombang ultrasonik jangkrik pada jarak 100 cm dan lama pemaparan 45-60 menit dapat menimbulkan  perubahan  pola perilaku makan pasif dan gerak pasif  tikus. Perubahan tersebut terjadi akibat efek termal, efek kavitasi dan efek  mekanik  yang  terjadi  pada  struktur  jaringan sel  tikus. Kata kunci : gelombang ultrasonik, jangkrik, tikus sawah Abstract Over the last decade, paddy field rat cases in Indonesia still become problem cultivation rice plant. The control method be present now is not yet get exceed  rat wet rice pest. Because that, need straight away research for get technology control that effective and easy to applicate. The control rat wet rice pest with cricket ultrasonic waves we hope that can become alternative that problem solving. The aim from this research is for knowing the influence of cricket ultrasonic waves toward the passive feeding and passive motion rat wet rice field. Cricket ultrasonic waves direct flat to rat rice pest. The data on the observation of response and change of behavior patterns that covered the patterns of passive movement and of passive feeding of  rat wet rice field brought  about  by  ultrasonic  wave  disturbances were analyzed and employed to determine which parameter  were the most dominant among variations exposure distance  and  exposure time of the ultrasonic waves. The result of research gave significant differences (P<0.05) of the effect of ultrasonic wave frequency, source distance and exposure time. At cricket frequency, it  already  gave  effective impact  toward  behavior  patterns that covered  the  patterns  of  passive  feeding  and  passive  movement  of  the migratory locusts. At this cricket frequency, with exposure time of 45 to 60 minute at 100 cm  distance  it  has  already effective impact  toward the  behavior patterns  of rat wet rice field compared  to the change of  source distance longer  than 100 cm at other time too towards passive feeding and passive motion pattern of rat wet rice field. Key Words: Ultrasonic waves, cricket, rat wet rice field
Pengaruh Pemberian Kalsium Terhadap Ukuran dan Kerapatan Kristal Kalsium Oksalat pada Porang (Amorphophallus muelleri blume) Nunung Harijati; Estri Laras Arumingtyas; Rian Handayani
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.432 KB)

Abstract

Abstrak Porang (Amorphophallus muelleri Blume) mempunyai ciri famili Araceae yaitu mempunyai kristal calcium oxalate. Porang direkomendasikan di tanam di bawah tegakan kayu Jati, kayu jati berkualitas umumnya hidup pada daerah kapur. Disamping sebagai tanaman yang bernilai kesehatan tinggi karena kandungan glukomanannya, Porang mempunyai sisi lemah dari sisi kesehatan yaitu mengandung kristal Ca-oksalat. Untuk itu perlu diteliti apakah lingkungan berkapur mempengaruhi ukuran dan kerapatan kristal kalsium oxalate dari Porang. Dengan menggunakan disain penelitian Rancangan Acak Lengkap, 4 dosis kapur (Dolomit) yaitu 2 g, 4 g, 8 g, dan 16 g tiap kg tanah diberikan ke Porang  dan kontrol (tanpa diberi kapur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran kristal rafida semakin meningkat selaras dengan peningkatan kapur. Tetapi, peningkatan dosis dolomit pada kristal druse tidak menambah ukuran diameter, namun menambah jumlah per satuan luas. Ukuran tertinggi (359,6 µm) kristal rafida dihasilkan dari dosis 16 g tiap kg. Dari pengukuran kerapatan kristal setiap mm2, didapatkan kristal lebih rapat pada daun dibandingkan tangkai daun. Kerapatan kristal meningkat selaras dengan kenaikan dosis pemberian dolomit. Kerapatan tertinggi diperoleh dari dosis pemupukan 16 g tiap kg tanah yaitu sebesar 838 kristal tiap mm2 untuk daun. Berdasarkan jumlah tersebut, proporsi kristal druse lebih tinggi (686 kristal tiap mm2) dibandingkan kristal rafida (147 kristal tiap mm2). Penambahan kapur, berpengaruh terhadap penambahan ukuran kristal rafida sedangkan untuk kristal druse mengalahi penambahan  jumlah kristal. Kata kunci : dolomit, druse, jumlah Kristal, rafida, ukuran kristal Abstract Porang (Amorphophallus muelleri Blume) have a characteristic family Araceae that have calcium oxalate crystals. Porang was recommended planting under teak tree. And generally high quality of teak wooden are obtained from teak trees that are grown in calcareous soils.  Beside as a high health-value crops because the content of its glucomannan, Porang also contained Ca-oxalate as a weak side. Therefore it was needed to study whether calcareous environment affected the size and density of calcium oxalate in Porang. The experiment was designed using completely randomized design with 4 doses of lime (dolomite), namely 2g/kg, 4 g / kg, 8g/kg, 16g/kg soil and 0g/kg as a control. The results showed that the crystal raphide size increased in line with the increase of lime dose. However, Increased dolomite dosage did not increase the size of diameter crystals-druse but increased the number  per unit area. Highest size (372 µm) of raphide crystals were generated from 16g/kg dose. From the measurement of crystal density per mm2, more dense crystals obtained  in the leaves than the petiole of Porang. Crystal density increased in line with dose increase of dolomite. The highest density of crystal was obtained from 16g/kg soil fertilization dose i.e. 838 kristal/mm2 in the leaf. Of these, Druse crystal proportion was higher than crystal rafida i.e. 686 crystal /mm2 and 147 crystal /mm2 for druse and raphide respectively. The addition of lime, for crystal rafida had effect by increase the size of crystals, while for crystals Druse by increasing the number of crystals. Keywords: Dolomite, raphide, Druse, crystal size, number crystal
Struktur, Perilaku dan Penampilan Pasar Usaha Budidaya Ikan Mas (Cyprinus carpio) Dalam Karamba di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Emmy Lilimantik
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.977 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  struktur, perilaku dan penampilan pasar usaha budidaya Ikan Mas (cyprinus carpio) dalam karamba di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.  Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang terdiri dari dua pendekatan yaitu (a) Integrasi Pasar dan (b) Elastisitas Transmisi Harga serta analisis kualitatif. Hasil analisis data secara kuantitatif menunjukkan bahwa integrasi pasar dengan menggunakan analisis regresi diperoleh nilai koefisien regresi (b) = -0,2117 atau b < 1, hal ini menunjukkan bahwa struktur pasar tidak terintegrasi sempurna.  Sedangkan nilai elastisitas transmisi harga (h) = -0,29 atau h < 1menunjukkan  bahwa elastisitas transmisi harga bersifat in elastis. Hasil analisis data secara kualitatif menjelaskan ada empat karakteristik pasar dalam menentukan struktur pasar, yaitu (a) jumlah dan besar penjual dan pembeli, (b) sifat hasil produk, (c) hambatan keluar masuk pasar, dan (d) pengetahuan konsumen tentang harga dan struktur biaya.   Kata Kunci : ikan mas, penampilan pasar, perilaku, struktur Abstract The purpose of this research is to know structure, conduct and marketing performance of aquaculture goldfish (Cyprinus carpio) effort in karamba in Banjar Regency, South Kalimantan. The Analysis data use quantitative analysis with two approach, are (a) market integration and (b) price transmission elasticity, and kualitative analysis. The quantitative analysis result indicate that integration market by using analysis of regression program obtained by value of regression coefficient  (b) = -0,2117 or < 1, this matter indicate that market structure is not perfect integrated.  While price transmission elasticity value (h) = -0,29 or < 1 indicated that price transmission elasticity have the elastic character. The quantitative result explain there are four market characteristic in determining market structure, that are (a) sum up and many buyer and seller, (b) the nature of product result, (c) The the market entry and  exit barrier, and (d) the knowledge of consumer about structure and price. Keywords : goldfish, marketing performance,  the conduct, the structure
Posisi Nilai Tukar Petani Padi dengan Nilai Tukar Petani Komoditas Pangan Achadyah Parabawati
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.45 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu alat ukur daya beli petani yang mencerminkan tingkat kesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan posisi Nilai Tukar Petani Padi dan Nilai Tukar Petani komoditas pangan lain di Indonesia, mengetahui penghitungan Nilai Tukar Petani Padi dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Nilai Tukar Petani Padi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTP Padi mengalami peningkatan dan dalam posisi lebih tinggi dari pada NTP komoditas pangan yang lain, sedangkan NTP komoditas pangan lain (Jagung, Kedelai, Ubi kayu dan Ubi jalar) mengalami penurunan. Rata-rata NTP Padi di Kabupaten Jember sebesar 203 dengan kisaran antara 16 hingga 392. NTP terendah terjadi karena luas lahan sangat sempit yaitu 0,13 Ha dan kebutuhan untuk membiayai anak yang masih sekolah. NTP tertinggi karena luas lahan relatif luas yaitu 4 Ha. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat NTP adalah luas lahan, gabah, dan anggota keluarga. Faktor usia, pengalaman, pendidikan, benih, pupuk, pestisida dan biaya tenaga kerja kurang berpengaruh terhadap NTP dan hubungannya terhadap NTP tidak signifikan.   Kata kunci : Nilai tukar petani, harga yang diterima, harga yang dibayar   Abstract One of measurement tools of farmer’s buying power that reflects farmer’s welfare is Exchange Value of Farmer (EVF). This research are intended to identify development of the position of Exchange Value of Paddy Farmers and that of other food commodities in Indonesia in general, identify calculation of Exchange Value of Paddy Farmer and analyze factors that influenced Exchange Value of Paddy Farmer. Research was done in Jember district, East Java. The research result showed that EVF of paddy commodity experienced an increase and its position was higher than EVF of other food commodities. Meanwhile, EVF of corn, soybean, cassava, sweet potato experienced a decrease. EVF of paddy in Jember Regency was 203 in average ranging 16 to 392, where EVF was the lowest due to very narrow size of the land (0.13 ha). The highest EVF was caused by the relatively large size of the land (4 ha). The most influential factors on EVF were land size and, subsequently, price of paddy grains and family member. However, factors of age, experience, education, seeds, fertilizer and pesticide and cost of workers were less influential on EVF, and their correlation with EVF was significant. Keywords : accepted price, exchange value of farmer, paid price
Pola Distribusi Suhu Permukaan Laut Dihubungkan dengan Kepadatan dan Sebaran Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) Hasil Tangkapan Purse Seine di Selat Bali Daduk Setyohadi
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.819 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui pola distribusi Suhu Permukaan Laut (SPL), dan mengetahui hubungan antara pola distribusi SPL dengan kepadatan dan sebaran ikan. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Juli 2007. Data yang digunakan adalah data citra yang bebas awan dan data hasil serta lokasi penangkapan ikan lemuru. Nilai kepadatan ikan dihitung dengan pendekatan Fridman (1986). Perhitungan SPL dilakukan dengan pemrosesan citra kanal 4 dan 5 menggunakan program SPL diperoleh dari Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh (Pusbangja) - LAPAN, Pekayon, Jakarta Timur. Hasil penelitian mendapatkan bahwa daerah penangkapan ikan lemuru ada lima, yaitu Senggrong, Karang Ente, Pengambengan, Tabanan, dan Jimbaran. Nilai kepadatan pada bulan April sebesar 0,28 kgm-3, bulan Mei 0,19 kgm-3, bulan Juni 0,14 kgm-3, dan bulan Juli 0,17 kgm-3. Secara keseluruhan SPL bulan April – Juli 2007 berkisar antara 25-31 °C. Daerah penangkapan yang baik pada bulan April berada di Pengambengan dengan SPL 27,96 - 30,58 °C, bulan Mei berada di Tabanan dengan SPL berkisar antara 27,93 - 29,36 °C, bulan Juni dan Juli berada di Tabanan dengan SPL berkisar antara 25,32 - 27,90 °C. Suhu permukaan laut tidak memiliki hubungan yang nyata dengan kepadatan ikan. Kata Kunci: distribusi, lemuru, Selat Bali, SPL   Abstract This research aimed to identify model of sea surface temperature distribution and illustrate its relation with spread and density of fish. The research was done at Bali Strait from April to July 2007 based on  satellite signal and catch data. Fish density was calculated by using Fridman equation (1986). While calculation of sea surface temperature was conducted by applying fourth and fifth canal of satellite signal program obtained from Development Center of Utilization and Satellite Identification Technology (LAPAN) Jakarta. Result showed that there were five fishing grounds of sardine, namely Senggrong, Karang Ente, Pengambengan, Tabanan, and  Jimbaran. Values of fish density in April, May, June, and July  were 0.28 kgm-3, 0.19 kgm-3, 0.14 kgm-3, andi 0.17 kgm-3 respectively. Generally, monthly average of sea surface temperature from April to July 2007 was between 25 °C to 31 °C. High density level of fishing ground of each month was different. It was also found that Tabanan was the best fishing ground for lemuru in Bali Strait followed by Pengambengan. The highest fish density  in April was taken place in Pengambengan with sea surface temperature level between 27.96 °C to 30.58 °C. Whilst In May, the highest fish density was occured  in Tabanan with sea surface temperature level between 27.93 to 29.36 °C. In addition,  the highest fish density in June and July was also occured in Tabanan with sea surface temperature level between 25.32 °C to 27.90 °C. The relation of sea surface temperature with fish density was not significantly different. Keywords: Bali Strait, distribution, sardine, sea surface, temperature
Program Permukiman Kembali Penduduk Bantaran Sungai Brantas di Kota Malang, Jawa Timur Agung Wicaksono
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.378 KB)

Abstract

Abstrak Kebutuhan perumahan di daerah perkotaan selalu meningkat pesat. Di sisi lain pengadaan perumahan di daerah perkotaan sangat terbatas sehingga masalah pemenuhan kebutuhan perumahan sampai saat ini masih sulit dipecahkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu kebijakan dalam mengatasi permasalahan permukiman yaitu melalui program permukiman kembali penduduk yang tinggal di bantaran sungai ke lokasi permukiman baru sebagai upaya mewujudkan permukiman yang layak huni serta untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi Program Permukiman Kembali Kota Malang. Berdasarkan kajian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa program tersebut masih belum memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian ini maka, konsep program permukiman kembali yang akan akan dikembangkan harus lebih komprehensif yaitu memadukan antara aspek fisik dengan aspek sosial-ekonomi masyarakat. Kata kunci: bantaran sungai, perencaan kota, permukiman kembali   Abstract The needs of settlement in urban area increase dramatically. However, space and resource in urban area were limited and causes many problems in urban planning and development. It is particularly important in order to increase well being of poor community in urban area. Resettlement program principally designed to increase the quality of settlement of poor community in watershed area. This research was used to evaluate resettlement program in Malang City, East Java. Result of the study shows that such program fail to improve human well being. Therefore, the resettlement program should be improved by integrating physical and socio-economical aspect comprehensively in order to meet program’s goals and its sustainability. Keywords: resettlement program, Brantas watersheed area, urban planning
Teknologi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Prayitno - -
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 1, No 2 (2010)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.274 KB)

Abstract

Abstrak Air limbah rumah sakit mengandung polutan yang bersifat toksid, infeksius, bahkan radioaktif sehingga berpotensi menimbulkan dampak terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Disamping itu dengan minimnya jumlah rumah sakit di Indonesia yang memiliki IPAL yaitu sebanyak 36%, dan yang memenuhi persyaratan IPAL sebesar 52% maka potensi dampak yang ditimbulkan akan semakin nyata. Pemilihan teknologi pengelolaan air limbah dengan demikian sangat penting. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis aspek – aspek yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis teknologi pengolalaan air limbah rumah sakit secara deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan aspek teknis, aspek ekonomis dan aspek keberlanjutan terhadap beberapa teknologi pengolahan air limbah rumah sakit yang berkembangan saat ini, dapat direkomendasi bahwa kombinasi teknologi pengolahan biofilter anaerob – aerob dan ozonasi adalah  teknologi yang efektif dalam pengolahan air limbah rumah sakit.   Kata kunci: limbah rumah sakit, polutan, teknologi pengelolaan limbah Abstract Hospital wastewater contains pollutant which has been recognized toxic, infectious and radioactive that able to degrade environment and community health. In Indonesia, only 36% of hospital has wastewater treatment instrument (IPAL), and among them only 52% meet the national standard.  These situation potentially lead to pollution that threat environments. Promoting hospital water treatments therefore become significant. This reviews aims to analyze general aspect to choose proper technology for hospital water treatments. Using technical and  economical  aspects as well as sustainability perspective, it is recommended that combination of biofilter anaerob – aerob technology and ozonization is the effective strategy to manage and process hospital wastewater in Indonesia. Keywords: hospital wastewater, pollutant, wastewater threatment technology

Page 1 of 1 | Total Record : 8