cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2015)" : 44 Documents clear
PENGARUH PROPORSI PASTA LABU KUNING DAN CABAI RAWIT SERTA KONSENTRASI EKSTRAK ROSELLA MERAH TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA ORGANOLEPTIK SAUS LABU KUNING PEDAS [IN PRESS APRIL 2015] Atika Yahdiyani Ikhsani; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jpa.v3i2.168

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) adalah tanaman yang mudah tumbuh, produktif dan tidak begitu sulit dalam perawatan. Keberadaannya melimpah, kurang termanfaatkan, dan nilai ekonomisnya sangat rendah karena masih dianggap sebagai makanan inferior. Labu kuning merupakan sumber kalori, vitamin A, dan mengandung beta-karoten yang tinggi. Harga cabai cenderung fluktuatif, karena tingkat konsumsi yang tinggi dan tidak diimbangi dengan produktivitas. Permintaan pasar akan saus sambal terus meningkat, diversifikasi produk saus dari pasta labu kuning dan cabai rawit dapat menjadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Pasta labu kuning berfungsi sebagai bahan pengisi dan penstabil. Pembuatan pasta lebih mudah, praktis, dan ekonomis apabila dibandingkan dengan proses penepungan. Untuk menghasilkan saus yang berwarna merah, digunakan pigmen antosianin dari ekstrak kelopak bunga rosella, sehingga menghasilkan saus labu kuning pedas yang kaya dengan senyawa antioksidan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu proporsi labu kuning dan cabai rawit (70:30, 80:20, 90:10) serta konsentrasi ekstrak kelopak kering bunga rosella merah (10, 20, 30 %). Perlakuan terbaik diperoleh dari proporsi labu kuning : cabai rawit 90:10 dan konsentrasi ekstrak rosella 10% dengan nilai kadar air 90.33 %, total karoten 281.09 ppm, total antosianin 8.01 ppm, aktivitas antioksidan 78.82 %, pH 3.88, viskositas 11180 cP, total padatan terlarut 8.93 %Brix, rendemen 82.11 %, kecerahan 31.98, dan nilai 0Hue 56.05 berwarna oranye.   Kata kunci: Antioksidan, Antosianin, Ekstrak, Karoten
PENGARUH ANTIOKSIDAN JELLY DRINK KULIT BUAH NAGA MERAH DAN ROSELLA TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT [IN PRESS APRIL 2015] Nirmala Nurhasanah; Aulia Shabrina Karismawati; Tri Dewanti Widyaningsih; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jelantah memiliki bilangan peroksida yang tinggi yang merupakan sumber radikal bebas dalam tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati. Semakin tinggi kerusakan hati, maka semakin tinggi pula kadar SGOT dan SGPT dalam darah. Kulit Buah Naga Merah dan Rosella memiliki kadar antioksidan yang cukup tinggi. Jelly drink kulit buah naga merah dan rosella dipilih sebagai minuman fungsional berantioksidan alami. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu  jelly drink kulit tersebut memiliki nilai IC50 196.26 ppm, total antosianin 68.08 ppm dari perlakuan terbaik Metode Zeleny juga memberikan nilai yang paling rendah sebesar 0.035. Perlakuan jelly drink kulit buah naga dan rosella memberikan pengaruh nyata (α=0.05) terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT tikus wistar jantan. Hasil  SGOT dan SGPT paling besar diberikan oleh pengaruh perlakuan pemberian jelly drink dosis 2 (7,2ml/200g BB). Penurunan kadar SGOT selama 2 minggu pemberian jelly drink sebesar 24.99% dan kadar SGPT 32.74 %.   Kata Kunci: Antioksidan, Kulit Buah Naga Merah, Rosella, SGPT, SGOT
PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM BENZOAT DAN KONDISI PASEURISASI (SUHU DAN WAKTU) TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN SARI APEL BERBAGAI VARIETAS : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Maylina Ilhami Khurniyati; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apel merupakan salah satu buah yang populer di kalangan masyarakat. Kandungan senyawa kimia apel umumnya sangat baik bagi tubuh, selain dapat dimakan dalam keadaan segar, apel juga dapat diproses menjadi produk olahan seperti saus apel, jus apel, sirup apel, dan minuman sari apel. Besarnya permintaan konsumen terhadap produk minuman sari apel, membuat UMKM tersebut berupaya untuk memperbaiki mutu minuman sari apel tersebut dengan menambahkan pengawet dan proses pasteurisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi penambahan natrium benzoat yang paling optimum berdasarkan uji organoleptik pada minuman sari apel varietas Manalagi, Rome Beauty, dan Anna, serta untuk menentukan proses pasteurisasi berdasarkan suhu dan waktu terbaik dalam proses pembuatan minuman sari apel dengan varietas Manalagi, Rome Beauty, dan Anna berdasarkan uji organoleptik.   Kata kunci: Anna, Manalagi, Natrium benzoat, Pasteurisasi, Rome Beauty
PENGARUH SUHU DAN LAMA WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP SIFAT KIMIA DAN FISIK PADA PEMBUATAN MINUMAN SARI JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) DENGAN KOMBINASI PENAMBAHAN MADU SEBAGAI PEMANIS [IN PRESS APRIL 2015] Agus Martua Ibrahim; Yunianta Yunianta; Feronika Heppy Sriherfyna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan jahe menjadi sari jahe untuk mengoptimalkan pemanfaatan rimpang jahe. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama waktu ekstraksi terhadap sifat kimia dan fisik sari jahe. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 2 faktor, yaitu: (1) Suhu (85, 90 dan 95 0C) (2) Lama Waktu Ekstraksi (15, 20 dan 25 menit). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNT selang kepercayaan 95%.Perlakuan terbaik secara kimia fisik sari jahe diperoleh suhu 950 C dan lama waktu ekstraksi 25 menit dengan memiliki parameter fisik-kimia sebagai berikut: total fenol 447.93 ppm; aktivitas antioksidan 72.23%; total padatan 0.6%; pH 6.38; kecerahan 27.17; kemerahan 13.59; dan kekuningan 14.62. Sedangkan parameter organoleptik dengan perbandingan penambahan madu dan ekstrak jahe 50:50 memiliki kesukaan terhadap rasa 3.60; kenampakan 3.75; aroma 3.40, warna 3.75 dan tingkat kepedasan 3.70.   Kata kunci: Jahe Merah, Sari Jahe, Lama Ekstraksi, Suhu
PENGARUH KONSENTRASI KARAGENAN DAN RASIO SARI JAHE EMPRIT(Zingiber officinale var. Rubrum) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK JELLY DRINK JAHE [IN PRESS APRIL 2015] Siska Febriyanti; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe emprit (Zingiber officinale. var. Rubrum) disebut juga dengan jahe kuning kecil, memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Salah satu produk yang bisa dikembangkan adalah  jelly drink, merupakan makanan ringan berbentuk gel kaya akan serat pangan yg dibutuhkan oleh tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi karagenan dan rasio sari jahe terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik jelly drink jahe. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktorial yang masing-masing terdiri dari 3 level. Faktorial1 yaitu penambahan karagenan dengan konsentrasi 0.15%, 0.25% dan 0.35%. Faktorial2 yaitu penambahan sari jahe dengan proporsi rasio 30%, 40% dan 50% sehingga diperoleh kombinasi 9  perlakuan dengan 3 kali ulangan. Jelly drink jahe emprit perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan rasio sari jahe 50% dan konsentrasi karagenan 0.35% dengan aktivitas antioksidan 78.42%, total fenol 48.82 ppm,pH 8.13, dan sineresis 5.48 mg/g.   Kata kunci: Antioksidan, Jahe, Jelly Drink, Karagenan
PENGECILAN UKURAN METODE BALL MILL DAN PEMURNIAN KIMIA TERHADAP KEMURNIAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) [IN PRESS APRIL 2015] Saiin Mustafa; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar glukomanan yang tinggi dan ukuran yang relatif kecil serta seragam tepung porang (Amorphophallus muelleri Blume) akan menentukan kemampuan tepung dalam menyerap air, membentuk gel dan membentuk viskositas tinggi yang dapat dimanfaatkan dalam industri pangan. Pengecilan ukuran dengan ball mill dan pemurnian secara kimiawi merupakan metode yang dapat menghasilkan tepung porang dengan kadar glukomanan tinggi, viskositas yang tinggi dan ukuran partikel tepung yang relatif kecil dan seragam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama penggilingan tepung porang dengan menggunakan alat penggiling ball mill dan pemurnian secara kimia terhadap kemurnian akhir tepung porang. Rancangan penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) satu faktor lama penggilingan (L0 hingga L8). Perlakuan terbaik didapat pada lama penggilingan L8 dengan rata-rata ukuran partikel 180-322.7 µm, kadar glukomanan sebesar 78.23% dan nilai viskositas sebesar 25410 c.Ps.   Kata kunci: Amorphophallus muelleri Blume, Ball mill, Glukomanan, Rata-rata ukuran partikel, Viskositas
PENGGILINGAN METODE BALL MILL DENGAN PEMURNIAN KIMIA TERHADAP PENURUNAN OKSALAT TEPUNG PORANG [IN PRESS APRIL 2015] Rizki Tika Mawarni; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalsium oksalat dalam tepung porang dapat menimbulkan iritasi dan gatal apabila dikonsumsi. Penepungan metode ball mill dengan pemurnian kimia dilakukan untuk mengurangi kandungan kalsium oksalat dan meningkatkan kecerahan tepung. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh lama penggilingan tepung porang dengan metode ball mill dengan pemurnian kimia terhadap kadar kalsium oksalat dan derajat putih. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu lama penggilingan yang terdiri dari 9 level (L0 hingga L8) diulang 2 kali sehingga didapat 18 satuan percobaan. Data dianalisis metode analisis ragam dan dilakukan uji lanjut DMRT. Pemilihan perlakuan terbaik dianalisis metode Multiple Attribute. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penggilingan terbaik metode ball mill dengan pemurnian kimia berpengaruh sangat nyata terhadap kadar kalsium oksalat dan derajat putih pada taraf α=0.01.Perlakuan terbaik diperoleh perlakuan L8 dengan kadar  kalsium oksalat 0.89%, derajat putih 69.65, dan ukuran tepung berkisar 180.00-322.7 µm berdasarkan SEM   Kata kunci: Ball Mill, Oksalat, Tepung Porang
KONSENTRASI SARI BELIMBING (Averrhoa carambola L) DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN MIKROBIOLOGI YOGHURT [IN PRESS APRIL 2015] Kukuh Septa Dwi Sutedjo; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoghurt terbentuk dari bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti Lactobacillus Bulgaricus, Lactobacillus Acidopillus dan Streptococus Thermopillus. Dalam penelitian ini digunakan antioksidan alami, yakni vitamin C yang berasal dari buah belimbing. Penambahan sari buah belimbing berguna untuk meningkatkan nilai guna buah belimbing yang biasa dikonsumsi dalam bentuk segar saja. Pembuatan yoghurt buah belimbing juga berfungsi untuk menyiasati karakter buah belimbing yang mudah rusak yang memerlukan adanya proses pengolahan lanjut seperti pembuatan yoghurt belimbing. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi sari buah belimbing (10, 15, dan 20%) dan faktor II lama fermentasi (8, 10,dan 12 jam).Hasil perlakuan terbaik yaitu yoghurt dengan lama fermentasi 8 jam dengan penambahan 20% sari buah belimbing dengan nilai pH 4.223, total asam 1.533%, aktivitas antioksidan 50.313%, Kadar Vitamin C 0.022%, total BAL 7.407 cfu/ml, viskositas 436.333 cP, tingkat kecerahan 63.520, tingkat kemerahan 23.733 dan tingkat kekuningan 13/867.   Kata kunci: L.Acidopillus, L.bulgaricus, Sari Belimbing, S.thermopillus, Yoghurt
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA BIOAKTIF UMBI-UMBIAN LOKAL INFERIOR: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Rahmatul Mar'atirrosyida; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres oksidatif merupakan salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif di Indonesia. Stres oksidatif merupakan kondisi ketika produksi senyawa radikal bebasatau senyawa radikal bebas lebih besar daripada jumlah antioksidan dalam tubuh. Stres oksidatif tersebut dapat dihambat dengan adanya antioksidan. Gembili, gadung, ubi kelapa, garut, dan kimpul merupakan umbi-umbian lokal inferior Indonesia yang tinggi karbohidrat dan tersebar luas di Indonesia, namun pemanfaatannya masih terbatas. Selain mengandung karbohidrat tinggi, kelima jenis umbi tersebut mengandung senyawa bioaktif seperti dioscorin, diosgenin, dan fenol yang dapat berfungsi sebagai antioksidan.   Kata kunci: Antioksidan, Dioscorin, Diosgenin, Fenol, Umbi-umbian lokal
PENGARUH DAYA LAMPU DAN LAMA IRADIASI ULTRAVIOLET TERHADAP KARAKTERISTIK SARI BUAH MURBEI (Morus alba L.) [IN PRESS APRIL 2015] Resy Dwi Chyntia; Fithri Choirun Nisa
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iradiasi ultraviolet merupakan metode pasteurisasi pangan non-termal yang dapat digunakan sebagai salah satu cara alternatif untuk mendapatkan produk sari buah murbei yang awet dan masih kaya kandungan gizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh daya lampu UV dan lama iradiasi UV terhadap sifat fisik, kimia, dan mikrobiologi sari buah murbei. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok yang disusun dua faktor dan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama yaitu daya lampu UV dan faktor kedua yaitu lama iradiasi UV. Perlakuan terbaik adalah sari buah murbei daya lampu UV 30 Watt dan lama iradiasi 60 menit.   Kata kunci: Iradiasi, Sari Buah Murbei, Ultraviolet