cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Karakteristik Fisik Kompos Blok Dari Campuran Fly Ash Bottom Ash (FABA), Dengan Sludge Black Water dan Kotoran Ternak Putri Setiani; Akbar Febriansyah; Hafidz Imanudin; Metta Octavia Pujakumara
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2023.010.01.2

Abstract

ABSTRAK Penggunaan energi batu bara secara besar-besaran dapat menghasilkan abu pembakaran yaitu FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) yang mengandung unsur logam berat yang membahayakan apabila terlepas ke media lingkungan. Pemupukan merupakan salah satu pengaplikasian dalam peran mengurangi jumlah FABA yang dapat dimanfaatkan untuk kesuburan  tanaman serta lebih lanjutnya pembuatan kompos blok dapat dimanfaatkan sebagai media tanam yang bisa membantu pembibitan reklamasi lahan pasca tambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi campuran bahan organik dan abu batu bara (FABA) yang paling baik dalam pembuatan kompos blok sesuai SNI 19-7030-2004, mengetahui nilai tekanan pencetakan agar dapat dihasilkan produk kompos blok yang ideal dan untuk mengetahui kompos blok yang paling baik berdasarkan parameter sifat fisik, daya serap air, densitas dan kuat tekan bahan pada pengaplikasiannya dalam bentuk kompos blok. Penelitian ini menggunakan bahan-bahan organik yaitu FABA, sludge black water (SBW), kotoran ternak (KT), sekam padi, dan EM4 sebagai aktivator bakteri pembusukan kompos. Dalam pembuatan kompos blok menggunakan 2 jenis variasi starter, yaitu 100% KT dan 100% SBW serta dalam perlakuannya, kompos blok dicetak menggunakan 2 jenis perlakuan kuat tekan yaitu 200 psi dan 300 psi menggunakan alat pencetak kompos blok. Penelitian ini menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompos blok dapat dibuat dengan mencampurkan bahan organik dan FABA dengan perekat tapioka, tekanan pencetakan yang paling baik adalah pada kuat tekan 300 psi dan perlakuan terbaik dari segi densitas, daya serap air, dan kuat tekan serta dibandingkan dengan SNI 19-7030-2004 dan P3 adalah perlakuan terbaik. Kata kunci: batubara, dekomposisi, fly ash-bottom ash, kompos blok ABSTRACT  The massive use of coal energy can produce combustion ash that contains heavy metal elements that are harmful when released into environmental media. Fertilization is one of the applications in the role of reducing the amount of FABA that can be used for plant fertility and furthermore, block composting can be used as a planting medium that can help nursery post-mining land reclamation. This study aims to determine the composition of the mixture of organic matter and coal ash (FABA) which is best in making compost blocks according to SNI 19-7030-2004, find out the value of printing pressure in order to produce the ideal block compost product and to find out the best block compost based on the parameters of physical properties, water absorption, density and compressive strength of the material in its application in the form of compost blocks. This study used organic materials, namely FABA, sludge black water (SBW), manure (KT), rice husks, and EM4 as an activator of compost rot bacteria. In making block compost using 2 types of starter variations, namely 100% KT and 100% SBW and in the treatment, block compost is printed using 2 types of compressive strength treatment, namely 200 psi and 300 psi using a block compost printer. This study used the Complete Randomized Design model then a follow-up test of the Least Significant Different (LSD) was carried out. The results of this study show that compost blocks can be made by mixing organic matter and FABA with tapioca adhesive, The best printing pressure is at a compressive strength of 300 psi and the best treatment in terms of density, water absorption, and compressive strength and compared with SNI 19-7030-2004 and P3 is the best treatment. Keywords: coal, decompostion, fly ash-bottom, compost block
Cellulase Activity Bacillus sp. Which Was Grown on A Medium with Aluminum Salt and Magnetic Field Exposure Lailatul Farihah; Sumardi Sumardi; C. N. Ekowati; Sutopo Hadi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2023.010.01.3

Abstract

ABSTRAK Aluminium adalah jenis kofaktor logam terbaik. Pemaparan medan magnet 0,2mT pada garam aluminium mampu meningkatkan aktivitas enzim selulase pada bakteri Bacillus sp. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis garam aluminium terbaik untuk meningkatkan aktivitas enzim selulase. Aktivtas enzim diuji dengan dua cara yaitu Uji Indeks Selulolitik dan Uji Aktivitas Enzim dengan spektrofotometer. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tiga perlakuan yaitu kontrol, penambahan garam aluminium tanpa paparan medan magnet, dan penambahan garam aluminium yang dipaparkan medan magnet. Jenis garam aluminium yang digunakan adalah AlCl3, Al2(PO4)3, dan Al2(SO4)3. Konsentrasi garam aluminium yang digunakan adalah 0.01% dan pemaparan medan magnet 0.2 dilakukan selama 10 menit. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aluminium mampu menjadi kofaktor enzim yang efektif. Pemaparan medan magnet pada garam aluminium mampu meningkatkan aktivitas enzim. Jenis garam aluminium terbaik adalah AlCl3 yang dipaparkan medan magnet 0,2mT selama 10 menit. Perlakuan ini mampu meningkatkan aktivitas enzim selulase sebesar 0.69 U/mL. Kemudian Al2(PO4)3 mampu meningkatkan aktivitas enzim sebesar 0.41 U/mL dan Al2(SO4)3 meningkatkan aktivitas sebesar 0.39 U/mL. Kata kunci: aktivitas selulolitik, garam aluminium, indeks selulolitik, medan magnet ABSTRACT Aluminum is the best metal cofactor enzyme. Exposure to the 0,2mT magnetic field on Aluminium salt is said to be able to increase cellulolytic activity. The purpose of the research is to know if the best aluminum salt can increase cellulolytic activity. This can be tested by Cellulolytic Index Test and Enzyme Activity Test. This experiment is descriptive research with three treatments; control, the addition of aluminum salt without an exposed magnetic field, and added aluminum salt exposed to a magnetic field. Salt aluminum used are AlCl3, Al2(PO4)3, and Al2(SO4)3. The concentration was 0.01% and exposed to a magnetic field of 0.2mT. The final results tell that aluminum is an effective cofactor. Exposure to a magnetic field on aluminum salts showed an increase in enzyme activity. The best result is AlCl3 exposed to a 0.2mT magnetic field. This was able to increase the cellulolytic activity by 0.69U/mL. Then Al2(PO4)3 increased enzyme activity by 0.41U/mL and Al2(SO4)3 increased activity by 0.39U/mL. Keywords: cellulolytic activity, aluminum salt, cellulolytic index, magnetic field
Case Study of Drinking Water Distribution Network System PERUMDA Delta Tirta Water Treatment Plant (IPA) Tawangsari Service Zone Taman District and Waru District Saeril Barikiyah; Abdul Hakim; Sulitiya Nengse
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2023.010.01.4

Abstract

ABSTRAK  Tingkat kehilangan air  menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 27/PRT/M/2016 pada batas maksimum yaitu sebesar 20%, akan tetapi pada tingkat kehilangan air PERUMDA Delta Tirta pada zona pelayanan Kecamatan Taman yaitu sebesar 27.48, zona pelayanan Kecamatan Waru I tingkat kehilangan air sebesar 32.28% dan zona pelayanan Kecamatan Waru II tingkat kehilangan air sebesar 20.52%. tujuan pada penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat kehilangan air pada zona pelayanan Kecamatan Taman dan zona pelayanan Kecamatan Waru. Metode evaluasi pada jaringan distribusi IPA Tawangsari dengan simulasi software Epanet 2.0 dengan tekanan air dalam pipa dan kecepatan air dalam pipa dibandingka dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No 27/PRT/M/2016. Tekanan air dalam pipa pada zona pelayanan Kecamatan Taman yaitu sebesar 55.18 m, kecepatan air dalam pipa sebesar 0.1 m/s dan tekanan air dalam pipa pada zona pelayanan Kecamatan Waru yaitu sebesar 59.57 m, kecepatan air dalam pipa sebesar 1.58 m/s. Optimalisasi sistem jaringan distribusi IPA tawangsari zona pelayanan Kecamatan Taman dan zona pelayanan Kecamatan Waru yaitu dengan pergantian Head pompa. Mengganti head pompa merupakan salah satu solusi untum menghilangkan tekanan yang berlebihan, dan mengurangi kerusakan pada pipa. Kata kunci: distribusi, Sofware Epanet 2.0, tekanan ABSTRACT  The water loss rate according to the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia No. 27/PRT/M/2016 at the maximum limit is 20%, but at the PERUMDA Delta Tirta water loss rate in the Taman Subistrict service zone is 27.48, the Waru Subdistrict service zone I the water loss rate is 32.28% and the service zone of Waru II District the water loss rate is 20.52%. The purpose of this study was to evaluate the level of water loss in the service zone of the Taman District and the Waru District service zone. The evaluation method for the Tawangsari IPA distribution network is using the Epanet 2.0 software simulation with water pressure in the pipes and water velocity in the pipes compared to the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia No. 27/PRT/M/2016. The water pressure in the pipe in the Taman Subdistrict service zone is 55.18 m, the water velocity in the pipe is 0.1 m/s and the water pressure in the pipe in the Waru District service zone is 59.57 m, the water velocity in the pipe is 1.58 m/s. Optimization of the Tawangsari WTP distribution network system in the Taman Subistrict service zone and the Waru Subdistrict service zone, namely by changing the pump head. Replacing the pump head is one of the solutions to eliminate excessive pressure and reduce damage to the pipe. Keywords: distribution, software Epanet 2.0, pressure
Perbandingan Kangkung Air (Ipomoea Aquatica Forck) dan Mikroorganisme Dalam Upaya Menurunkan Logam Kromium hexavalent(Cr(VI)) pada Air Sungai Yasa Palaguna Umar; Fajri Anugroho; Usman Tahir
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2023.010.01.5

Abstract

ABSTRAK Pencemaran yang terkandung dalam limbah cair yang mengandung Cr(VI)merupakan ancaman yang cukup serius bagi kelestarian lingkungan karena selain merupakan pencemar yang bersifat racun bagi organisme perairan, pencemar tersebut juga mempengaruhi sifat fisik, kimia, dan biologi lingkungan perairan serta memiliki zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Tanaman Kangkung Air (Ipomoea Aquatica Forsk) memiliki potensi menurunkan kandungan Cr6+  Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kangkung air dalam menurunkan kadar Cr(VI) dan kemampuan mikroorganisme pada air sungai dalam mendegradasi kadar Cr(VI). Penelitian ini dilakukan secara berkala selama 4 kali dari hari ke-0, 3, 5, dan 7. Pada tahap pertama menganalisis kemampuan mikroorganisme yang terdapat pada air sungai dalam mendegradasi logam berat dengan mengukur konsentrasi Cr(VI) menggunakan colorimeter. Analisis selanjutnya mengukur konsentrasi Cr(VI) pada tanaman kangkung air. Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat diketahui bahwa mikroorganisme pada air sungai dapat menurunkan kandungan Cr(VI) lebih dari 75% dari hari ke-0 kandungan Cr(VI) sebesar 0,42 mg/L menjadi 0,10 mg/L pada hari ke-7. Namun, jika dilihat dari hasil penelitian maka kemampuandari kangkung air tidak signifikan, karena hanya dapat menyerap sebagian kecil dari Cr(VI). Sehingga dapat disimpulkan bahwa mikroorganisme dapat menurunkan kadar Cr(VI) lebih cepat dibandingkan kangkung air. Sedangkan pada hasil penelitian pH tetap dalam kondisi netral tidak mengalami perubahan yang signifikan. Kata kunci: colorimeter, limbah cair, logam berat, pH ABSTRACT  Pollution in liquid waste containing Cr(VI) is a severe threat to environmental sustainability because apart from being a toxic pollutant to aquatic organisms, the pollutant also affects the aquatic environment's physical, chemical, and biological characteristics and has substances that can cause cancer. Water spinach plants (Ipomoea Aquatica Forsk) can potentially reduce Cr6+ content. So this study aims to determine the ability of water spinach to reduce Cr(VI) levels and the ability of microorganisms in river water to degrade Cr(VI) levels. This research was conducted periodically four times from days 0, 3, 5, and 7. In the first stage, the ability of microorganisms in river water to degrade heavy metals was analyzed by measuring the concentration of Cr(VI) using a colorimeter. The subsequent analysis measured the Cr(VI) concentration in water spinach plants. Based on the observations, it can be seen that microorganisms in river water can reduce the Cr(VI) content by more than 75% from the 0th day, the Cr(VI) content of 0.42 mg/L to 0.10 mg/L on the third day 7. However, from the research results, water spinach's ability is insignificant because it can only absorb a small portion of Cr(VI). So it can be concluded that microorganisms can reduce Cr(VI) levels faster than water spinach. Meanwhile, in the research results, the pH remained in a neutral condition and did not experience a significant change. Keywords:  colorimeter, liquid waste, heavy metals, pH
Penerapan Teknologi Constructed Wetland (CW) dalam Menurunkan Kadar Cemaran pada Air Limbah Domestik Muhammad Al Kholif; Pungut Pungut; Septian Indra Nezarudin
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2023.010.01.1

Abstract

ABSTRAK Terjadinya pencemaran badan air akibat pembuangan air limbah domestik di wilayah perkotaan seperti di Gresik sudah menjadi hal yang biasa. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air dan dapat mempengaruhi biota air dan kesehatan manusia. Untuk mengurangi timbulan permasalahan yang ada, maka perlu dilakukan suatu penanganan dengan melakukan pengolahan dengan menggunakan teknologi Contructed Wetland (CW). Penelitian ini memiliki tujuan utama yaitu untuk mengidentifikasi efektifitas teknologi CW dalam menghilangkan pencemar COD, DO dan BOD pada air limbah domestik. Teknologi CW yang diterapkan dalam penelitian ini dirancang dalam skala laboratorium dengan jumlah reaktor yaitu 3 (tiga) reaktor. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu perbedaan jenis tanaman, dimana masing-masing reaktor secara berturut-turut diberi tanaman seperti tanaman melati air, bambu air, dan kombinasi dari kedua jenis tanaman. Semua rekator pengolahan menggunakan media tanam dari kerikil dengan ketinggian 20 cm. Pengambilan sampel olahan dilakukan sebanyak 3 kali dengan waktu tinggal selama 12 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai efisiensi terbaik untuk ke-3 reaktor terjadi pada rekator 3 dengan masing-masing nilai efisiensi untuk kadar COD, DO, dan BOD yaitu 19%, 60%, dan 24%.Kata kunci: air limbah domestik, bambu air, constructed wetland, melati air ABSTRACT The happened of pollutants in water bodies due to domestic wastewater disposal in urban areas such as Gresik has become a common thing. This can cause decreased water quality and affect aquatic and human health. To reduce the emergence of existing problems, it is necessary to do the treatment by processing using CW technology. This study aims to identify CW technology's effectiveness in removing COD, DO, and BOD pollutants in domestic wastewater. CW technology applied in this study was designed on a laboratory scale with 3 (three) reactors. The independent variable in this study is the different types of plants, where all reactors are given plants, such as water jasmine, water bamboo, and a combination of two kinds of plants. All processing reactors use gravel planting media with a height of 20 cm. Processed sampling was carried out thrice with a residence time of 12 hours. The results showed that the best efficiency values for the three reactors occurred in reactor 3 with efficiency values for COD, DO, and BOD levels, namely 19%, 60%, and 24%, respectively.Keywords: domestic wastewater, water bamboo, constructed wetland, water jasmine

Page 1 of 1 | Total Record : 5