cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
Pemetaan Ketahanan Pangan Wilayah Kabupaten Madiun Addibi, Ghulam Arsyad; Wirosoedarmo, Ruslan; Suharto, Bambang
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.213 KB)

Abstract

Pemetaan ketahanan pangan di Kabupaten Madiun belum di petakan kedalam Sistem Informasi Geografi (SIG).Ketahanan pangan merupakan kondisi dimana manusia bisa mencukupi kebutuhan pangannya.Oleh sebab itu, sebagai langkah awal untuk mengatasi masalah kerawanan pangan tersebut, diperlukan upaya identifikasi kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Madiun.Tujuan dari penelitian ini 1) mengukur besarnya indikator identifikasi pangan di Kabupaten Madiun, 2) menentukan status ketahanan pangan untuk setiap Kecamatan di Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan dalam penelitian  ini adalah deskriptif kuantitaif dengan output yang  dihasilkan tingkat ketahanan pangan wilayah Kabupaten Madiun yang tahan terhadap pangan. Hasil analisis spasial dan deskriptif kuantitatif didapatkan pemetaan ketahanan pangan wilayah Kabupaten Madiun berdasarkan komposit yang telah ditentukan, menunjukkan bahwa indikator X1, X3, X4, X6, X8, X9 dan X10 sangat tahan terhadap pemenuhan pangan, X2 memiliki nilai  beragam dengan Kecamatan Jiwan nilainyasangat tahan, kemudian Kecamatan Gemarang, Saradan dan Balerejo sangat rawan, sedangkan X5 dan X7 memiliki nilai agak tahan di semua Kecamatan. Komposit Ketahanan pangan menunjukkan Kabupaten Madiun masuk dalam klasifikasi yang tidak mendesak dengan nilai komposit antara 0,24 – 0,30.Hal ini menunjukkan nilai pemenuhan kebutuhan pangannya sudah baik dan masih terpenuhi.Kata kunci : Analisis faktor, indikator, ketahanan pangan, pemetaan, komposit 
Reduksi Logam Merkuri (Hg) dengan Penambahan Na2S Atau NaOH pada Limbah Cair Pengujian COD Refluk Terbuka Arifati Munfarida; Alexander Tunggul SH; Liliya Dewi Susanawati; Handaru B. Cahyono
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah laboratorium mengandung bahan cemaran. Salahsatu bahan cemaran bersumber dari pengujian COD (ChemicalOxygen Demand) yang menggunakan serbuk merkuri. Merkuri (Hg) adalah unsur yang sangatberbahya bagi lingkungan. Penelitian ini menggunakan presipitasi sulfida danhidroksida untuk mengendapkan logam berat dalam limbah cair pengujian CODkhususnya merkuri. Penelitianini terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama adalah mengetahuikarakteristik limbah cair. Tahap ke dua adalah mereduksi merkuri dengan NaOH 5% (v/v) dan Na2S 5% (v/v) dengan kontrol kecepatan 120 rpm dan lama pengadukan 30 menit. Tahap ketiga adalah tahap presipitasi atau pengendapan dilanjutkan penyaringan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa untuk mereduksi Hg 103.42 mgL-1membutuhkan 290 mL Na2S 5% untuk mencapai removal optimal yaitu95.48% pada pH 9.02 sedangkan menggunakan NaOH 5% untuk mereduksi Hg 103.42 mgL-1membutuhkan 166 mL NaOH 5% untuk mencapai removal optimal 93.88% Hg pada pH 10.42.Endapan hasil reaksi dengan Na2S yaitu HgS atau ikatan sulfida,sedangkan reaksi dengan NaOH endapannya berupa ikatan hidroksida yaitu Hg(OH)2.Biaya menggunakan NaOH lebih murah 2 kali dibanding Na2S, namununtuk me-recovery Hg lagi lebih mudahmenggunakan dengan Na2S. Kata Kunci : Merkuri, pH, presipitasi
Penentuan Daya Dukung Lingkungan Berbasis Neraca Lahan Tahun 2013 di Kota Batu Agus Maulana Putra; Bambang Rahadi; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.155 KB)

Abstract

Pertumbuhan populasi manusia yang cepat menyebabkan peningkatan kebutuhan akan pangan dan tempat tinggal. Oleh karena itu dibutuhkan adanya keseimbangan antara daya dukung lingkungan pada suatu wilayah terhadap pemanfaatan lahan yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan status daya dukung Kota Batu berdasarkan keseimbangan lahan pada kondisi tahun 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsif kuantitatif yaitu dengan mendeskripsikan hasil perhitungan untuk menentukan status daya dukung lingkungan. Hasil analisa status daya dukung wilayah administrasi kecamatan di Kota Batu untuk kondisi saat ini (existing land use) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa  hanya Kecamatan Bumiaji yang memiliki status surplus dengan nilai ketersediaan lahan sebesar 47282.69 Ha dan nilai kebutuhan lahan sebesar 17569.94 Ha, sementara 2 kecamatan lain yaitu kecamatan Batu dan Junrejo dalam keadaan defisit dengan nilai ketersediaan masing-masing sebesar 3380.544 Ha dan 4263.973 Ha dan nilai kebutuhan masing-masing sebesar 28130 Ha dan 15005.47 Ha.  Kata Kunci : Neraca Lahan, ketersediaan lahan, kebutuhan lahan, komoditas
Daya Tampung Sungai Gede Akibat Pencemaran Limbah Cair Industri Tepung Singkong di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Charista Dewa; Liliya Dewi Susanawati; Bambang Rahadi Widiatmono
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.031 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan lingkungan adalah pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran sungai oleh bahan pencemar, salahsatunya Sungai Gede yang mengalami pencemaran akibat limbah cair industri tapioka. Penelitian ini bertujuan menganalisi kondisi kualitas air sungai, menghitung daya tampung dan status mutu air Sungai Gede berdasakan  kesesuaian terhadap baku mutu air sesuai peruntukannya. Analisis kualitas air sungai dilakukan dengan menguji dan membandingkan parameter sebelum (T1) dan setelah (T3) mendapatkan masukan limbah (T2) dengan parameter yang digunakan yaitu BOD, COD, TSS, pH dan suhu. Pengambilan  dan pengukuran  sampel untuk parameter debit, suhu, pH, BOD, COD dan TSS dilakukan pada T1 dan T2, untuk T3 hanya dilakukan pengukuran suhu saja. Perhitungan daya tampung didapat dari selisih antara baku mutu air sungai dengan konsentrasi air pada T3 menggunakan metode  neraca massa. Perhitungan status mutu air menggunakan metode indeks  pencemaran. Hasil penelitian T3 sudah melampaui daya tampung untuk parameter BOD, COD dan TSS namun parameter Suhu dan pH belum melampaui daya tampung. Hasil penelitian menunjukan bahwa T1 dan T3 mengalami pencemaran ringan dan T2 mengalami pencemaran sedang, Penurunan pencemaran pada T3 terjadi karena mengalami pengenceran dan self purification sungai.Kata Kunci : Analisis Sungai, daya tampung, status mutu, Sungai Gede
Model Neraca Air Untuk Simulasi Daya Dukung Lingkungan (Studi Kasus Kota Batu) Nailufar Fadilah; Alexander Tunggul Sutan Haji; Bambang Rahadi Widiatmono
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.531 KB)

Abstract

Kondisi lingkungan hidup di Indonesia saat ini banyak mengalami kerusakan lingkungan seperti kekeringan dan banjir, khususnya di daerah tangkapan air yang akan berdampak terhadap penurunan jumlah air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara ketersediaan dan kebutuhan air pada suatu wilayah menggunakan bantuan software SIG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis spasial dengan membandingkan jumlah ketersediaan air dan jumlah kebutuhan air di Kota Batu. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan air Kecamatan Batu sebesar 14589381 m3 th-1, Kecamatan Bumiaji sebesar 21662736 m3 th-1, dan Kecamatan Junrejo sebesar 14658142 m3 th-1. Untuk ketersediaan air Kecamatan Batu sebesar 288799232 m3 th-1, Kecamatan Bumiaji sebesar 2983425024 m3th-1, dan Kecamatan Junrejo sebesar 100108664 m3 th-1. Status daya dukung lingkungan untuk Kecamatan Batu surplus dengan rasio 19.8, Kecamatan Bumiaji surplus dengan rasio 137.7, dan kecamatan Junrejo surplus dengan rasio 6.8. Kata kunci : Daya dukung lingkungan, neraca air, model.
Efektivitas Adsorpsi Logam Berat pada Air Lindi Menggunakan Media Karbon Aktif, Zeolit, dan Silika Gel Di TPA Tlekung, Batu Andita Intan Larasati; Liliya Dewi Susanawati; Bambang Suharto
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.164 KB)

Abstract

Air lindi didefinisikan sebagai airyang dihasilkansebagai akibat dariperkolasi air hujanmelaluisel sampah, proses biokimiadalam selsampah,dankadar airyang melekat padasampah yang berada pada sel sampah itusendiri. Air lindi di TPA Tlekung, Batu mengandung logam berat Fe dan Cr yang dapat mencemari lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kandungan logam berat Fe dan Cr salahsatunya adalah adsorpsi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui besar penurunan dan efektifitas penurunan kandungan logam berat Fe dan Cr setelah diadsorpsi dengan media adsorben yang berbeda-beda. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan analisa data berupa deskriptif kuantitatif. Pada penelitian digunakan perlakuan penggunaan media adsorben yang berbeda, yaitu karbon aktif, zeolit, dan silika gel. Media adsorben ditempatkan pada akuarium berukuran 30x30x30 cm, ketinggian adsorben pada masing-masing akarium 10cm dari dasar akuarium, dan adsorben tersebut terendam dalam air lindi dengan ketinggian 12 cm dari dasar akuarium selama 120 menit dengan suhu kamar. Hasil dari penelitian menunjukkan efektifitas penurunan paling besar untuk logam Fe adalah 62.728% dengan media zeolit, dan untuk logam Cr sebesar 42.028% dengan media zeolit. Kata kunci: Adsorpsi, Air lindi, Karbon aktif, Zeolit, Silika gel.  
Evaluasi Daya Dukung Lingkungan Berbasis Kemampuan Lahan di Kota Batu Nurlia Ayu Pratama; Bambang Rahadi Widiatmono; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.794 KB)

Abstract

Pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan tak terelakkan di Kota Batu, hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan hidup, terutama penurunan kualitas maupun kuantitas sumberdaya alam. Daya dukung lingkungan hidup seharusnya menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan existing dan RTRW berdasarkan daya dukung lingkungan berbasis kemampuan lahan, serta memberikan rekomendasi pemanfaatan ruang yang selaras dengan daya dukung lingkungan. Metode yang digunakan adalah dengan metode analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisa kemampuan lahan existing Kota Batu menunjukan 5228.84 Ha atau 26.26% penggunaan lahannya tidak sesuai dengan kemampuan lahan. Luas penggunaan lahan RTRW yang tidak sesuai kemampuan lahan adalah sebesar 8736.23 Ha atau 43.88%. Kata kunci : Daya dukung, evaluasi, kemampuan lahan,
Model Spasial Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau terhadap Emisi Karbondioksida di Kota Pasuruan Tia Dwi Irawandani; Alexander Tunggul Sutanhaji; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) Publik yang merupakan area bervegetasi yang dikelola pemerintah kota memiliki fungsi pokok menyerap CO2. Kota Pasuruan dengan kepadatan penduduk, transportasi, dan jumlah industri yang tinggi berpotensi emisi CO2 besar sehingga RTH adalah salahsatu bentuk solusinya. Tujuan penelitian adalah mengetahui kecukupan RTH Publik berdasarkan kemampuan daya serap CO2 dan kesesuaian sebarannya terhadap emisi CO2 Kota Pasuruan. Metode yang digunakan adalah spasial. Beban CO2 dari respirasi penduduk, LPG, industri, dan kendaraan bermotor dihitung menggunakan persamaan Gaussian. Daya serap CO2 RTH didapatkan dari perkalian daya serap CO2 dengan jumlah vegetasi dan analisis spasial menggunakan software Arcview 3.3. RTH Publik Kota Pasuruan tediri dari 31 area taman berskala dan 59 sabuk hijau yang tersebar di 34 kelurahan. Emisi CO2 tiap kelurahan antara 1000000-11150000 kg th-1 dan daya serap CO2 RTH Publik antara 200-5970000 kg th-1. Sebaran RTH belum sesuai pada kelurahan yang memiliki emisi CO2 tinggi dan kemampuan saya serapnya tidak mencukupi untuk menyerap total beban CO2. Beban CO2 yang tidak terserap 131371963 kg th-1. Sebagai rekomendasi, penambahan jumlah dan jenis pohon berdaya serap CO2 tinggi diperlukan dengan penempatan yang sesuai dan diprioritaskan pada kelurahan dengan emisi CO2 tinggi. Kata Kunci : Beban CO2, daya serap CO2, polusi Udara, ruang terbuka hijau
Pengaruh Variasi Waktu Tinggal Terhadap Kadar BOD dan COD Limbah Tapioka dengan Metode Rotating Biological Contactor Priyo Susilo, Fahmi Agus; Suharto, Bambang; Susanawati, Liliya Dewi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.987 KB)

Abstract

Limbah cair tapioka memiliki karakteristik antara lain seperti mempunyai kenampakan keruh, berwarna keruh, berbau menyengat dan sedikit berbusa pada permukaannya serta kandungan glukosida sianogenik yang bersifat toxic. Metode dalam penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif dimana alat pengolahan limbah yang digunakan adalah Rotating Biological Contactor untuk menurunkan kadar COD, BOD, TSS, dan meningkatkan nilai pH pada limbah cair tepung tapioka dengan variasi waktu tinggal antara 12, 24, 32 dan 48 jam dengan kecepatan putaran sebesar 100 rpm. Sementara waktu tinggal 24 jam yang pada penelitian terdahulu menunjukkan kadar nutrisi BOD sebesar 92.06%, TSS 94.56% dan pH meningkat 47.56%.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan waktu tinggal 48 jam, reaktor Rotating Biological Contactor terbukti dapat menurunkan kandungan CODsebesar 97.9%,BODturun sebesar 96.1%, TSS turun sebesar 89.63%dan peningkatan nilai pH sebesar 47.4% dan kondisi limbah belum diolah, dalam penelitian ini waktu tinggal 48 jam mempengaruhi nilai konsentrasi BOD dan COD dengan jumlah penurunan yang memenuhi baku mutu, dimana dengan waktu tinggal yang lebih lama maka kontak limbah dengan bakteri biofilm akan semakin lama sehingga memberikan efisiensi penurunan konsentrasi BOD dan COD.Kata Kunci : Air, limbah cair, BOD, COD, TSS, pH, rotating Biological Contactor
Implementasi Environmental Management Accounting (EMA) dalam Peningkatan Eko-Efisiensi Produksi Keramik Dinding di Cikarang Fabianto, Ken Raras Cestyakara; Rahadi W., Bambang; Sutan Haji, Alexander Tunggul
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkunganmerupakan topik yang saat ini sering diperbincangkan oleh masyarakat global.Keadaan seperti ini melahirkan konsep yang dinamakan dengan eco-efficiency.Sistem yang mendukung konsep tersebut adalah Environmental Management Accounting (EMA). Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengimplementasikan EMA di pabrikkeramik dinding,mengetahui kondisi perusahaan sebelum dan sesudah penerapan EMA, dan menemukan solusi atau inovasiyang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan eko-efisiensi perusahaan.Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan menggambarkan kinerja ekonomidan kinerja lingkungan berdasarkan data alur bahan dan energi serta biayalingkungan. Dampak lingkungan oleh emisi gas dihitung menggunakan metode CML, sedangkan penilaian investasilingkungan dihitung menggunakan rumus NetPresent Value (NPV), waktu balik modal, dan profit.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa eko-efisiensi pabrik sudahsangat baik. Penerapansistem EMAmembuat eko-efisiensiperusahaan meningkat karenapenilaian investasi lingkungan telah dilakukanuntuk mengoptimalkan kesesuaian antara program pengendalian lingkungan dengandampak lingkungan yang ditimbulkan. Hal ini memberikan peningkatan terhadap kinerjaekonomi sebesar 0.31% dan kinerja lingkungan sebesar 0.91%.Hasil perhitungan dampak lingkunganberada di bawah standard CMLdengan HTP Total sebesar 117.12x10-6eq. 1,4-DBCkg-1dan GWP Total sebesar 0.086x10-6eq. CO2kg-1,sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitarnya.  Kata kunci : Environmental management accounting, EMA, eko-efisiensi

Page 1 of 1 | Total Record : 10