cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Kontak pada Pengolahan Limbah Domestik Menggunakan Karbon Aktif Tongkol Jagung untuk Menurunkan BOD dan COD Wirosoedarmo, Ruslan; Sutan Haji, Alexander Tunggul; Hidayati, Erina Aprilia
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.503 KB)

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk membuat peningkatan jumlah limbah cair yang dihasilkan terutama limbah domestik. Tingginya nilai BOD dan COD pada limbah domestik menunjukkan tingkat pencemaran yang kuat. Salah satu cara pengolahan limbah cair domestik untuk menurunkan kadar BOD dan COD yaitu dengan adsorpsi menggunakan karbon aktif. Tongkol jagung merupakan salah satu limbah yang mengandung banyak karbon yang berpotensi menjadi bahan baku karbon aktif. Karbon yang terkandung dalam tongkol jagung mencapai 43,42%. Karbon aktif memiliki kemampuan menyerap (adsorben) zat terlarut dalam air, baik organik maupun anorganik. Pembuatan karbon aktif tongkol jagung dengan cara karbonasi pada suhu 600oC selama 0.5 jam, kemudian diayak dengan ayakan 60 mesh dan diaktifasi menggunakan HCl 4 N selama 24 jam kemudian dinetralkan dengan aquades sampai pH 7 dan dioven pada suhu 105oC selama 3 jam maka didapatkan karbon aktif tongkol jagung. Karakteristik karbon aktif yang dihasilkan yaitu rendemen 24.8%, kadar air 13.3%, kadar abu 2%, daya serap iodium 545.799 mg/g. Karbon aktif yang ditambahkan pada limbah domestik mampu menurunkan BOD sampai 40.816% dan COD mencapai 29.834%. Dari beberapa perlakuan dapat disimpulkan bahwa Semakin besar konsentrasi karbon aktif dan semakin lama waktu kontak antara karbon aktif dan limbah domestik maka penurunan BOD, COD limbah domestik semakin besar. Penurunan BOD, COD yang paling baik yaitu dengan konsentrasi karbon aktif yang paling besar yaitu 3g/100ml dan waktu kontak yang paling lama yaitu 6 jam.Kata Kunci: Adsopsi, Karbon aktif, Limbah domestik, Tongkol jagung
Rancangan Sumur Resapan di Universitas Brawijaya Malang Adinda Hernani; Bambang Rahadi; Tunggul Sutan Haji
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan bangunan bertingkat di daerah perkotaan semakin cepat berkembang sehingga menyebabkan permasalahan yang terdapat di lingkungan sekitar dan menimbulkan permasalahan  genangan maupun banjir. Masalah tersebut dapat dilakukan dengan pembuatan sumur resapan. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi genangan atau banjir yang terjadi di daerah perkotaan khususnya di Universitas Brawijaya Malang tahun 2014 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsif kuantitatif yaitu dengan mendeskripsikan hasil perhitungan untuk menentukan volume dan debit sebaran sesuai dengan rancangan curah hujan per tahun. Hasil analisa untuk curah hujan rancangan dengan menggunakan log person type III adalah 124,394 dengan curah hujan rancangan selama 10 tahun. Data CH aktual diambil Fakultas Teknologi Pertanian sebagai sampel daerah tangkapan air hujan setiap 10 menit . Hasil penelitian menujukkan volume total air hujan 70,35 m3 dan debit sebarannya adalah 0,254 m3/detik sehingga sumur resapan dapat dirancangakan dengan ukuran diameter 1 meter yang memiliki kedalaman 2,198 m serta kapasitas volume sumur untuk 1 buah 1,72 m³ dapat mereduksi jika terjadi banjir atau genangan sebesar 15,73%. Kata kunci : Curah hujan, distribusi sebaran, sumur resapan
Uji Kualitas Briket Kotoran Sapi Pada Variasi Kadar Perekat Tapioka dan Suhu Pengeringan Bambang Suharto; Alexander Tunggul Sutanhaji; Sunarsih -
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.818 KB)

Abstract

Pemanfaatan kotoran sapi selain menjadi biogas dapat termanfaatkan secara maksimal menjadi briket arang. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi penggunaan perekat tapioka dan suhu pengeringan yang sesuai untuk pembuatan briket kotoran sapi. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan analisa data berupa deskriptif kuantitatif. Pemilihan briket yang terbaik dilakukan dengan menggunakan metode Composite Performance Index (CPI). Pada penelitian digunakan perlakuan kadar perekat tapioka yang berbeda yaitu konsentrasi 10%, 15%, 20% dan perlakuan suhu pengeringan yang berbeda yaitu 800C, 1000C, 1200C. Hasil dari penelitian ini briket terbaik berdasarkan metode CPI pada perlakuan kadar perekat 15% dengan suhu pengeringan 1200C yang memiliki kadar air 0.9305%, kadar abu 21.5%, kerapatan 0.4397 gr/cm3, nilai kalor 3814,751 kal/gr, kuat tekan 0,2161 kg/cm2, dan laju pembakaran 0,2201 gr/menit. Nilai kalor yang dimiliki briket lebih kecil dibandingkan biogas. Kata Kunci: Briket, kotoran sapi, perekat tapioka, suhu pengeirngan
Pengaruh Penggunaan Pupuk Granular terhadap Respon Pertumbuhan Tanaman Sawi Daging (Pak Choy) Bambang Suharto; Bambang Rahadi; Iman Teguh Widiantoro
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.477 KB)

Abstract

Tanaman Sawi daging akan memiliki pertumbuhan yang optimal jika ditanam di lahan yang memiliki unsur hara makro dan mikro cukup tinggi dan kondisi tanah yang gembur (Palungkun dan Budiarti, 1993). Salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman Sawi daging adalah pemupukan. Pemupukan terhadap tanaman Sawi daging dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk dalam bentuk padat dan pupuk cair. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Bentuk Pupuk yang terdiri dari Pupuk bentuk granular (P1), dan Pupuk bentuk curah (P2). Faktor kedua adalah Dosis pupuk yang terdiri dari 8.5 Ton/ha (D1),11 Ton/ha (D2), dan 14 Ton/ha (D3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk dalam bentuk curah (P2) memberikan pengaruh lebih baik dari pupuk dalam bentuk granul (P1). Berdasarkan parameter yang diamati, maka perlakuan terbaik terdapat pada penggunaan pupuk curah dengan dosis 14 Ton/ha (P2D3). Dosis penggunaan pupuk granul terbaik untuk pertumbuhan tanaman Sawi daging terdapat pada dosis 14 Ton/ha (P1D3). Kata Kunci: Pertumbuhan tanaman sawi daging, pupuk granular, tanaman sawi daging
Pemanfaatan Limbah Cair Greywater untuk Hidroponik Tanaman Sawi (Brassica juncea) Liliya Dewi Susanawati; Ruslan Wirosoedarmo; Ginanjar Aji Santoso
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.052 KB)

Abstract

Aktivitas sehari-hari yang meliputi mencuci pakaian, kegiatan di dapur, dan kamar mandi ternyata mampu menghasilkan limbah cair greywater dengan kuantitas yang cukup besar dan berpotensi mencemari. Total limbah rumah tangga 50-80 % adalah berupa greywater. Penyempitan lahan pertanian juga menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Hidroponik merupakan metode yang bisa menyelesaikan dua masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan greywater sebagai air media hidroponik tanaman sawi dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental melalui hidroponik dengan memanfaatkan limbah cair greywater sebagai media tumbuh yakni membandingkan pengaruh media air biasa (dari PDAM), air limbah murni (greywater), dan air campuran keduanya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yakni membandingkan tiga kelompok tanaman yang ditumbuhkan pada air yang berbeda. Pertumbuhan vegetatif yang diukur meliputi tinggi  tanaman, jumlah daun dan berat basah tanaman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa greywater dapat dimanfaatkan sebagai air media hidroponik dikarenakan kadar pencemar yang terkandung masih memenuhi standar untuk pemanfaatan di bidang pertanian, greywater juga mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman berupa Nitrogen (0,0110 %), Phosfor (0,0124 %), dan Kalium (0,0002 %). Penggunaan greywater sebagai air media untuk hidroponik memberikan hasil yang nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman sawi dibandingkan dengan air media PDAM dan Campuran. Pertumbuhan vegetatif terbaik diperoleh dari perlakuan air media greywater dengan rata-rata tinggi 30,81 cm, jumlah daun 11,37 helai, dan berat basah 68,415 gram.Kata kunci : Greywater, Hidroponik, Sawi, Vegetatif
Analisa Potensi Penerapan Produksi Bersih di Rumah Pemotongan Hewan Kota Malang Susanawati, Liliya Dewi; Wirosoedarmo, Ruslan; Nasfhia, Siti Desiree
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.585 KB)

Abstract

Rumah Potong Hewan merupakan salah satu industri yang saat ini dituntut untuk berkembang.  Permintaan bahan baku untuk industri daging sapi secara langsung telah menyebabkan industri RPH ikut berkembang dan harus menaikan kapasitas produksinya. Indonesia telah menentukan SNI untuk hasil produksi RPH, yaitu daging yang berkualitas Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Atas dasar tersebut RPH dituntut untuk melakukan proses produksi yang bersih dan aman demi menjaga kualitas daging olahannya. Rumah Potong Hewan Kota Malang merupakan salah satu tempat penampungan dan pemotongan sapi yang diakui kualitasnya, namun sayangnya belum memaksimalkan pengelolaan lingkungan dan memanfaatkan produk sampingnya sebagai nilai tambah untuk perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi sistem manajemen lingkungan di RPH Kota Malang untuk mengetahui strategi produksi bersih yang dapat diterapkan dalam rangka optimalisasi kualitas RPH.Penelitian dilakukan dengan metode observasi lapang, wawancara, serta kuesioner. Jenis metode yang digunakan dalam menganalisa strategi atau potensi penerapan produksi bersih di RPH Kota Malang, adalah metode analisis SWOT dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pembobotan atau skoring. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa saat ini kondisi RPH berada dalam kuadran II, yaitu dimana RPH harus melakukan diversifikasi strategi dalam pengelolaan lingkungannya. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategi apa saja yang dapat dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas lingkungan, yaitu: (1) Penerapan sistem screening awal dan evaluasi lingkungan, (2) Pemanfaatan limbah padat untuk pupuk dan biogas, (3) Perapihan sistem manajemen K3, (4) Menerapkan HACCP, (5) Re-design IPAL, (6) Pelatihan dan penambahan tenaga kerja. Kata Kunci : Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Analisis SWOT, Produksi Bersih.

Page 1 of 1 | Total Record : 6