cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2018)" : 4 Documents clear
Environmental Management Accounting (EMA) Pada Unit Urea PT. Petrokimia Gresik Evi Kurniati; Alexander Tunggul Sutan Haji; Anastasia Puji Renaningtyas
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.929 KB)

Abstract

 Kegiatan industri telah tumbuh dan berkembang pesat yang mana akan memberi dampak langsung terhadap lingkungan sekitarnya. Dunia industri berfokus pada maksimalisasi laba dan peningkatan efisiensi sehingga terkadang aspek-aspek lingkungan terabaikan. Dalam melakukan upaya pengelolaan lingkungan harus didukung dengan sistem akutansi yang baik. Enviromental Management Accounting (EMA) merupakan metode yang berperan membantu stakeholder dalam mengambil keputusan mengenai investasi pengendalian dampak lingkungan, membangun budaya mengurangi polusi dan minimalisasi limbah dalam industri, serta meningkatkan efisiensi ekonomi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggambarkan kinerja ekonomi dan kinerja lingkungan berdasarkan data-data perusahaan yang ditinjau dari data Akutansi Alur Bahan dan Energi (MEFA) dan Akutansi Biaya Lingkungan (ECA). Data yang diolah pada MEFA digunakan untuk membuat indikator kinerja lingkungan, dan data ECA digunakan untuk membuat indikator kinerja finansial. Dari hasil penelitian selama 3 bulan didapatkan data MEFA berupa indikator kinerja lingkungan telah mencapai 99,8%. Hasil data ECA berupa indikator kinerja ekonomi telah mencapai 63,3%. Analisis eco-efficiency menunjukkan bahwa efisiensi kinerja lingkungan dan kinerja ekonomi berada pada batas high performance, karena melebihi nilai tengah 50%.Kata kunci: ECA, eco-efficiency, EMA, MEFAABSTRACTIndustrial activity has been growing and developing rapidly that can give direct effect to environmental health. Some industries only maximize the profit and forget the side effect of production activity. Environmental management should be support by accounting management. EMA is kind of method that help stakeholder to take decision about infestations control, environmental effect, reduce pollution and waste, also increasing economic efficiency Methods that used in this research were descriptive-quantitative with describing the economic and environmental performance by industrial management accounting of material flow (MEFA) and environmental cost accounting (ECA). MEFA used to make environmental performance indicator and ECA used as data to make economic performance indicator. The result shown that MEFA at 3 months reach about 99,8% and ECA reach 63,3%. The eco efficiency analyzed that environmental and economic performance at limit of high performance. Keywords: Keywords: ECA, ecco efficiency, EMA, MEFA
Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah MCK (IPAL-MCK) Berbasis Biofilm Mikroalga Skala Rumah Tangga Fajri Anugroho; Angga Dheta Sirrajudin; Ditasya Kinanti Putri
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.968 KB)

Abstract

Air merupakan suatu kebutuhan kebutuhan dasar manusia, dimana meningkatnya populasi manusia diiringi peningkatan kebutuhan konsumsi air. Penggunaan air untuk berbagai kegiatan menghasilkan limbah cair domestik yang berasal dari kegiatan mandi, cuci dan kakus. Air limbah domestik biasanya dibuang ke saluran air menuju sungai dapat menurunkan kualitas air dan fungsi air untuk kehidupan makhluk hidup akibat pencemaran air permukaan. Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala rumah tangga berbasis biofilm mikroalga untuk mengolah limbah MCK secara fisika dan biologi dengan waktu detensi terbaik kinerja awal selama 24 jam. Degradasi BOD, COD, TSS, nitrat, nitrit dan amonium masing-masing sebesar 58.68%, 60.77%, 68.36%, 67.80%, 80% and 60.38%.
Pengaruh Kepadatan Mikroalga Chlorella sp. terhadap Bioremediasi Logam Krom Pada Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit. Bambang Rahadi Widiatmono; Fajri Anugroho; Fadil Arief T. Munaf
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.027 KB)

Abstract

 Permasalahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah yang dihasilkan oleh industri penyamakan kulit merupakan limbah cair yang mengandung logam Cr (krom). Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk pemulihan kondisi perairan yang tercemar logam krom adalah dengan bioremediasi menggunakan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Chlorella sp. sebagai alternatif penurunan kadar logam Cr pada limbah cair industri penyamakan kulit (biological treatment) dengan menguji kemampuan Chlorella sp. dalam kepadatan sel yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan suhu limbah cair selama 7 hari pertama mengalami fluktuasi dan diikuti dengan kondisi suhu yang cenderung stabil sampai hari ke-11. Kepadatan sel Chlorella sp. mengalami peningkatan sampai hari ke-7, setelah itu jumlah kepadatan sel menurun pada perlakuan kepadatan rendah dan tinggi sampai hari ke-11. Penurunan kadar krom total limbah cair berbanding lurus dengan waktu pengamatan, pada hari ke-3 terjadi penurunan sebesar 2,4587-4,1299 mg/L, pada hari ke-7 sebesar 0,0074-1,6713 mg/L, dan pada hari ke-11 sebesar 0,0333-0,1213 mg/L. Penurunan kadar krom total limbah cair memiliki hubungan berbanding terbalik dengan peningkatan kepadatan sel, terlihat pada hari ke-3 perlakuan kepadatan sel rendah memiliki kadar krom total limbah cair terkecil dengan nilai 0,0204 mg/L, diikuti perlakuan kepadatan sedang dan tinggi sebesar 0,1277 mg/L dan 0,4560 mg/L, serta kontrol sebesar 1,6917 mg/L.Kata Kunci : Bioremediasi, Chlorella sp., Kepadatan, Krom Total Abstract Environmental harm problem caused by the tanning industry as a result of wastewater that produced containing heavy metal Cr (chromium). A way that can be used to recovery polluted water conditions with chromium is bioremediation using microalgae. Microalgae has many advantages that made it as a choice that suited to eliminate specific content and reducing heavy metal concentration in waste or contaminated environment. This study aim to know the potensial of Chlorella sp. as chromium reduction alternative in tannery wastewater (biological treatment) at different cells density. The study shows that temperature of wastewater fluctuated for 7 first days and stable for the next until the 11th day. Chlorella sp. cells density increased until the 7th day, after that decrease at the low and high cells density until the 11th day. The decreased of total chromium concentration in wastewater directly proportional with observation time, on the 3rd day occurred a decrease from 2.4587 mg/L to 4.1299 mg/L, 0.0074 mg/L to 1.6713 mg/L on the 7th day, and 0.0333 mg/L to 0.1213 mg/L on the 11th day. Moreover, the decreased of total chromium concentration in wastewater directly upside with the increased of cells density seen on the 3rd day, the lowest total chromium concentration had by the low cells density with 0.0204 mg/L, followed by the medium and the high cells density respectively with 0.1277 mg/L and 0.4560 mg/L, and the control with 1.6917 mg/L.Keyword : Bioremediation, Cells density, Chlorella sp., Total Chromium
Studi Penentuan Kinerja Daerah Aliran Sungai Pelaparado Bima Berdasarkan Aspek Tata Air Liliya Dewi Susanawati; Bambang Suharto; Nurul Wahyuty
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.626 KB)

Abstract

DAS Pelaparado merupakan DAS utama yang berada di Bima Nusa Tenggara Barat. DAS Pelaparado mencakup 8 kecamatan diantaranya Kecamatan Hu’u, Kecamatan Pajo, Kecamatan Parado, Kecamatan Monta, Kecamatan Langgudu, Kecamatan Belo, Kecamatan Woha dan Kecamatan Mada Pangga. Permasalahan yang sering terjadi adalah masalah banjir yang disebabkan oleh tata guna air yang kurang optimal, ketidakserasian antara pemanfaatan dan usaha konservasi tanah belum seimbang antara peran serta masyarakat di wilayah sekitar aliran sungai. Selain digunakan untuk pertanian, tata guna lahan di kawasan DAS Pelaparado juga merupakan wilayah konservasi tanah. Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan lahan di wilayah DAS Pelaparado, mengakibatkan pemenuhan kebutuhan akan lahan yang tidak terkendali dan tidak terperhatikannya kaidah konservasi. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai tingkat kinerja DAS Pelaparado berdasarkan aspek tata air dan aspek-aspek yang berpengaruh terhadap kerusakan DAS Pelaparado. Perhitungan yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan mengenai tingkat kinerja DAS Pelapadaro dalam penelitan ini adalah perhitungan koefisien regim aliran (KRA), koefisien aliran tahunan (KAT), muatan sedimen (MS), frekuensi kejadian banjir, dan indeks penggunaan air (IPA). Dari hasil perhitungan diketahui bahwa tingkat kinerja DAS Pelaparado dengan kategori baik diperoleh 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Belo, Kecamatan Hu’u, Kecamatan Langgudu, Kecamatan Mada Pangga dan Kecamatan Pajo. Sedangkan untuk tingkat kinerja DAS dengan kategori sedang, diperoleh 3 kecamatan yaitu Kecamatan Monta, Kecamatan Parado dan Kecamatan Woha.

Page 1 of 1 | Total Record : 4