cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022)" : 10 Documents clear
Pengaruh Pengolahan Tanah Menggunakan Traktor dan Pupuk Organik terhadap Infiltrasi Tanah Andisol serta Produktivitas Kentang Henny H.; Arsyad AR
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.04

Abstract

Andisol merupakan tanah berbahan induk abu vulkan, umumnya gembur dan mudah diolah. Namun petani sayuran (terutama kentang) di Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci mengolah tanah intensif menggunakan traktor. Hal ini dapat mempercepat penurunan kandungan bahan organik dan proses pemadatan tanah sehingga akan menurunkan infiltrasi dan produktivitas tanah. Penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi intensitas pengolahan tanah menggunakan traktor terhadap infiltrasi tanah Andisol dan produktivitas kentang di Desa Kebun Baru, Kecamatan Kayu Aro Barat. Penelitian berupa eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan delapan perlakuan yaitu kombinasi intensitas pengolahan tanah dengan bajak (1, 2 dan 3 kali bajak menggunakan traktor) dengan pupuk kandang (5 dan 10 ton/ha), serta pengolahan tanah menggunakan cangkul. Setiap perlakukan diulang tiga kali (sebagai kelompok) pada petakan 6 m x 2 m pada lahan dengan kemiringan lereng 9%. Laju infiltrasi diukur dengan Double Ring Infiltrometer dan kapasitas infiltrasi diduga dengan Persamaan Horton. Data dianalisis dengan Uji-F dan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju dan kapasistas infiltrasi tanah serta produktivitas kentang pada lahan yang diolah dengan dua kali bajak relatif sama dengan di lahan yang diolah dengan dua kali pencangkulan, tetapi lebih baik dibandingkan dengan satu atau tiga kali bajak.
Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro untuk Penggerak Pompa Hidroponik Ekaputra, Eri Gas; Junaidy, Iqbal Tri; Rusnam, Rusnam; Yanti, Delvi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.05

Abstract

Salah satu pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Picohidro (PLTPH) disektor pertanian adalah sebagai penggerak pompa hidroponik agar sirkulasi nutrisi pada tanaman dapat terpenuhi. Penggunaan blower yang dimodifikasi untuk menjadi turbin dalam menghasilkan listrik, dapat menghemat biaya dalam pembuatannya. Tujuan penelitian ini adalah merancang bangun picohidro untuk hidroponik sebagai solusi pemanfaatan energi terbarukan pada daerah yang tidak mendapatkan akses listrik. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu rancangan alat mencakup rancangan picohidro, pompa DC, dan rangka hidoponik, pembuatan alat, pengujian alat, dan analisis data pengujian kinerja alat yang telah dibuat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pembangkit listrik tenaga picohidro sebagai penggerak pompa hidroponik yang dibuat sudah sesuai dengan rancangan awal. Nilai debit rata-rata yang didapatkan adalah 2.27x10-3 m3/s dengan tinggi jatuh air 0.75 m. Berdasarkan debit air dan tinggi jatuh air ini, maka didapatkan daya potensi air rata-rata sebesar 16.70 watt. Rata-rata daya listrik yang dihasilkan oleh rancangan tanpa beban pompa 6.77 watt. Sedangkan daya rata-rata menggunakan beban pompa 5.74 watt. Kehilangan air pada sistem pertanian hidroponik ini ialah 1%. Efisiensi Picohidro rata-rata selama pengamatan 34.43% dan efisiensi pompa adalah 5.12%.
Ekstraksi Antosianin Bunga Telang (Clitoria ternatea Linn) dengan Metode Ultrasonik Menggunakan Pelarut Aquades dan Asam Asetat Unawahi, Syifa; Widyasanti, Asri; Rahimah, Souvia
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.01

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea Linn) merupakan salah satu sumber antosianin yang dapat diperoleh dengan melakukan proses ekstraksi. Metode alternatif untuk mengekstrak senyawa antosianin adalah dengan menggunakan metode ekstraksi non thermal ultrasonik yang dapat mempersingkat waktu ekstraksi dan mengurangi penggunaan pelarut. Ekstraksi antosianin ini dilakukan dengan penambahan asam asetat yang berfungsi untuk mendenaturasi membran sel tanaman sehingga pigmen antosianin terekstrak secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pelarut aquades dan asam asetat pada proses ekstraksi antosianin bunga telang dengan metode ultrasonik yang menghasilkan total antosianin tertinggi. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan konsentrasi asam asetat 0%, 0.05% dan 5%, serta nilai intensitas amplitudo 50%, 65%, dan 80%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dengan konsentrasi asam asetat 0.05% dan nilai intensitas amplitudo 65% merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan total antosianin 65.13 mg/L, kadar sisa pelarut 30.77%, rendemen 32.02%, dan nilai pH ekstrak 3.62. Penambahan konsentrasi asam asetat yang berlebihan pada proses ekstraksi bunga telang dengan metode ultrasonik dapat mempercepat proses pengentalan pada campuran pelarut dan sampel bahan, serta kondisi ekstraksi dengan nilai amplitudo yang tinggi dapat mempercepat peningkatan suhu ekstraksi ± 60˚C, sehingga dapat menyebabkan degradasi antosianin.
Evaluasi Lahan dan Analisis Kelayakan Usaha Gula Merah Desa Rejoagung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi Nurwahyuningsih Nurwahyuningsih; Abdul Holik; Riza Rahimi Bachtiar; Riyan Budiyanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.02

Abstract

Penelitian evaluasi lahan dan kelayakan usaha Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi berdasarkan permasalahan yang dialami oleh produsen gula merah, yaitu penurunan jumlah produksi yang memengaruhi kesejahteraan ekonomi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Evaluasi lahan dilakukan dengan cara mencocokan (matching) data hasil observasi lapang dengan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa berdasarkan petunjuk teknis evaluasi kesesuaian lahan untuk komoditas pertanian yang diterbitkan oleh Kementerian Pertanian tahun 2011. Karakteristik lahan yang dinilai meliputi temperatur, curah hujan, kelembaban, drainase, tekstur tanah, bahan kasar, kedalaman tanah, pH tanah, lereng, bahaya erosi dan banjir. Kelas kesesuaian lahan aktual Desa Rejoagung adalah sesuai marginal (S3) dan kelas kesesuaian lahan potensial cukup sesuai (S2). Analisis kelayakan usaha gula merah dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari responden melalui kuesioner untuk diketahui total penerimaan, total pendapatan, R/C Ratio, B/C Ratio, Break Even Point (BEP) unit, dan Break Even Point (BEP) Rupiah. Hasil analisis kelayakan usaha pada kelas kesesuaian lahan aktual R/C Ratio 1.99, B/C Ratio 0.99, BEP unit 791 kg/bulan dan BEP Rupiah Rp. 11 226 858.00. Produsen gula merah direkomendasikan melaksanakan kegiatan pengairan dan pemupukan untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan sesuai marginal (S3) menjadi cukup sesuai (S2).
Desain dan Pabrikasi Mesin Pengering Cengkeh Berbahan Bakar Limbah Kelapa Untuk Mempercepat Proses Penjemuran Cengkeh Efriwandy Simbolon; Jannifer Alfredo; Briand Steven Kaligis; Moh. Fikri Pomalingo; Ichiro Davidson Piri; Siti Vahira Cantika Kawuwung
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.03

Abstract

Pengeringan cengkeh biasanya dilakukan dengan cara menjemur bunga cengkeh di atas tikar pandan, terpal atau di rak secara manual dan tradisional. Masyarakat sering menjemur cengkeh di jalan pedesaan, dikarenakan minimnya lahan untuk penjemuran. Pengeringan dengan sistem tradisional ini juga terkadang memiliki kendala. Cuaca yang tidak selalu cerah menyebabkan proses pengeringan menjadi lebih lama dan menghasilkan kualitas cengkeh yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan pabrikasi sebuah mesin pengering cengkeh yang berbahan bakar limbah kelapa. Penelitian ini dilakukan untuk membantu kelompok tani keter yang ada di Desa Wiau Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara dalam proses pengeringan cengkeh. Metode penelitian ini meliputi perencanaan, perencangan mesin, pabrikasi mesin, pengujian. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, mesin yang dibuat memiliki kapasitas pengeringan 48 liter dalam sekali proses pengeringan. Pengeringan dilakukan pada suhu 50-55oC selama 50 menit. Pengeringan ini hanya untuk membebaskan cengkeh dari cendawan. Jenis limbah kelapa yang digunakan untuk sekali pengeringan mencapai 18 kg atau setara 3 karung. Pengeringan juga dapat dilakukan pada waktu yang singkat.
Pengaruh Jenis Kemasan Plastik dan Lama Waktu Penyimpanan Terhadap Karakteristik Fisikokimia Jelly drink Jeruk Pomello (Citrus maxima)
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.10

Abstract

Jeruk pomello (Citrus maxima) merupakan buah yang mengandung vitamin C 26.36 mg/100 g dan serat 0.32% b/b. Pengolahan jeruk pomello menjadi jelly drink akan menjadi alternatif sumber vitamin C dan serat pangan. Jelly drink dari jeruk pomello memerlukan jenis kemasan yang tidak tembus air seperti plastik untuk melindungi dari kerusakan. Plastik juga memiliki sifat elastis, fleksibel, tidak tembus air, transparan, dan mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan plastik dan lama waktu penyimpanan terhadap karakteristik fisikokimia jelly drink jeruk pomello. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor yaitu, jenis kemasan plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dan kemasan plastik Polyoprioylene (PP) serta lama penyimpanan yaitu : T0 (0 jam), T8 (8 jam), T16 (16 jam) dan T24 (24 jam). Karakteristik fisikokimia yang dianalisis adalah kadar vitamin C, kadar air, pH, dan serat dengan uji statik two way anova. Hasil penelitian menunjukkan jenis kemasan plastik PET merupakan jenis kemasan yang lebih baik daripada kemasan plastik PP. Kemasan ini mampu mempertahankan sifat fisik dan kimia jelly drink jeruk bali hingga penyimpanan 8 jam dengan kriteria rata-rata kadar vitamin C sebesar 39.49% g/ml, kadar air 88.836%, serat pangan total 0.300%, pH 4.55 dan total mikroba 2.000 cfu/g. 
Rancang Bangun Mesin Penyangrai Kacang Kawangkoan Berbahan Bakar Oli Bekas Berbasis Mikrokontroler Moh. Fikri Pomalingo; Kapli Dama Barana; Alvin Sthiefandy; I Putu Nuharta Yasa; Stepani Mangguali
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.06

Abstract

Kacang Kawangkoan adalah salah satu oleh-oleh yang di gemari oleh masyarakat Sulawesi Utara, namun dalam proses pembuatannya, proses penyangkaraian masih dilakukan manual dan masih menggunakan kayu bakar/kering. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang mesin pengering kancang kawangkoan berbahan bakar oli bekas dan berbasis mikrokontroller. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan, studi pustaka, analisis desain, pabrikasi, pengujian, analisis data dan pelaporan. Pabrikasi dan pengujian fungsional mesin ini dilakukan di Workshop Universitas Negeri Manado (Unima) sedangkan pengujian lapangan dilakukan di IKM Rimawar selaku mitra dalam penelitian ini.  Hasil pengujian yang didapatkan mesin ini mampu menyangrai dengan waktu 10 menit dengan kapasitas 25 liter kacang. Dalam proses penyangraian, suhu yang digunakan berasal dari nyala api dari tungku oli bekas. Ketinggian api yang dihasilkan mencapai 40 cm diatas permukaan tungku. Suhu pasir mencapai 115-131oC. Pengontrolan suhu diatur dengan memanfaatkan bukaan katub pada blower pada tungku. Putaran ruang penyangraian berkisar antara 22-25 rpm. Peneliti berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi pembaca karena penggunaan mesin, mampu mempercepat proses penyangraian dengan metode manual yang selama ini memakan waktu 45 menit.
Uji Aktivitas Antijamur Pada α-guaiene Minyak Nilam Terhadap Jamur Microsporum gypseum ATCC 14683 dan Tricophyton mentagrophytes ATCC 16404
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.09

Abstract

Minyak nilam mengandung sejumlah besar senyawa golongan seskuiterpen. Senyawa α-guaiene merupakan seskuiterpen mayor yang diduga memiliki kemampuan sebagai antimikroba. Kemampuan α-guaiene sebagai antijamur belum banyak dibuktikan, khususnya pada spesies jamur Microsporum gypseum ATCC 14683 dan Tricophyton mentagrophytes ATCC 16404. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antijmur pada α-guaiene minyak nilam pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan jamur M. gypseum dan T. mentagrophytes dari zona hambat yang terbentuk. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode difusi sumuran untuk mengetahui diameter daya hambat (DDH). Bahan yang digunakan adalah fraksi I dari fraksinasi minyak nilam yang mengandung 38.8% α-guaiene. Kontrol positif yang digunakan adalah ketokonazol 2% dan flukonazol 2%, sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah n-heksana. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi α-guaiene dengan faktor 20, 40, 60, 80, dan 100%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fraksi I minyak nilam yang mengandung 38.8% α-guaiene mampu menghambat pertumbuhan M. gypseum dan T. mentagrophytes. Diameter zona bening pada M. gypseum mulai terbentuk pada konsentrasi 40% dan meningkat pada konsentrasi 60% lalu menunjukan tren menurun dari konsentrasi 60% hingga 100%. Diameter zona hambat terbesar yang terbentuk pada M. gypseum sebesar 12.14 mm pada konsentrasi 60%, sedangkan pada jamur T. mentagrophytes DDH terbesar yang terbentuk pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 3.163 mm. Ketokonazol menghasilkan diameter penghambatan rata-rata 14.1 mm untuk T. mentagrophytes dan 14 mm untuk M. gypseum, sedangkan flukonazol menghasilkan diameter penghambatan rata-rata 28.67 mm untuk T. mentagrophytes dan 35 mm untuk M. gypseum. N-heksana yang digunakan sebagai pelarut sekaligus kontrol negatif tidak menghasilkan penghambatan.
Optimasi Efektivitas Gliserol Dan Kitosan Dalam Pembuatan Plastik Biodegradable Dari Pemanfaatan Biji Durian Dengan Metode Inversi Fasa Afiyatun Inayah; Heny Kusumayanti
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.08

Abstract

Masalah lingkungan dari pembuangan limbah plastik turunan minyak bumi telah menjadi isu penting karena sifatnya yang sulit diuraikan. Oleh karena itu, upaya telah dilakukan untuk mempercepat tingkat degradasi material polimer dengan mengganti beberapa atau seluruh polimer sintetis dengan polimer alami. Pemanfaatan biji durian menjadi salah satu upaya dalam memanfaatkan zero waste product. Biji durian memiliki kandungan pati yang cukup tinggi berupa 25.9 gram amilopektin dan amilosa sebesar 20.3 gram sehingga berpotensi sebagai alternatif pengganti bahan yang memerlukan sifat-sifat pati. Pada penelitian ini pembuatan plastik biodegradable dari pemanfaatan biji durian akan dilakukan dengan metode inversi fasa menggunakan penambahan gliserol dan kitosan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel konsentrasi gliserol, kitosan dan waktu degradasi yang optimum untuk menghasilkan film plastik biodegradable dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Sehingga dengan penelitian ini mampu memberikan analisa pengaruh penggunaan kitosan dan gliserol terhadap kualitas plastik biodegradable biji durian. Hasil penelitian uji kelarutan air bioplastik dengan nilai kadar air terbaik ditunjukkan oleh variasi gliserol 4 mL yaitu 80.25% dan yang menghasilkan nilai absorpsi terendah sebesar 76.2%. jika dibandingkan dengan persen penyerapan air plastik konvensional, nilai persen penyerapan bioplastik yang dihasilkan masih sangat tinggi.
Pengawetan Buah Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Segar dengan Teknologi Hypobaric Storage Anang Lastriyanto; Bagus Imam Bintoro; La Choviya Hawa; Sasongko Aji Wibowo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2022.010.01.07

Abstract

Buah jambu biji (Psidium guajava L.) adalah buah klimakterik yang umum dibudidayakan di negara Indonesia. Sebagai buah klimakterik, buah jambu biji memiliki umur simpan yang pendek. Teknologi penyimpanan tekanan rendah (hipobarik) adalah salah satu teknologi penanganan pascapanen yang dapat menghambat proses kematangan buah klimaterik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan mutu segar buah jambu biji merah selama penyimpanan hipobarik dengan perlakuan kontrol sebagai pembanding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif.  Enam buah jambu biji disimpan di dalam kondisi tekanan rendah (46.325 kPa.abs) – (56.325 kPa.abs) menggunakan suhu penyimpanan 27°C selanjutnya sebagai perlakuan kontrol enam buah jambu biji lainnya disimpan di ruang terbuka dengan tekanan normal yaitu 101.325 kPa pada suhu 27°C. Buah jambu biji disimpan dengan lama perlakuan penyimpanan adalah tiga, enam, dan sembilan hari, kemudian diamati dan dibandingkan pada hari yang sudah ditentukan. Pengamatan mutu buah jambu segar yang dilakukan mencangkup perubahan kondisi fisik buah, susut bobot buah, tingkat kekerasan dan total padatan terlarutnya selama proses penyimpanan dengan tekanan rendah. Hasil penelitian ini, buah jambu yang disimpan di dalam kondisi hipobarik (46.325 kPa.abs)–(56.325 kPa.abs) memiliki kondisi fisik yang lebih baik, mengalami lebih sedikit susut bobot, kondisi tingkat kekerasan yang lebih tinggi, dan total padatan terlarut yang lebih rendah dibandingkan dengan buah jambu yang diberikan perlakuan kontrol dengan cara disimpan di ruang terbuka. Teknologi hipobarik dapat menghambat kematangan buah jambu biji sehingga menjadi awet dan memperpanjang umur simpan dengan cara mempertahankan kondisi fisik, bobot buah, tingkat kekerasan dan total padatan terlarut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10