cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 3 (2018)" : 7 Documents clear
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORIS FRUIT LEATHER APEL MANALAGI (Malus sylvestris mill) DENGAN SUBTITUSI PISANG CANDI (Musa paradisiaca) Puspaningrum, Lilianti; Yuwono, Sudarminto Setyo; Martati, Erryana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.729 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.03.4

Abstract

Fruit Leather merupakan salah satu olahan yang berbahan dasar buah-buahan yang dihaluskan (bubur buah) dengan cara mengurangi kadar air dari produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penambahan komposisi pisang candi dalam pembuatan fruit leather apel manalagi sehingga mendapatkan produk fruit leather yang baik yang dapat diterima konsumen. Fruit Leather apel dibuat dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan komposisi apel:pisang (100% apel, 85% apel : 15% pisang, 70% apel:30% pisang dan 55% apel:45% pisang). Analisa sensori dilakukan dengan menggunakan metode Rate All That Apply (RATA). Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai kekerasan (hardness), kekompakan (cohesivenes), kelengketan (adhesiveness) dan elastisitas (springiness) penambahan pisang candi terbaik pada komposisi pembuatan fruit leather apel 70% apel:30% pisang dengan atribut sensoris rasa manis, aroma pisang, tekstur keras dan tekstur elastis.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS LEATHER DENGAN METODE LEAN SIX SIGMA DAN FUZZY FMEA (STUDI KASUS DI SUMBER REJEKI) Roesmasari, Rindha Ayu; Santoso, Imam; Sucipto, Sucipto
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.541 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.03.5

Abstract

Kegagalan produk mengandung unsur ketidakpastian yang disebabkan selama proses produksi berlangsung. Metode Lean Six Sigma diharapkan mampu mengidentifikasi waste yang terjadi pada proses produksi dan mendapatkan kategori waste yang berpengaruh pada kualitas kulit samak. Metode FMEA diintegrasikan dengan metode fuzzy untuk mendapatkan prioritas tindakan perbaikan yang lebih baik. Terdapat 8 jenis cacat kulit samak dan 4 jenis cacat prioritas, sekaligus menjadi CTQ yaitu open grain, snei, fish eyes, dan cracking. Metode FMEA menghasilkan nilai RPN tertinggi yaitu open grain dengan nilai 576 dan nilai RPN tertinggi kedua 448 dari jenis cacat fish eyes. Jenis cacat cracking juga memiliki nilai RPN sebesar 448. Fuzzy dapat mengeliminasi nilai RPN yang sama dan menentukan tindakan perbaikan prioritas
PENGEMBANGAN KONSEP MODEL SISTEM JAMINAN HALAL PADA RESTORAN (STUDI KASUS UNIDA GONTOR INN UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR) Nurmaydha, Agensy; Sucipto, Sucipto; Mustaniroh, Siti Asmaul
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.03.1

Abstract

ABSTRAKWisata syariah merupakan trend baru pariwisata di dunia. Peluang wisata syariah berpotensi sangat menguntungkan, tidak hanya bagi Muslim tapi juga non-Muslim. Wisata syariah mewadahi banyak industri, salah satunya hotel syariah. Syarat menjadikan hotel syariah, salah satu aspek yang harus dipenuhi yaitu restoran hotel harus merencanakan menu halal. UNIDA Gontor Inn merupakan salah satu hotel di Ponorogo milik Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang belum memiliki sertifikat hotel syariah. Untuk itu, perlu penelusuran di Resto UNIDA Gontor Inn secara menyeluruh baik pada katering dalam maupun katering luar. Penelusuran menggunakan metode Halal Assurance System (HAS) 23102 Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-Obatan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Tujuan penelitian ini menentukan titik kritis kehalalan menu di Resto UNIDA Gontor Inn sehingga menunjang persiapan sertifikasi halal. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan konsep model sistem jaminan halal di Resto UNIDA Gontor Inn sangat berpotensi untuk dikembangkan. Penelusuran titik kritis halal pada 25 menu unggulan, terdapat  78 bahan baku, 7 merupakan bahan kritis. Artinya, semua menu yang diteliti telah tertelusur sebanyak 9% bahan  tidak memenuhi kriteria kritis. Implikasi hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi manajemen UNIDA Gontor Inn untuk melakukan perbaikan sebagai pendukung dokumen untuk proses sertifikasi halal oleh LPPOM MUI. ABSTRACTSharia tourism is a new trend of tourism in the world. Sharia tourism opportunity is potentially very profitable, not only for Muslims but also non-Muslims. Sharia tourism accommodates many industries, especially sharia hotels. One of the aspects met to establish sharia hotel is restaurant should be able to serve halal menu. UNIDA Gontor Inn is one of the hotels in Ponorogo owned by University of Darussalam (UNIDA) Gontor which does not yet have sharia hotel certificate. Therefore, it needs a search on the Resto of UNIDA Gontor Inn thoroughly both inside and outside catering. This search uses Halal Assurance System (HAS) 23102 the Assessment Institute for Foods and Drugs Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). The aim of this study is to determine the critical point of halal menu in Resto UNIDA Gontor Inn, so it is able to support the preparation of halal certification. The result shows that the development of the concept of a halal assurance system model in Resto UNIDA Gontor Inn is very potential developed. The search of halal critical point on the 25 top menus, there are 78 raw materials and 7 are critical materials. It means all menus studied have been traced as much as 9% of the materials that do not meet the critical criteria. The implications of research finding can be used as recommendation for management of UNIDA Gontor Inn to do enhancement as supporting document for halal certification process by LPPOM MUI.
OPTIMASI DURASI DAN RASIO BAHAN PER PELARUT EKSTRAK DAUN PEPAYA UNTUK UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Sabathani, Anniversary; Widjanarko, Simon Bambang; Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.03.6

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui kombinasi waktu sonikasi dan bahan per pelarut (b/v) ekstrak daun pepaya segar, yang menghasilkan respon total fenol, aktivitas antioksidan (IC50), dan rendemen yang optimum; juga untuk mengetahui efek dari dosis ekstrak daun pepaya pada aktivitas antibakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstrak daun pepaya dihasilkan menggunakan metode ultrasonik dengan pelarut aquades. Rancangan penelitian menggunakan Response Surface Method, sedangkan desain eksperimen menggunakan General Factor Design, dengan satu faktor yang terdiri dari 6 tingkat dosis ekstrak daun pepaya, kontrol positif dan negatif, diulang 3 kali. Kontrol positif adalah kertas cakram mengandung 10 μg ampisilin untuk bakteri Staphylococcus aureus, kertas-cakram mengandung 30 μg kloramfenikol untuk Escherichia coli, sedangkan kontrol negatif adalah aquades steril. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi b/v 16.92 g/100 ml dengan lama waktu ekstraksi daun pepaya 14.36 menit dan menghasilkan tiga respon optimum rendemen 2.89%, total fenol 50.03 mgGAE/g, dan aktivitas antioksidan (IC50) 211.924 ppm. Ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 3.125 mg/ml, 6.25 mg/ml, dan 12.5 mg/ml tidak berpengaruh terhadap perkembangan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dan berpengaruh mulai 25 mg/ml, 50 mg/ml, 100 mg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya berpotensi menahan perkembangan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. AbstractThe objective of this research is to know the combination of time duration of sonication and the ratio of the weight of material per solvent of fresh papaya leaf, which produce optimum response of total phenol, antioxidant activity (IC50), and rendemen; and to know the effect of the dose of papaya leaf extract on antibacterial activity, Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The papaya leaf extract is resulted by using ultrasonic method with aquades. Experimental design is using response surface method and general factor design, with one factor consisting of 6 levels of papaya leaf extract dose, negative, and positive control and repeated 3 times. The positive control is disc-paper containing 10 μg ampicillin for Staphylococcus aureus bacteria, disc-paper containing 30 μg chloramphenicol for Escherichia coli. Whereas the negative control is sterile aquadest. The results shows a combination of the ratio the weight material per solvent 16.92 g/ 100 ml with the duration of papaya leaf extraction 14.36 minutes and yields three optimum responses: rendemen of 2.89%, total phenol of 50.03 mgGAE/g, and antioxidant activity (IC50) 211.924 ppm, furthermore pepaya leaf extract at concentrations of 3.125 mg/ml, 6.25 mg/ml, and 12.5 mg/ml does not have any effect on the development of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria, and only has an effect of 25 mg/ml, 50 mg/ml, 100 mg/ml. This suggests that papaya leaf extract has the potential to withstand the development of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. 
PENGARUH CAMPURAN PELARUT AQUADES-ETANOL TERHADAP KARAKTERISTIK EKSTRAK BETASIANIN DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) Nurbaya, Syarifa Ramadhani; Putri, Widya Dwi Rukmi; Murtini, Erni Sofia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.747 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.03.2

Abstract

Pewarna makanan alami tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Kulit buah naga merah merupakan sumber pigmen betasianin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami. Proses ekstraksi diperlukan untuk memisahkan komponen pigmen betasianin dengan komponen bahan lainnya. Ekstraksi menggunakan pelarut aquades atau etanol saja dapat menghasilkan kadar betasianin yang rendah. Menggunakan campuran pelarut aquades dengan etanol dalam proses ekstraksi bertujuan untuk memperbaiki karakteristik ekstrak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu rasio jenis pelarut. Jenis pelarut yang digunakan adalah aquades dan etanol dengan perbandingan 100:0, 80:20, 60:40, 40:60, 20:80, dan 0:100 (v/v). Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan rasio aquades dibanding etanol 20:80 (v/v) dengan karakteristik kadar betasianin 99.27 mg/L, kadar pektin 0.48%, nilai kecerahan (L) 35.03, nilai kemerahan (a+) 49.78, nilai kekuningan (b+) 14.70, sudut hue 14.02, dan nilai viskositas 2.25 cP. Ekstrak pigmen dari kulit buah naga merah yang diekstraksi menggunakan pelarut aquades-etanol berpotensi digunakan sebagai pewarna makanan alami
PEMANFAATAN KITOSAN KULIT UDANG DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KESUM SEBAGAI PENGHAMBAT BAKTERI PADA EDIBLE COATING Lestari, Retno Budi; Munir, Achmad Mulyadi Sirojul; Tribudi, Yuli Arif
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.982 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.03.7

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya hambat edible coating kitosan – pati biji durian dengan penambahan ekstrak daun kesum terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun kesum K0=0,00%; K1=0,20%; K2=0,40%; K3=0,60%; K4=0,80%; K5=1,00%; K6=1,20% dan K7=1,40%. Edible coating dibuat dengan formula dasar pati biji durian 3,00%; kitosan 0,80%; gliserol 0,60%. Parameter yang diamati adalah daya hambat menggunakan metode paper disk.  Hasil penelitian menunjukan bahwa daya hambat edible coating pati biji durian – kitosan dengan penambahan ekstrak daun kesum berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli. Nilai daya hambat edible coating dengan penambahan ekstrak daun kesum terhadap bakteri S.aureus antara 3,432 – 4,344 mm, sedangkan bakteri  E.coli antara 2,233 – 3,596 mm. Daya hambat terhadap bakteri yang tertinggi adalah ekstrak daun kesum 1,40% sebesar 4,344 mm (S. aureus) dan 3,596 mm (E. coli). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun kesum, terbukti bahwa semakin tinggi daya hambat terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. ABSTRACTThe aim of this research is to determine the inhibitory effect of edible coating chitosan from durian seed starch by the addition of Kesum leaf extract toward the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli.  This experimental design used is a Completely Randomized Design (CRD) treated by concentration of Kesum leaf extract (K):  K0=0.00%, K1=0.20%, K2= 0.40%, K3=0.60%, K4=0.80%, K5=1.00%, K6=1.20%, and K7=1.40%. The formulation of edible coating consist of 3.00% durian seed starch; 0.80% chitosan and 0.60% gliserol. The observed parameter is inhibitory effect using paper disk method. The result showed that the inhibition of edible coating chitosan from durian seed starch treated with the addition of Kesum leaf extract has significantly effect (p<0.01) on inhibition the growth of S. aureus and E. coli.  The inhibitory effect of edible coating by adding Kesum leaf extract to S. aereus growth ranged 3.432 – 4.344 mm, while in E. coli ranged 2.233 – 3.596 mm. The highest of inhibitory effect on bacteria was 1.40% Kesum leaf extract; 4.344 mm in S. aureus and 3.596 mm in E. coli. The higher the concentration of Kesum leaf extract, the greater the inhibition of S. aureus and E. coli.
DETEKSI PEMALSUAN KOPI LUWAK MENGGUNAKAN SIFAT BIOLISTRIK DAN JARINGAN SARAF TIRUAN Widyaningtyas, Shinta; Sucipto, Sucipto; Hendrawan, Yusuf
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.06 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.03.3

Abstract

Metode konvensional deteksi pemalsuan kopi luwak menggunakan analisis kimia bersifat destruktif, mahal, membutuhkan preparasi sampel dan waktu lama. Perancangan alat sederhana, cepat, akurat, dan non destruktif berdasarkan sifat biolistrik berpeluang untuk mendeteksi pemalsuan kopi luwak. Penelitian ini bertujuan mendapat topologi Jaringan Saraf Tiruan (JST) terbaik untuk mendeteksi pemalsuan kopi luwak menggunakan input sifat biolistrik berdasarkan total fenol, pH, dan persentase pemalsuan kopi luwak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impedansi, resistansi seri, resistansi paralel berbanding terbalik dengan frekuensi, induktansi seri dan induktansi paralel berbanding lurus dengan frekuensi. Topologi JST terpilih yaitu (5-40-40-3) memiliki MSE pelatihan 0.0099 dan MSE validasi 0,0479. Hasil penelitian menunjukkan sifat biolistrik dan JST berpotensi sebagai sensor mendeteksi pemalsuan kopi luwak.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue