cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2009)" : 6 Documents clear
Variasi Bentuk Pengaku Diagonal Ganda Tipe Knee pada Portal Baja Bidang Bertingkat Hendro Suseno
Rekayasa Sipil Vol 3, No 3 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.968 KB)

Abstract

Apabila gedung dengan struktur portal baja bidang terbuka semakin tinggi atau jumlah tingkat semakinbanyak maka stabilitas terhadap beban horisontal menjadi semakin menurun, hal ini terlihat dari perpindahanlateral yang juga semakin bertambah secara berarti. Salah satu usaha untuk mengurangi perpindahan lateralini adalah dengan memasang pengaku diagonal ( bracing ) ganda tipe K. Dari hasil penelitian sebelumnyatata letak pengaku diagonal ganda yang keduanya dipasang pada bentang tengah struktur portal bidang empatbentang memberikan perpindahan lateral yang minimum sehingga kestabilan lateral adalah yang palingmaksimum. Kelemahan pengaku diagonal ini adalah keterbatasannya dalam menyediakan ruang untuk pintu,jendela dan ventilasi, untuk itu bentuk huruf K ini harus dimodifikasi dengan membuka titik simpul puncakdan mengangkat titik simpul kaki secara bersamaan sehingga disebut tipe Knee. Dengan memvariasi bentukini maka geometri struktur berubah, besar dan susunan elemen matriks kekakuan global berubah, determinanberubah dan perpindahan lateral berubah sehingga kestabilan lateral juga berubah. Untuk itu adalah hal yangmenarik diteliti bila variasi bentuk pengaku diagonal ganda tipe Knee direncanakan seefektif mungkin secarastruktural sehingga kinerja gedung tetap optimal.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku struktur portal baja bidang bertingkat denganvariasi bentuk pengaku diagonal ganda tipe Knee terhadap beban horisontal dan bentuk yang paling efektifdalam menahan beban tersebut. Pada penelitian ini akan digunakan struktur portal baja bidang bertingkatdengan pengaku diagonal tipe Knee dengan tiga variasi bentuk dan sebagai kontrol digunakan pengakudiagonal tipe K standar dan terbuka. Beban yang digunakan adalah beban gravitasi dan beban gempa statissesuai dengan peraturan, semua tumpuan diambil jepit, jumlah tingkat diambil 15, 21 dan 27 lantai, analisisstruktur dilakukan dengan software STAAD Pro sedangkan desain penampang dikerjakan secara manualsesuai dengan SNI 03-1729-2002.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa variasi bentuk pengaku diagonal ganda tipe Knee ternyatarelatif tidak mempengaruhi perpindahan lateral pada jumlah tingkat yang dievaluasi sehingga kestabilanlateral masih aman, bentuk-bentuk variasi yang dibahas relatif memberikan hasil yang aman terhadapkestabilan lateral. 
Variasi Rasio Volume Tulangan Transversal dengan Inti Beton Terhadap Daktilitas Aksial Kolom Beton Bertulang Ari Wibowo; Mohammad Taufik Hidayat; Ainur Rochim
Rekayasa Sipil Vol 3, No 3 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.484 KB)

Abstract

Pengekangan pada kolom beton dipengaruhi beberapa parameter. Parameter-parameter tersebutantara lain adalah rasio volume tulangan transversal, spasi, kekuatan leleh, susunan tulangan transversal, kuattekan beton, dimensi penampang, kandungan dan susunan tulangan longitudinal, dan cover beton. Dalamstudi kali ini dibahas tentang pengaruh rasio tulangan transversal ( ρs ) terhadap nilai kekakuan aksial dandaktilitas aksial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi volume tulangan transversal ( ρs) terhadap nilai kekakuan aksial dan daktilitas aksial dengan mengambil variasi sebesar 0,37%; 0,68%; dan1,05% dengan menggunakan benda uji kolom beton bertulang ukuran 15 x 15 cm dan panjang kolom 70 cm.Benda uji dibebani dengan beban tekan aksial sentris.Berdasarkan data hasil penelitian maka dilakukan analisis statistik dari pengujian hipotesis denganmengambil resiko kesalahan 5 % di dapat nilai fhitung = 138,503 > f tabel = 3,040 sehingga dapatdisimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variasi rasio volume tulangan transversal terhadapnilai kekakuan aksial.Untuk perhitungan pengaruh variasi rasio volume tulangan transversal terhadap nilaidaktilitas aksial, tidak dapat dilakukan analisis statistik sehingga tidak dapat ditarik kesimpulan. Hal inidisebabkan besarnya kuat tekan beton yang didapatkan dari hasil eksperimen dibandingkan dengan kuattekan beton dari prediksi awal sehingga alat uji tekan kolom tidak mampu membebani sampai dengan bebanruntuh. 
Pengaruh Variasi Kepadatan pada Permodelan Fisik Menggunakan Tanah Pasir Berlempung Terhadap Stabilitas Lereng Indrawahyuni, Herlien; Munawir, As'ad; Damayanti, Ifone
Rekayasa Sipil Vol 3, No 3 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.635 KB)

Abstract

Ketidakstabilan suatu lereng dapat menyebabkan bahaya kelongsoran yang merugikan banyak pihak. Untukmencegah bahaya kelongsoran itu maka diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan stabilitas lerengtersebut yaitu dengan peningkatan kepadatan dari tanah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh variasi kepadatan dan jenis tanah terhadap beban maksimum yang dapat ditahan olehtanah yang dibentuk model lereng. Penelitian ini dilakukan dengan membuat model lereng dalam sebuahbox (embankments) yang sederhana kemudian diberi beban menggunakan dongkrak hidrolik.Tanah yangdigunakan adalah tanah pasir berlempung dengan indeks plastisitas 18 %. Variasi kepadatan yang dilakukanadalah dengan cara menggilas menggunakan silinder beton sebanyak 0 kali (tanpa pemadatan), 5 kali gilasan,10 kali gilasan, 15 kali gilasan, dan 20 kali gilasan. Masing-masing pemadatan dilakukan pengulangansebanyak 3 kali. Pada penelitian ini juga dilakukan uji kuat geser langsung untuk mengetahui nilai kohesi (c)dan sudut geser (ф), dan uji kepadatan dengan Sand Cone untuk mengetahui berat volume kering tanah (γd).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan variasi jumlah lintasan penggilas menyebabkanpeningkatan berat volume kering dan kemampuan menahan beban eksisting. Selain itu nilai kohesi dan sudutgeser dalam yang ada juga mengalami peningkatan. Dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwahasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variasi kepadatan yang berupa variasi jumlah lintasan penggilasberpengaruh terhadap peningkatan nilai berat volume kering (γd), kemampuan menahan beban hancur(eksisting) serta parameter kekuatan geser tanah yaitu kohesi (c) dan sudut geser dalam tanah (ф). Dan dapatdikatakan bahwa model lereng yang ditingkatkan kepadatannya akan lebih stabil, untuk tidak mengalamikeruntuhan karena pengaruh beban luar (eksisting) tersebut. 
Hidrograf Satuan Sintetik Limantara (Studi Kasus di Sebagian DAS di Indonesia) Lily Montarcih Limantara
Rekayasa Sipil Vol 3, No 3 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.115 KB)

Abstract

Ideally, every watershed has its own particular unit hydrograph. If the physical and hydrologicalconditions in general are quite homogeneous, it would be quite possible to create a new SUH model thatresembles the ones made up by previous researchers. The SUH model is intended purposefully for (1)finding out the nature of watershed responses against precipitation data input, where by it could become thesupportive warning systems to areas that are vulnerable to flooding, (2) resuming up hydrograph dataavailability that are previously vacant due to the operational problem of the Automatic Water Level Recorder(AWLR), and (3) producing a specific SUH model for Indonesia (SUH Limantara) with a simplemathematical model and without the necessary parametric calibration prior of its application.This research was done on Java island (involving 6 watersheds and 67 sub-watersheds), on Bali island(involving 2 watersheds and 13 sub-watersheds) and on the east part of Borneo island / pulau Kalimantan(involving 1 watershed and 9 sub-watersheds). The watershed criteria are that every watershed has an area of< 5000 km2 and both ARR (Automatic Rainfall Recorder) and AWLR. The calibration model to the observedhydrograph refers to as the amount of the minimum least square. Verification of the result was conducted byfilling up to the model the discrepancies of hydrology data. The results of this study are: the peak time ofhydrograph = 5.773 hours, the recession time of hydrograph = 9,859 hours and the base time of hydrograph =15,632 hours; the peak discharge model: Qp = 0,042 * A0,451 * L0,497 * Lc0,356 * S-0,131 * n0,168; the rising curveequation: Qn = Qp * [(t/Tp)]1,107 and the recession equation: Qt = Qp.e0,175(Tp – t). Based on these results, it isconcluded that: 1) The observed hydrograph really typifies the elongated shaped watershed, which has afaster rising characteristic than that of its recession (hydrograph rising time < hydrograph recession time); 2)There are 5 dominant watershed parameters that influence the peak discharge; they are the length of mainriver/stream (L), followed by the areal size of watershed (A), the length of the main river to be measured upto a point location nearest to the watershed weight centre (Lc), the roughness coefficient (n) and the riverslope (S); 3) the SUH of this research is compared with the observation hydrograph and as a model control.The coefficient of determination (R2) and the level of significance 5% are for the peak discharge (R2 =0,841), the rising curve (R2 = 0,980) and the recession curve (R2 = 0,990). Besides the SUH Limantara isalso compared with the SUH Nakayasu and the deviation obtained is 1,224%. 
Kajian Hidrolika Saluran Transisi dan Saluran Peluncur pada Uji Model Fisik Waduk Jehem Kabupaten Bangli Bali Prastumi Prastumi; Herdin Primadi
Rekayasa Sipil Vol 3, No 3 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.367 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji karakteristik yang terjadi pada saluran transisi dan saluranpeluncur, sehingga dapat ditemukan alternatif pemecahan permasalahan yang terjadi pada desain awal (originaldesign). Pengaliran air pada penelitian ini menggunakan variasi debit banjir rancangan Q100th, Q1000th, dan QPMF(Probable Maximum Flood). Uji model fisik dibuat dengan skala 1 : 40 dan dilakukan di Laboratorium Hidrolika JurusanTeknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang.Berdasarkan hasil uji model untuk beberapa variasi debit menunjukkan bahwa, kondisi aliran air salurantransisi dan saluran peluncur cukup stabil setelah dilakukan beberapa perubahan desain. Perubahan tersebutantara lain penambahan sill pada akhir saluran transisi, mengubah dinding pengarah pada saluran samping daritegak menjadi miring, dan menurunkan elevasi dasar saluran pada saluran samping.Angka Froude pada saluran transisi menunjukkan nilai Fr < 1 sehingga termasuk jenis aliran subkritissedangkan pada saluran peluncur menunjukkan nilai Fr > 1 yang termasuk jenis aliran superkritis. Hasilpengujian kecepatan aliran pada saluran transisi dan saluran peluncur cukup merata untuk setiap titik pengukuranpada masing-masing section. Tinggi muka air kanan-as-kiri pada saluran transisi tidak sama, hal ini disebabkanoleh pengaruh belokan saluran dan pelimpah samping. Sedangkan pada saluran peluncur tinggi muka air relatifmerata. Pada pengujian dengan Q100th, Q1000th, dan Q PMF tidak ditemukan terjadinya kavitasi. Pengujianpada akhir saluran peluncur juga sebagai salah satu faktor dalam memilih tipe USBR ( United State Bench Rest )yang akan dipakai. 
Pengaruh Temperatur dan Perendaman Lumpur Lapindo Terhadap Nilai Stabilitas Campuran Aspal Beton (Laston) Hendi Bowoputro; Amelia Kusuma Indriastuti; Asrizal Fahmi Hatta
Rekayasa Sipil Vol 3, No 3 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.395 KB)

Abstract

Lumpur panas Lapindo yang merusak sebagian badan jalan Tol Surabaya-Malang pada KM 38-39,seringkali merendam perkerasan pada Jalan Raya Porong saat terjadi kebocoran tanggul. Pada saat terjadikebocoran tanggul lumpur panas Lapindo maka lapis perkerasan pada Jalan Raya Porong menjadi terendam.Lumpur panas yang keluar disertai gas hidrogen sulfida (H2S) juga mengandung berbagai macam zat kimia danlogam dengan temperatur awal yang cukup bervariasi. Hal ini diprediksi akan berpengaruh terhadap kekuatan(stabilitas) lapis perkerasan aspal beton pada Jalan Raya Porong.Penelitian dilakukan untuk mengetahuipengaruh variasi temperatur lumpur panas Lapindo dan lama waktu perendaman terhadap nilai stabilitascampuran Laston.Penelitian ini menggunakan 4 variasi temperatur, yaitu 250C, 500C, 750C, dan 1000C dengan 5 variasiwaktu perendaman, yaitu 1, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada setiapperlakuan temperatur perendaman 500C, nilai stabilitas benda uji selalu lebih tinggi dibanding dengan yang padaperendaman 250C, dan terjadi penurunan nilai stabilitas pada skenario 750C serta 1000C. Diketahui pula bahwabenda uji yang direndam pada temperatur 1000C selama 28 hari telah mengalami penurunan nilai stabilitas dari1456.5 kg (tanpa perendaman) menjadi sebesar 689.1 kg, yang berarti terjadi penurunan lebih dari50%.Kesimpulan yang diperoleh adalah temperatur dan lama perendaman telah menurunkan nilai stabilitas atauberdampak negatif pada stabilitas LASTON. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue