cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2011)" : 8 Documents clear
Studi Perencanaan Bentuk Bendungan Beton Sederhana yang Paling Efisien Prastumi, Prastumi; Suseno, Hendro; Pratama, Fabriyanti Yudha
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.495 KB)

Abstract

Bendungan beton adalah suatu bendungan yang dibuat dengan cara memasang tulangan lalu ditambahcampuran semen, pasir, kerikil sampai berbentuk struktur yang padat. Tujuan dari studi perencanaan iniadalah untuk mengetahui desain kemiringan lereng bendungan beton yang paling efisien. Selain harus stabilterhadap guling dan geser, bendungan haruslah bernilai ekonomis. Kemiringan lereng yang sesuai sangatlahdibutuhkan agar bendungan memiliki kestabilan yang cukup dan bernilai ekonomis. Pada studi perencanaanini dilakukan perhitungan dengan menggunakan profil bendungan beton sederhana yang berbeda. Tahappertama, digunakan profil bendungan beton sederhana dengan bentuk dasar berupa segitiga. Profil inidigunakan untuk mengetahui batas minimal kemiringan lereng bendungan yang bisa digunakan sebagaiacuan untuk perhitungan selanjutnya. Pada tahap kedua, digunakan profil bendungan beton denganmenambah tinggi jagaan. Penambahan ini akan menambah berat sendiri bangunan yang pada akhirnyamenambah volume beton yang dibutuhkan. Pada tahap ketiga, digunakan profil bendungan denganpenambahan jalan inspeksi dan pondasi. Tahap awal perhitungan bendungan didapatkan faktor kemiringanlereng antara 0,612 – 0,73. Range faktor kemiringan lereng tersebut digunakan untuk mendesain lebar dasarbendungan. Sedangkan untuk tahap perhitungan selanjutnya didapatkan grafik hubungan tinggi bendungan,faktor kemiringan lereng dan kedalaman pondasi yang bisa digunakan untuk mencari nilai kemiringan lerengbendungan yang bernilai ekonomis dengan mengutamakan kestabilan bendungan terhadap gaya guling dangeser.Kata kunci: bendungan beton, efisien, kemiringan lereng.
Kajian Dampak Lalu Lintas Akibat Pemindahan Pasar di Malinau Bohoh, Yaris; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.573 KB)

Abstract

Pembangunan pasar baru yang merupakan pasar sentral di Kabupaten Malinau menyebabkanperubahan tata guna lahan yang akan menimbulkan perubahan pergerakan arus lalu lintas. Tujuan penelitianini adalah mengetahui model tarikan pasar Malinau lama, validasi model dengan kondisi pasar Malinausetelah dipindah dan dampak lalu lintas akibat pemindahan pasar Malinau. Pengumpulan data dilakukanuntuk mendapatkan data primer dan sekunder. Analisis dilakukan dengan menggunakan Metode AnalisisKorelasi, Metode Analisis Regresi, Metode Analisis Regresi Komponen Utama, Analisa kinerja lalu lintas,Analisis Sensitifitas dan Manajemen Lalu Lintas. Model tarikan pergerakan sepeda motor adalah Y1 = -721,606 + 0,843 X1 + 0,221 X2 + 0,777 X3 + 0,569 X4 ; R2 = 0,791. Model tarikan pergerakan mobilpribadi adalah Y2 = 215,642 + 0,810 X1+ 0,849 X2+ 0,859 X3+ 0,391 X4; R2 =0,739. Model tarikanpergeraan mobil angkutan umum adalah Y3 = 512,804 + 0,880 X1+ 0,800 X2+ 0,893 X3+ 0,837 X4; R2=0,294. Dari hasil pemodelan tersebut terlihat bahwa model tarikan pergerakan sepeda motor, mobil pribadidan angkutan umum di pasar lama layak digunakan. Setelah divalidasi dengan kenyataan, tarikan pergerakandi pasar baru tidak relevan karena sampai saat ini aktivitas perbelanjaan masih lebih banyak dilakukandisekitar lokasi pasar lama, sehingga dampak lalu lintas terhadap pemindahan pasar baru tidak menunjukanperubahan yang berarti. Tarikan pergerakan akibat pemindahan pasar baru tidak berjalan optimal karenapenentuan tata guna lahan yang kurang tepat termasuk pemilihan lokasi pasar baru. Untuk kedepan hasilperhitungan dengan model tersebut dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam menentukan rekomendasipelayanan prasarana jalan ( kapasitas jalan ) dan pelayanan angkutan umum. 
Penggunaan Lumpur Lapindo Sebagai Filler pada Perkerasan Lentur Jalan Raya Muhammad Zainul Arifin
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.511 KB)

Abstract

Lumpur Lapindo merupakan limbah yang dihasilkan dari bencana semburan lumpur panas di lokasipengeboran PT. Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang telah berlangsung sejak Mei 2006.Banyak penelitian dilakukan untuk mencegah dan diusahakan untuk memanfaatkan limbah tersebut. Padapenelitian ini limbah lumpur Lapindo digunakan sebagai filler pada campuran perkerasan lentur jalan raya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi filler dan Kadar Aspal Optimum (KAO) yangdihasilkan dalam campuran Laston dan HRS yang menggunakan lumpur Lapindo sebagai filler.Dari hasil akhir penelitian diperoleh Kadar Aspal Optimum (KAO) dan proporsi filler lumpur Lapindo/abubatu pecah didapatkan dengan metode diagram pita dan metode Linear Progrramming. Dari metode diagrampita diperoleh KAO sebesar 7,7% dan proporsi filler optimum 75/25 untuk Laston, sedangkan untuk HRSdiperoleh KAO sebesar 8,3% dan proporsi filler optimum 25/75. Dari metode Linear Progrrammingdiperoleh nilai KAO untuk Laston sebesar 7,9% dan untuk HRS sebesar 8,3%, sedangkan proporsi filleroptimum untuk Laston dan HRS tidak dapat diperoleh. 
Pengaruh Keberadaan Parkir dan Pedagang Kaki Lima Terhadap Biaya Kemacetan dan Polusi Udara di Jalan Kolonel Sugiono Malang Anna Aga Pertiwi; Achmad Wicaksono; Mustika Anggraeni
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.636 KB)

Abstract

Pengaruh keberadaan parkir dan PKL terhadap kemacetan dan polusi udara yang ditimbulkan di JalanKolonel Sugiono sangat merugikan pengguna jalan. Metode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptifkualitatif untuk menggambarkan karakteristik pengguna jalan. Sedangkan metode evaluatif kuantitatif adalahdengan menghitung kinerja ruas jalan, biaya kemacetan dan biaya polusi udara di Jalan Kolonel Sugiono.Dari penelitian ini diketahui bahwa karakteristik pergerakan Jalan Kolonel Sugiono, mayoritas 43,94%berasal dari kantor, 17,91% berasal dari Kecamatan Klojen, 37,31% menuju ke kantor, 31,34% menuju keKecamatan Klojen, 52,25% maksud bekerja dan 20,09% lewat Jalan Kolonel Sugiono pukul 06.00 - 08.00.Tingkat pelayanan Jalan Kolonel Sugiono cenderung meningkat pada kondisi tanpa keberadaan parkir danPKL. Dengan kondisi tersebut, tingkat pelayanan pada segmen 1 mengalami peningkatan sebesar 20,65%,pada segmen 2 mengalami peningkatan sebesar 28,95%, dan segmen 3 mengalami peningkatan sebesar18,01%. Sedangkan biaya kemacetannya mengalami penurunan, yaitu pada segmen 1 sebesar 34%, segmen 2sebesar 39% dan segmen 3 sebesar 24%. Biaya polusi udara mengalami penurunan pada kondisi tanpakeberadaan parkir dan PKL. Penurunan yang terjadi pada segmen 1 sebesar 25%, segmen 2 antara 31% untukhari sibuk dan hari biasa serta sebesar 30% untuk hari libur. Pada segmen 3, penurunan antara 16% untukhari sibuk dan hari libur serta sebesar 17% untuk hari biasa. 
Pengaruh Guna Lahan Terhadap Tarikan Pergerakan, BiayaKemacetan dan Biaya Kecelakaan (di Jalan KH. Abdul Fatah - Jalan Kapten Kasihin Tulungagung) Dyah Kumalasari; Soemarno Soemarno; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.962 KB)

Abstract

Jalan KH. Abdul Fatah - Jalan Kapten Kasihin merupakan salah satu koridor Jalan dengan intensitas gunalahan dengan fungsi pelayanan dan komersil tinggi di wilayah perkotaan Tulungagung. Dengan tipikal gunalahan tersebut tentunya akan menghasilkan pergerakan yang sangat besar dan berpotensi mengakibatkangangguan sirkulasi lalu lintas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tarikan pergerakan akibatpenggunaan lahan, mengetahui berapa besar biaya kemacetan dan biaya kecelakaan yang terjadi, sertapengaruh guna lahan terhadap tarikan pergerakan, biaya kemacetan dan biaya kecelakaan. Hasil penelitianmemperlihatkan bahwa biaya kemacetan yang terjadi perhari sebesar Rp.135.620.410,-, sehingga dalam satutahun biaya kemacetan mencapai Rp.48.823.347.442,-. Kerugian ini berupa bertambahnya BOK yangsemestinya tidak perlu dikeluarkan apabila kecepatannya bisa mencapai kecepatan desain perencanaan.Untuk biaya kecelakaan terdiri dari biaya kecelakaan berat, kecelakaan ringan, dan kecelakaan dengankerugian harta. Sedangkan untuk biaya kecelakaan fatal pada lokasi penelitian tidak ada mengingat lokasinyaberada di dalam kota. Pengaruh guna lahan terhadap tarikan pergerakan, biaya kemacetan dan biayakecelakaan yaitu dengan analisis jalur atau path analisis. Dari hasil analisis jalur variabel guna lahan terhadapbiaya kecelakaan melalui tarikan pergerakan dan biaya kemacetan memiliki pengaruh yang paling besar.Sedangkan untuk pengaruh secara langsung antar variabel yang tertinggi yaitu pengaruh guna lahan terhadaptarikan pergerakan. 
Strategi Pengembangan Transportasi Antar Wilayah di Propinsi Papua Barat Oktaviana, Maria Goretti; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik transportasi antar wilayah dan Indeks AksesibilitasWilayah yang akan digunakan untuk menyusun strategi pengembangan transportasi antar wilayah di PropinsiPapua Barat. Metode yang digunakan adalah Analisa Deskriptif, IRAP dan Analisis SWOT, IFAS-EFAS.Hasil penelitian memperlihatkan karakteristik transportasi antar wilayah di Papua Barat untuk : karakteristikperjalanan, maksud perjalanan 45% karena pekerjaan; waktu perjalanan rata-rata transportasi udara 55menit-1,5 jam, transportasi laut 6,5-19,5 jam, transportasi darat 3,5-9,5 jam; jarak perjalanan antar wilayahterpendek 24 km-terjauh 616 km. Untuk karakteristik pelaku perjalanan, pemilihan moda, transportasi udarabanyak dipilih untuk perjalanan pekerjaan, transportasi laut perjalanan perdagangan, transportasi daratperjalanan sosial; alasan pemilihan moda transportasi udara karena cepat, transportasi laut dan darat karenabertarif murah. Sedangkan untuk karakteristik fasilitas transportasi, waktu tunggu transportasi udara 30menit-1 jam, transportasi laut 3-5 jam, transportasi darat 1-2 jam; waktu untuk akses ke moda transportasiutama lain 10-24 jam. Indeks Aksesibilitas wilayah, terdapat kesenjangan aksesibilitas antar wilayah diPapua Barat yang cukup besar karena adanya perbedaan nilai IA yang relatif tinggi, semakin tinggi nilai IA(Indeks Aksesibilitas) menunjukkan semakin buruknya aksesibilitas suatu wilayah. Nilai IA tertinggi terdapatpada Kabupaten Raja Ampat, nilai IA terendah terdapat pada Kota Sorong; indeks aksesibilitas sektortertinggi adalah sektor Mobilitas/Transportasi yang berperan penting dalam peningkatan aksesibilitaswilayah, sedangkan nilai IA terendah adalah sektor Kesehatan dikarenakan kurangnya tingkat kesadaranmasyarakat akan kesehatan; Indeks Aksesibilitas sub sektor tertinggi adalah transportasi umum-moda udara.Sementara dari hasil analisis SWOT, IFAS-EFAS prioritas strategi pengembangan yang direkomendasikanantara lain adalah Perencanaan transportasi antar wilayah secara terpadu, terintegrasi yang disesuaikandengan karakteristik wilayah. 
Kajian Kinerja Angkutan Umum dengan Metode Qualify Function Deployment (QFD) pada Kawasan Industri Marmer di Kabupaten Tulungagung Susilowati Susilowati; Achmad Wicaksono; Tunjung Wijayanto Suharso
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.057 KB)

Abstract

Tujuan kajian ini adalah mengetahui karakteristik penumpang dan pelayanan angkutan umum, mengevaluasikinerja rute angkutan umum, dan membuat rekomendasi penataan angkutan umum di Kawasan IndustriMarmer dengan memperhatikan tingkat pelayanan terhadap penumpang di Kabupaten Tulungagung. Metodeanalisis adalah deskriptif kualitatif mengenai karakteristik penumpang dan pelayanan angkutan umum,analisa kinerja rute, pelayanan lalu lintas dan metode QFD (Quality Function Deployment). Diketahui bahwakarakteristik sosial ekonomi penumpang angkutan umum di kawasan industri marmer 70% perempuan, 40%bekerja lain-lain, dan 40% dengan tingkat penghasilan > 2.000.000. Karakteristik Spasial di kawasan industrimarmer, mayoritas 40% pelayanan sangat tidak nyaman, 30% berasal dari rumah, 20% berasal dariKecamatan Pakel, 34% menuju tempat wisata, 22% menuju Kecamatan Tanggunggunung, 40% maksudbekerja, 40% lewat kawasan industri marmer pukul 07.00 – 09.00. Hasil evaluasi kinerja rute, kecepatan rataratasegmen 1 rute Campurdarat – Besuki 12,81 km/jam sedangkan rute Besuki – campurdarat yaitu 10,87km/jam, pada segmen 2 rute Campurdarat – Besuki 12,74 km/jam dan rute Besuki – Campurdarat 10,84km/jam. Load Factor dari kedua rute dengan nilai 54,84% dan 51,11%. Headway rute Campurdarat – Besukihari selasa 40,91 menit, hari kamis 39,66 menit, hari minggu 26,41 menit sedangkan rute Besuki –Campurdarat hari selasa 36,60, hari kamis 37,78 menit, hari minggu 31,38 menit. Tingkat pelayanan jalansegmen 1 hari selasa 0,48, hari kamis 0,40, hari minggu 0,54 sedangkan segmen 2 hari selasa 0,44, harikamis 0,36 dan hari minggu 0,51. Rekomendasi bagi perbaikan pelayanan angkutan umum pada kawasanindustri marmer adalah Perbaikan headway angkutan, Mempertahankan kinerja operasional seperti kecepatanrata-rata sesuai dengan standarnya, Perbaikan tingkat pelayanan jalan dan Perbaikan tingkat pelayananangkutan demi kenyamanan dan keselamatan penumpang. 
Relevansi PMBOK 2008 Terhadap Materi Bidang Manajemen Konstruksi Universitas Brawijaya Dipa Supriyanti; Armanu Thoyib; Saifoe El Unas
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.679 KB)

Abstract

Manajemen proyek adalah aplikasi atau implementasi dari pengetahuan, ketrampilan, perangkat dan teknikpada suatu aktivitas proyek untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan suatu proyek. PMBOK (ProjectManagement Body of Knowledge) adalah salah satu standarisasi internasional manajemen proyek yang dibuatoleh Project Management Institute (PMI) terdiri atas 9 (sembilan) knowledge area, yaitu : manajemen ruanglingkup, manajemen waktu, manajemen biaya, manajemen sumber daya manusia, manajemen resiko,manajemen komunikasi, manajemen kualitas, manajemen pengadaan, dan manajemen integrasi proyek.Untuk mendapatkan pengetahuan dalam bidangnya, seorang manajer proyek konstruksi tidak hanya cukupmendapatkan pengetahuan dari pengalamannya saja. Pendidikan secara formal dalam konstruksi jugadibutuhkan. Universitas Brawijaya (UB) pada saat ini telah memiliki program studi manajemen konstruksi(MK) pada salah satu bidang magisternya.Dari pembahasan di atas dapat disusun pertanyaan penelitian pada penelitian ini, yaitu bagaimana relevansimateri bidang manajemen konstruksi program magister Universitas Brawijaya dengan cakupan PMBOK2008. Untuk menjawab permasalahan tersebut, diadakan penelitian survei dengan instrumen berupakuesioner yang disebarkan kepada alumni magister manajemen konstruksi UB. Data hasil kuesioner diolahdengan analisa statistik deskriptif dan korelasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah materi MK UB denganPMBOK 2008 yang berkorelasi rendah 4 indikator, sedang 15 indikator, kuat 25 indikator, dan sangat kuat 8 indikator. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue