cover
Contact Name
Sujarwo
Contact Email
sujarwo@ub.ac.id
Phone
+62341-551665
Journal Mail Official
agrise@ub.ac.id
Editorial Address
Socio-Economics/Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Brawijaya, Jl. Veteran Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRISE
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14121425     EISSN : 22526757     DOI : 10.21776/ub.agrise
AGRISE adalah Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian yang berada di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Jurnal ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2001 oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian FPUB. Pada tahun 2011, Jurnal Agrise bekerjasama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penerbitan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Agrise diterbitkan tiga kali setahun (bulan Januari, Mei, dan Agustus). Frekuensi penerbitan akan ditambah bila diperlukan. ISSN cetak : 1412-1425 ISSN Elektronik : 2252-6757
Arjuna Subject : -
Articles 467 Documents
Analisis Neraca Bahan Makanan Di Kabupaten Trenggalek Imron Fuadi; Nuhfil Hanani; Wahib Muhaimin
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.414 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis ketersediaan pangan di Kabupaten Trenggalek, (2) menganalisis ketersediaan energi, protein, lemak, vitamin dan mineral tahun 2010 di Kabupaten Trenggalek, dan (3) memproyeksikan ketersediaan pangan di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2011-2015. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Neraca Bahan Makanan dan Teknik Peramalan Ekponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten  Trenggalek  merupakan daerah surplus pangan  untuk komoditas beras,  jagung, kacang tanah, ubi kayu, daging, susu,  ikan, gula, sayuran, dan  buah, sedangkan  yang defisit pada komoditas pangan  telur,  ubi kayu, kedelai  dan kacang hijau. Ketersediaan energi 3857 kkal/kapita/hari, protein 84.68 gram/kapita/hari, lemak 26.82 gram/kapita/hari, vitamin A 4828.28 RE, vitamin B1 2 mg/kapita/hari, vitamin C 314.41 mg/kapita/hari, kalsium 456.67 mg/kapita/hari, fosfor 1562.37 mg/kapita/hari dan zat besi 17.30 mg/kapita/hr. Hanya ketersediaan lemak dan kalsium yang masih dibawah anjuran WNPG. Kontribusi jenis pangan terhadap ketersediaan energi terbesar berasal ubi kayu yang menyumbang sebesar 1.395 kkal atau 36 %, kemudian beras sebesar 1.344 atau 35 %, diikuti jagung 716 kkal atau 18 %. Sedangkan kotribusi jenis bahan pangan lainnya seperti kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar, daging, telur, susu, ikan, gula, sayuran dan buah sangat kecil berkisar antara 0-6 % terhadap total energi dan protein. Kontribusi jenis pangan terhadap ketersediaan protein didominasi oleh sumbangan dari beras sebesar 33 gram atau 38%, jagung sebesar 18 gram atau 25 % , ikan sebesar 12 gram atau 14 % dan ubi kayu 9 gram atau 10 %. Peramalan produksi dan konsumsi pangan menunjukkan bahwa pertumbuhan komoditas pangan meningkat dan surplus sampai tahun 2015 kecuali kedelai, kacang hijau, ubi jalar dan telur. Defisit produksi pangan terjadi pada  beberapa kecamatan, namun kondisi ini bukan merupakan masalah yang serius  kalau akses pangan masyarakat  baik ekonomi  maupun fisik dapat dipenuhi melalui distribusi yang baik  dari daerah yang surplus ke daerah yang defisit.   Kata Kunci: Neraca Bahan Makanan, Ketersediaan, Peramalan Pangan
Dampak Pemberitaan Penyalahgunaan Formalin Terhadap Kinerja Industri Tahu Di Daerah Istimewa Yogyakarta Triwara Buddhisatyarini
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.777 KB)

Abstract

This research aims to knows production, net revenue and profit changes, and what were the producers effort to return consumers believing to product of tofu home industry. The respondence at the research were 37 producers of tofu home industry in Daerah Istimewa Yogyakarta which registered in Trade and Industrial Departement. Data used were one month before issues (December 2005) and data of one month after issues (January 2006). Quantitative analysis carried out include: cost analysis, revenue analysis, analysis of revenue and profit before and after the outbreak of formaldehyde issues. While the descriptive analysis includes profiles of entrepreneurs know and efforts made to tackle the issue of formalin entrepreneurs. The result of production analysis were,  production of Sleman tofu home industry was down 30% rarely,production of Bantul was down 42% rarely and production of Yogyakarta was down 63% rarely. The result or revenue analysis were, 57% net revenues of Sleman tofu home industry was down rarely, 31% of Bantul tofu home industry and 61% of Yogyakarta. The result of profit analysis were, 31% profit of Sleman tofu home industry was down rarely, 30% of Bantul and 61% of Yogyakarta, which highest value of down rate effect to Yogyakarta city tofu home industry. To counter formalin issues, producers haven’t intensive effort, there was interpersonal communication only at limited environment. Key words :  formalin abuse, production, profit, issues counter
Analisis Usaha Budidaya Ikan Gurami Di Kelompok Budidaya Ikan Mina Lestari, Turus Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo Pujastuti Pujastuti
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.622 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui budidaya ikan gurami di kelompok Mina Lestari, Turus serta mengetahui biaya produksi, pendapatan dan sistem budidaya mana yang layak diusahakan antara budidaya dengan pemberikan makan ikan gurame dengan pakan alami dari dedaunan saja dan pakan alami dengan tambahan pellet.Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil seluruh anggota kelompok Mina Lestari yang melakukan budidaya ikan gurami dengan tujuan konsumsi sebagai responden sejumlah 9 orang petani ikan gurami yang menggunakan pakan alami dan 9 orang petani ikan gurami yang menggunakan pakan alami dengan tambahan pellet. Dari hasil penelitian ini, dikeahui bahwa pendapatan usaha budidaya ikan gurami dengan pakan alami sebesar Rp. 20.646.048 dengan keuntungan sejumlah Rp. 3.137.718 dalam waktu 48 bulan atau 3 (tiga) kali panen. Sedangkan usaha budidaya ikan gurame dengan pakan tambahan pellet sebesar Rp. 11. 470.334 dengan keuntungan Rp. 5.675.855 dalam waktu 48 bulan atau 4 (empat) kali panen.Kelayakan usaha dilihat dari B/C ratio, produktifitas tenaga kerja dan produktivitas modalnya layak diusahakan.. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat khususnya bagi petani ikan gurami supaya dapat menjadi wacana dan acuan untuk memperbaiki sistem budidaya ikan gurami agar dapat meningkatkan hasil produksi ikan gurami. Kata Kunci : Usaha budidaya ikan gurami, biaya produksi, pendapatan, kelayakan.
Analisis Efisiensi Teknis Faktor Produksi Padi (Oryza Sativa) Organik Di Desa Sumber Pasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang Abdul Wahib Muhaimin
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.322 KB)

Abstract

Pertanian organik merupakan salah satu sistem pertanian yang berkelanjutan. Tujuan dalan pertanian organik berupa peningkatan kualitas produksi dan produktivitas, kemandirian petani serta menghasilkan pangan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat efisiensi teknis; menganalisis tingkat efisiensi teknis dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis. Berdasarkan hasil penelitian faktor yang berpengaruh terhadap effisiensi teknis berupa luas lahan, benih, pupuk kandang dan pestisida organik. Rata-rata tingkat efisiensi teknis didaerah tersebut sebesar sembilan puluh tiga koma tiga persen. Sementara itu faktor yang berpengaruh positif terhadap tingkat inefisiensi teknis berupa umur dan jumlah keluarga.   Kata kunci: Pertanian organik, fungsi produksi stokastik frontier, effisiensi dan inefisiensi teknis
Peranan Ketua Kelompok Afinitas Mandiri Pangan Terhadap Pengelolaan Kinerja Kelompok Dalam Mencapai Efektifitas Kelompok Sugiyanto Sugiyanto; Dinar Tri Palupi
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.029 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan kelompok afinitas Mandiri Pangan di Desa Tamanasri, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, (2) Mendeskripsikan peran yang dijalankan ketua dalam melaksanakan dan mengelola kegiatan Kelompok Afinitas Mandiri Pangan di Desa Tamanasri, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan,  (3) Mendeskripsikan dan menganalisis kinerja Kelompok Afinitas Mandiri Pangan dalam meningkatkan efektifitas kelompok di Desa Tamanasri, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Sedangkan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan kelompok dan peran yang dijalankan ketua kelompok dalam melaksanakan dan mengelola kegiatan kelompok serta untuk mendeskrisikan dan menganalisis kinerja kelompok maka dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan kegiatan kelompok Sido Mulyo Mapan I yang meliputi kegiatan administrasi kelompok, simpan pinjam dan menabung, usaha produktif serta pelatihan dan studi banding telah sesuai dengan apa yang direncanakan namun hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan. pada kegiatan usaha produktif serta pelatihan dan studi banding masih belum optimal. (2) Ketua dan anggota kelompok afinitas Sido Mulyo Mapan I di daerah penelitian telah cukup mampu melaksanakan peranannya dalam hal perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. (3) Ketua dan anggota kelompok dinilai cukup memiliki pengelolaan kinerja kelompok yang baik yang mana upaya yang dilakukan dalam pengelolaan kinerja tersebut telah sesuai dengan kemampuan masing-masing individu dan telah memiliki efektifitas kelompok. Kata Kunci: Kelompok Afinitas, Mandiri Pangan, Peran Pemimpin, Kinerja Kelompok, Efektifitas Kelompok
ANALISIS PENGEMBANGAN KOMODITI UNGGULAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN SUMBAWA Alwi Syahab; Budi Setiawan; Syafrial Syafrial
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.663 KB)

Abstract

Komoditi unggulan dikembangkan disesuaikan dengan sumberdaya di wilayah (baik itu sumberdaya alam maupun manusia) yang memilki nilai komparatif dan kompetitif  sehingga mampu meningkatkan atau menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Sumbawa. Semakin banyak komoditi unggulan di suatu daerah akan menambah permintaan atau volume terhadap barang dan jasa sehingga meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi komoditas pertanian yang menjadi komoditi unggulan Kabupaten Sumbawa dan menetapkan komoditi unggulan menjadi komoditi basis yang memiliki keunggulan kompetitif komparatif dan memberi kontribusi dalam pertumbuhan di wilayah Kabupaten Sumbawa. Metodelogi penelitian digunakan alat analisis Location Quotient (LQ) dan Shift Share (SSA). Hasil analisis adalah komoditi unggulan dengan LQ > 1 berdasarkan luas panen adalah jagung, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan berdasarkan nilai tambah adalah padi, kedelai dan ubi kayu. Sementara komoditi unggulan SSA bernilai positif (+) berdasarkan luas panen adalah padi, jagung, kacang hijau dan berdasarkan nilai tambah adalah padi, jagung, kedelai, ubi kayu, dan ubi jalar. Komoditi unggulan terpilih (LQ > 1 dan shift share positif) terdapat 3 komoditi yaitu berdasarkan luas panen dan nilai produksi adalah komoditi padi, jagung dan ubi kayu. Kata kunci: Komoditi unggulan tanaman pangan, Location Quotient, Shift Share
ANALISIS NERACA BAHAN MAKANAN KABUPATEN SUMBAWA 2013-2017 Elin Karlina; Nuhfil Hanani; Abdul Wahib Muhaimin
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.342 KB)

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan manusia yang sangat esensial, sehingga kebutuhan akan pangan untuk seluruh penduduk harus sesuai dengan persayaratan gizi. Masalah terbesar di era saat ini dan akan datang adalah ketersediaan yang kontinyu. Untuk menjawab hal tersebut dibutuhkan informasi yang lengkap tentang situasi atau gambaran ketersediaan pangan disuatu wilayah. Maka perlu dilakukan penghitungan analisis neraca bahan makanan di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan penelitian ini adalah : 1) menganalisis tingkat ketersediaan komoditas  pangan di Kabupaten Sumbawa; 2) menganalisis tingkat ketersediaan energi, protein, lemak, vitamin dan mineral tahun 2012 di Kabupaten Sumbawa; 3) memproyeksikan ketersediaan pangan di Kabupaten Sumbawa tahun 2013 – 2017. Metode analisis untuk ketersediaan pangan menggunakan analisis neraca bahan makanan dan untuk peramalan ketersediaan menggunakan teknik eksponensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sumbawa merupakan daerah surplus pangan untuk komoditas beras, jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ikan dan daging  sedangkan ubi kayu, ubi jalar, dan telur mengalami defisit pada tahun 2012. Ketersediaan energi terbesar berasal dari beras sebesar 825.94 kkal dan jagung sebesar 421.50 kkal sedangkan kontribusi kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, ikan, daging dan telur berkisar antara 0-6 % terhadap total energi dan protein. Ketersediaan protein didominasi oleh beras sebesar 20.25 gram, ikan sebesar 16.58 gram, jagung sebesar 10.92 gram dan kacang hijau 6.47 gram. Hasil peramalan menunjukkan produksi beras, jagung, dan ikan terus mengalami peningkatan sedangkan kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, daging dan telur mengalami defisit.   Kata Kunci : Neraca Bahan Makanan, Ketersediaan, Peramalan
DAMPAK KEBIJAKAN PAJAK EKSPOR TERHADAP KINERJA EKSPOR CPO (CRUDE PALM OIL), PRODUKSI, DAN KONSUMSI MINYAK GORENG DI PASAR DOMESTIK Peersis Dwi Pratiwi; Syafrial Syafrial; Nuhfil Hanani
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.424 KB)

Abstract

Potensi yang dimiliki Indonesia dalam memproduksi CPO mengantarkan Indonesia sebagai produsen dan eksportir CPO terbesar dunia. Selain memenuhi kebutuhan CPO domestik, produksi yang dihasilkan juga dialokasikan untuk pemenuhan ekspor ke negara tujuan. Dalam penelitian ini memiliki beberapa tujuan penelitian. Tujuan penelitian tersebut antara lain (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ekpor CPO Indonesia (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan konsumsi minyak goreng Indonesia (3) Menganalisis dampak kebijakan pajak ekspor terhadap perilaku ekspor komoditi CPO, produksi, serta konsumsi minyak goreng Indonesia. Seluruh persamaan menunjukan hasil yang semuanya adalah overidentified. Maka dari itu analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model ekonometrika dengan sistem persamaan simultan (2SLS) yang meliputi analisis perilaku penawaran dan permintaan dan validasi model. Hasil analisis menunjukan bahwa ekspor CPO Indonesia dipengaruhi secara nyata oleh harga dunia CPO, kebijakan pajak ekspor CPO, dan ekspor CPO Indonesia pada tahun sebelumnya. Sedangkan, ekspor CPO Malaysia dan nilai tukar tidak berpengaruh secara nyata terhadap ekspor CPO Indonesia. Produksi domestik minyak goreng dipengaruhi secara nyata oleh ekspor CPO Indonesia, lahan perkebunan kelapa sawit, dan produksi minyak goreng pada tahun sebelumnya. Sedangkan, harga domestik minyak goreng dan upah riil tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi domestik minyak goreng. Sedangkan, konsumsi domestik minyak goreng dipengaruhi secara nyata oleh harga domestik minyak goreng, produksi domestik minyak goreng dan konsumsi domestik minyak goreng pada tahun sebelumnya. Sedangkan, harga domestik minyak kelapa dan pendapatan nasional tidak berpengaruh secara nyata terhadap konsumsi domestik minyak goreng. Dan berdasarkan hasil hasil simulasi dampak peningkatan kebijakan pajak ekspor CPO mengakibatkan penurunan ekspor CPO impor minyak goreng. Selain itu, meningkatkan produksi domestik minyak goreng, konsumsi domestik minyak goreng dan harga minyak goreng sawit.   Kata kunci: CPO, minyak goreng, pajak ekspor CPO
TIPOLOGI DESA DAN KELURAHAN DI KOTA BATU BERDASARKAN KETAHANAN PANGAN Fahriyah Fahriyah; Ripelson Siadari
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.254 KB)

Abstract

Pangan sebagai aspek pokok/paling dasar dari kebutuhan hidup manusia untuk menjamin keberlangsungan hidup mendorong manusia rela bekerja siang malam untuk memenuhi pangan individu maupun kelompok. Untuk melihat kondisi pangan secara faktual maka dibutuhkan pemetaan ketahanan dan kerawanan pangan ditingkat propinsi, kota/kabupaten hingga desa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan desa dan kelurahan di Kota Batu berdasarkan indikator ketahanan pangan; (2) mengelompokkan tipologi desa dan kelurahan berdasarkan indikator ketahanan pangan di Kota Batu. Dari penelitian ini dihasilkan beberapa hal yakni: (1) berdasarkan indikator-indikator ketahanan pangan maka indeks tertinggi berada pada Desa  Sidomulyo, Bumiaji, Pesanggrahan, Bulukerto, Pendem, Giripurno, Sumber Gondo, Beji, Tlekung, Tulungrejo; (2) tipologi desa dan kelurahan di Kota Batu dibagi menjadi 4 tipologi yakni seperti: (a) tipologi 1 meliputi  sembilan desa (b) tipologi 2 meliputi  dua desa; (c) tipologi 3 meliputi sembilan desa; (d) tipologi 4 meliputi 4 desa.   Kata kunci:  tipologi desa, ketahanan pangan, Kota Batu
ANALISIS KINERJA PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA SAPI POTONG POLA GADUHAN SISTEM REVOLVING (Studi di Distrik Bomberay Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat) Jabal Tarik Ibrahim; Sutawi Sutawi; Jayus Jayus
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.601 KB)

Abstract

Program pengembangan usaha peternakan sapi potong merupakan kegiatan budidaya atau produksi. Oleh karena itu, performa kerja dari program tersebut dapat dianalisis melalui serangkaian prosesnya dari awal hingga akhir yang meliputi input, proses, output, dan outcome yang ingin dicapai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja program perkembangan usaha peternakan sapi potong pola gaduhan sistem revolving di Distrik Bomberay Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Adapun analisis data yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis path. Hasil analisis path menunjukan bahwa kinerja input terhadap kinerja output: identifikasi CPCL dan pelatihan CP berpengaruh siginifikan terhadap kinerja output masing-masing P=0.016 dan P=0.081 tetapi tidak berpengaruh langsung, sedangkan kualitas bibit sapi berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja output sebesar P=0.419. Kinerja proses terhadap kinerja output: pendampingan, manajemen produksi dan daya dukung lahan HMT tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja output, masing-masing sebesar P=0.099, P= 0.088 dan P= 0.054. Sedangkan sistem pemeliharaan, motivasi berusaha dan partisipasi anggota keluarga berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja output masing-masing sebesar P= 0.173, P= 0.256 dan P= 0.177. Kinerja input terhadap kinerja outcome: identifikasi CPCL, pelatihan CP dan kualitas bibit sapi berpengaruh signifikan tetapi tidak langsung masing-masing sebesar P= 0.016, P= 0.032 dan P= 0.081. Kinerja proses terhadap kinerja outcome: pendampingan berpengaruh signifikan dan langsung terhadap kinerja outcome sebesar P= 0.215; system pemeliharaan, motivasi berusaha dan partisipasi anggota keluarga berpengaruh signifikan terhadap kinerja outcome tetapi tidak langsung, masing-masing sebesar P= 0.067, P= 0.099 dan P= 0.068; Sedangkan manajemen produksi dan daya dukung lahan HMT tidak berpengaruh terhadap kinerja outcome. Kinerja output terhadap kinerja outcome: Kinerja output berpengaruh signifikan terhadap kinerja outcome sebesar P= 0.387. Kinerja outcome akan lebih berhasil apabila kinerja output ditingkatkan dengan memperbaiki kinerja proses terutama manajemen produksi dan daya dukung lahan HMT  serta meningkatkan kinerja pendampingan. Untuk kesempurnaan penelitian ini diperlukan penelitian lebih lanjut yang lebih mendalam dan komprehensif.   Kata kunci:  kinerja program, program sapi potong revolving, faktor input, proses, output, dan outcome

Page 7 of 47 | Total Record : 467


Filter by Year

2008 2024