cover
Contact Name
Fikri Zul Fahmi
Contact Email
jrcp@itb.ac.id
Phone
+6222-86010050
Journal Mail Official
jrcp@itb.ac.id
Editorial Address
The Institute for Research and Community Services (LPPM), Center for Research and Community Services (CRCS) Building, 6th Floor, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia,
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Regional and City Planning
ISSN : 25026429     EISSN : 25026429     DOI : https://doi.org/10.5614/jpwk
Journal of Regional and City Planning or JRCP is an open access journal mainly focusing on urban and regional studies and planning in transitional, developing and emerging economies. JRCP covers topics related to the analysis, sciences, development, intervention, and design of communities, cities, and regions including their physical, spatial, technological, economic, social and political environments. The journal is committed to create a multidisciplinary forum in the field by seeking original paper submissions from planners, architects, geographers, economists, sociologists, humanists, political scientists, environmentalists, engineers and other who are interested in the history, transformation and future of cities and regions in transitional, developing and emerging economies.
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 29, No 3 (2018)" : 7 Documents clear
The Changing Structure of China’s Pearl River Delta Megacity Region Song, Junru; Zhao, Min
Journal of Regional and City Planning Vol 29, No 3 (2018)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1695.74 KB) | DOI: 10.5614/jrcp.2018.29.3.1

Abstract

Based on traditional spatial gravity interaction models, urban quality and the time it takes for people or goods to move between cities are strongly correlated and the extent to which cities are integrated or have the capacity to become integrated into an interconnected urban network changes as travel time between cities changes. This paper analyses China’s Pearl River Delta (PRD) megacity region based on a modified gravity model combined with spatial analysis. It also analyzes economic relations between cities within the PRD megacity region, and compares China’s recent ‘new-style’ urbanization planning in Guangdong Province – the region’s largest and economically most important province – with planning for Guangdong that pre-dated China’s 2014 National New Style Urbanization Plan. The results show that PRD is now a bi-polar megacity region dominated by Guangzhou and Shenzhen and that four out of six cities the province planned to integrate into the core after 2005 have been integrated, but two have not. In order to build a successful global urban region, PRD needs to continue to improve its core, accelerate the integration of city clusters that can realistically be integrated, continue to study the integration potential of cities with less development potential and pay attention to balanced development of peripheral cities.Keywords. Pearl River Delta, the gravity model, economic spatial connection.Abstrak. Berdasarkan model interaksi gravitasi spasial tradisional, kualitas perkotaan sangat berhubungan dengan waktu tempuh untuk manusia dan barang berpindah dari satu kota ke kota yanglain. Selain itu juga tergantung sejauh mana kota-kota terintegrasi atau memiliki kapasitas untuk terintegrasi ke dalam perubahan jaringan perkotaan yang saling terhubung disebabkan oleh perubahan waktu perjalanan antar kota. Makalah ini menganalisis kawasan mega region Pearl River Delta (PRD) Cina berdasarkan pada model gravitasi yang dimodifikasi yang dikombinasikan dengan analisis spasial. Makalah ini juga menganalisa hubungan ekonomi di antara kota-kota di dalam wilayah megaregion PRD, dan membandingkan perencanaan urbanisasi "gaya baru" di Provinsi Guangdong - provinsi terbesar dan paling penting secara ekonomi di wilayah ini - dengan perencanaan untuk Guangdong yang telah ada sebelum adanya Rencana Urbanisasi Nasional Cina Gaya Baru Tahun 2014. Hasilnya menunjukkan bahwa PRD sekarang menjadi wilayah megaurban bi-polar yang didominasi oleh Guangzhou dan Shenzhen dan bahwa empat dari enam kota yang direncanakan provinsi untuk berintegrasi ke dalam kota inti setelah tahun 2005, namun dua di antaranya belum. Dalam rangka membangun kawasan perkotaan global yang sukses, PRD perlu terus meningkatkan kota intinya, mempercepat integrasi klaster kota yang memang dapat diintegrasikan, terus mengkaji potensi integrasi kota dengan potensi pengembangan yang lebih sedikit dan memberikan perhatian pada keseimbangan pengembangan kota periferal.Kata Kunci. Pearl River Delta, model gravitasi, koneksi spasial ekonomi.
Historic Institutionalism and Urban Morphology in Jakarta: Moving Towards Building Flood Resiliency into the Formal Planning and Development System Mathewson, David Wallace
Journal of Regional and City Planning Vol 29, No 3 (2018)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1776.597 KB) | DOI: 10.5614/jrcp.2018.29.3.2

Abstract

This paper examines issues around flooding and rapid urban development in Jakarta, specifically the manner in which the former has influenced the spatial growth of the city over time. It takes a historic-institutionalism perspective within the context of changing government responses to flood management, where previous approaches failed to take into consideration existing local ecology, flood patterns and natural drainage systems. Jakarta is slowly moving towards more sustainable and resilient approaches to flood management through pilot programmes aimed at reclaiming or restoring water bodies while creating urban green space to assist with water absorption, despite the local government not having incorporated sustainable flood management systems or mitigation measures into the formal planning system. This paper shows how flooding has influenced spatial development and urban morphology in the city historically, which has led the city administration to the realisation that new approaches are required. The methodology includes document and literature research, GIS as well as satellite based mapping and imagery to determine spatial development patterns and where additional mitigation measures may be required, as well as flooding and drainage documentation. The paper reveals a series of potential strategies for the initial stages of planning policy implementation and a potential framework for developing planning-incorporated measures at a wider scale across Jakarta’s affected areas. This study has wide implications for a number of large developing cities in the Global South that face multiple development challenges in addition to flooding.Keywords. Historic institutionalism, urban morphology, flood resiliency, urban planning.Abstrak. Makalah ini mengkaji isu-isu seputar banjir dan pembangunan perkotaan di Jakarta yang cepat, khususnya bagaimana fenomena banjir mempengaruhi pertumbuhan spasial kota dari waktu ke waktu. Dibutuhkan perspektif historis-institusionalisme dalam konteks perubahan respons pemerintah terhadap manajemen banjir, yakni ketika pendekatan sebelumnya gagal mempertimbangkan ekologi lokal yang ada, pola banjir dan sistem drainase alami. Jakarta perlahan bergerak menuju pendekatan manajemen banjir yang lebih berkelanjutan dan tangguh melalui program percontohan yang bertujuan untuk merebut kembali atau memulihkan badan air sambil menciptakan ruang hijau perkotaan untuk membantu penyerapan air meski pemerintah daerah belum memasukkan sistem manajemen banjir berkelanjutan atau langkah-langkah mitigasi ke dalam sistem perencanaan formal. Makalah ini menunjukkan bagaimana banjir telah mempengaruhi perkembangan ruang dan morfologi perkotaan di kota secara historis yang telah menyebabkan pemerintah kota untuk menyadari akan perlunya pendekatan baru. Metodologi makalah mencakup penelitian dokumen dan literatur, pemetaan dan citra berbasis GIS dan satelit untuk menentukan pola pengembangan ruang apabila langkah-langkah mitigasi tambahan mungkin diperlukan, serta dokumentasi banjir dan drainase. Makalah ini mengungkapkan serangkaian strategi potensial untuk tahap awal implementasi kebijakan perencanaan dan kerangka potensial untuk mengembangkan langkah-langkah yang memasukkan perencanaan pada skala yang lebih luas di seluruh wilayah yang terkena dampak di Jakarta. Studi ini memiliki implikasi luas bagi sejumlah kota besar yang berkembang yang menghadapi berbagai tantangan pembangunan selain banjir.Kata Kunci. Institusionalisme historis, morfologi perkotaan, ketahanan banjir, perencanaan kota.
A Regional, Strategic Growth-Management Approach to Urban and Peri-Urban Development in South East Queensland, Australia Bajracharya, Bhishna Nanda; Hastings, Peter
Journal of Regional and City Planning Vol 29, No 3 (2018)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1389.977 KB) | DOI: 10.5614/jrcp.2018.29.3.3

Abstract

The approach and efficacy of South East Queensland’s (Australia) regional planning strategy to manage urban and peri-urban growth is described and discussed from document analysis. Framed within the urban containment paradigm, the South East Queensland Regional Plan 2017 establishes specific principles and statutory planning controls to direct the spatial distribution of growth while attempting to preserve natural, cultural and productive landscapes and overall liveability. Identification of desired regional growth patterns, coordinated governance, economic and infrastructure development, and plan monitoring are key attributes of a framework that has generally resulted in acceptable regional outcomes. Nevertheless, a number of challenges remain for containing urban growth and maintaining regional resilience and sustainability amidst continuing growth pressures. This paper highlights three contemporary issues of interest: greater recognition and delineation of peri-urban areas, integration of regional planning and disaster management, and growth management of peri-urban master planned communities. The need for ongoing, independent plan evaluation is also identified.Keywords. Urban development, regional planning, peri-urban development, growth management, governance, South East Queensland.Abstrak. Pendekatan dan keberhasilan perencanaan stretegis wilayah South East Queensland (Australia) dalam mengelola pertumbuhan perkotaan dan peri-urban dijelaskan dan didiskusikan dari dokumen analisis. Dibingkai dalam paradigma pembatasan perkotaan (urban containment), South East Queensland Regional Plan 2017 menetapkan prinsip-prinsip spesifik dan peraturan pengendalian perencanaan untuk mengarahkan distribusi spasial pertumbuhan diiringi dengan upaya pelestarian lingkungan, lahan budidaya dan lahan produktif, serta tingkat kualitas hidup secara keseluruhan. Identifikasi pola pertumbuhan regional yang diinginkan, tata kelola pemerintahan yang terkoordinasi, pembangunan ekonomi dan infrastruktur, dan pemantauan rencana merupakan faktor kunci untuk menghasilkan dampak wilayah yang dikehendaki. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan untuk melakukan pembatasan pertumbuhan kota dan mempertahankan ketahanan dan keberlanjutan wilayah masih tampak di tengah tekanan pertumbuhan yang terus berlanjut. Makalah ini menyoroti tiga isu kontemporer, yaitu pengakuan yang lebih besar dan penggambaran wilayah peri-urban, integrasi perencanaan wilayah dan manajemen bencana, dan manajemen pertumbuhan komunitas perencanaan induk peri-urban. Makalah ini juga mengidentifikasi kebutuhan untuk evaluasi rencana yang independen dan berkelanjutan.Kata Kunci. Pembangunan perkotaan, perencanaan regional, pengembangan peri-urban, manajemen pertumbuhan, pemerintahan, Queensland Tenggara.
Urban Innovation System and the Role of an Open Web-based Platform: The Case of Amsterdam Smart City Putra, Zulfikar Dinar Wahidayat; van der Knaap, Wim GM
Journal of Regional and City Planning Vol 29, No 3 (2018)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.87 KB) | DOI: 10.5614/jrcp.2018.29.3.4

Abstract

This study discusses an urban innovation system and the role of digital technology using the Amsterdam Smart City as a case. Based on semi-structured interviews and document analysis, this study reveals that Amsterdam Smart City can be considered an example of a new type of urban innovation system. There are nine actor categories involved with either a one-sided or a bi-directional relationship between them in this innovation system. The actors dynamically interact with each other in different innovation phases based on their interests and resources. Besides, the use of an open web-based platform to connect actors and to exchange information in the innovation system makes the information distributed fairly and transparently among actors. Additionally, more actors can be reached to join the innovation system. There is also no geographical limitation between actors to collaborate and innovate on a specific idea. Therefore, dynamic interactions between actors that are facilitated by an open web-based platform can be a new way of developing an innovation system in urban areas.Keywords. Urban innovation system, smart city, digital technology.Abstrak. Studi ini membahas sistem inovasi perkotaan dan peran teknologi digital, dengan menggunakan Amsterdam Smart City sebagai sebuah kasus. Berdasarkan wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkapkan bahwa Amsterdam Smart City dapat dianggap sebagai contoh bentuk baru dari sistem inovasi perkotaan. Ada sembilan kategori aktor yang terlibat dengan hubungan satu-sisi atau dua arah di antara mereka dalam sistem inovasi ini. Para aktor secara dinamis berinteraksi satu sama lain dalam fase inovasi yang berbeda berdasarkan pada minat dan sumber daya mereka. Selain itu, penggunaan platform berbasis web terbuka untuk menghubungkan aktor-aktor dan untuk bertukar informasi dalam sistem inovasi membuat informasi didistribusikan secara adil dan transparan di antara para aktor. Di samping itu, semakin banyak jumlah aktor yang dapat bergabung dengan sistem inovasi ini. Tidak ada batasan geografis di antara para aktor untuk berkolaborasi dan berinovasi pada ide tertentu. Oleh karena itu, interaksi yang dinamis antara para aktor yang difasilitasi oleh platform berbasis web terbuka dapat menjadi cara baru untuk mengembangkan sistem inovasi di wilayah perkotaan.Kata Kunci. Sistem inovasi perkotaan, kota pintar, teknologi digital.
Urban Renewal and Growth Opportunity Barriers of Microenterprises: Between Working Space Scarceness and Incongruity in Shashemene City, Ethiopia Fanta, Tarekegn Girma; Megento, Tebarek Lika
Journal of Regional and City Planning Vol 29, No 3 (2018)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.332 KB) | DOI: 10.5614/jrcp.2018.29.3.5

Abstract

In Ethiopia lack of working space/business premises is one of the external growth opportunity barriers for microenterprises resulting in inefficient absorption of the large labor pool currently entering into this sector of the economy. It also results in sever competition among businesses for city space, leading to street vending and informal business. The overall purpose of this study was to examine the challenges faced by microenterprises pertinent to shortage of working space. A total of 564 samples (304 and 260 enterprise in old but transformed buildings and newly built buildings in the city, respectively) were selected using simple random sampling. For this particular study an embedded mixed research design (EMRD, one methodology within another one) was applied. The data were collected using a survey questionnaire, GIS and interviewes. The obtained quantitative data were analyzed using SPSS version 20 and qualitative techniques, description and narration. The findings presented in this paper show the prevalence of working space scarceness and incongruity in Shashemene city. Thus, it can be suggested that the city need to revisit urban land leasehold proclamation performance, urban renewal initiative progress, and old business premises’ transfer procedures, and also integrate local trade unions/chambers of commerce synergy and firms’ growing working space demand.Keywords. Urban, renewal, microbusiness, working space.Abstract. Di Etiopia, kurangnya ruang kerja/tempat usaha menjadi salah satu hambatan peluang pertumbuhan eksternal bagi usaha-usaha mikro yang mengakibatkan penyerapan yang tidak efisien akan tenaga kerja yang besar yang saat ini masuk ke sektor ekonomi. Hal ini juga mengakibatkan persaingan yang ketat di antara bisnis akan ruang kota yang mengarah ke penjual jalanan dan bisnis informal. Tujuan keseluruhan dari penelitian ini adalah untuk melihat tantangan yang dihadapi oleh usaha-usaha mikro yang berkaitan dengan kurangnya ruang kerja. Ukuran sampel sejumlah 564 (304 dan 260 transaksi di gedung-gedung tua tetapi diubah dan bangunan yang baru dibangun di kota masing-masing) dipilih menggunakan teknik acak sederhana. Khusus untuk studi ini, diterapkan Embedded Mixed Research Design (EMRD, satu metodologi yang terletak di dalam yang metode riset yang lain. Data dikumpulkan menggunakan survei kuesioner, GIS dan wawancara. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS versi 20 dan teknik analisis data kualitatif, deskripsi dan narasi. Temuan yang disajikan dalam artikel ini, menunjukkan bahwa ruang kerja di Shashemene memiliki prevalensi langka dan tidak sesuai. Dengan demikian, dapat disarankan kota tersebut meninjau kembali kinerja proklamasi sewa lahan perkotaan, kemajuan inisiatif pembaharuan perkotaan prosedur transfer tempat usaha lama dan juga mengintegrasikan sinergi antara serikat pekerja/ruang perdagangan lokal dan permintaan akan ruang kerja yang meningkat.Kata Kunci. Urban, pembaruan, bisnis mikro, ruang kerja.
Research on the City Network of Guangdong, Hongkong and Macao from the Perspective of Information Flow: Analysis based on Baidu Index Wang, Qixuan; Zhao, Min
Journal of Regional and City Planning Vol 29, No 3 (2018)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.586 KB) | DOI: 10.5614/jrcp.2018.29.3.6

Abstract

In the context of the rapid development of informatization and globalization, the theoretical methods of urban scholars have shifted from a ‘space of places’ appraoch, which looks at geographical areas, to a ‘space of flows’ approach, which is based on flows of people, goods, capital, and information between cities. The rapid development of the Internet makes the connections between cities more dynamic than ever before. The subject of this study are cities in three provincial administrative units in Southern China: Guangdong, Hong Kong and Macao. The development of the Internet provides an opportunity to analyse the relationships between the cities in this region from the viewpoint of information flow. Using the area distribution model in Baidu Index (a website of the Baidu company), this study recorded the web search volume, simulated the information flows, and analysed the network correlation degrees between the cities in Guangdong, Hong Kong and Macau. The conclusions are: (1) from the perspective of information flow, the city network in Guangdong, Hong Kong and Macao has a clear ‘core-periphery’ structure, which amplifies the difference in urban hierarchy between big and small cities; (2) the cities in the traditional Pearl River Delta core region have a stronger ability to aggregate information flows and geographical proximity reflects information flow; (3) information flows between the cities in Guangdong and Hong Kong and Macao are not smooth, and thus needs to be improved.Keywords. City network; area of Guangdong-Hongkong-Macau; information flow; Baidu Index.Abstrak. Dalam konteks perkembangan informatisasi dan globalisasi yang pesat, metode teoritis para peneliti perkotaan telah bergeser dari pendekatan ‘ruang tempat’ yang melihat wilayah geografis, ke pendekatan ‘ruang arus’ yang didasarkan pada arus manusia, barang, kapital, dan informasi antar kota. Pesatnya perkembangan internet membuat hubungan antar kota lebih dinamis dari sebelumnya. Subyek penelitian ini adalah kota-kota di tiga unit administrasi provinsi di Cina Selatan: Guangdong, Hong Kong, dan Macao. Perkembangan Internet memberi kesempatan untuk menganalisis hubungan antara kota-kota di wilayah ini dari sudut pandang arus informasi. Dengan menggunakan model distribusi area pada indeks Baidu (sebuah situs perusahaan Baidu), makalah ini mencatat jumlah pencarian web, mensimulasikan arus informasi, dan menganalisis tingkat korelasi jaringan di antara kota-kota di Guangdong, Hong Kong dan Macau. Kesimpulannya adalah: (1) Dari perspektif arus informasi, jaringan kota di Guangdong, Hong Kong dan Macao memiliki struktur ‘inti-pinggiran’ yang jelas, yang memperkuat perbedaan dalam struktur hirarki perkotaan antara kota-kota besar dan kecil; (2) Kota-kota di wilayah inti Pearl River Delta tradisional memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk mengumpulkan arus informasi dan kedekatan geografis juga mencerminkan arus informasi; (3) Arus informasi antara kota-kota Guangdong dan Hong Kong dan Macao tidak lancar, sehingga perlu ditingkatkan.Kata Kunci. Jaringan kota; wilayah Guangdong-Hongkong-Macau; arus informasi; Indeks Baidu.
Contributors Regional and City Planning, Journal of
Journal of Regional and City Planning Vol 29, No 3 (2018)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.738 KB)

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 36 No. 1 (2025) Vol. 35 No. 2 (2024) Vol. 35 No. 1 (2024) Vol. 34 No. 3 (2023) Vol. 34 No. 2 (2023) Vol. 34 No. 1 (2023) Vol. 33 No. 3 (2022) Vol. 33 No. 2 (2022) Vol. 33 No. 1 (2022) Vol. 32 No. 3 (2021) Vol. 32 No. 2 (2021) Vol. 32 No. 1 (2021) Vol. 31 No. 3 (2020) Vol. 31 No. 2 (2020) Vol 31, No 1 (2020) Vol. 31 No. 1 (2020) Vol. 30 No. 3 (2019) Vol 30, No 3 (2019) Vol. 30 No. 2 (2019) Vol 30, No 2 (2019) Vol 30, No 1 (2019) Vol. 30 No. 1 (2019) Vol. 29 No. 3 (2018) Vol 29, No 3 (2018) Vol 29, No 2 (2018) Vol. 29 No. 2 (2018) Vol. 29 No. 1 (2018) Vol 29, No 1 (2018) Vol 28, No 3 (2017) Vol. 28 No. 3 (2017) Vol. 28 No. 2 (2017) Vol 28, No 2 (2017) Vol 28, No 1 (2017) Vol. 28 No. 1 (2017) Vol 28, No 1 (2017) Vol. 27 No. 3 (2016) Vol 27, No 3 (2016) Vol 27, No 2 (2016) Vol. 27 No. 2 (2016) Vol. 27 No. 1 (2016) Vol 27, No 1 (2016) Vol. 26 No. 3 (2015) Vol 26, No 3 (2015) Vol. 26 No. 2 (2015) Vol 26, No 2 (2015) Vol 26, No 1 (2015) Vol. 26 No. 1 (2015) Vol 25, No 3 (2014) Vol. 25 No. 3 (2014) Vol 25, No 2 (2014) Vol. 25 No. 2 (2014) Vol 25, No 1 (2014) Vol. 25 No. 1 (2014) Vol. 24 No. 3 (2013) Vol 24, No 3 (2013) Vol 24, No 2 (2013) Vol 24, No 2 (2013) Vol. 24 No. 2 (2013) Vol. 24 No. 1 (2013) Vol 24, No 1 (2013) Vol 23, No 3 (2012) Vol 23, No 3 (2012) Vol. 23 No. 3 (2012) Vol 23, No 2 (2012) Vol. 23 No. 2 (2012) Vol. 23 No. 1 (2012) Vol 23, No 1 (2012) Vol 22, No 3 (2011) Vol. 22 No. 3 (2011) Vol. 22 No. 2 (2011) Vol 22, No 2 (2011) Vol 22, No 2 (2011) Vol. 22 No. 1 (2011) Vol 22, No 1 (2011) Vol. 21 No. 3 (2010) Vol 21, No 3 (2010) Vol. 21 No. 2 (2010) Vol 21, No 2 (2010) Vol 21, No 1 (2010) Vol. 21 No. 1 (2010) Vol 20, No 3 (2009) Vol 20, No 3 (2009) Vol. 20 No. 3 (2009) Vol 20, No 2 (2009) Vol. 20 No. 2 (2009) Vol. 20 No. 1 (2009) Vol 20, No 1 (2009) Vol. 19 No. 3 (2008) Vol 19, No 3 (2008) Vol. 19 No. 2 (2008) Vol 19, No 2 (2008) Vol 19, No 1 (2008) Vol. 19 No. 1 (2008) Vol 18, No 3 (2007) Vol. 18 No. 3 (2007) Vol. 18 No. 2 (2007) Vol 18, No 2 (2007) Vol. 18 No. 1 (2007) Vol 18, No 1 (2007) Vol. 17 No. 3 (2006) Vol 17, No 3 (2006) Vol. 17 No. 2 (2006) Vol 17, No 2 (2006) Vol 17, No 1 (2006) Vol. 17 No. 1 (2006) Vol. 16 No. 3 (2005) Vol 16, No 3 (2005) Vol 16, No 2 (2005) Vol. 16 No. 2 (2005) Vol 16, No 1 (2005) Vol. 16 No. 1 (2005) Vol 15, No 3 (2004) Vol. 15 No. 3 (2004) Vol. 15 No. 2 (2004) Vol 15, No 2 (2004) Vol. 15 No. 1 (2004) Vol 15, No 1 (2004) Vol. 14 No. 3 (2003) Vol 14, No 3 (2003) Vol 14, No 2 (2003) Vol. 14 No. 2 (2003) Vol. 12 No. 4 (2001) Vol 12, No 4 (2001) Vol 12, No 3 (2001) Vol. 12 No. 3 (2001) Vol. 12 No. 1 (2001) Vol 12, No 1 (2001) Vol. 11 No. 3 (2000) Vol 11, No 3 (2000) Vol. 11 No. 2 (2000) Vol 11, No 2 (2000) Vol. 10 No. 3 (1999) Vol 10, No 3 (1999) Vol 10, No 1 (1999) Vol. 10 No. 1 (1999) Vol. 9 No. 2 (1998) Vol 9, No 2 (1998) Vol. 8 No. 3 (1997) Vol 8, No 3 (1997) Vol 8, No 1 (1997) Vol. 8 No. 1 (1997) Vol. 7 No. 22 (1996) Vol 7, No 22 (1996) Vol 7, No 21 (1996) Vol. 7 No. 21 (1996) Vol. 7 No. 20 (1996) Vol 7, No 20 (1996) Vol. 6 No. 19 (1995) Vol 6, No 19 (1995) Vol 6, No 18 (1995) Vol. 6 No. 18 (1995) Vol. 6 No. 17 (1995) Vol 6, No 17 (1995) Vol 5, No 16a (1994): Edisi Khusus Vol 5, No 16 (1994) Vol. 5 No. 16a (1994): Edisi Khusus Vol. 5 No. 16 (1994) Vol 5, No 16 (1994) Vol 5, No 11 (1994) Vol. 5 No. 11 (1994) Vol 4, No 9 (1993) Vol. 4 No. 9 (1993) Vol 4, No 9b (1993): Edisi Khusus Juli Vol 4, No 9a (1993): Edisi Khusus Februari Vol. 4 No. 9b (1993): Edisi Khusus Juli Vol 4, No 9c (1993): Edisi Khusus Oktober Vol. 4 No. 9c (1993): Edisi Khusus Oktober Vol. 4 No. 9a (1993): Edisi Khusus Februari Vol 4, No 8 (1993) Vol. 4 No. 8 (1993) Vol 4, No 8 (1993) Vol. 4 No. 7 (1993) Vol 4, No 7 (1993) Vol. 3 No. 4 (1992) Vol. 3 No. 4a (1992): Edisi Khusus Juli Vol 3, No 4a (1992): Edisi Khusus Juli Vol 3, No 4 (1992) Vol 3, No 3 (1992) Vol. 3 No. 3 (1992) Vol. 2 No. 1 (1991) Vol 2, No 1 (1991) Vol 2, No 1 (1991) Vol 1, No 1 (1990): Perkenalan Vol. 1 No. 1 (1990): Perkenalan More Issue