cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Geospatial
ISSN : 20895054     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2016)" : 5 Documents clear
Identifikasi dan Klasifikasi Variabel Untuk Desain Lokasi dan Rute Pipa Bawah Laut Benyamin Sadira; Wiwin Windupranata; Samsul Bachri
Indonesian Journal of Geospatial Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pipa bawah laut merupakan salah satu metode transportasi minyak dan gas bumi yang efektif dan efisien. Namun dalam pemasangan pipa bawah laut terdapat beberapa tantangan. Tantangan itu sendiri tak lain adalah dari kondisi laut yang sangat dinamis dan variabel lainnya. Identifikasi terhadap variabel apa saja yang ada diperlukan untuk kepentingan pertimbangan dalam penentuan desain lokasi dan rute pipa bawah laut. Penelitian ini dilakukan untuk memberi informasi variabel yang mempengaruhi dan harus dipertimbangkan dalam penentuan desain lokasi dan rute pipa bawah laut. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kajian berdasarkan literatur dan mempelajari penelitian terdahulu yang berhubungan dengan pipa bawah laut. Dalam pemasangan pipa bawah laut ditemukan bahwa banyak variabel yang dapat mempengaruhinya. Variabel tersebut diklasifikasikan menjadi 2 yaitu variabel alam dan variabel manusia. Variabel alam adalah variabel yang muncul akibat kondisi alam sekitar seperti aspek kimiawi dan fisis lautan. Variabel manusia adalah variabel yang muncul akibat manusia seperti aspek ekonomi, hukum, sosial, dan politik. Variabel alam dan manusia tersebut nantinya akan dianalisis sehingga didapatkan implikasi dari masing-masing variabel yang terjadi. Implikasi yang terjadi digolongkan menjadi 2 yaitu implikasi pemasangan (yang terjadi ketika perencanaan sampai pemasangan) dan implikasi operasional (yang terjadi ketika pipa sedang beroperasi). Salah satu contoh variabel alam yaitu gempa bumi yang mempunyai pengaruh terhadap ketahanan dan kestabilan pipa. Salah satu contoh variabel manusia yaitu aturan lokal yang mempengaruhi dalam instalasi pipa.
Model Peta Integrasi untuk Keperluan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Ikhwan Aly Rhosidi; Eka Djunarsjah
Indonesian Journal of Geospatial Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar  di dunia, Indonesia dikenal pula sebagai negara maritim.  Kondisi ini merupakan anugerah yang besar bagi Indonesia dimana wilayah darat dan laut tersimpan kekayaan alam yang sangat melimpah sehingga perlu suatu upaya untuk mengelola hal tersebut. Tugas Akhir ini ditujukan untuk membuat model peta yang terintegrasi untuk keperluan pelaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan PulauPulau Kecil (RZWP3K) dengan menggunakan data yang beda datum verikalnya yaitu Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dan Peta Laut Lingkungan Pantai Indonesia (LPI) dan Lingkungan Laut Nasional (LLN). Metode yang digunakan meliputi analisis harmonik pasut menggunakan aplikasi T_Tide dengan data pasut hasil inventarisasi stasiun pasut BIG di Cilacap, penentuan HAT dan LAT,  serta penentuan pergeseran garis pangkal yang dihasilkan menggunakan Peta LPI dan LLN di wilayah tersebut. LAT memiliki kedudukan nilai -1,241 sedangkan HAT memiliki kedudukan 1,200 terhadap MSL. Wilayah pantai di Cilacap memiliki kemiringan rata-rata sebesar 0,882° sehingga pergeseran garis pantai untuk penyatuan datum vertikal peta ke HAT adalah 77,9473 m.
Pemetaan Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di Selat Capalulu, Kepulauan Sula, Maluku Utara Muhammad Rafi Respati; Wiwin Windupranata
Indonesian Journal of Geospatial Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi arus laut merupakan potensi sumber listrik di Indonesia yang diduga dapat menyimpan potensi energi listrik hingga 6000MW. Arus pasang-surut terkuat yang tercatat di Indonesia adalah di Selat Capalulu, antara Pulau Taliabu dan Pulau Mangole di Kepulauan Sula, Propinsi Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi daya listrik yang bersumber dari arus laut tersebut. Terdapat 8 titik Obs yang ditempatkan sepanjang Selat Capalula. Berdasarkan hasil yang diperoleh titik yang berpotensi sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga arus yaitu titik Obs 5 dan titik Obs 6.Titik Obs 5 memiliki potensi energi listrik selama satu bulan sebesar 4896.14 kWh pada musim angin barat dan 5721.31 kWh pada musim angin timur. Sedangkan titik Obs 6 memiliki potensi energi listrik selama satu bulan sebesar 4285.29 kWh dan 5268.96 kWh pada musim angin timur.
Estimasi Kerugian Ekonomi pada Bangunan Akibat Penurunan Muka Tanah dengan Menggunakan RASOR (Rapid Analysis and Spatialisation of Risk) di Cekungan Bandung Silmi Fawzya Ludya; Irwan Gumilar; Hasanuddin Z. Abidin
Indonesian Journal of Geospatial Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung merupakan kota dengan tingkat penurunan muka tanah yang tinggi, terutama di wilayah Cekungan Bandung. Penurunan muka tanah yang terjadi dapat mengakibatkan kerusakan berupa keretakan pada bangunan, bangunan yang turun/miring, serta banjir yang semakin parah di wilayah Cekungan Bandung. Kerusakan tersebut tentunya dapat menimbulkan kerugian dari segi ekonomi karena meningkatnya biaya pemeliharaan pada bangunan yang mengalami kerusakan. Tugas akhir ini ditujukan untuk melakukan estimasi kerugian ekonomi pada bangunan akibat penurunan muka tanah di Bandung dengan menggunakan Rapid Analysis and Spatialisation of Risk (RASOR) platform. RASOR platform dipilih karena dapat menghitung kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh fenomena penurunan muka tanah dengan cepat. Pada RASOR terdapat HAZUS yang berfungsi sebagai alat untuk menghitung kerugian ekonomi tersebut. Hasil yang diperoleh adalah nilai estimasi kerugian ekonomi atau biaya pemeliharaan pada bangunan yang mengalami kerusakan dan peta persebaran dampak pada bangunan. Adapun kerugian ekonomi akibat penurunan muka tanah hasil perhitungan RASOR mencapai 452 miliar rupiah untuk struktur bangunan dan  633 miliar rupiah untuk konten bangunan.
Analisis Pengaruh Jarak Central Bussiness District Terhadap Nilai Jual Tanah di Kota Bandung Berbasiskan Geospasial Muhammad Fariz Yudha; Albertius Deliar; Alfita Puspa Handayani
Indonesian Journal of Geospatial Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Central Bussiness District (CBD) adalah salah satu bentuk pusat perekonomian, di wilayah Kota Bandung keberadaan CBD ini memiliki beberapa pengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. Salah satu dampaknya adalah terhadap harga tanah disekitarnya, dampak dari keberadaan CBD ini sudah ditulis oleh beberapa ekonom dalam teori mereka yaitu Teori Lokasi. Untuk menguji teori lokasi tersebut maka memerlukan uji coba sebuah metode matematis untuk menganalisis harga tanah disekitar wilayah CBD. Berdasarkan hasil analisis akan didapatkan nilai yang menentukan besar pengaruh CBD terhadap harga tanah disekitarnya. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi. Uji coba analisis regresi dibagi menjadi dua tipe yaitu Regresi Linier dan Regresi Nonlinier. Hasil dari analisis regresi tersebut berupa koefisien determinasi yang memiliki skala dari nol (0) hingga satu (1), koefisien determinasi dengan nilai nol berarti hasil analisis dari metode yang digunakan tidak memiliki hubungan antarvariabel, sedangkan nilai satu berarti dari hasil analisis antarvariabelnya memiliki hubungan yang sempurna.

Page 1 of 1 | Total Record : 5